
Jafar terus berlari di atas atap atap rumah rumah warga, di bawah, Gavlin terus mengejarnya.
Jafar terlihat menghentikan langkahnya, karena dia berada di atap rumah warga yang terakhir, di depannya sudah tak ada lagi rumah. Dia melihat, hanya ada kebun kosong saja.
Gavlin di bawah yang mengejar Jafar berhenti berlari, dia melihat ke atas atap, Gavlin melihat Jafar yang berdiri di atas atap dengan wajah kebingungan.
Gavlin membidik pistol ditangannya ke arah Jafar, lalu, dia melepaskan tembakan pada Jafar, Jafar kaget dan menunduk, menghindar dari tembakan.
Jafar melihat ke bawah, dari asal suara tembakan terdengar, dia melihat Gavlin berdiri di bawah sambil mengarahkan pistolnya ke arah dirinya.
"Siaal !!" ujar Jafar kesal melihat Gavlin yang masih saja mengejarnya.
Gavlin sekali lagi melepaskan tembakannya ke arah Jafar, Jafar menunduk dan menghindar lagi, dia pun lantas melepaskan satu tembakan ke arah Gavlin.
Lalu, Jafar nekat, dia pun melompat ke kebun kosong dari atas atap rumah warga, Jafar terguling guling di tanah, dalam kebun kosong.
Gavlin tampak geram dan marah, melihat Jafar melompat ke samping rumah. Gavlin pun lantas melompati pagar pembatas rumah dan kebun kosong.
Jafar segera bangun dari tanah, lalu dia berdiri dan segera berlari kembali sambil memegangi pistolnya, Jafar lari sekencang kencangnya menyusuri kebun kosong itu.
Gavlin naik ke atas tembok pembatas, dia melihat ke arah kebun kosong, lalu, Gavlin juga melihat Jafar yang sudah lari menjauh.
Gavlin pun lantas segera melompat masuk ke dalam kebun kosong, lantas, cepat dia berdiri dan berlari mengejar Jafar, Gavlin benar benar tak ingin Jafar lolos dari kejarannya.
Gavlin bertekat, akan terus mengejar Jafar, kemana pun dia melarikan diri, Gavlin tak akan berhenti mengejar Jafar, sampai Jafar tertangkap, dan dia membunuhnya.
Dengan cepat Gavlin berlari menyusuri kebun kosong ke arah Jafar yang sudah berlari menjauh. Sementara itu, Gatot dan pasukannya baru saja tiba, mereka berhenti di depan tembok pembatas rumah warga dan kebun kosong.
Gatot melihat tembok pembatas, dia menarik nafasnya dalam dalam, mau tak mau, dia harus naik dan melompati tembok pembatas itu, untuk bisa mengejar Jafar, sebab, hanya dari situlah mereka bisa mengejar Jafar.
Gatot lantas segera melompat ke atas tembok pembatas, dan dia naik, kemudian Gatot pun segera melompat ke kebun kosong.
Gatot berguling guling ditanah, pasukan kepolisianpun mengikuti Gatot, satu persatu mereka juga ikut melompati tembok pembatas dan masuk ke dalam kebun kosong.
Gatot berdiri dan membersihkan kotoran tanah yang menempel di baju dan celananya, lalu, dia segera melanjutkan larinya, untuk mengejar Jafar yang sudah semakin menjauh.
Para pasukan penyidik kepolisian juga bergegas lari mengikuti Gatot yang mengejar Jafar.
Aksi kejar mengejar antara Jafar dan Gavlin pun terjadi, Jafar lari dengan sekencang kencangnya dan sekuat tenaganya, Gavlin terus mengejarnya di belakang, tak jauh dari Jafar yang masih berlari.
Di kejauhan, tampak Gatot dan pasukannya juga berlari ke arah Gavlin dan Jafar.
Jafar terus berlari, sambil sesekali menoleh ke belakang, dia melihat Gavlin masih terus mengejarnya. Jafar pun mempercepat larinya, agar Gavlin tak bisa menyusulnya.
Jafar berbelok ke sebuah jalanan, lalu terus berlari, Gavlin ikut berbelok dan tetap mengejar Jafar. Wajah Gavlin tampak menahan amarahnya berlari mengejar Jafar.
Jafar lantas kembali masuk ke dalam sebuah rumah makan, lalu, dia menodongkan pistolnya ke arah pengunjung yang sedang makan di dalam rumah makan.
Para pengunjung teriak histeris karena di todong pistol oleh Jafar, Jafar lantas mengambil seorang anak kecil, lalu, dia cengkram leher si anak, dan menyeretnya, sambil menodongkan pistolnya.
"Jangan ada yang macam macam, sekali saja kalian berbuat yang mencurigakan, akan kutembak anak kecil ini!!" bentak Jafar marah.
