
Singkatnya, Indri pun sudah tiba di rumah pak Sarono, di rumahnya, Pak Sarono mempunyai peralatan kedokteran yang lengkap, karena Dia memang sering buka praktek mengobati pasien dari rekan bisnis adiknya yang datang kepadanya untuk di obati.
Pak Sarono dengan cepat dan lugas serta cekatan langsung mengobati luka Indri, Dia berhasil mengeluarkan sisa pecahan peluru dari dalam punggung Indri, lalu memberinya obat dan segera menjahit luka tembak tersebut.
Tampak Gavlin wajahnya masih tegang dan cemas melihat Indri yang sedang di tangani pak Sarono, Gavlin khawatir, karena Indri sampai saat ini masih pingsan.
Aamauri melirik Gavlin yang berdiri di sampingnya bersama pak Pablo dan juga Rifai. Aamauri merangkul bahu Gavlin, mencoba untuk menenangkan diri Gavlin.
"Kamu jangan khawatir lagi, Vlin. Indri sudah di obati, Dia akan sembuh." Ujar Aamauri, dengan suaranya yang pelan menjelaskan pada Gavlin.
"Ya, Pak. Aku gak akan memaafkan orang orang itu jika terjadi hal buruk pada Indri, aku akan membantai mereka semua." Ujar Gavlin geram menahan amarahnya.
"Ya, sabar, dan tenanglah. Nanti Bapak suruh Malik untuk menyelidikinya, mencari tau tujuan Bellamy menyerangmu tiba tiba di gedung itu." Ujar Aamauri.
"Apalagi kalo bukan balas dendam? Bellamy itu Aku tau adiknya Acheel. Dan Abangnya mati terbunuh oleh kalian saat perang antar gank di restoran jepang, Dia pasti sengaja menyerang, untuk menuntut balas pada Gavlin dan juga kamu Aamauri." Ujar Pablo, memberi penjelasan pada Aamauri dan Gavlin.
"Gank Acheel?!!" Ujar Gavlin berfikir.
"Ya, gank Acheel, yang datang bersama Binsar ke restoran jepang waktu itu, Vlin." Ungkap Aamauri.
"Oh." Ujar Gavlin, mengangguk mengerti dan paham.
"Berani beraninya Bellamy menyerang kami di gedung itu, Dia pikir, siapa Dia bisa melawanku?!" Ujar Aamauri geram dan marah.
"Apa yang akan kamu lakukan selanjutnya, setelah tau, kalo sekelompok orang yang datang menyerang itu suruhannya Bellamy, adiknya Acheel yang sudah mati?!" Ujar Pablo, bertanya pada Aamauri.
"Aku akan membuat perhitungan pada Bellamy, Akan ku cari tempat persembunyiannya dan membantainya bersama anggota anggotanya. Akan Aku bumi hanguskan mereka semua!!" Ungkap Aamauri marah.
"Mau coba coba denganku, gak akan ada satu pun dari mereka yang nanti hidup, mereka sudah berani menyerang Aku, orang nomor satu di permafiaan, dan Bellamy harus mendapatkan hukumannya!!" Tegas Aamauri berapi api.
"Okay, Aku akan ikut kamu, karena Aku juga ikutan di serang, maka, Aku akan bersamamu menyerang kelompok Bellamy !" Ujar Pablo, menegaskan pada Aamauri.
"Ya, terima kasih, Pablo!" Ujar Aamauri.
Pablo tersenyum mengangguk pada Aamauri, tak berapa lama kemudian, Pak Sarono selesai mengobati Indri, Dia mendekati Gavlin yang berdiri menatapnya, dengan tatapan mata yang cemas.
"Bagaimana keadaan Indri, Pak?" Ujar Gavlin, bertanya pada pak Sarono.
"Indri baik baik saja, Biarkan Dia istirahat, untuk mengembalikan kondisi tubuhnya." Ujar pak Sarono, menenangkan diri Gavlin.
"Tapi, Indri kenapa gak sadarkan diri juga, Pak?" Tanya Gavlin, dengan wajah cemasnya menatap pak Sarono.
__ADS_1
"Karena Bapak juga memberi obat bius padanya, agar Indri gak merasakan sakit, saat Bapak mengambil peluru dari punggungnya dan menjahit lukanya tadi." Ujar pak Sarono, menjelaskan pada Gavlin.
"Oh, begitu." Ujar Gavlin, mengangguk mengerti dan paham.
"Vlin. Aku tinggal dulu, ya. Aku mau kembali ke gedung pernikahan itu, mengurus ulang rencana pernikahanmu." Ujar Rifai pada Gavlin.
"Ya, tolong tunda satu bulan ke depan, hingga Indri sudah benar benar sembuh dan sehat kembali seperti semula." Ujar Gavlin pasa Rifai.
"Ya, Vlin. Akan aku urus semuanya." Ujar Rifai.
"Terima kasih, Fai." Ujar Gavlin.
Rifai tersenyum ramah mengangguk pada Gavlin, Dia lantas memberi hormat pada Aamauri dan juga Pablo serta pak Sarono, lalu Dia pergi meninggalkan ruang kamar itu.
"Bapak juga mau merapikan peralatan Bapak ya, Vlin." ujar pak Sarono.
"Iya, Pak." Angguk Gavlin pada pak Sarono.
"Kamu kalo mau nungguin Indri gak apa apa, temanilah Dia. Tapi, jika Indri bangun, jangan ajak Dia bicara lama lama, ya. Indri harus banyak istirahat." Ujar pak Sarono.
"Iya, Pak." Angguk Gavlin.
