
Gatot pulang kerumahnya, dia keluar dari dalam mobilnya yang dia parkir di dalam garasi.
Gatot lantas berjalan masuk kerumahnya, dia heran, karena ada sepatu pria di depan teras rumahnya.
Saat dia masuk ke dalam rumahnya, Gatot kaget karena melihat Gavlin sedang duduk di sofa ruang tamu bersama Maya.
Gatot heran, dari mana Gavlin datang, dan kenapa dia bisa ada dirumahnya saat ini. Tadi dia mencari cari Gavlin dan tak bertemu.
Dan tiba tiba sekarang, Gavlin sudah ada dirumahnya.
"Hai Om." Sapa Gavlin tersenyum ramah.
Gatot tak menjawab, sikapnya dingin terhadap Gavlin, Maya melirik Ayahnya, Maya tahu, Ayahnya tak senang Gavlin ada didalam rumahnya.
Tapi Maya tak perduli dengan Ayahnya, yang penting, dia senang, sebab Gavlin datang menemuinya.
Gavlin sengaja datang ke rumah Maya malam itu juga setelah dia membunuh Surya, Asisten Manager Bramantio, agar Gatot tidak mencurigainya.
Dia merubah sosoknya dari Yanto kembali menjadi sosok Gavlin saat bertemu Maya.
Telepon Gatot berdering, dengan cepat, Gatot menerima panggilan tersebut.
"Ya, ada apa?" Tanya Gatot di telepon.
"Apa ?! Di temukan mayat? Kali ini Surya? Asisten Manager Bramantio?!! Ini Pasti pembunuhan !!" Ujar Gatot kaget bicara di teleponnya.
Gatot sambil bicara di telepon melirik Gavlin yang terlihat asyik ngobrol dengan santainya bersama Maya.
Gatot pun heran, siapa yang membunuh Asisten Manager Bramantio.
"Oke, Saya akan segera meluncur ke lokasi malam ini juga." Ujar Gatot.
Dia lantas menutup teleponnya. Lalu dia menatap tajam wajah Gavlin yang terlihat cuek dan santai itu.
"Dari jam berapa kamu di sini?!" Tanya Gatot.
Gatot curiga pada Gavlin, dia sedang menduga kalau Gavlin yang membunuh Surya, Asisten Manager Bramantio.
"Sudah lebih dua jam Gavlin di sini." ujar Maya ketus pada Ayahnya.
Gatot terdiam, dia berfikir, jika Gavlin selama itu dirumahnya, lantas siapa yang membunuh Surya, pikir Gatot.
Dia jadi ragu kalau Gavlin pelakunya, sebab, Maya memperkuat alibi Gavlin dengan mengatakan Gavlin sudah dirumahnya sejak dua jam yang lalu.
"Ayah pergi dulu !" Ujar Gatot pada Maya.
"Iya." Jawab Maya cuek.
Gatot lantas keluar dari dalam rumahnya.
"Kamu gak boleh terus terusan marah sama Ayahmu May." Ujar Gavlin tersenyum.
"Biarin, aku masih kesal aja sama Ayahku." Ujar Maya cemberut.
"Gak baik loh marah marah terus, ntar hilang cantikmu." Ujar Gavlin tersenyum.
"Masa ? Terus, kalo aku gak cantik lagi, kamu gak mau sama aku? Kamu mau pergi menjauh dariku, gitu?" Ujar Maya sewot.
"Ya nggaklah, aku gak mungkin ninggalin kamu May, bagaimana pun keadaan kamu, aku akan tetap bersama kamu, sekian tahun aku mencarimu, dan aku gak mau lagi kehilangan kamu." Ujar Gavlin tersenyum.
"Kirain, kamu mau ninggalin aku kalo aku udah gak keliatan cantik lagi dimatamu." Ujar Maya tersenyum senang.
"Bagiku, kamu tetap cantik sampai kapanpun." Ujar Gavlin tersenyum.
"Gombal." Ujar Maya mencibir.
Gavlin pun tertawa melihat Maya yang mencibir padanya, Gavlin merasa lucu melihat wajah Maya saat mencibir padanya.
"Vlin, kamu gak usah pulang ya, temani aku malam ini, aku ingin bercinta denganmu lagi." Ujar Maya.
__ADS_1
Maya semakin berani dan ceplas ceplos pada Gavlin, dia tak segan segan mengatakan pada Gavlin jika dia sedang berhasrat untuk bersetubuh dengan Gavlin.
"Disini? Di rumahmu ? Dan di kamarmu?" Ujar Gavlin kaget.
"Iya." Angguk Maya bersungguh sungguh.
