VINDICTA ( BALAS DENDAM )

VINDICTA ( BALAS DENDAM )
Pergilah. Aku menunggumu


__ADS_3

Indri menatap haru wajah Gavlin yang berdiri disamping ranjang dan menatapnya.


"Bagaimana soal pesta pernikahan kita, Vlin?" tanya Indri.


"Kamu jangan mikirkan itu dulu, biar nanti Aku yang urus soal itu. Sekarang, yang terpenting itu kamu harus sehat kembali. Itu yang Aku mau darimu." ujar Gavlin menatap lembut wajah Indri.


"Iya, Vlin." Angguk Indri.


"Bapak dimana, Vlin?" tanya Indri.


"Bapak sedang pergi, gak tau kemana. Kenapa kamu nanya Bapak?" ujar Gavlin bertanya pada Indri.


"Nggak, cuma nanya aja. Soalnya Aku belum liat Bapak." ujar Indri, tersenyum pada Gavlin.


"Ya karena kamu kan baru sadar. Bapak tadinya di sini, memeriksa kondisi kamu, terus pergi keluar, cuma gak bilang Aku , Bapak mau pergi kemananya." ujar Gavlin menjelaskan pada Indri.


"Iya, gak apa apa." ujar Indri.


"Vlin. Kamu di sini aja ya, nemani Aku." ujar Indri, menatap lembut wajah Gavlin.


"Iya, In. Aku di sini nemani kamu." ujar Gavlin, tersenyum pada Indri.


"Aku sayang kamu, Vlin." ucap Indri, dengan sungguh sungguh.


"Aku juga sayang kamu, In. Aku ingin, kita selamanya bersama." ucap Gavlin.


Gavlin menatap wajah Indri penuh cinta dan sayangnya, begitu juga dengan Indri, Dia tersenyum menatap wajah Gavlin, Gavlin lalu menggenggam jemari tangan Indri, mereka saling lempar senyum, senyum kebahagiaan.


Di Markas gank Mafia Aamauri, Malik datang menemui Aamauri di ruang kantornya untuk memberikan laporan.


"Bagaimana, Lik?" ujar Aamauri, bertanya pada Malik yang berdiri dihadapannya.


"Kami sudah menemukan lokasi persembunyian Bellamy, Bos." ujar Malik, memberi laporan.


"Bagus ! Sekarang kamu siapkan anggota kita, lalu bawa mereka, kita serbu tempat si Bellamy itu!" ujar Aamauri bersemangat.


"Siap, Bos!" ujar Malik.


"Kamu kabari Gavlin, bilang, kalo kamu sudah tau dimana posisi Bellamy, biar Gavlin ikut kita ke tempat Bellamy." ujar Aamauri, memberi perintah pada Malik.


"Gavlin sudah tau, Bos." ujar Malik.


"Kamu yang ngasih tau?" tanya Aamauri.


"Nggak Bos. Gavlin dengar sendiri dari Andrei, orang suruhannya Bellamy, Dia yang memberi tau, kalo Bellamy tinggal dan bersembunyi di kota Dinan, di atas bukit di tepi sungai Rance." jelas Malik.


"Oh, begitu." ujar Aamauri, mengangguk mengerti dan paham.


"Ya, Bos. Andrei membawa anggota ganknya, datang ke rumah Indri, berniat untuk menyerang Gavlin, tapi karena ada kami yang berjaga, Andrei dan anggota ganknya berhasil kami kalahkan. Dan Gavlin membunuh Andrei, setelah Dia memberi tau dimana Bellamy bersembunyi." ungkap Malik, menjelaskan pada Aamauri.


"Bagus. Saya sudah tau, pasti mereka berusaha datang ke rumah Indri buat mencari Gavlin. Makanya saya perintahkan kamu, untuk menempatkan anggota kita buat melindungi Gavlin dan Indri serta Bapaknya." Jelas Aamauri.


"Ya, Bos." ujar Malik mengangguk.


"Ya, sudah. Cepat persiapkan anggota anggota kita, lalu, kita jemput Gavlin. Ingat. Kita bergerak diam dan sunyi, jangan sampai kedatangan kita nanti di ketahui Bellamy atau anak buahnya." ujar Aamauri, mengingatkan Malik.


