VINDICTA ( BALAS DENDAM )

VINDICTA ( BALAS DENDAM )
Gavlin Menebar Teror dan Ancaman


__ADS_3

Pagi hari, saat itu Istri Richard sudah terlihat rapi, dan dia hendak pergi, dia berjalan menuju pintu depan rumahnya, Richard yang baru saja keluar dari dalam ruang makan, habis sarapan pagi melihat istrinya yang sudah rapi dan mau pergi.


"Mau kemana kamu pagi pagi?" tanya Richard heran.


"Mau ke dokter, Pah. Check up diabetesku." ujar Istri Richard.


"Oh. Langsung pulang, jangan mampir kemana mana." tegas Richard.


Dia khawatir dengan istrinya kalau sering bepergian keluar rumah, dia takut, Gavlin membunuh istrinya saat berada di luaran sana.


"Iya, Pah. Aku langsung pulang kok." jawab istri Richard, tersenyum.


"Ya sudah, hati hati dijalan." ujar Richard.


"Ya, Pah." Angguk Istri Richard.


Lantas, dia berjalan dan membuka pintu rumahnya, Richard duduk di sofa ruang tamu, dia mengambil surat kabar yang tergeletak diatas meja, lalu, dia membacanya.


Istri Richard keluar dari dalam rumahnya, saat dia hendak menutup pintu dari luar, dia terperanjat kaget, matanya terbelalak lebar menatap ke pintu rumah, wajahnya panik dan ketakutan.


"Aaaaarrrggghhh!!" teriaknya dengan wajah panik dan sangat takut.


Istri Richard menutup kedua matanya, Richard yang sedang membaca surat kabar di ruang tamu kaget mendengar teriakan histeris istrinya.


Dengan cepat Richard berlari menghampiri Istrinya, dia sangat khawatir dengan istrinya yang berada di teras rumahnya berteriak ketakutan.


"Ada apaaa?!" tanya Richard, dengan wajah panik dan cemas, mendekati Istrinya.


"I...itu...di...pintu...!" ujar Istri Richard.


Istri Richard menunjuk ke arah pintu, dengan memalingkan wajah dan menutup kedua matanya, dia tak mau melihat ke arah pintu.


Dengan cepat Richard melihat kepintu, dia terkejut saat melihat di pintu, tergantung dua ekor ayam berlumur darah dan lehernya terpotong.


"Astaaagaaa!!" ujar Richard terperanjat kaget.


Richard memperhatikan kedua ekor ayam yang sudah menjadi bangkai menggantung di pintu rumahnya, dia melihat ada gulungan kertas di antara tali tali yang mengikat ke dua ayam tersebut.


Dengan hati hati, Richard mengambil gulungan kertas kecil, sementara istrinya tetap menutup mata karena sangat ketakutan melihat ada bangkai ayam berlumur darah di pintu rumahnya.


Richard memegang gulungan kertas kecil, dia lalu membuka gulungan kertas di tangannya, lalu, Richard membaca tulisan yang ada di dalam gulungan kertas.


"Liat ke mobilmu, ada hadiah untukmu Richard ! Gavlin."


Richard membaca tulisan tersebut yang ternyata di kirimkan Gavlin, dia pun geram dan marah, mengetahui, bahwa Gavlin lah yang sengaja meletakkan dua bangkai ayam di pintu rumahnya, untuk meneror dirinya dan keluarganya.


Dengan langkah kaki cepat Richard pun berjalan menuju kemobilnya, dia ingin melihat, apa yang di letakkan Gavlin di mobilnya, wajahnya tampak sangat marah sekali.


"Kamu mau kemana Pah?" tanya Istri Richard.


Richard diam tak menjawab, dia terus berjalan mendekati mobilnya yang ada di dalam garasi, Istri Richard takut sendirian di teras, dia pun lantas berlari menghampiri Richard yang masuk ke dalam garasi mobil.


Saat Richard melihat ke mobilnya, kembali dia di buat kaget, Richard melihat, ada Potongan kepala kerbau yang tergeletak di kap depan mobil Richard.

__ADS_1


Istri Richard masuk ke dalam garasi, Richard hendak melarangnya masuk, namun sudah terlambat, istrinya lebih dulu masuk ke dalam garasi.


Melihat ada potongan kepala kerbau di mobil suaminya, istri Richard pun kembali teriak histeris.


"Aaaarrrggghhh!!! Apa apaaan ini Paaaahhh?!" teriak istri Richard dengan wajah ketakutan dan panik.


Istri Richard kembali menutupi wajah dan kedua matanya lalu berpaling dan tak mau melihat ke arah mobil Richard.


