VINDICTA ( BALAS DENDAM )

VINDICTA ( BALAS DENDAM )
Menunggu


__ADS_3

Yadi lantas menatap lekat wajah Gavlin yang tampak dingin menatapnya. Dengan wajah takutnya, Yadi pun bicara.


"Benar, itu, di sana, di atas bukit sana, ada jalan setapak, jalan saja lurus, nanti Villa Moses terlihat jelas." ujar Yadi dengan wajah takutnya.


Gavlin pun melihat ke arah yang di tunjuk Yadi, Gavlin mengangguk angguk mengerti dan paham. Lalu, dia menatap tajam wajah Yadi.


Melihat wajah Gavlin yang menyeramkan, Yadi semakin ketakutan dibuatnya. Apalagi dia melihat, Gavlin saat ini tengah menyeringai sangat mengerikan.


"Tugasmu selesai sampai di sini." ujar Gavlin dengan sikap dingin menatap wajah Yadi yang ketakutan.


"Artinya, kamu akan melepaskanku?" Ujar Yadi takut.


"Santai, jangan terburu buru, aku akan membebaskan kamu sebentar lagi." ujar Gavlin menyeringai jahat.


"Kenapa gak sekarang aja kamu lepaskan? Tolong, biarkan aku pergi, aku cuma membuang Gatot, aku terpaksa melakukannya. Tolong, percaya aku." ujar Yadi memelas dan memohon penuh harap.


Dia tampak memohon belas kasihan Gavlin, agar Gavlin mau melepaskan dirinya, dan membiarkan dia pergi.


Gavlin pun tampak tersenyum tipis, dia lantas menatap tajam wajah Yadi, Yadi tertunduk, dia tak berani melihat wajah seram Gavlin, wajah Gavlin sangat menakutkan baginya.


"Siapa namamu?" Tanya Gavlin dengan sikap dingin.


"Yadi, namaku Yadi." ujar Yadi dengan wajah pucat dan ketakutan.


"Yadi...Baiklah. Sekarang aku akan melepaskanmu." ujar Gavlin dengan cuek dan santai.


"Terima kasih, terima kasih!" ujar Yadi dengan wajah yang senang.


Dia lega, karena Gavlin akhirnya, akan melepaskannya, dan membiarkan dia pergi.


Yadi tak tahu, jika saat ini, diam diam, tangan Gavlin tengah mengambil sebilah pisau, dibalik pinggang belakangnya.


Gavlin telah mempersiapkan pisau tersebut, karena dia memang berencana, untuk membunuh Moses dan anak buahnya dengan menggunakan pisau belati miliknya.


"Selamat jalan Yadi, pergilah dengan tenang, aku akan melepaskanmu." ujar Gavlin berbisik di telinga Yadi.


Yadi pun semakin kesenangan mendengar perkataan Gavlin, dia tampak sudah tak pucat dan takut lagi, karena merasa, sebentar lagi, dirinya akan bebas.


Tiba tiba saja, dengan gerak cepat, Gavlin menghujamkan pisau ditangannya ke perut Yadi berkali kali.


Yadi pun kaget, matanya terbelalak lebar, dia tak menyangka, jika Gavlin menikamnya dengan pisau.


"Aku akan melepaskan nyawamu, pergilah ke alam baka, Yadi!" Ujar Gavlin berbisik di telinga Yadi.


Sikap Gavlin sangat dingin, wajahnya tampak mengerikan, tanpa ampun, Gavlin terus menerus menghujamkan pisau ke perut Yadi. Darah mengalir dari perut Yadi.


Mata Yadi terbelalak lebar, mulutnya mengeluarkan darah, matanya melotot, lalu, sesaat kemudian, dia pun meregang nyawa. Dan pada akhirnya, Yadi mati di tangan Gavlin.


Tubuh Yadi kemudian jatuh dan rebah di lantai bak mobil pick up, Gavlin lantas menatap tajam wajah Yadi yang telah mati tersebut.


"Ini akibat, kamu membuatku marah, Yadi!" Ujar Gavlin dengan geram dan marah.


Gavlin lantas menarik rambut Yadi yang telah mati, lalu, dia meletakkan pisau yang dipegangnya ke leher Yadi.

__ADS_1


Tidak hanya sampai di situ saja, biarpun Yadi sudah mati meregang nyawa, namun Gavlin belum terlihat puas, ada satu hal yang saat ini akan dia lakukan.


