
Wanita Muda teriak, suara erangannya memecahkan keheningan malam, dia mencapai klimaksnya, tanpa disadarinya, dia menikmati hubungan badan dengan Jafar, yang memang ahli dalam berhubungan badan, dan di juluki juga sebagai penjahat kelamin.
Jafar pun mencapai puncaknya, dia tampak lega, dan tersenyum senang.
"Lepaskan aku." ujar si Wanita Muda memohon dengan wajah ketakutan.
"Aku akan melepaskanmu! Tapi setelah kamu menyerahkan seluruh perhiasan dan barang berharga kalian serta uang simpanan kalian!" ujar Jafar menatap tajam wajah wanita muda, sambil memakai baju dan celananya.
"Baik, Baik. Akan ku serahkan semuanya, asal kamu janji, gak akan membunuhku! Aku janji, akan menuruti semua keinginanmu!" ujar si Wanita Muda.
Jafar tersenyum licik, dia menatap lekat wajah si Wanita Muda yang tampak bersungguh sungguh berkata tadi.
"Sekarang, cepat ambil semua perhiasan dan uangmu, taruh di dalam tas !" ujar Jafar.
"I...Iya." jawab Wanita Muda gugup.
Dia lantas segera turun dari atas ranjangnya, tanpa memakai pakaian, karena panik dan takut, dia pun cepat mengambil tas dari atas lemari pakaiannya.
Lalu, dengan cepat, si Wanita Muda mengeluarkan semua kotak kotak perhiasannya, lalu, di ambil dan dimasukkannya ke dalam tas, kemudian, dia juga mengambil uang simpanan mereka dalam brankas besi yang ada di sudut kamar.
Lantas, setelah semua perhiasan dan uang dimasukkannya ke dalam tas, dia pun segera mendekati Jafar dan memberikan tas berisi perhiasan dan uang yang banyak pada Jafar.
Jafar tersenyum licik, dia cepat mengambil tas dari tangan si wanita muda tersebut.
"Semua perhiasan dan uang kami ada didalam tas itu, kami udah gak punya apa apa. Sekarang, lepaskan aku, biarkan aku hidup." ujar Wanita Muda memohon.
Jafar menyeringai licik menatap wajah wanita muda yang berdiri tepat di depannya sambil memohon, Jafar lantas mendekatkan wajahnya ke wajah si Wanita Muda, dia lantas menjilati wajah si Wanita Muda dengan lidahnya.
Si Wanita merasa jijik, dia memejamkan matanya dan menahan dirinya, Jafar terus menjilati wajah dan leher si wanita muda serta telinganya, tiba tiba saja, Wanita Muda menjerit sekeras kerasnya.
"Aaaaarrrgggghhh!!" teriak Wanita Muda, sambil kedua mata terbuka lebar.
Potongan besi yang di pegang Jafar masuk ke dalam alat paling vital si Wanita, dan menembus hingga ke dalam, merobek dinding rahimnya, lalu, darahpun keluar, dari kedua pangkal pahanya.
Si Wanita lantas perlahan lahan terkulai lemas, lalu, dia pun terjatuh kelantai, potongan besi masih menembus ke alat paling vitalnya.
Jafar menyeringai jahat, melihat wanita muda mati ditanah, dengan keji, Jafar membantai dan membunuh si Wanita Muda, Pasangan muda yang baru saja menikah akhirnya meregang nyawa, mati di tangan Jafar.
Hasrat merampok dan membunuh Jafar sudah tak bisa dihentikan lagi , dia semakin menjadi menjalankan aksinya sebagai pembunuh berantai yang berdarah dingin.
Jafar lantas melihat kunci mobil tergeletak di atas meja rias lengkap dengan dompet yang didalamnya berisi surat surat lengkap kendaraan.
Jafar mengambil kunci mobil, lalu, dia bergegas keluar dari dalam kamar, dia lantas bergegas lari menuju ke garasi rumah.
Jafar cepat membuka pintu mobil menggunakan kunci ditangannya, lalu, dia segera masuk ke dalam mobil. Tas berisi perhiasan dan uang banyak di letakkannya di jok belakang.
Sesaat kemudian, mobil pun berjalan keluar dari garasi, mobil meluncur cepat dihalaman rumah. Jafar menabrakkan mobil kepintu pagar yang tertutup, pintu pagar pun rusak dan terbuka, mobil cepat melaju pergi dari rumah tersebut.
Jafar benar benar berpesta pora malam ini, dia mendapatkan banyak perhiasan dan uang, selain itu, dia mendapatkan bonus, melampiaskan nafsu bejatnya, lantas, dia juga mendapatkan mobil secara gratis.
