
Seorang petugas penyidik kepolisian terlihat berjalan dengan tergesa gesa, dia lantas masuk ke dalam ruang kerja gatot, lalu menghampiri Gatot yang duduk di kursi meja kerjanya.
"Jafar udah ditemukan, saat ini dia berada di lokasi perjudian di daerah Mawuk." ujar Petugas penyidik Kepolisian , memberikan laporan.
"Kita kesana sekarang, bawa pasukan ke sana!" ujar Gatot, memberi perintah.
"Siap ! Laksanakan!" ujar Petugas Penyidik kepolisian.
Petugas Penyidik kepolisian segera pergi meninggalkan Gatot, Gatot pun bersiap siap, dia merapikan berkas berkas kasus yang berserakan di atas meja, di simpannya berkas berkas ke dalam laci meja kerjanya. Gatot lantas bergegas keluar dari dalam ruang kerjanya.
Di luar Gedung kantor kepolisian, tampak Gavlin dari dalam mobilnya mengintai, dia mengamati seluruh area gedung kantor kepolisian.
Gavlin saat ini menyamar, tapi bukan sebagai Yanto, namun, menjadi sosok orang lain lagi, dia memakai janggut tipis dan kumis tipis, serta rambut lurus dan pendek.
Dari dalam gedung kantor kepolisian, terlihat Gatot berjalan keluar gedung, Gavlin melihat Gatot yang berjalan menuju ke tempat parkiran.
"Benar dugaanku, Gatot masuk kerja ! Baiklah, akan ku ikuti kamu Gatot." ujar Gavlin geram.
Gavlin lantas menyalakan mesin mobilnya untuk bersiap siap pergi, Gatot masuk ke dalam mobilnya, di belakangnya, tampak banyak tim kepolisian berlari menuju parkiran dan masuk ke dalam mobil mereka masing masing.
Mobil Gatot berjalan, pergi meninggalkan halaman parkir, mobil mobil para petugas penyidik kepolisian juga berjalan, mengikuti mobil Gatot dari belakang.
Gavlin yang hendak menjalankan mobilnya heran, melihat banyak mobil polisi yang mengikuti Gatot.
"Siaaal !! Mau apa Gatot bawa bawa pasukan sebanyak itu?!" Ujar Gavlin geram, dan menahan amarahnya.
Lalu, dia pun cepat menjalankan mobilnya, dia tetap memutuskan untuk mengikuti kemana perginya Gatot bersama para petugas penyidik kepolisian.
Mobil Gatot melaju di jalan raya dengan kecepatan tinggi, di ikuti mobil mobil petugas penyidik kepolisian, suara sirene polisi terdengar di sepanjang jalan, Mobil Gavlin ada di belakang, diantara mobil mobil petugas kepolisian, dia terus mengikuti Gatot.
Dengan wajah geram, Gavlin menyetir mobilnya, sambil matanya terus menatap ke depan, melihat ke arah mobil Gatot, dia tak mau kehilangan mobil Gatot.
Gavlin berusaha tetap berada di belakang mobil petugas kepolisian yang juga mengikuti mobil Gatot.
---
Di sebuah lokasi perjudian, yang terletak di dekat tepi pantai, terlihat dalam ruang judi, Jafar sedang serius bermain judi bersama lawan lawan judinya.
Wajah Jafar tampak sumringah, dia senang, karena kali ini, dia sedang menang banyak. Tampak kebanggaan terlihat jelas di wajahnya.
Karena merasa sedang menang dan diatas angin, dengan kepercayaan diri yang tinggi Jafar terus bermain dengan semangat, menantang lawan main judinya.
Mobil Gatot beserta mobil mobil para petugas penyidik kepolisian masuk ke area lokasi perjudian. Orang orang yang ada di sekitarnya berhamburan lari ketakutan, karena melihat banyak polisi datang ke tempat perjudian gelap itu.
Gavlin menghentikan mobilnya, tidak jauh dari mobil Gatot berhenti, dia melihat, Gatot keluar dari dalam mobilnya sambil mengeluarkan pistolnya, lalu, para penyidik kepolisian juga keluar dari dalam mobil mereka masing masing sambil mengacungkan pistol di tangannya.
__ADS_1
"Ini penggrebekan ! Siapa yang sedang di buru Gatot di tempat ini?!" Gumam Gavlin berfikir.
Gavlin tetap diam dan memilih untuk tetap berada di dalam mobilnya, dia terus mengamati dan mengawasi, Gatot beserta pasukannya masuk ke dalam tempat perjudian tersebut.