__ADS_1
Para pengunjung terdiam, mereka tak berani melawan Jafar yang menodongkan pistolnya. Ibu dari anak yang disandera Jafar tampak menangis ketakutan, karena anaknya di cengkram dan di sandera Jafar.
Gavlin lantas masuk ke dalam rumah makan, dia melihat, Jafar sedang mencengkram seorang anak kecil dan menyanderanya. Gavlin pun geram dan marah.
"Lepaskan anak itu, Jafar !" bentak Gavlin marah.
"Diam kamu!! Jangan coba coba menyerangku, aku akan membunuh anak ini!!" ujar Jafar geram dan marah.
Gavlin semakin geram dan marah mendengar ancaman Jafar tersebut, Gavlin menatap tajam wajah Jafar yang terlihat panik dan sedikit takut itu.
"Buang pistolmu !! Agar aku melepaskan anak ini!" ujar Jafar pada Gavlin.
Gavlin tersenyum sinis, dengan sikap tenangnya dia menatap lekat wajah Jafar yang mengarahkan pistolnya ke kepala anak kecil yang dijadikannya sandera.
"Ok, Ok Jafar, akan ku turuti maumu, akan kulepaskan pistolku." ujar Gavlin, dengan sikap tenang dan santainya.
Gavlin mengangkat tangannya yang memegang pistol, sementara, tangan yang satunya lagi bergerak pelan ke belakang pinggangnya, mengambil pisau belatinya.
Gavlin lantas melepaskan pistol dari tangannya yang terangkat, melihat pistol terlepas dan terjatuh dari tangan Gavlin, Jafar cepat melepaskan anak kecil yang dijadikannya sandera.
Jafar mendorong anak kecil dengan kuat, Anak kecil pun terjajar kedepan dan jatuh dilantai. Jafar hendak menembakkan pistolnya ke arah Gavlin yang berdiri tidak jauh darinya.
Namun, secepat kilat, tiba tiba saja pisau belati melesat ke arah Jafar, pisau belati lantas menancap di dada kiri Jafar, Jafar kaget, tak menyangka, Gavlin menyerangnya secara mendadak dengan pisau belati.
Jafar yang kaget dan terkena pisau belati yang menancap di dadanya melepaskan tembakan dari pistolnya, Peluru pun melesat dan mengenai seorang pengunjung, karena Jafar menembak sambil terhuyung ke belakang karena terkena pisau belati.
Gavlin tersenyum sinis melihat Jafar yang memegangi pisau belati yang menancap di dada kirinya.
Gavlin cepat mengambil pistolnya yang tergeletak dilantai. Jafar mencabut pisau belati yang menancap di dadanya.
Tembakan Jafar meleset, tidak mengenai Gavlin yang saat itu menunduk dan sedang mengambil pistolnya di lantai, Jafar pun lantas berlari masuk ke ruang belakang rumah makan, sambil memegangi dadanya yang terluka dan berdarah terkena pisau belati Gavlin.
Di ruang belakang, tempat memasak , Jafar berlari kencang sambil memegangi pistolnya, tak ada yang berani menghalanginya, Jafar lantas membuka pintu belakang rumah makan, lalu dengan cepat dia berlari keluar dari belakang rumah makan.
Gavlin yang sudah memegang pistolnya dengan cepat berlari mengejar Jafar, dia masuk ke belakang rumah makan, kemudian, orang orang yang ada di belakang menunjuk ke arah pintu keluar, mereka memberi tahu Gavlin, kemana Jafar berlari.
Dengan cepat, Gavlin pun berlari keluar dari ruang belakang rumah makan, dia terus mengejar Jafar, yang sudah berlari menjauh.
Tak berapa lama, tibalah Gatot dan pasukannya, mereka masuk ke dalam rumah makan, karena mendengar suara tembakan, Para pengunjung yang melihat banyak pasukan polisi masuk ke dalam rumah makan segera menunjuk ke arah belakang rumah makan.
Gatot pun paham, pengunjung memberi tahu, kemana Jafar lari, dia lantas segera lari kearah belakang rumah makan, para petugas penyidik kepolisian pun mengikuti Gatot.
Mereka masuk ke dalam ruang belakang rumah makan, lalu segera berlari keluar dari pintu belakang. Di luar, di belakang rumah makan, Gatot berdiri bersama pasukannya.
Dia melihat ke kanan dan ke kiri, Gatot sedikit bingung, ke arah mana dia harus lari mengejar Jafar.
"Kita bagi tugas, sebagian ke arah kiri mengejar Jafar, dan sebagian lagi ikut saya, ke arah kanan mengejar Jafar.
"Baik !!" Jawab para petugas penyidik kepolisian serentak.