Di sepanjang jalan, sambil menyetir mobil curian, dia tertawa tawa senang, karena dia mendapatkan apa yang dia inginkan.
Dengan mempunyai emas yang banyak serta uang, maka dia akan bisa bertahan hidup untuk beberapa hari kedepan nantinya.
Mobil Jafar terus melaju dengan kecepatan sedang dijalan raya yang sepi, mobil menyusuri pekatnya malam.
---
__ADS_1
Berita kecelakaan mobil tahanan kejaksaan sampai di telinga Herman melalui Peter, yang mendapatkan berita tersebut dari anak buahnya yang menyusup ke dalam tim Gatot untuk memata matai dan mencari informasi seputar apa saja yang sedang dikerjakan Gatot.
"Siaaal !! Jadi Jafar ada di mobil itu bersama para napi dan berhasil melarikan diri?!" ujar Herman, geram dan marah.
"Ya, begitulah menurut laporan anak buahku." jelas Peter.
"Gagal rencana kita bunuh si Jafar!" ujar Jack kesal.
"Jafar benar benar licin dan licik!! Dari dulu, dia memang sulit di tangkap! Ada saja caranya melarikan diri !" ujar Herman geram.
"Kita lantas harus gimana sekarang? Kita udah gak bisa bekerja, karena Gatot dan Richard sudah mengeluarkan surat perintah penangkapan kita berdasarkan kasus 18 tahun lalu itu!" ujar Jack, memberi tahu.
"Kalo masalah itu tenang aja, kasusnya tinggal beberapa hari lagi kadaluwarsa, kita hanya cuma ngulur waktu dan menghindari Gatot serta Richard saja!" ujar Herman.
"Kita harus tetap bersembunyi, sampai masa berlaku kasus tersebut berakhir dan jadi benar benar kadaluwarsa, setelah itu, kita bebas bergerak, dan memberi pelajaran sama Gatot, juga Richard!" jelas Herman, dengan wajahnya yang serius.
"Ok, aku setuju!" ujar Jack.
"Aku juga setuju!" tegas Peter.
Mereka bertiga pun sepakat, untuk menghilang dalam beberapa hari, sampai berakhirnya masa berlaku kasus pembunuhan Bapaknya Gavlin dulu.
---
Keesokan harinya Gatot dikejutkan kembali dengan terjadinya pembunuhan di rumah pasangan muda mudi yang baru saja menikah.
Gatot pun lantas mengerahkan pasukannya untuk segera datang kelokasi kejadian bersama tim medis dan tim ahli forensik.
Saat Gatot bersama tim penyidik kepolisian, mereka langsung mendatangi tempat terjadinya pembunuhan.
Petugas Medis lantas menutupi tubuh kedua mayat dengan kain putih. Tubuh pasangan yang sudah menjadi mayatpun sudah di tutupi kain putih.
"Ini Perampokan sekaligus pembunuhan!" jelas Petugas Penyidik kepolisian.
"Apa pelakunya Jafar?" tanya Gatot serius.
"Melihat luka lukanya, beda Pak. Ini bukan perbuatan Jafar, kalo Jafar, setelah membunuh, dia pasti menggorok leher korbannya, tapi, leher kedua mayat ini gak di gorok!" jelas Petugas Penyidik kepolisian.
"Apa ini ulah salah satu Narapidana yang melarikan diri itu?" ujar Gatot berfikir.
"Entahlah, Pak. Kita harus menyelidikinya lebih jauh lagi dan lebih mendalam dari kasus ini." jelas Petugas penyidik kepolisian.
"Baik, kamu selidiki sampai tuntas semuanya!" ujar Gatot, memberi perintah.
"Baik, Pak !" ujar Petugas Penyidik kepolisian.
Gatot lantas berjalan meninggalkan petugas penyidik kepolisian yang juga pergi, Gatot mendekati tim forensik yang sedang memeriksa mayat wanita muda.
"Kami menemukan cairan milik pria dari alat vital wanita muda, kemungkinan, sebelum di bunuh, dan besi menembus alat vitalnya, wanita ini diperkosa lebih dulu." jelas petugas ahli forensik.
"Benar benar Iblis ! Orang yang melakukan ini semua biadab !" ujar Gatot marah.
"Kami akan meneliti cairan ini di lab, setelah mendapat hasil, akan kami kabari." jelas petugas tim forensik.
"Ya.Cepat kabari saya." ujar Gatot serius.
Lalu, Gatot pun segera keluar dari dalam kamar tersebut, dia tak tega melihat mayat pasangan pengantin muda yang mati dengan cara yang mengenaskan itu.
__ADS_1
Gatot keluar dari dalam kamar, dia lantas berjalan keluar dari dalam rumah tersebut. Seorang petugas penyidik kepolisian menghampirinya.
