VINDICTA ( BALAS DENDAM )

VINDICTA ( BALAS DENDAM )
Maafkan Aku , Jackson


__ADS_3

Malik Mulai bercerita tentang proses saat Dia membunuh seseorang yang lantas mayatnya di samarkan sebagai sosok Gavlin.


--- Flash Back ---


Malik pergi membawa Binsar dan meninggalkan Gavlin yang duduk terikat dengan kondisi pingsan dan mata ditutupi kain hitam.


Malik berjalan hendak pergi keluar dari dalam rumah Gavlin dengan membawa Binsar yang kedua tangannya di borgol kedepan. Sosok Pablo terlihat sedang mengintai Malik dari balik pohon besar yang tak jauh dari rumah Gavlin.


Saat Malik membuka pintu dan hendak keluar rumah, Dia kaget karena bertemu dengan Jackson, salah satu anggota gank mafia mereka.


"Mau apa kamu ke sini?" Tanya Malik , dengan wajah kaget melihat kedatangan Jackson.


"Aku kesini mau menemui Gavlin, ada pesan dari bos yang harus Aku sampaikan." Jelas Jackson.


Jackson melihat Malik membawa Binsar dengan kondisi tangan di borgol, dan dia juga melihat Malik menenteng tas ditangannya.


"Pesan apa?" Tanya Malik.


"Bos cuma nyuruh Aku bilang ke Gavlin, untuk datang ke markas, gak tau, mau apa." Ujar Jackson.


"Ya, sudah, nanti saja Aku yang sampaikan sama Gavlin." Ujar Malik, berusaha mencegah Jackson masuk ke dalam rumah.


"Gak bisa, Aku harus menyampaikannya langsung, karena Bos yang menugaskannya padaku!" Tegas Jackson.


Jackson ini orangnya penjilat dan suka cari muka dengan bos mereka, pak Aamauri, dan Malik sudah tahu tabiatnya, Malik juga sebenarnya tidak suka dengan Jackson yang kebanyakan gaya, seolah menjadi orang kepercayaan Pak Aamauri, padahal, tugasnya cuma jadi pesuruh saja, dan Dia bangga di suruh suruh ketua gank mafianya itu.


Dengan cuek Jackson berjalan hendak masuk ke dalam rumah, Malik berusaha menghalanginya, Dia khawatir, Jackson melihat Gavlin yang pingsan dan terikat di dalam ruangan.


"Apa apaan kamu!! Minggir !! Jangan menghalangiku, nanti ku laporkan bos!!" Tegas Jackson, mengancam Malik.


"Siapa orang ini?!" Tanya Jackson, menatap tajam wajah Malik dan juga Binsar.


"Kamu gak perlu tau urusanku." Ujar Malik, dengan raut wajah khawatirnya.


"Si Gavlin di ikat di dalam, Dia di pukul sampe pingsan sama orang ini." Ujar Binsar, tiba tiba bicara.


Mendengar perkataan Binsar, Malik geram dan menampar wajah Binsar dengan kuat, Jackson kaget mendengarnya.


"Sialan kamu !!" Bentak Malik, menampar Binsar.


"Apa katamu?!!" Jackson terperanjat kaget menatap tajam wajah Binsar dan Gavlin.


"Minggir kamu!!" Ujar Jackson sambil mendorong tubuh Malik hingga terjajar kesamping bersama Binsar.


Jackson lalu cepat berlari masuk ke dalam rumah, untuk memastikan kebenaran perkataan Binsar tadi.


Jackson masuk dan melihat Gavlin yang terikat di kursi, cepat dia mendekat dan membuka penutup wajah Gavlin.

__ADS_1


"Gavliin?!!" Ujar Jackson, tersentak kaget melihat Gavlin duduk pingsan dan terikat di bangku.


"Sialan Malik!!" ujar Jackson geram.