Ya, Gavlin pun lalu menggorok leher Yadi hingga terputus, Gavlin menyeringai seram. Dia tampak puas setelah melakukan aksinya, memenggal leher dan kepala Yadi.


---


Di jalanan setapak, tampak Gavlin berjalan dengan sikap tenang, wajahnya terlihat dingin dan menyeramkan, dia berjalan terus, mendekati Villa Moses.


Sambil berjalan dengan sikap santai, dingin , dan tenangnya, di tangannya, serta menenteng kepala Yadi, dia menyeringai jahat.


Gavlin sengaja memenggal kepala Yadi, dan lantas membawanya. Dia bermaksud untuk memberikan kepala Yadi pada Moses, saat dia nanti bertemu dengan Moses.


Gavlin pun akhirnya tiba di dekat Villa Moses. Dia lalu segera bersembunyi di balik pohon, kemudian, dia pun mengintai, matanya mengawasi sekitar Villa.


Gavlin melihat, hanya ada dua orang saja yang saat ini sedang berjaga jaga di depan Villa Moses, dan tak ada orang lain lagi disana.


Gavlin melihat kedua orang yang berdiri dan berjaga jaga di halaman Villa Moses. Melihat kedua orang tersebut, Gavlin pun tersenyum tipis.


Lalu, dengan sikap tenangnya, dia pun kemudian berjalan santai, dia segera keluar dari tempat persembunyiannya, Gavlin pun terus berjalan santai menghampiri kedua orang yang sedang berjaga.


Melihat kedatangan Gavlin, kedua orang tersebut kaget, apalagi mereka melihat, di tangan Gavlin, ada kepala Yadi. Mereka mengenali kepala tersebut sebagai Yadi.


"Kurang ajar!! Mau apa kamu ke sini!!" Bentak salah seorang penjaga marah pada Gavlin.


Gavlin berdiri dengan sikapnya yang tenang di hadapan kedua orang tersebut. Dia lantas tersenyum tipis, menatap tajam wajah kedua orang tersebut.


Kedua orang yang berjaga jaga itu saling memandang satu sama lainnya, salah satunya memberikan kode isyarat, lalu, dengan cepat, kedua nya pun lantas menyerang Gavlin.


Gavlin yang sudah bersiap siap dan tahu akan di serang, langsung menghindar ,Gavlin pun memberikan perlawanan, dia juga menyerang kedua penjaga itu.


Lalu, kedua penjaga mengeluarkan pisau , lantas, dengan memegang pisau ditangannya, mereka bersiap siap untuk kembali menyerang Gavlin.


Melihat musuhnya saat ini memegang pisau untuk menyerangnya, Gavlin pun tersenyum sinis, lalu, dengan sikap tenang, dia letakkan kepala Yadi ditanah.


Gavlin lantas menatap tajam kedua penjaga tersebut. Lalu, dengan wajah geram dan penuh amarah, Gavlin pun menyerang keduanya.


Gavlin memukul, menghindar dan menendang, Gavlin berhasil melepaskan pisau dari tangan salah seorang penjaga itu.


Gavlin lantas menendangnya, hingga orang tersebut terjajar kebelakang, dengan cepat, Gavlin mengambil pisau di tanah, lalu dia berlari mendekati orang tersebut.


Tanpa ampun, Gavlin menyerangnya, orang tersebut terjajar dan jatuh ke tanah. Melihat temannya susah payah melawan Gavlin, seorang penjaga lagi lalu datang membantu temannya.


Gavlin pun kembali di keroyok dua penjaga itu, namun, kali ini, ada pisau di tangannya.


Gavlin terus menghajar keduanya, dia berhasil memukul jatuh salah satu penjaga, lalu, dia menyerang satunya lagi.


Dengan kalap dan membabi buta, Gavlin terus menyerang dan menghujamkan pisau ditangannya, orang tersebut terjajar jajar terkena pukulan Gavlin, dan seketika, dia pun terluka, terkena sabetan pisau.


Tanpa ampun, Gavlin terus menyerang dan menghujamkan pisau ke dada penjaga tersebut, darah keluar dari dada, dan penjaga itu langsung terkapar di tanah.


Lalu, Gavlin mendekati Seorang lagi penjaga, hanya menyisakan satu orang saja, dan bagi Gavlin, mudah mengalahkan penjaga tersebut.


Gavlin menyeringai jahat menatap tajam penjaga tersebut, Penjaga tersebut tampak mundur karena takut, dia pun mencoba bersiap siap untuk memberi perlawanan.