"Jangan May, ntar Ayahmu pulang, kita ketauan, Ayahmu bisa ngamuk sama aku." Ujar Gavlin.
"Ayolah Vlin, sebentar aja, Ayahku gak bakalan cepat pulang, dia pasti lama di lokasi pembunuhan itu. Kita punya waktu banyak." Ujar Maya memelas.
Gavlin tersenyum melihat wajah Maya yang memelas dan berharap padanya itu.
"Nggak May, aku gak mau kamu dimarahi Ayahmu. Kamu gak kan bisa sebentar May." Ujar Gavlin.
"Kalo kita berhubungan intim, kamu gak kan mau berhenti, kamu gak kan mau cepat cepat selesai, kamu akan terus dan terus memintaku menyetubuhimu." Ujar Gavlin.
"Aku tau kamu May, kamu gak kan berhenti bersetubuh, sebelum kamu benar benar puas dan kelelahan, dan kalo aku menyetubuhi kamu dirumah ini, sama saja aku bunuh diri.Karena Ayahmu akan memergoki kita." Ujar Gavlin.
"Tapi Vlin, aku sangat menginginkannya, aku sangat berhasrat saat ini." Ujar Maya memelas menahan nafsunya.
"Lain kali ya May, tidak di rumahmu ini, kita akan bersetubuh sepanjang hari dirumahku nanti." Ujar Gavlin tersenyum.
"Beneran ya, janji loh Vlin." Ujar Maya serius.
"Iya, aku janji, aku akan memuaskan kamu nanti." Ujar Gavlin.
"Ya udah deh, gak apa, aku malam ini gak bercinta denganmu, tapi kamu janji, kamu harus menyetubuhiku berkali kali, lebih banyak dari sebelumnya, dan sebagai ganti malam ini." Ujar Maya.
"Iya, iya, pasti." Ujar Gavlin tersenyum senang.
"Ya udah, aku pulang dulu ya May, udah larut malam." Ujar Gavlin.
"Iya Vlin." Jawab Maya tersenyum.
Lantas, Gavlin pun keluar dari dalam rumah Maya.
Maya mengantarkan Gavlin sampai ke pagar masuk halaman rumahnya.
---
Gatot tiba di rumah Surya, dia langsung ke tempat lokasi kejadian, di garasi mobil rumah Surya.
Gatot terdiam saat melihat Surya tergantung di atas atap garasi mobil.
"Turunkan mayatnya." Perintah Teguh pada petugas Polisi yang datang bersama Teguh.
Dua Petugas Polisi pun segera menurunkan mayat Surya. Mereka meletakkan mayat Surya di lantai.
Tim Ahli Forensik mengambil alih, dengan gerak cepat, mereka pun meneliti mayat Surya.
Gatot berdiri melihat Tim Ahli Forensik sedang bekerja meneliti tentang kematian Surya.
"Untuk saat ini, korban dinyatakan bunuh diri Pak." Ujar Teguh pada Gatot.
"Memangnya gak ada di temukan satu buktipun di sekitar lokasi ini?" Tanya Gatot.
"Kami sudah mencari kesemua tempat, tapi semuanya bersih, tidak ditemukan bukti bukti pembunuhan." Ujar Teguh menjelaskan pada Gatot.
"Aku gak yakin Surya bunuh diri, alasan apa dia bunuh diri? Selama ini hidupnya nyaman, bergelimang harta." Ujar Gatot.
"Dia senang jadi anak buah Bramantio, jabatannya pun cukup tinggi, Asisten Manager, mana mungkin dia bunuh diri." Ujar Gatot kesal.
Teguh terdiam, dia tak berani membantah perkataan Gatot. Sebab, dia sangat kenal karakter Gatot yang tak mau di bantah pendapatnya.
Hampir dua jam lamanya Gatot menunggu hasil pemeriksaan tim Ahli Forensik, dengan sabar Gatot menunggu.
Dia sengaja meminta agar tim Ahli Forensik mencari tahu kematian Surya saat ini juga, sebab dia ingin segera tahu, apakah Surya bunuh diri, atau dia mati di bunuh.
Beberapa saat kemudian, Tim Ahli Forensik selesai memeriksa mayat Surya.
__ADS_1
Seorang Petugas Tim Ahli Forensik mendekati Gatot
"Bagaimana ?" Tanya Gatot ingin tahu hasilnya.
"Dari hasil pemeriksaan sementara, dan berdasarkan suhu tubuh korban, dapat diambil kesimpulan, jika korban tewas dua jam yang lalu." Ujar Petugas Ahli Forensik pada Gatot.