"Ditemukan jejak sepatu dan sidik jari di pintu belakang Pak!" ujar Petugas Penyidik kepolisian memberi laporan.
"Bagus! Segera selidiki, sidik jari siapa itu!" ujar Gatot dengan wajah yang serius.
"Jangan lupa juga, ambil potongan besi yang dibuat membunuh wanita muda itu, jadikan barang bukti! Dan selidiki sidik jari yang ada di potongan besi tersebut!" perintah Gatot.
"Baik, laksanakan !" ujar petugas penyidik kepolisian.
Lalu, petugas penyidik kepolisian pun segera pergi meninggalkan Gatot. Gatot berdiri dan tampak pusing. Dia memegangi kepalanya yang terasa sakit.
Gatot pusing memikirkan kasus kasusnya yang begitu banyak, dan belum ada satu pun yang berhasil dia selesaikan.
Gatot tampak kesal dan marah pada dirinya sendiri, karena hingga saat ini, dia tak bisa juga meringkus Jafar, belum Jafar ditangkap, sudah muncul kasus pembunuhan lainnya lagi.
Gatot benar benar pusing memikirkan kasus kasusnya tersebut.
Gatot lantas berjalan menghampirj mobilnya. Lalu di bukanya pintu depan mobil dan masuk ke dalam mobilnya.
Gatot lantas hendak menjalankan mobilnya, untuk pergi dari rumah tersebut, dia melihat seorang petugas penyidik kepolisian berlari lari ke arahnya, Gatot pun menghentikan mobilnya.
Petugas Penyidik kepolisian tiba dan berdiri di depan mobil Gatot sambil menunjukkan flash disk ditangannya. Gatot pun heran, dia segera keluar dari dalam mobilnya.
Gatot lantas mendekati petugas penyidik kepolisian yang menunjukkan flash disk kepadanya.
"Flash disk apa itu?" tanya Gatot, dengan wajah serius.
"Rekaman video pribadi milik korban, Pak! Kami temukan di pinggir sudut ranjang! Sepertinya pasangan itu sengaja merekam hubungan intim mereka!" jelas Petugas Penyidik kepolisian.
"Apa pelakunya terekam di video itu?" tanya Gatot serius.
"Ya, Pak. Wajah pelaku sangat jelas terekam di video, bagaimana saat dia membunuh suami si wanita muda itu, lalu memperkosa wanita muda, hanya, saat pelaku membunuh wanita muda, gak begitu jelas Pak." ujar petugas Penyidik kepolisian.
"Bagus, kerja bagus!! Sekarang, saya mau melihatnya!! Saya mau tau siapa pelaku pembunuhan di rumah ini!" ujar Gatot bersemangat dan dengan wajahnya yang serius.
"Baik, Pak. Mari ikut saya ke dalam rumah, kita liat di dalam." ujar petugas penyidik kepolisian.
"Baik. Ayo!" ujar Gatot.
Lantas, mereka berdua pun segera berjalan masuk ke dalam rumah, Gatot tampak bersemangat, dia ingin sekali tahu, siapa pelaku yang telah merampok dan membunuh pasangan pengantin muda tersebut.
Gatot dan Petugas penyidik kepolisian lantas masuk ke dalam rumah, lalu, mereka berjalan dan masuk ke ruang tengah.
Di ruang tengah, sudah menunggu seorang petugas penyidik kepolisian dengan laptop yang sudah menyala di atas meja.
Gatot dan Petugas penyidik kepolisian lalu duduk di sofa, dengan cepat, petugas penyidik kepolisian memasukkan flash disk yang ada ditangannya ke laptop yang sudah menyala itu.
Gatot tampak duduk diam memperhatikan laptop, dia tampak tegang, menunggu rekaman video diputar oleh petugas penyidik kepolisian.
Petugas penyidik kepolisian lantas mulai menyalakan rekaman video dari flash disk yang dia temukan itu.
Gatot mulai menonton rekaman video, terlihat, dalam rekaman video amatir itu, bagaimana proses awalnya pasangan muda mudi tersebut bermesraan, hingga melakukan hubungan badan di atas kasur.
Gatot dan petugas penyidik kepolisian serius mengamati rekaman video, Karena tak ingin melihat rekaman hubungan intim, Gatot pun mempercepat rekaman video, lalu, saat muncul wajah si pelaku dia pun menjalankan kembali rekaman video itu.
Mata Gatot terbelalak lebar, saat dia melihat jelas wajah si pelaku yang terekam di video amatir milik korban. Dia tahu, siapa pelaku itu. Tampak Gatot geram dan marah mengamati wajah si pelaķu dalam rekaman video amatir tersebut.
__ADS_1