"Pak Pablo, Pak Aamauri, terima kasih sudah cepat membawa Indri dan menyelematkan nyawanya, jika lebih lama gak segera dibawa, Indri bisa mati." Ujar Pak Sarono.
"Saya tinggal dulu, ya." Ujar pak Sarono, memberi hormat pada Aamauri dan Pablo.
"Ya, Pak." Jawab Aamauri dan Pablo serentak.
Pak Sarono lalu berjalan pergi keluar dari dalam kamar, Pak Sarono sebenarnya juga sedih dan sempat cemas dengan kondisi Indri, ada rasa takut pada dirinya, jika anaknya itu tewas terbunuh karena terkena tembakan, namun, Dia berusaha untuk tetap tenang, dan yakin, Indri selamat dan bisa kembali sembuh seperti semula nantinya.
"Vlin, Bapak tinggal ya, Bapak mau urus penyerangan kelompok Bellamy itu." Ujar Aamauri.
"Ya, Pak. Kalo Bapak mau menyerang markas Bellamy, tolong kabari saya, saya mau ikut bersama Bapak menyerang Bellamy , Karena Dia , Indri terluka seperti ini." Ujar Gavlin, menatap tajam wajah Aamauri, yang berdiri dihadapannya.
"Ya, Akan Bapak kasih tau kamu nanti." Ujar Aamauri, sambil menepuk nepuk pelan bahu Gavlin, memberinya ketenangan.
"Bapak juga pulang dulu, Vlin." Ujar Pablo pada Gavlin.
"Ya, Pak. Terima kasih sudah membawa Indri tadi." Ujar Gavlin pada Pablo.
"Ya, Vlin." Angguk Pablo.
__ADS_1
Lalu, Pablo dan Aamauri segera berjalan pergi keluar meninggalkan Gavlin sendirian di kamar menemani Indri yang masih belum sadarkan diri itu.
Gavlin yang berdiri disamping ranjang, memandangi wajah Indri yang terbaring di atas kasurnya, Dia melihat wajah Indri memucat, dan kondisinya lemah.
"Cepatlah sembuh, In. Aku gak ingin melihatmu seperti ini terus, kembalilah sadar, dan temani hari hariku." Ujar Gavlin, menatap sedih wajah Indri.
" Jangan pernah mencoba pergi meninggalkanku, In." Lanjut Gavlin, menatap lembut wajah Indri yang terbaring di atas kasurnya itu.
Gavlin menghela nafasnya, Dia terus memandangi wajah pucat Indri, pancaran kesedihan terlihat jelas di wajah Gavlin, Dia tak tega melihat Indri yang terluka akibat menyelamatkan dirinya dan menjadi tameng , agar Dia tak terkena tembakan, Indri mengorbankan dirinya demi keselamatan Gavlin.
Di halaman rumah pak Sarono, tampak Aamauri sedang bicara di telepon. Pablo sudah tak ada, Dia sudah pergi lebih dulu meninggalkan Aamauri, begitu juga dengan Rifai.
"Kamu dimana, Lik?" Tanya Aamauri, bicara di teleponnya.
"Masih di gedung pernikahan Bos, bersama anggota anggota kita, mengumpulkan mayat mayat." Ujar Malik, dari seberang telepon.
"Tinggalkan , biar anggota lainnya yang mengurus semua itu, ada tugas buatmu." Ujar Aamauri menegaskan di telepon.
"Baik, Bos. Tugas apa itu?!" Tanya Malik, dari seberang teleponnya.
"Kamu lacak keberadaan Bellamy, orang yang datang menyerang itu anggota gank mafianya Acheel, dan mereka datang karena perintah Bellamy, Dia adik kandungnya Acheel yang mau membalas dendam kematian abangnya itu." Ujar Aamauri, di telepon.
"Kamu cari tau, apa Bellamy ada di markas gank mafianya Acheel, atau Dia punya markas sendiri, jika sudah ketemu, kabari saya, agar kita menyerang mereka!" Ujar Aamauri, menjelaskan pada Malik, di telepon.
"Siap, Bos! Akan saya laksanakan!" Jawab Malik, bersemangat dari seberang telepon.
"Ya, sudah. Cepat lakukan tugasmu, dan tinggalkan gedung itu sekarang juga!" Ujar Aamauri, di teleponnya.
"Baik, Bos!" Ujar Malik, dari seberang telepon.
Aamauri lantas cepat menutup teleponnya, lalu memasukkan ponsel ke dalam kantong celananya, kemudian, Aamauri bergegas jalan dan masuk ke dalam mobilnya yang parkir tidak jauh dari tempatnya berdiri menelpon tadi.
Beberapa saat kemudian, mesin mobil menyala, lalu, Aamauri segera menjalankan mobilnya, mobil melaju pergi meninggalkan rumah pak Sarono.
Di gedung pernikahan, Malik menghampiri salah satu temannya sesama anggota gank mafia.
"Kalian lanjutkan saja membereskan mayat mayat itu, Aku pergi dulu, Bos ngasih tugas khusus buatku!" Ujar Malik, pada temannya.
"Okay!" Jawab Teman Malik.
__ADS_1
Malik lalu bergegas pergi meninggalkan temannya, Dia segera keluar dari dalam ruang gedung tempat berlangsungnya acara pesta pernikahan Gavlin dan Indri, yang gagal karena kejadian penyerangan kelompok orang suruhannya Bellamy.
Teman Malik lalu kembali bergabung bersama teman temannya, merapikan ruangan yang berantakan dan mengumpulkan mayat mayat yang terbujur di lantai.