
Para anak buah Bellamy yang datang menyerang Gavlin di gedung pesta pernikahan tampak berdiri berjajar menghadap dan memberi laporan pada Bellamy.
"Praakk !" " Praakk!!"
Bellamy menampar satu persatu anak buahnya yang berdiri dihadapannya. Wajahnya tampak sangat marah sekali karena mengetahui anak buahnya gagal menjalani tugas darinya.
"Goblookk !! Dunguu!!" Bentak Bellamy penuh amarah.
"Masa bunuh satu orang saja kalian gak mampu!!!" Bentak Bellamy menampar wajah para anak buahnya lagi.
Hanya tersisa 7 orang saja dari sekelompok mereka yang datang menyerang, selain ke tujuh orang itu, semuanya tewas terbunuh dalam pertarungan di gedung pernikahan Gavlin.
"Maaf, Bos. Gavlin di kawal gank mafianya Aamauri dan juga gank Pablo, Kami gak bisa mengalahkan mereka, karena Aamauri dan Pablo langsung ikut menyerang kami!" Tegas Andrei, salah seorang anak buah Bellamy.
"Aku gak perduli dia di bantu siapa!! Aku kan udah bilang, bunuh semuanya!! Jangan ada yang menghalangi kalian membunuh si Gavlin itu!!" Bentak Bellamy penuh amarah.
"Pokoknya Aku mau, Gavlin dan Malik juga Aamauri itu mati !! Karena mereka sudah membunuh abangku!!" Teriak Bellamy melampiaskan amarahnya.
"Maaf, Bos. Kami gak sanggup melawan mereka, kami kalah banyak, di tambah, mereka lebih mahir ilmu bela dirinya." Ujar Andre, mencoba menjelaskan pada Bellamy.
"Dasar pengecut!!" Bentak Bellamy, menatap tajam penuh amarah pada Andrei.
"Maaf, Bos. Bos tau sendiri bagaimana kehebatan gank mafianya Aamauri, apalagi di tambah dengan adanya gank mafia Pablo, kami jelas kalah !" Tegas Andrei. Mencoba membela dirinya.
"Aaagghhh!! Diam kamu!! Jangan banyak omong lagi !! Sekarang, cepat kalian cari si Gavlin dan juga Malik itu, jangan kembali ke sini sebelum mereka berhasil kalian bunuh!!" tegas Bellamy memberi perintah pada Andrei.
"Baik, bos." Angguk Andrei, tak membantah.
"Sudah sana, pergi kalian!!" Hardik Bellamy.
Andrei mengangguk hormat dan pamit, lalu dia bergegas jalan dan pergi meninggalkan Bellamy yang tampak sangat marah itu, ke enam anak buah Bellamy cepat mengikuti Andrei, mereka juga pergi meninggalkan Bellamy sendirian di ruang kerjanya.
"Keparaaaattt kamu Gavlin !! Kamu berani membantai anak buahku !!" Bentak Bellamy marah dan geram.
"Tunggu saja Gavlin! Kamu akan segera berhadapan denganku!! Akan ku bunuh kamu, Aku akan memenggal kepalamu untuk membalaskan dendam abangku!!" Ungkap Bellamy, penuh dendam dan amarahnya.
Bellamy sebenarnya tahu, kalau yang membunuh Achell, abangnya adalah Malik. Namun, karena dia juga tahu, bahwa semuanya itu di rencanakan Gavlin dan Aamauri untuk menjebak Binsar saat di restoran jepang, karena Gavlin mau membunuh Binsar, Bellamy menyalahkan Gavlin juga atas terbunuhnya abangnya.
Selain Gavlin, dia juga mengincar Malik dan juga Aamauri, merekalah yang telah membunuh abangnya saat terjadinya perang antar gank di restoran jepang saat itu.
Dan Bellamy semakin murka setelah mendapat laporan dari Andrei, anak buahnya, bahwa Gavlin membunuh seorang anak buahnya dengan cara mencabik cabik tubuhnya. Bellamy tak bisa menerima perbuatan Gavlin pada anak buahnya itu. Dia marah besar, karena yang di bunuh Gavlin adalah orang kepercayaannya.
__ADS_1
Bellamy tak tahu, mengapa Gavlin membunuh dan mencabik cabik orang kepercayaannya itu, Andrei tidak menjelaskan, kalau anak buahnya yang pertama menembak istri Gavlin, sehingga membuat Gavlin marah besar lalu mengamuk membabi buta membunuh orang kepercayaannya.
---
Sementara itu, Malik sedang menghadap pada Aamauri di ruang kantor milik Aamauri yang ada di dalam markas gank mafia mereka.
"Bagaimana? Kamu sudah menemukan dimana si Bellamy tinggal saat ini?!" Tanya Aamauri, menatap tajam wajah Malik yang berdiri di hadapannya. Di depan meja kerja Aamauri.
"Belum, Bos. Sampai sekarang kami terus mencari keberadaan Bellamy." Ujar Malik, memberi laporan.
"Ya. Jika kamu sudah menemukan lokasinya, segera kabari saya." Ujar Aamauri, menegaskan pada Malik.
"Siap, Bos!" Ujar Malik, memberi hormat pada Aamauri.
"Kamu harus hati hati Lik. Bellamy pasti juga mengincarmu, karena kamu yang membunuh Achell saat itu!" Ujar Aamauri, mengingatkan Malik.