__ADS_1


Tanpa berlama lama lagi, Gavlin pun lantas menyerang penjaga itu, perkelahian terjadi, tak sampai dua menit, Gavlin berhasil melumpuhkan penjaga itu.


Gavlin berhasil menghujamkan pisau ditangannya ke leher penjaga,


dengan luka tusukan di lehernya, penjaga itu pun roboh ke tanah, lehernya luka dan berdarah.


Penjaga itu pun tewas seketika, dengan sikap dinginnya, dengan tenang, Gavlin berbalik dan berjalan ke arah kepala Yadi, yang dia letakkan di tanah.


Setelah mengambil potongan kepala Yadi, dengan tatapan tajam penuh amarah membara di hatinya, Gavlin pun berjalan santai dan tenang.


Gavlin masuk ke dalam Villa Moses, untuk mencari Moses, ditangannya ada kepala Yadi yang berlumur darah hitam dan hampir membeku.


Gavlin berada di dalam Villa Moses, dia tak melihat Moses. Wajah Gavlin pun semakin geram dan marah.


"Moseeeessss, keluaaaar kamuuuu!!" Teriak Gavlin sekeras kerasnya.


Gavlin tampak marah, dia berteriak keras, melampiaskan amarahnya, karena dia tak menemukan Moses di dalam Villa.


"Biadab kamu Moses !! Dimana kamu!!" Teriak Gavlin penuh amarah.


Gavlin pun lantas meletakkan kepala Yadi yang dia pegang ke atas meja tamu yang ada di dalam Villa tersebut.


Gavlin lantas menyeringai jahat. Tatapan matanya tajam, dia tampak sangat marah sekali saat ini.


"Aku akan menunggumu, Moses!! Aku gak akan melepaskanmu!! Sampai kapanpun, aku akan memburumu!!" Ujar Gavlin, bicara dengan dirinya sendiri.


Wajahnya geram, penuh amarah di dalam dirinya, Lalu dengan cepat, Gavlin pun berjalan keluar dari dalam Villa Moses tersebut.


Di halaman Villa, Gavlin berdiri dan diam sesaat, dia melihat kedua penjaga yang mati terkapar di tanah.


Untuk sesaat Gavlin tampak tengah memikirkan sesuatu hal, lalu, bibirnya pun tersenyum licik, dia menemukan satu ide yang menarik.


Lalu, dengam cepat, Gavlin menyeret tubuh salah seorang penjaga yang telah tewas, di bawanya tubuh penjaga itu, masuk ke dalam Villa.


Di dalam Villa, Gavlin lantas mendudukan penjaga yang sudah mati itu di sofa ruang tamu Villa, lalu, Gavlin bergegas keluar Villa.


Kemudian, Gavlin pun mendekati seorang penjaga lagi, yang juga sudah mati, lalu, dia menyeret tubuh penjaga itu.


Lalu, Gavlin meletakkan mayat penjaga, tepat di depan pintu masuk Villa, di dalamnya, bukan di luar pintu.


Setelah semua sudah selesai dia lakukan, lalu, Gavlin pun meninggalkan tempat tersebut, dia segera mencari tempat persembunyiannya.


Di balik sebuah gudang, yang ada di samping Villa Moses tersebut, Gavlin pun bersembunyi.


Gavlin sengaja bersembunyi di balik gudang tersebut, karena dia menunggu Moses datang ke Villa, dia yakin, Moses akan kembali ke Villa tersebut.


Karena dari Yadi, dia tahu, bahwa, Villa tersebut satu satunya tempat Moses saat ini di pakainya untuk bersembunyi.


Gavlin sengaja menunggu Moses datang ke Villa dan tak mau pergi, karena dia tak mau bolak balik datang ke tempat itu.


Jika dia sudah dekat, apalagi sudah berada di lokasi musuhnya, pantang baginya untuk pulang, sebelum menghabisi musuhnya.


Dan, saat ini, Gavlin pun bersabar, dia tetap menunggu, dia tak mau, perjalanan jauhnya ke tempat Villa Moses menjadi sia sia.

__ADS_1


Dia tak mau, pulang dengan tanpa membawa hasil apapun juga. Karena dia telah berjanji pada Maya, setelah dia menangkap Moses, dia akan membawa Moses kehadapan Maya.


Dan setelah nanti, Moses ada di hadapan Maya, dia pun akan segera menghabisi Moses, dia akan mengakhiri hidup Moses, dia akan membantai dan membunuh Moses, tepat dihadapan Maya.


__ADS_2