Richard perlahan lahan berjalan mendekati kepala kerbau yang tergeletak di atas kap depan mobilnya, dia melihat ada secarik kertas yang menempel diantara kepala kerbau, dengan cepat Richard mengambil kertas tersebut. Ada tulisan di lembar kertas itu, dan Richard pun lantas membaca tulisannya.


"Kali ini Kepala kerbau yang ku kirim ke rumahmu, berikutnya, Kepala dan potongan tubuhmu yang akan ku kirimkan pada istrimu, untuk di masaknya! Berhati hatilah Richard ! Gavlin."


Begitu yang tertulis dalam lembar kertas yang sengaja di kirimkan Gavlin kepada Richard. Richard geram, dia meremas kertas ditangannya.


"Seeeetaaaaaannnn kaaaammmuuu Gaaaaavvvvvlllliiiinnnn!!" teriak Richard, melampiaskan amarahnya.


Mendengar teriakan suaminya, Istri Richard kaget , dia juga heran karena Suaminya berteriak dengan menyebut nama Gavlin.


"Gavlin ?!! Gavlin yang waktu itu datang kerumah mau membunuh kamu, iya Pah? Apa dia yang mengirimkan ini semua?!!" tanya Istri Richard, dengan wajah takut dan cemas serta paniknya.


"Ya, anak setan Gavlin yang mengirimkan bangkai ayam dan kepala kerbau ini!" ujar Richard dengan geramnya.


"Bagaimana ini Pah? Sebenarnya apa yang sudah kamu lakukan? Kenapa Gavlin terus sepertinya ingin membunuhmu?!!" tanya Istri Richard dengan wajah yang cemas dan takut.


"Kamu gak perlu tau urusanku! Yang penting mulai saat ini, kamu nurut apa kataku, jangan pergi pergi dan keluar rumah, apalagi sendirian!!" tegas Richard dengan wajah serius mengingatkan istrinya.


"Sekarang kamu masuk ke dalam rumah, gak usah pergi!" ujar Richard melarang istrinya pergi.


"Ya, Pah. Tapi aku takut, kan masih ada bangkai ayam di pintu." ujar Istri Richard, dengan wajah takutnya.


Lalu, Richard pun mengambil kepala kerbau yang ada di atas kap depan mobilnya, lalu dia membawa kepala kerbau itu.


Richard berjalan keluar dari dalam garasi, Istrinya segera mengikutinya, Istri Richard dengan masih takut berjalan disamping Richard sambil memegangi tangan Richard.


Richard membuang kepala kerbau ke tempat sampah besar yang ada di depan rumahnya, lalu, dia segera berjalan menuju teras rumahnya, di ikuti istrinya.


Richard mengambil ke dua ayam yang tergantung di pintu depan rumahnya, lalu, dia bergegas membuang kedua ayam itu ke tempat sampah di depan rumahnya.


Istri Richard terus mengikuti kemana pun Richard pergi, lantas, Richard pun masuk ke dalam rumahnya dengan di ikuti Istrinya.


Richard dan Istrinya masuk ke dalam rumahnya, wajah Richard tampak tegang dan menahan marahnya pada Gavlin , dia menutup pintu rumahnya.


"Aku mau pergi ke kantor ! Ada yang mau aku urus!" ujar Richard dengan wajah tegang dan seriusnya.


"Terus, aku sendirian dirumah?" ujar Istri Richard dengan wajah yang cemas dan takut.


"Nanti aku minta Andre untuk menugaskan beberapa anak buahnya berjaga jaga dirumah dan melindungi kamu!" tegas Richard.


"Oh, baiklah." Angguk Istri Richard menurut dengan perkataan Istrinya.


Richard pun lantas bergegas jalan dan masuk ke dalam kamarnya, Istri Richard masih diam berdiri di tempatnya, terlihat sekali dia sangat cemas dan takut akan keselamatan dirinya dan juga suaminya, dia tak menyangka, Gavlin masih terus dendam pada suaminya, setelah terakhir kali dia datang kerumahnya waktu itu.


"Pasti Gavlin dendam, karena suamiku waktu itu menembaknya." Gumam bathin istri Richard.

__ADS_1


Dia tampak berfikir, Istri Richard bukan saja khawatir dan takut akan keselamatan dirinya, namun, dia lebih takut dan khawatir dengan keselamatan suaminya, sebab dia tahu, Gavlin mengincar suaminya, bukan dirinya atau anak anaknya.