Di dalam ruang perjudian, seorang laki laki berlari lari dengan wajah panik sambil berteriak teriak memberi tahu.
"Bubaar...bubaaar !! Ada polisi !! Ada Poliiisssii !!" teriak laki laki sambil berlari, memberi tahu semua orang yang sedang bermain judi di dalam ruangan.
Di dalam ruang judi, Jafar dan lawan judinya mendengar teriakan laki laki tersebut yang mengatakan ada polisi datang.
"Siaaal !! Polisi menggrebek tempat ini!!" ujar seorang penjudi.
"Iya, gak biasanya Polisi datang menggrebek ! Pemilik perjudian ini selalu rajin kasih upeti sebagai uang pelicin dan keamanan!" ujar salah seorang penjudi lainnya.
Mendengar ada Polisi datang, Jafar pun tampak panik, dia langsung meraup dan mengambil uang miliknya yang ada di atas meja, lalu, dimasukkannya uang uang itu ke dalam tasnya, Jafar mencabut pistolnya , para penjudi kaget, karena Jafar memegang pistol.
Jafar lantas bergegas lari keluar dari dalam ruang perjudian. Saat dia keluar ruangan, Gatot melihat Jafar.
"Hei , Jafar !!" teriak Gatot.
Jafar menoleh pada Gatot, dia kaget, karena Gatot mengenali dirinya yang sedang menyamar sebagai orang lain.
Jafar menembakkan pistolnya ke arah Gatot, Gatot pun cepat menghindar, Jafar lalu cepat berlari keluar dari arah belakang, Gatot dan beberapa petugas penyidik kepolisian segera mengejar Jafar.
Jafar keluar dari dalam tempat perjudian, sambil memegangi tasnya yang berisi uang banyak hasil menang judinya, Jafar terus berlari, ke arah parkiran mobilnya.
Sebelum masuk ke dalam mobilnya, Jafar kembali melepaskan tembakan dari pistolnya ke arah Gatot dan pasukannya, Gatot dan pasukannya menghindar dan bersembunyi, salah seorang petugas penyidik kepolisian melepaskan tembakan ke arah Jafar, Jafar menunduk dan menghindar dari tembakan polisi.
Dari dalam mobilnya, Gavlin mendengar suara tembakan berkali kali, dia pun kaget, dan mencari cari arah suara tembakan berasal.
Lalu, Gavlin melihat kepada Jafar yang berlari mendekati mobilnya, Jafar buru buru membuka pintu mobilnya, pintu lantas terbuka, Jafar melemparkan tas berisi uang ke dalam mobil, tepatnya di jok belakang.
"Siaaal !! Polisi sudah mengenaliku!! Gak guna aku memakai wig ini lagi!!" ujar Jafar kesal dan marah.
Jafar lantas melepaskan wig rambutnya beserta kumis palsunya, lalu dia cepat masuk ke dalam mobilnya. Sementara Gatot dan pasukannya berlari mendekati mobil Jafar.
Gavlin terus mengamati pergerakan Gatot dan pasukannya yang tengah mengejar Jafar.
Mobil Jafar lantas berjalan, dan pergi meninggalkan halaman parkir, mobil Jafar melintas tepat di depan mobil Gavlin.
Dari dalam mobil, Gavlin melihat ke dalam mobil, dia pun terhenyak kaget, saat melihat Jafar yang menyetir mobil.
"Jafaaar?!! Bedebaaah !! Ternyata Gatot memburu Jafar di sini!!" ujar Gavlin geram dan marah.
"Aku gak akan melepaskanmu Jafar!!" ujar Gavlin marah.
__ADS_1
Gavlin lantas menyalakan mesin mobilnya, mobil Gatot beserta beberapa mobil petugas penyidik kepolisian melintas di depan mobil Gavlin.
Dengan jelas Gavlin melihat Gatot yang menyetir mobilnya mengejar Jafar, Gatot tak tahu, jika ada Gavlin di tempat perjudian, sedang mengikutinya.
Setelah mobil Gatot dan pasukannya pergi, lalu, Gavlin pun segera menjalankan mobilnya, dia mengikuti mobil Gatot yang mengejar mobil Jafar.
Dijalan raya, mobil Jafar terlihat ngebut, sesekali sambil menyetir, Jafar menoleh ke belakang mobilnya, lalu, di lihatnya kaca spion samping mobilnya, dia melihat, di belakang, mobil Gatot dan pasukannya terus mengejarnya, bunyi sirene polisi terdengar keras.