Jackson langsung berlari keluar dari dalam rumah untuk menemui Malik. Di luar, Malik sudah berdiri menunggu di halaman rumah, Binsar sudah dimasukkannya ke dalam mobilnya. Malik menyembunyikan pisau dibelakang tubuhnya.


"Bajingan kamu Malik!!" Bentak Jackson, mendekati Malik.


"Kenapa kamu membuat pingsan Gavlin dan mengikatnya, Jawab !!" Bentak Jackson marah.


Malik diam saja, berdiri diam ditempatnya dan menatap tajam wajah Jackson, melihat sikap Malik yang diam tak menjawab pertanyaannya, membuat Jackson semakin marah.


"Akan aku laporkan pada bos perbuatanmu ini!!" Hardik Jackson.


Jackson hendak pergi meninggalkan Malik dan berniat melapor pada pak Aamauri, pimpinannya, tentang Malik yang menyandera Gavlin .


"Berhenti Jackson, jangan ikut campur urusanku, atau kamu akan menyesal nanti!" Tegas Malik, menatap tajam wajah Jackson yang berdiri dihadapannya.


"Aku gak takut sama ancamanmu Malik!!" Bentak Jackson.


Jackson lantas bergegas pergi meninggalkan Malik, melihat Jackson yang pergi begitu saja Malik geram, Dia langsung berlari mengejar Jackson.


Jackson berjalan cepat menuju mobilnya, Malik berlari mengejar, dan langsung menusukkan pisaunya ke punggung Jackson.


Langkah kaki Jackson terhenti, Dia meringis kesakitan, karena punggungnya di tusuk pisau. Malik menghujamkan pisaunya berkali kali ke punggung Jackson.


Pisau di tangan Malik kembali menghujam ke dada Jackson, tusukan pisau berkali kali di dadanya membuat Jackson seketika rubuh di tanah, lalu mati meregang nyawa.


Malik terkesiap sadar, Dia syock mengetahui perbuatannya yang kalap membunuh Jackson, Dia terduduk di tanah, Diam sesaat menatap mayat Jackson yang terbaring ditanah.


Binsar dari dalam mobil takut melihat Malik yang begitu buasnya menikam tubuh Jackson hingga mati seketika , Dia takut, Malik membunuhnya, karena Dia tadi memberitahu pada Jackson tentang Gavlin yang dibuat pingsan Malik dan mengikatnya.


Sementara itu, dari balik pohon , Pablo terus mengawasi Malik yang terduduk di tanah sambil memegangi kepalanya dengan kedua tangannya menatap mayat Jackson.


"Maafkan Aku Jackson, Aku terpaksa membunuhmu, karena kamu akan menjadi penghalang dari rencanaku membantu Gavlin!!" Ujar Malik, penuh rasa menyesal.


Walau Dia tak suka dan benci pada Jackson karena sikap tengil dan kebanyakan gaya serta suka cari muka pada bosnya, namun sebenarnya Dia tak ingin membunuh Jackson , karena biar bagaimana pun, mereka semua saudara dan satu keluarga di bawah naungan gank mafia mereka.


"Kalo Aku gak membunuhmu, kamu pasti mengadu sama bos, dan Gavlin gagal membalas dendamnya membunuh Binsar, maafkan Aku Jackson." Ujar Malik menatap lekat wajah kaku Jackson yang terbaring di tanah.


Malik lalu tersadar dan cepat berdiri, Dia terlihat kebingungan sendirian, berusaha berfikir keras, mencari cara untuk melenyapkan mayat Jackson.


"Aku harus menyingkirkan mayat Jackson, agar gak ada yang tau, kalo dia mati di sini karena ku bunuh!" Ujar Malik, bicara sendiri.


Malik tak menyadari jika saat ini, segala macam perbuatannya sedang di lihat oleh Pablo yang sedang mengawasinya.


Malik lantas menemukan sebuah ide, untuk melenyapkan sosok Jackson, agar tak ada yang tahu dengan kematiannya.

