
Herman datang ke kantor Binsar, dia memaksakan dirinya untuk bertemu Binsar.
Binsar terlihat kesal melihat kedatangan Herman secara tiba tiba dan tidak membuat janji sebelumnya.
"Apa apaan kamu ini ! Main datang tanpa pemberitahuan lebih dulu?!" bentak Binsar marah.
"Maaf, Pak ketua, saya memang mendadak ke sini, karena ada masalah yang sangat penting harus saya bahas sama Bapak Ketua." ujar Herman.
"Aku kan sudah bilang, jangan di sini kalo mau membahas soal organisasi kita!!" bentak Binsar marah.
"Sebaiknya kamu pulang, nanti saja kita ketemu diluar !" ujar Binsar.
"Tapi, Pak." ujar Herman.
"Jangan membantahku! Ingat Herman, jangan sampai kehadiranmu secara tiba tiba menemuiku ini menjadi omongan orang orang ya. Selama ini kita sudah sepakat, tidak akan saling bertemu muka, kenapa kamu melanggarnya?!" bentak Binsar marah menegur Herman.
"Maaf, Pak. Ini menyangkut nyawa saya yang terancam!" tegas Herman.
"Apa maksudmu?" tanya Binsar, menatap tajam wajah Herman yang terlihat tegang dan serius itu.
"Saya kesini nemui pak Ketua untuk meminta perlindungan. Saya sedang di incar dan di buru, anaknya Sanusi, mau membunuh saya!! Dan dia sudah membunuh teman teman lainnya!!" ujar Herman, serius.
"Siapa itu Sanusi?!!" bentak Binsar bertanya.
"Bapak gak ingat? Sanusi lah yang mengancam dulu akan membeberkan semua tindak kejahatan kita, dan dulu dia kerja diperusahaannya Bramantio dan Jafar!" jelas Herman.
Binsar diam sesaat, dia tampak sedang berfikir dan mengingat ingat sosok Sanusi.
Lalu, Binsar menatap tajam wajah Herman.
"Bukannya kalian sudah menghabisi semua keluarga Sanusi dulu dengan membakar rumahnya!" bentak Binsar marah.
"Ya, memang benar, Pak. Tapi ternyata, anaknya Sanusi selamat dari kebakaran dulu itu! Dan sekarang, dia kembali mau membalas dendam!" jelas Herman.
"Bramantio, Wijaya, Jafar, Guntur, Jauhari, Dody, Prawira, dan rekan rekan lainnya anggota Inside, di bunuh Gavlin. dan dia sekarang mengincar saya dan Peter!" ujar Herman, dengan serius menjelaskan.
"Aku gak mau tau, itu urusan dan jadi tanggung jawab kalian masing masing dalam melindungi diri sendiri!!" tegas Binsar.
"Kamu lupa kesepakatan kita dulu saat berhasil menguasai negara ini dan membagi bagi jabatan serta posisi dan keuangan?!" ujar Binsar.
"Semua anggota Inside dulu sepakat satu suara, tidak akan melibatkan, membawa nama Inside, atau meminta perlindungan sama Inside, jika nyawa salah seorang dari kalian terancam !!" lanjut Binsar menjelaskan.
"Sebagai anggota Inside yang sudah di didik dan terlatih, kalian harus bisa mencari jalan keluar dari masalah kalian sendiri tanpa campur tangan Inside." jelas Binsar, serius.
"Tapi, Pak. Gavlin ini sangat berbahaya, jika dia tau keberadaan Inside, dia juga pasti akan membantai semua anggota Inside yang masih tersisa." jelas Herman.
"Silahkan saja dia datang, dan coba membantai anggota Inside, dia akan berhadapan denganku langsung!!" tegas Binsar.
"Tapi, Pak. Saya mohon, tolong bantu saya, lindungi saya, saya gak tau lagi harus bagaimana menghadapi Gavlin itu." ujar Herman, dengan wajah memelas memohon pada Binsar.
"Sebaiknya kamu pergi Herman. Dan urus saja sendiri masalahmu itu, jangan bawa bawa aku atau pun Inside!!" tegas Binsar.
"Dan ingat Herman, jika keberadaan Inside tercium ke luar, dan Inside mendapatkan masalah, itu artinya kamu membocorkan rahasia Inside, dan aku akan memerintahkan anggota Inside untuk menghukummu!!" tegas Binsar, dengan wajah serius dan bersungguh sungguh.
Herman terdiam, dia tak menyangka, jika dirinya mendapatkan penolakan langsung dari ketua Inside.
Harapannya untuk mencari perlindungan, mendapatkan suaka dari Binsar di tolak. Binsar tak perduli padanya.