"Siap, Bos ! Saya akan membagi tugas sama anggota lainnya nanti, berpencar di sekeliling rumah Bellamy!" ujar Malik, menegaskan.

__ADS_1


"Ya." Angguk Aamauri.


"Saya pamit Bos. Mau mengumpulkan anggota kita. Nanti saya ke sini lagi, ngasih tau Bos, kalo sudah siap semuanya dan tinggal berangkat." ujar Malik.


"Iya, pergilah." ujar Aamauri.


Malik lalu memberi hormat pada Aamauri, Dia kemudian bergegas pergi keluar dari dalam ruang kantor , Aamauri lalu mengambil ponselnya, dan menelpon.


"Hallo, Pablo ! Bellamy sudah di temukan. Aku dan anak buahku juga Gavlin akan ke lokasi Bellamy." ujar Aamauri, bicara di telepon, menghubungi Pablo.


"Okay. Dimana lokasinya, biar Aku juga datang kesana membawa beberapa anggotaku." ujar Pablo, dari seberang telepon.


"Di kota Dinan, di atas bukit di tepi sungai Rance." ujar Aamauri, menjelaskan di telepon.


"Okay, kita ketemu disana nanti." Jawab Pablo, dari seberang telepon.


"Okay!" Jawab Aamauri.


Aamauri lalu menutup telepon dan menyimpannya ke dalam kantong celananya, Dia lalu berjalan dan duduk di kursi kerjanya, menunggu Malik yang sedang mengumpulkan anggota anggota gank mafianya.


---


Sementara itu, Di rumahnya, Bellamy terlihat kesal dan marah, karena Dia tak juga bisa menghubungi telepon Andrei.


"Siaaal !! Kemana si Andrei, dari tadi susah di hubungi !!" ujar Bellamy geram dan marah.


"Kalo si Andrei gak bisa juga menemukan si Gavlin dan Malik, Aku akan menghajarnya!!" Geram Bellamy.


Bellamy terlihat marah sekali pada Andrei karena susah di hubungi lewat ponselnya. Bellamy tidak tahu, kalau Andrei sudah mati dan anak buahnya yang lain juga sudah di habisi Malik dan teman teman ganknya. Bellamy kesal karena tidak ada kabar dari Andrei.


---


Pintu kamar terbuka, Pak Sarono masuk ke dalam kamar dan berjalan mendekati Indri, Dia melihat Indri yang duduk bersandar di ranjangnya dengan ditemani Gavlin.


"Kamu sudah bangun, In?" ujar pak Sarono, tersenyum senang, melihat Indri.


"Iya, Pak." Ujar Indri, tersenyum pada Pak Sarono.


"Bagaimana kondisimu?" tanya Pak Sarono.


"Sudah lebih baik, Pak." ujar Indri.


"Syukurlah." ucap pak Sarono, tersenyum senang.


"Bapak darimana?" tanya Gavlin.


"Bapak tadi pergi sebentar, beli obat buat Indri." ujar pak Sarono.


"Oh, begitu." Angguk Gavlin.


"Ini obatnya, sudah Bapak beli, habis makan nanti, kamu minum obatnya ya In." ujar Pak Sarono, memberi tahu Indri.


"Iya, Pak." Angguk Indri.


Tiba tiba saja terdengar suara bel rumah berbunyi, Gavlin dan pak Sarono serta Indri saling pandang mendengar suara bel berbunyi.


"Ada yang datang, Bapak liat dulu ya." ujar pak Sarono.

__ADS_1


"Biar saya aja, Pak. Bapak temani Indri aja di sini, ya." ujar Gavlin, menatap wajah pak Sarono yang berdiri di sampingnya.


"Oh, baiklah nak Gavlin." ujar Pak Sarono menurut pada Gavlin.


Gavlin lalu bergegas pergi keluar dari dalam kamar, Dia sengaja mencegah pak Sarono yang membukakan pintu rumah, karena Gavlin khawatir, kalau kalau yang datang ke rumah adalah musuhnya seperti sebelumnya.