Lalu mereka membagi tim menjadi dua bagian, kemudian, setengah dari pasukan kepolisian berlari ke arah kiri untuk mengejar Jafar, dan sisanya, ikut Gatot berlari ke arah kanan.
__ADS_1
Di jalanan, Jafar terus masih berlari, dan di belakangnya, Gavlin mengejarnya, Gavlin berlari mengejar Jafar sambil menembaki Jafar.
Jafar sambil berlari berusaha menghindar dari tembakan Gavlin. Sesaat kemudian, Gavlin tak bisa menembak, karena pelurunya habis, Gavlin pun tampak geram.
Gavlin lantas membuang pistolnya begitu saja, dia lantas mengejar Jafar tanpa memegang senjata lagi.
Jafar terus berlari, dia berusaha menghindar dari kejaran Gavlin, nafas Jafar mulai terengah engah, dia sudah semakin kelelahan, apalagi dia terluka, dan berdarah.
Jafar terus berlari, dia berbelok ke sebuah jalanan, lalu dia berlari diatas trotoar jalanan, di belakang, Gavlin tetap mengejar Jafar.
Seorang pengendara mobil melintas ke arah Jafar, Jafar dengan cepat menghadang laju motor tersebut.
Pengendara motor kaget, karena Jafar menodongkan pistol ke arahnya, dengan cepat, dia menginjak rem, lantas, motorpun berhenti dan terjatuh di dekat Jafar.
Si pengendara motor kesakitan di aspal jalan, Jafar dengan cepat menghampiri dan mengangkat motor.
Lalu, Jafar mengendarai motor, dia melihat Gavlin berlari ke arahnya, Jafar melepaskan tembakan ke arah Gavlin, satu peluru melesat, dan Gavlin bisa menghindar, dan bersembunyi di tiang listrik.
Dia tak bisa membalas menembak Jafar, karena sudah tak ada pistol lagi. Jafar hendak menembak Gavlin lagi, namun pelurunya habis, dia lantas membuang pistolnya, lalu, Jafar pun menjalankan mobilnya.
Jafar mengendarai motor dengan kecepatan tinggi, sementara si pemilik motor tampak meringis kesakitan di aspal jalanan karena terluka.
Gavlin berdiri diatas trotoar, dia geram, karena melihat Jafar melarikan diri dengan mengendarai motor.
Gavlin pun lantas mengambil pistol kosong Jafar di aspal, lalu, dengan pistol kosong, Gavlin berdiri ditengah jalan dan mengarahkan pistolnya pada pengendara mobil yang melaju ke arahnya.
Melihat Gavlin berdiri di depan sambil menodongkan pistol, si pengendara mobil cepat menghentikan mobilnya.
Setelah mobil berhenti Gavlin cepat menghampiri si pengendara mobil.
"Cepat keluar!" ujar Gavlin sambil mengarahkan pistol kosong.
Si Pengendara mobil yang takut di tembak cepat keluar dari dalam mobilnya, lalu, Gavlin pun segera masuk ke dalam mobil.
Sesaat kemudian, Gavlin menjalankan mobilnya, dan mobil pun melesat dijalanan, Gavlin membuang pistol kosong, Si Pengendara mobil yang ketakutan heran, karena Gavlin membuang pistolnya.
Si Pengendara mobil mengambil pistol, dia melihat, pistol itu kosong, dia pun tertawa sendiri, karena merasa sudah di bodohi Gavlin dengan mengancamnya menggunakan pistol kosong tak ada pelurunya.
Mobil Gavlin melaju dengan cepatnya di jalanan mengejar motor Jafar yang sudah melesat cepat menyusuri jalanan.
Gatot dan pasukannya tiba di jalanan itu, Gatot melihat pengendara motor dan pengendara mobil yang berdiri di pinggir jalan.
Melihat kedatangan Gatot bersama pasukannya, pengendara mobil mendekati Gatot.
"Mereka berdua, yang satu mengambil motor mas ini , yang satunya lagi mengambil mobil saya." ujar Pengendara mobil memberi laporan.
"Berdua?!!" Ujar Gatot heran.
"Ya. Sepertinya, orang yang ambil mobil saya mau mengejar orang yang mencuri motor mas ini." jelas Pengendara mobil.
Gatot pun terdiam, dia tampak berfikir keras, siapa yang mengejar Jafar dengan memakai mobil orang lain.
__ADS_1
"Siapa orang itu? Kalo Gavlin gak mungkin, Gavlin udah di tangkap tadi." ujar Gatot berfikir.
Gatot mengira, Gavlin sudah ditangkap, dan dibawa ke kantor polisi, dia tak tahu, jika Gavlin meloloskan diri, bahkan membunuh anak buahnya.