"Siaaal !! Dari mana mereka tau, kalo aku ada di sini !! Keparaat!!" ujar Jafar, marah sambil memukul stir mobilnya.
Mobil Gatot dan pasukannya melaju dengan cepat, mereka berusaha agar tetap berada dibelakang dan dekat dengan mobil jafar, Gatot tak mau kehilangan Jafar, buatnya, ini satu satunya kesempatan untuk menangkap Jafar, si biang keladi dari kasus pembunuhan 18 tahun lebih yang lalu, serta pembunuhan berantai yang baru baru ini terjadi.
Gatot sudah berniat, jika Jafar berhasil dia tangkap, akan di jebloskannya ke dalam penjara, lalu, Jafar akan di beri hukuman mati.
Wajah Gatot tampak geram, dia ingin segera bisa menangkap Jafar. Sementara, di belakang, tak jauh dari mobil polisi, mobil Gavlin terus melaju mengikuti.
Gavlin tampak kesal di dalam mobil, karena melihat laju jalan mobil Gatot dan pasukannya lamban dan tidak bisa lebih cepat lagi.
Gavlin khawatir, Jafar akan menghilang, dan tak bisa di kejar. Gavlin pun lantas menginjak gas mobilnya, dia menambah kecepatan mobilnya.
Mobil Gavlin pun lantas melaju dengan kecepatan tinggi, mobilnya melesat cepat di jalanan, melewati mobil mobil para petugas penyidik kepolisian, lalu, Mobil Gavlin juga melewati dan menyalip mobil Gatot.
Gatot kaget, karena di salip mobil Gavlin, dia melihat mobil Gavlin, dan Gatot mengenali mobil Gavlin tersebut.
"Gavliiinnn?!!" ujar Gatot di dalam mobil sambil menyetir mobilnya.
Gatot berusaha menoleh ke samping dan melihat Gavlin yang mobilnya ada di samping mobilnya. Gavlin tetap menyetir dan tatapannya terus lurus kedepan. Gavlin tak sedikit pun menoleh pada Gatot.
Lalu, Mobil Gavlin melesat cepat, pergi meninggalkan mobil Gatot, Gatot pun tampak heran melihat Gavlin yang tiba tiba ada, dan ikut mengejar Jafar.
"Dari mana datangnya Gavlin? Kenapa dia bisa tau, kalo aku sedang mengejar Jafar?!" Gumam Gatot berfikir, sambil menyetir mobilnya.
Mobil Gavlin melesat mendekati mobil Jafar, Jafar dari kaca spion mobilnya melihat mobil Gavlin melaju dengan kecepatan tinggi ke arah mobilnya, Jafar pun lantas menginjak gas mobilnya, lalu, dia pun menambah kecepatan laju mobilnya.
Mobil Jafar seketika melaju dengan cepat, lalu, saat di pertigaan jalan, Jafar cepat membelokkan mobilnya ke kiri jalan, lalu, terus menjalankan mobilnya.
Mobil Gavlin berhenti mendadak saat dia ikut berbelok dan mau terus mengejar Jafar, Gavlin berhenti mendadak, sebab, melintas sebuah mobil dari arah lain ke arahnya. Untuk menghindari tabrakan, Gavlin cepat menghentikan mobilnya.
Di belakang, Gatot melihat mobil Gavlin berhenti, dan mobil Jafar sudah menghilang dari pandangannya karena berbelok.
Gatot pun mempercepat laju mobilnya.
Gavlin lantas menjalankan mobilnya kembali, dengan cepat, Gavlin menyetir mobilnya dan mengejar mobil Jafar yang sudah melesat jauh di depannya.
Gavlin tampak geram sambil menyetir mobilnya, dia tak mau kehilangan Jafar, Gavlin terus mempercepat laju mobilnya, agar dia bisa segera menyusul Jafar.
__ADS_1
Di dalam mobilnya, Jafar tampak sambil menyetir mobil menoleh kebelakang mobil, dia pun terlihat lega, karena di lihatnya, tak ada lagi mobil polisi atau pun mobil Gavlin yang mengejarnya.
Jafar pun sedikit memperlambat laju mobilnya di jalan raya, wajahnya terlihat senang, dia tersenyum senang, karena merasa sudah aman dari kejaran para polisi yang berusaha menangkapnya.