__ADS_1
Hal itu membuat Herman kecewa, dia yang merasa sangat setia pada organisasi Inside merasa dibuang begitu saja saat dia mendapatkan masalah, setelah selama ini dia sudah menghasilkan banyak untuk Inside, dan balasan yang dia dapat adalah penolakan.
"Baiklah, kalo begitu, saya permisi Pak." ujar Herman, dengan wajah kecewanya
"Ya, silahkan." ujar Binsar, tanpa melihat wajah Herman yang berdiri dihadapannya. Binsar meninggalkan Herman, dia duduk di kursi kerjanya.
Herman yang berdiri di depan meja kerja Binsar lalu berbalik badan.
Dengan wajah kecewa, Herman berjalan keluar dari dalam ruang kantor Binsar, di gedung kepresidenan.
---
Sore harinya, Peter datang menemui Herman di kantornya. Herman terlihat lesu, dan wajahnya masih menyimpan raut kecewa.
"Ada apa kamu memanggilku?" tanya Peter.
Herman menghampiri Peter yang berdiri didepan mejanya, dia berjalan kearah sofa tamu yang ada didalam ruangannya.
"Duduklah." ujar Herman.
Peter pun lantas duduk di sofa, Dan Herman juga duduk di sofa, di hadapan Peter.
"Aku sudah ketemu Ketua Inside." ujar Herman.
"Ohya ? Berani juga kamu nemui ketua!" tegas Peter.
"Ya, aku memaksakan diri untuk bisa ketemu pak Ketua." ujar Herman.
"Terus, apa yang kamu bicarakan sama pak ketua?" tanya Peter, dengan wajah penasaran dan ingin tahunya.
"Apa aku bilang, aku sudah tau, Inside gak akan mau melibatkan diri dalam masalah kita, karena kita dulu sudah sepakat ! Menghadapi sendiri masalah kita, apapun itu, tanpa membawa nama Inside dalam masalah kita!" jelas Peter.
"Ya, aku tau, tapi aku mencobanya, siapa tau, Pak Ketua berbaik hati mau menolong, karena dia ingat jasa jasa kita dulu yang banyak memberi keuntungan untuk Inside, tapi, ternyata dia gak perduli semua itu!" ujar Herman kecewa.
"Ya, karena kita sudah berjanji dan mengambil sumpah sebelumnya, Man. Makanya ketua gak mau memberikan perlindungan padamu!" tegas Peter.
"Sudahlah, gak usah lagi berusaha untuk melibatkan organisasi Inside dalam masalah kita, sebaiknya kita hadapi bersama Gavlin." ujar Peter.
"Aku jadi pesimis, Pet." ujar Herman.
"Kenapa?" tanya Peter heran.
"Setelah aku tau, Inside gak perduli dengan keselamatan nyawaku sebagai anggotanya, aku jadi berfikir, apa sebaiknya aku menyerahkan diriku saja." ujar Herman.
"Ah, gila kamu !! Jangan main main, Man !! Kamu gak bisa begitu saja menyerahkan dirimu !!" tegas Peter kaget.
"Aku buntu Pet, itu satu satunya jalan buat nyelamatkan diriku, dengan menyerahkan diriku, maka aku akan di penjara, dan Gavlin gak bisa membunuhku!!" ujar Herman.
"Lagi pula, aku kecewa sama organisasi Inside, Ketua seolah olah membuangku begitu saja! Setelah dia tau aku sedang di buru dan mau di bunuh, dia menganggapku sudah gak berguna." jelas Herman.
"Aku tersinggung dengan sikap ketua, dia memperlakukan aku seperti sampah, membuangnya begitu saja!" tegas Herman geram dan kecewa.
"Man, sebaiknya kamu tenangkan dirimu lebih dulu, jangan mengambil tindakan terburu buru yang akan membuatmu menyesal ke depannya." ujar Peter.
"Nggak Pet, aku sudah memikirkannya, menyerahkan diri adalah jalan terbaik." ujar Herman.
"Kamu sadar gak sih, Man? Kalo kamu menyerahkan diri begitu saja, mengakui kejahatan kejahatanmu dulu, sama saja kamu secara gak langsung sudah membongkar rahasia organisasi kita !! Dan pihak kepolisian, Andre, dan juga Samuel, Jaksa Penuntut pasti akan memaksamu, agar kamu membongkar rahasia organisasi kita!!" jelas Peter.
__ADS_1
"Dan jika itu terjadi, apa kamu kamu mengkhianati organisasi Inside?! Kamu bisa menanggung resikonya jika ketua tau dan mengambil tindakan padamu?!" ujar Peter, dengan wajah serius dan bersungguh sungguh.