"Ya, Bos. Saya akan hati hati." Ujar Malik.
"Bellamy berniat mau membalas dendam atas kematian abangnya, karena itu dia menyuruh anak buahnya menyerang Gavlin dan kita semua.Karena, kitalah yang menjadi lawan dari Achell dan anggota ganknya saat itu!" Ungkap Aamauri, memberi penjelasan pada Malik.
"Ya, Bos. " Angguk Malik.
"Ya sudah, cepat kamu cari tau lagi keberadaan si Bellamy, jangan sampai Dia dan anggotanya datang dan menyerang kita lagi!" Tegas Aamauri pada Malik.
"Kita harus lindungi Gavlin, saat ini, Dia pasti focus menjaga istrinya yang masih koma karena di tembak, jangan sampai mereka terluka lagi!" Tegas Aamauri pada Malik.
"Baik Bos. Akan saya suruh beberapa anggota kita untuk berjaga jaga di rumah mertua Gavlin !" Ujar Malik, menatap serius wajah Aamauri.
"Ya sudah, sana pergilah." Ujar Aamauri.
"Ya, Bos. Saya pamit." ujar Malik.
Aamauri yang duduk di kursi kerjanya mengangguk pada Malik yang memberi hormat padanya. Lalu, Malik berbalik badan dan segera berjalan keluar dari dalam ruang kantor meninggalkan Aamauri sendirian.
---
Sementara itu, dirumah Pak Sarono, tampak pak Sarono memeriksa kondisi Indri yang masih belum sadarkan diri dan terbaring di atas kasurnya.
Gavlin yang duduk di samping ranjang memandangi wajah Indri dengan tatapan mata yang penuh dengan iba dan rasa sedih.
"Bagaimana kondisi Indri saat ini, Pak?" Tanya Gavlin, menatap lekat wajah pak Sarono yang berdiri disampingnya.
__ADS_1
"Kondisinya masih lemah, dan Indri belum sadar juga." ujar pak Sarono.
"Tapi, Indri gak apa apa kan, Pak?" tanya Gavlin, menatap tajam wajah Pak Sarono.
"Indri baik baik saja, saat ini, Dia sedang proses untuk sembuh, jadi, biar saja dulu Indri seperti ini , nanti juga akan sadar dan terbangun." Ujar pak Sarono, menjelaskan pada Gavlin.
"Ya, Baik, Pak. Saya akan tetap disini menjaga dan menunggu Indri sampai siuman." Ujar Gavlin.
"Ya, nak Gavlin. Bapak tinggal dulu ya." ujar Pak Sarono.
"Iya, Pak." Ujar Gavlin, mengangguk pada pak Sarono yang berdiri disampingnya.
Pak Sarono lantas berjalan pergi meninggalkan Gavlin , Dia membawa peralatan obat obatannya. Gavlin lantas menghela nafasnya.
Dia duduk di tepi ranjang, dan memandangi wajah pucat Indri yang masih terbujur pingsan di atas kasurnya.
"In. Cepatlah sadar kembali, Aku kangen sama kamu. Sehatlah, In. Jangan buat aku sedih, Aku ga tega melihat kondisi lemahmu ini." ucap Gavlin, dengan raut wajah sedihnya menatap wajah pucat Indri.
Gavlin membelai lembut rambut Indri, Dia terus menatap wajah pucat Indri, tatapan matanya penuh cinta dan kasih sayang pada Indri.
"In. Aku sangat mencintaimu." Ujar Gavlin, bersungguh sungguh menatap lembut wajah Indri yang terbaring diranjangnya itu.
---
Aamauri masih berada di ruang kantornya, Dia sedang menerima telepon dari Pablo yang menghubunginya.
"Jadi Malik belum juga menemukan markas Bellamy itu?" Tanya Pablo, dari seberang telepon.
"Ya, benar." Jawab Aamauri, di teleponnya.
"Baiklah. Kalo begitu, Akan aku tugaskan beberapa anak buahku untuk menemukan lokasinya Bellamy itu! Ujar Pablo, dari seberang telepon.
"Kalo Aku sudah menemukannya, Akan ku beri tau langsung kamu !" tegas Pablo, di seberang telepon.
"Okay, Pab ! Kabari saja, kalo Malik lebih dulu menemukan markas Bellamy, Aku pasti langsung kabari kamu!" ucap Aamauri, serius di telepon.
"Okay ." Jawab Pablo, dari seberang telepon.
Terdengar suara telepon terputus , Pablo menutup telepon dari seberang dan menyudahi pembicaraan Dia dengan Aamauri di telepon.
Aamauri lantas menyimpan ponselnya ke dalam kantong kemejanya, lalu, Dia berdiri dari kursi kerjanya.
__ADS_1
Aamauri lantas bergegas jalan dan pergi keluar dari dalam ruang kantornya. Wajahnya tampak menahan marah, Aamauri marah pada Bellamy, karena sudah berani membuat kerusuhan dan menyerang dirinya beserta anggota gank mafianya.
Sikap Bellamy itu di anggap Aamauri kurang ajar dan tidak menghormati dirinya yang menjadi orang nomor satu di dunia permafiaan, karena perbuatan lancang Bellamy itu, Aamauri berkeras hati mencarinya untuk memberi pelajaran pada Bellamy dan menghukumnya.