"Lantas, bagaimana kematiannya? Apakah murni bunuh diri?" Tanya Gatot lagi.
"Tidak, dari simpul tali yang menjerat leher korban, dan tali yang terikat di tiang listrik, dapat di pastikan, bahwa korban mati dibunuh." ujar Petugas Ahli Forensik.
"Benar dugaanku !" Ujar Gatot senang.
Teguh terdiam, melihat Gatot yang senang karena berhasil menebak kematian Surya.
"Ya sudah, bawa mayatnya ke Lab, dan jalani pemeriksaan lebih lanjut lagi, mudah mudahan saja ditemukan jejak pelaku pembunuhnya." Ujar Gatot.
"Siap Pak !" Ujar Petugas Tim Ahli Forensik.
"Kamu selidiki, cari tau, siapa pembunuh itu, dan cari, apa kah ada cctv di sekitar rumah ini." Ujar Gatot pada Teguh.
"Rumah ini gak di pasang cctv Pak." Ujar Teguh.
Gatot pun terdiam. Lantas, dia menatap tajam wajah Teguh yang berdiri di depannya itu.
"Kalo gitu, kamu susuri sekitar rumah ini dan seluruh area jalanan di sekitar rumah, cari dan temukan bukti jejak jejak si pembunuh." Ujar Gatot.
"Jika menemukan sesuatu, cepat kabari saya, agar saya segera meluncur ke lokasi !" Perintah Gatot pada Teguh.
"Siap, laksanakan Pak !" Ujar Teguh memberi hormat.
Lantas, Gatot pun pergi meninggalkan Teguh sendirian.
Gatot masuk kedalam mobilnya, lalu pergi dari lokasi kejadian pembunuhan Surya.
Petugas Polisi meminta Petugas Medis agar segera membawa mayat Surya.
Tim Para Medis pun dengan cepat menggotong mayat Surya dan memasukkannya ke dalam mobil ambulance.
Beberapa saat kemudian, mobil ambulance pun pergi dari lokasi.
Tim Ahli Forensik pun membubarkan dirinya masing masing, mereka juga pergi meninggalkan lokasi kejadian.
Teguh lantas mengajak para Petugas Kepolisian yang berjaga jaga disekitar tempat kejadian untuk pergi dari lokasi tersebut.
Para Petugas Polisi pun pergi bersama Teguh, meninggalkan lokasi kejadian pembunuhan Surya.
Tampak garis pembatas kepolisian terpajang di sekitar lokasi pembunuhan Surya.
---
Di dalam mobilnya, sambil tetap menyetir mobilnya, Gatot memegangi kepalanya, dia tengah berfikir keras.
Ya, Gatot sedang berfikir, siapa pembunuh Surya. Jika dia mencurigai Gavlin, Gavlin tak mungkin membunuh Surya, sebab, menurut Maya, Gavlin dirumahnya lebih dari dua jam.
Dan itu mustahil, jika Gavlin pelakunya, mana bisa dia membunuh Surya, sementara Gavlin saat kematian Surya ada dirumah dia bersama Maya.
Gatot benar benar tak bisa menjadikan Gavlin tersangka pembunuhan Surya, sebab, Alibi Gavlin sangat kuat malam itu.
Dia tak tahu, jika Maya asal menjawab saja pada Ayahnya, karena Maya masih kesal dengan Ayahnya, Maya langsung saja bilang kalau Gavlin sudah lebih dari dua jam dirumahnya.
Maya tahu, Ayahnya tak suka pada Gavlin dan seperti sedang menuduh Gavlin sebagai pembunuh, dan Maya tak senang Ayahnya menuduh Gavlin, untuk itu Maya sengaja membohongi Ayahnya, dia memberikan alibi pada Gavlin.
Padahal, Gavlin saat itu, baru satu jam datang kerumah Maya.Dan Gatot berhasil diperdaya Maya dan gavlin.
Gatot menghela nafasnya dengan berat, dia terus memikirkan siapa pelaku pembunuhan Surya, Asisten Manager Bramantio.
Dia berfikir, apa motif si pembunuh, hingga tega membunuh Surya.
Gatot tampak bingung, sebab dia tahu, bahwa Surya, Asisten Manager Bramantio itu tidak ada hubungannya dengan kejadian pembakaran rumah Gavlin, atau yang dia kenal bernama Yanto saat kecil dulu.
__ADS_1
Dan Gatot juga berfikir, bahwa Surya tak ada hubungannya dengan kematian Sanusi serta ibu Gavlin dulu.
Gatot benar benar bingung dan tak habis pikir, apa motif pembunuhan Surya, Asisten Manager Bramantio itu.