"Entahlah, Aku gak memikirkan sampai kesana, aku hanya berfikir, akan menyerahkan diriku saja, dan mengakui hanya kejahatan kejahatanku saja." jelas Herman.
"Aku sarankan, kamu jangan nekat dan bertindak gegabah begitu Man. Pikirkan baik baik." jelas Peter, dengan wajah seriusnya.
"Entahlah, Pet, aku gak tau, kita liat, gimana nanti kedepannya saja." ujar Herman.
"Kamu gak usah khawatir, dan jangan takut mati, Gavlin gak akan membunuhmu, aku jamin itu!! Aku akan melindungimu !!" tegas Peter.
"Akan ku kerahkan anak buahku untuk menjaga dan melindungimu!" ujar Peter serius.
"Lantas, kamu sendiri bagaimana?" tanya Herman.
"Kamu gak usah pikirkan aku, pikirin saja dirimu sendiri, Dan aku bisa menjaga diriku sendiri." ujar Peter.
"Aku ini Polisi, Man. Aku pasti bisa menjaga diriku sendiri!" tegas Peter serius.
"Kamu gak takut, Gavlin mengejar dan membunuhmu?" tanya Herman.
"Tidak, aku justru berharap, secepatnya aku bertemu Gavlin itu, agar aku bisa membuat perhitungan dengan dia, dan membalaskan dendam teman teman kita yang sudah di bunuhnya!" jelas Peter.
"Oh, begitu." ujar Herman, mengangguk lemah.
"Nanti aku suruh anak buahku menjaga kantormu dan melindungi dirimu. Sekarang, aku pamit dulu." ujar Peter.
"Ya.Terima kasih, Pet."ujar Herman.
Peter tersenyum dan mengangguk, lalu, dia pun berdiri dari duduknya, Herman ikut berdiri, Peter lalu berbalik badan dan berjalan keluar dari dalam ruang kantor Herman.
Herman lantas berjalan menuju meja kerjanya, di hempaskannya tubuhnya di kursi kerjanya, wajah Herman terlihat cemas, ada rasa kalut dalam jiwanya saat ini.
Dia sangat khawatir akan keselamatan nyawanya, Dia terlihat sangat takut akan kematian.
Herman menarik nafasnya dalam dalam, dia berusaha menenangkan dirinya, lalu, Herman terlihat sedang berfikir keras.
---
Beberapa hari kemudian, Andre bersama tim kepolisian mulai bergerak, dengan mengandalkan bukti bukti dari Chandra, Andre bersama tim nya mulai menangkapi satu persatu anggota Inside yang terlibat dalam kejahatan.
Satu persatu anggota organisasi Inside di ciduk dan di tangkap Andre, mulai dari anggota partai, dan ketua partai, lalu, anggota dewan parlemen, pejabat tinggi negara, semua tak luput dari incaran Andre, mereka semua ditangkap dan di tahan dengan surat perintah penangkapan yang dikeluarkan Samuel sebagai Jaksa penuntut yang isinya berhubungan dengan kejahatan mereka masing masing.
Seperti korupsi, penjualan aset negara, memonopoli bisnis dan proyek, bisnis fiktif, pencucian uang, korupsi , jual beli jabatan dan sebagainya.
Dan penangkapan besar besaran anggota organisasi Inside membuat geger masyarakat luas. Dan media televisi serta media cetak berlomba lomba menyiarkan dan membuat berita eksklusif dari penangkapan para tokoh tokoh penting dan berpengaruh di negara.
Gavlin yang sedang bersantai di kamarnya dalam rumah bawah tanahnya menonton berita di televisi yang menyiarkan penangkapan besar besaran pejabat negara.
Gavlin terhenyak kaget, saat penyiar berita tersebut menyebut salah satu kasus yang menjerat seorang anggota parlemen karena kasus kejahatan pembunuhan Sanusi beberapa belas tahun yang lalu. Dan pembaca berita menyebut nama organisasi Inside.
"Organisasi Inside?! Mengapa kasus Bapak di sebut tadi?!" Gumam Gavlin berfikir.
Gavlin sedikit kaget, karena pembaca berita sempat menyebut kasus kejahatan 18 tahun lalu yang berhubungan dengan Bapaknya.
"Siapa mereka itu semua? Mengapa mereka dikatakan terlibat dalam kasus Bapakku?" Gumamnya berfikir keras.
Gavlin terdiam, dia tampak sedang berfikir keras, dia sama sekali tak mengerti dengan apa yang terjadi, dan dia juga tak pernah tahu dengan organisasi Inside tersebut.
__ADS_1