__ADS_1


"Ya, Aku akan menjadikan Jackson sebagai Martir!" Ujar Malik, dengan wajah senangnya.


Lalu, Malik melihat sebuah bongkahan batu besar di tanah, tak jauh dari tempatnya berdiri, dengan cepat Malik mengambil batu itu, lalu, Dia menghujamkan batu besar ditangannya kewajah Jackson.


Beberapa kali Malik menghantamkan batu besar ke wajah Jackson hingga wajah Jackson yang mati jadi hancur berantakan dan tidak bisa dikenali lagi.


Malik lantas membuang batu besar, dan menatap wajah Jackson yang sudah hancur berlumuran darah akibat di pukul batu besar.


"Sekarang, gak akan ada yang mengenalmu." Ujar Malik.


Malik lantas hendak mengangkat dan menggotong tubuh Jackson, namun, Dia teringat akan sesuatu hal.


"Tunggu dulu, Aku harus menyamarkan kematian Jackson, ya, Aku akan membuat seolah olah dirinya Gavlin, yang nanti meledak hancur di dalam pesawat terkena bom bersama Binsar." Ujar Malik.


"Aku harus mengambil identitas Gavlin dan menyimpannya di kantong celana Jackson nantinya!" Ujarnya lagi.


Malik lantas cepat berlari masuk ke dalam rumahnya untuk mengambil kartu identitas milik Gavlin, Di dalam mobil, terlihat Binsar berusaha membuka pintu mobil, namun, usahanya sia sia, karena pintu mobil di kunci Malik, hingga Dia tak bisa keluar dan melarikan diri.



Di dalam rumah, Malik langsung mendekati Gavlin yang masih belum sadarkan diri itu , dengan cepat Malik mengambil dompet Gavlin dari kantong belakang celana Gavlin.


Malik membuka dompet milik Gavlin, dan mengambil kartu identitas milik Gavlin dan menyimpannya ke dalam kantong celananya.


Lalu, Malik menyimpan dompet Gavlin lagi ke dalam kantong belakang celana Gavlin.


Sebelum pergi, Malik menutup kain hitam di wajah Gavlin lagi, karena kain itu tadi di buka Jackson.


Setelah menutup wajah Gavlin , lalu, Malik cepat bergegas pergi dan segera meninggalkan Gavlin.


Malik keluar dari dalam rumah berlari menuju mobilnya.


Malik membuka bagasi mobil dan mengambil lembaran kertas yang sudah dia persiapkan sebelumnya, lalu , Malik kembali berlari masuk ke dalam rumah dan menempelkan lembaran kertas itu di dinding ruangan. Tepat di hadapan Gavlin.


Lalu, Malik kembali keluar rumah, Dia lantas segera menggotong mayat Jackson dan meletakkannya ke dalam bagasi mobil.


"Apa yang akan dilakukannya, dan mengapa dia membuat Gavlin pingsan? Aku harus mengikutinya dan mencari tau." Bathin Pablo.


Pablo terus mengamati Malik yang menyimpan mayat Jackson di dalam bagasi mobilnya, raut wajah Pablo tampak serius mengawasi perbuatan Malik.


Malik masuk ke dalam mobil, Dia tak tahu jika Pablo mengetahui perbuatannya memukul Gavlin sampai pingsan dan mengikatnya serta membunuh Jackson, temannya sendiri.


Mobil Malik mulai berjalan dan pergi meninggalkan halaman rumah, Pablo cepat bergegas ke mobilnya yang parkir di dekat pohon besar tempatnya bersembunyi.


Pablo masuk ke dalam mobil dan menyalakan mesin mobilnya, lalu, dengan cepat dia menjalankan mobilnya dan mengejar mobil Malik yang sudah melaju jauh di jalanan.


Pablo sengaja mengikuti Malik karena dia ingin tahu , apa yang akan di lakukan Malik selanjutnya nanti.

__ADS_1


__ADS_2