Pintu rumah di buka, Gavlin lalu keluar dari dalam rumahnya, Dia melihat Malik berdiri di depan pintu.


"Malik. Aku kira siapa yang datang." ujar Gavlin, senang melihat Malik.


"Ya, Vlin. Aku ke sini buat menjemputmu, seperti yang Aku bilang sebelumnya." ujar Malik.


"Oh, Apa pak Aamauri udah tau?" ujar Gavlin.


"Sudah, Aku ke sini datang bersama Bos, Bos ada di dalam mobilnya menunggu kamu. Bos sengaja ikut ke sini jemput kamu, sebelum ke lokasinya Bellamy." Jelas Malik.


"Oh, begitu. Tunggu sebentar, Aku bilang pak Sarono dan Indri dulu." ujar Gavlin.


Gavlin sempat menoleh ke sebuah mobil milik Aamauri, namun, karena kaca mobil hitam dan gelap, Dia tak bisa melihat Aamauri yang duduk di jok belakang mobilnya.


"Ya, Vlin. Jangan lama lama, ya." ujar Malik.


"Okay." Jawab Gavlin.


Gavlin lalu bergegas pergi meninggalkan Malik yang lantas berdiri menunggu di teras rumah pak Sarono.


Gavlin masuk ke dalam kamar, Pak Sarono yang berdiri disamping ranjang melihat kedatangan Gavlin yang berjalan mendekat.


"Siapa yang datang nak Gavlin?" tanya Pak Sarono, ingin tahu.


"Malik Pak. Dia datang bersama yang lainnya, menjemput saya." ujar Gavlin, menjelaskan.


"Oh, begitu." Ujar pak Sarono.


"Kamu mau pergi kemana, Vlin?" ujar Indri, bertanya pada Gavlin.


"Aku dan Malik juga anggota gank pak Aamauri mau ke rumah Bellamy, Dia yang menyuruh orang untuk menyerang kita saat di gedung pernikahan itu." Jelas Gavlin.


"Oh, Hati hati, Vlin. Jangan sampai kamu terluka." ujar Indri, menatap cemas dan khawatir Gavlin.


"Kamu jangan khawatir, In. Aku akan menjaga diriku. Aku akan kembali ke sini secepatnya, begitu kami selesai membuat perhitungan dengan Bellamy." ujar Gavlin, menjelaskan pada Indri dan juga pak Sarono.


"Pergilah nak, Gavlin. Selesaikan urusanmu, lalu kembalilah pada Indri." ujar Pak Sarono, tersenyum menatap wajah Gavlin.


"Baik, Pak." ujar Gavlin, mengangguk hormat pada pak Sarono.


"Saya pergi Pak. Indri, Aku berangkat sekarang ya." ujar Gavlin pamit pada pak Sarono dan juga Indri.


"Iya, nak Gavlin." Jawab pak Sarono.


"Ya, Vlin. Pergilah. Aku menunggumu." ucap Indri, menatap lekat wajah Gavlin.


Gavlin mengangguk dan tersenyum pada Indri, lalu, Dia memberi hormat pada pak Sarono, kemudian, Gavlin bergegas pergi keluar dari dalam kamar.


Indri terlihat wajahnya cemas, Dia khawatir Gavlin terluka, pak Sarono melihat wajah Indri, Dia tahu, kalau anaknya cemas pada Gavlin.


"Kamu jangan cemas In. Bukan kali ini Gavlin menghadapi bahaya, Bukankah sebelumnya juga? Yakinlah, Gavlin akan baik baik saja, Dan kembali ke sini lagi, berkumpul bersama kita." ujar pak Sarono, menenangkan Indri.

__ADS_1


"Ya, Pak." ujar Indri, mengangguk.


Di luar rumah, Gavlin dan Malik masuk ke dalam mobil milik Malik, Lalu , mobil Aamauri dan 2 mobil anggota gank bergerak pergi meninggalkan halaman rumah, kemudian, mobil yang di kendarai Malik sebagai supirnya juga berjalan pergi meninggalkan rumah pak Sarono menuju lokasi tempat persembunyian Bellamy.


__ADS_2