Mengingat waktu itu Gavlin membiarkan dia, Dia pun tahu, bahwa Gavlin tidak akan mencelakakan dirinya dan anak anaknya, Gavlin pastilah hanya ingin membalas dendam pada Richard.


Istri Richard lantas menarik nafasnya dalam dalam, dia mencoba untuk menenangkan dirinya yang sangat mengkhawatirkan keselamatan dan nyawa suaminya.


Tak berapa lama, Richard keluar dari dalam kamarnya, dia sudah berpakaian rapi, pakaiannya lengkap, dengan memakai Jas.


"Aku pergi dulu. Ingat ! Tetap diam di dalam rumah! Siapa pun yang datang, jangan bukakan pintu!" tegas Richard, mengingatkan istrinya.


"Iya." Angguk Istri Richard menurut.


"Jangan lama lama menyuruh polisi datang kerumah buat jagain aku ya, Pah." ujar Istri Richard dengan wajah cemas dan takutnya.


"Ya, secepatnya mereka akan datang ke sini, tadi aku udah telpon Andre di kamar." jelas Richard.


"Oh." Angguk Istri Richard.


"Kamu hati hati di jalan ya Pah. Aku jadi gak tenang, khawatir sama kamu!" ujar Istri Richard, dengan wajah takutnya.


"Kamu tenang aja, gak akan terjadi apa apa denganku." ujar Richard, berusaha menenangkan istrinya yang cemas pada dirinya.


"Gimana aku gak cemas, Pah! Gavlin sengaja meneror kamu, dia mau membunuh kamu!! Dan, aku takut, kamu di bunuh Gavlin!!" ujar Istri Richard dengan wajah sedih dan cemasnya.


"Gavlin gak akan bisa membunuhku." tegas Richard.


Richard kembali meyakinkan istrinya, lantas, Istrinya pun diam dan tidak berkata kata lagi. Richard lalu membuka pintu rumah, dan segera keluar dari dalam rumahnya.


Dengan cepat, Istri Richard menutup dan mengunci pintu rumahnya, lalu, dia segera berlari dan masuk ke dalam kamarnya dengan wajah yang masih ketakutan. Di dalam kamar, dia mengunci pintu kamar, dan memilih berdiam diri dalam kamar, sampai nanti polisi polisi yang akan menjaga dia dan rumahnya datang.


Richard membuka pintu mobilnya, saat dia hendak masuk ke dalam mobilnya, tiba tiba terdengar suara letusan yang sangat keras dari arah luar rumahnya.


Seketika Richard melompat terperanjat kaget , dengan cepat dia bersembunyi di samping mobilnya. Richard melihat ke arah luar, wajahnya terlihat pucat, dia menjadi panik dan takut.


Dia takut, bunyi itu suara bom yang sengaja di ledakkan Gavlin kepadanya, Richard benar benar menjadi cepat panik dan takut karena teror teror dari Gavlin.


Richard masih diam bersembunyi disamping mobilnya, wajahnya masih takut, jantungnya berdebar debar, wajahnya pucat karena mendengar suara ledakan.


Lalu, perlahan lahan dia mengintip keluar garasi, dia lihat tidak ada siapa siapa, dengan pelan dan hati hati dia pun keluar dari persembunyiannya.


Richard diam sesaat berdiri disamping mobilnya, dia berfikir, bunyi suara ledakan apa itu. Richard langsung teringat sesuatu, dia pun cepat memeriksa ke bawah mobilnya dari ujung ke ujung.


Richard lega, karena tak ada bom di bawah mobilnya, dia lantas membuka pintu mobil dan masuk ke dalam mobilnya.


Sesaat kemudian, mobil Richard pun berjalan keluar dari dalam garasi rumah meluncur ke halaman rumah lalu keluar rumahnya.


Saat dia di depan rumahnya, dia melihat orang ramai berdiri di pinggir jalan, mereka berkerumun melihat sebuah mobil yang menabrak tiang listrik.


Richard menjalankan mobilnya dengan pelan, mobilnya melaju pelan melewati orang orang yang berkerumun di pinggir jalan.


Richard melihat mobil menabrak tiang listrik dengan kondisi ban depan dan belakangnya hancur akibat meledak.


Richard pun lantas menghela nafasnya, dia lega, karena ternyata, bunyi ledakan yang sangat keras tadi berasal dari suara ban mobil yang pecah dan meledak.

__ADS_1


Richard pun lantas mengendarai mobilnya dan pergi meninggalkan kerumunan orang orang yang tengah sibuk membantu mengeluarkan si pengemudi mobil yang kedua ban mobilnya meledak tadi.


__ADS_2