VINDICTA ( BALAS DENDAM )

VINDICTA ( BALAS DENDAM )
Mencari dan Menghancurkan


__ADS_3

Kemesraan antara Gavlin dan Maya berlanjut hingga ke dalam kamar.


Gavlin membawa Maya ke kamarnya, Maya tak menolak, dia mengikuti Gavlin.


Mereka berjalan sambil terus saling beradu bibir, saling *******. Setelah masuk ke dalam kamarnya.


Gavlin merebahkan tubuh Maya diatas kasurnya, dia lantas menindih tubuh Maya, bibir mereka masih berpagutan, saling *******.


Mereka benar benar tengah terbuai dengan asmara yang menggebu gebu.


Dengan cepat Gavlin membuka seluruh pakaiannya, Maya pun tak mau kalah, dia dengan cepat melucuti semua pakaian yang ada di tubuhnya.


Gavlin tersenyum senang penuh cinta memandangi tubuh mulus Maya yang tanpa ditutupi dengan sehelai benang pun.


Maya yang memang mencintai Gavlin jauh sebelum dia tahu jika Gavlin adalah Yanto, teman masa kecilnya dulu begitu sangat menuruti keinginan Gavlin untuk menyetubuhi dirinya.


Maya yang sudah sangat merindukan Gavlin, pasrah, dia membiarkan Gavlin menikmati tubuhnya.


Maka, terjadilah hubungan badan antara Gavlin dan Maya malam itu, didalam kamar Gavlin.


Maya sangat menikmati hubungan intim mereka, Gavlin sangat pandai memuaskan dirinya.


Maya terhanyut dalam kenikmatan yang tiada tara, baru kali ini dia merasakan bagaimana nikmatnya berhubungan intim.


Dia dapat merasakan, seluruh tubuhnya bergetar hebat, darahnya mengalir dengan cepatnya, sebab nafsunya sudah menggebu gebu.


Hampir 6 jam Maya di setubuhi Gavlin tak henti hentinya. Maya sangat bahagia, karena mendapatkan kenikmatan dari Gavlin.


Maya tak menyangka, Gavlin benar benar pria kuat dan tangguh, dia tahan berjam jam menyetubuhi Maya tanpa memakai obat kuat sedikitpun.


Dia teringat akan ucapan Linda saat itu, yang cerita tentang kehebatan dan ketangguhan Gavlin di atas ranjang.


Namun Maya yakin, Gavlin tidak memberikan kenikmatan menyeluruh pada Linda, tidak seperti dengannya.


Dia tahu, Karena cintanya yang begitu besar, dan kerinduan Gavlin pada dirinya , Gavlin pun melampiaskannya dengan menyetubuhi Maya, memberi kenikmatan Maya.


Dan Maya benar benar sangat menikmatinya,


Maya selesai memakai bajunya, begitu juga dengan Gavlin.


Maya berdiri didepan Gavlin, dia mengecup bibir Gavlin dengan lembut.


"Aku mencintaimu Vlin, entah kenapa, aku pun jatuh cinta padamu saat kita bertemu di cafe." Ujar Maya tersenyum.


"Terima kasih May, karena sudah mencintaiku." Ujar Gavlin tersenyum bahagia.


Maya mengangguk, mengiyakan. Dia menatap wajah Gavlin penuh cinta.


"Aku pulang ya Vlin." Ujar Maya tersenyum bahagia.


"Iya, hati hati May." Ujar Gavlin tersenyum.


"Iya Vlin." Angguk Maya.


Lantas, Maya pun keluar dari dalam kamar Gavlin, dia berjalan menuju ruang tamu ditemani Gavlin.


Maya membuka pintu rumah Gavlin, lalu cepat keluar, Gavlin melihati Maya yang berjalan menjauh dari pandangannya.


Setelah Maya menghilang dari pandangan matanya, Gavlin pun menutup pintu rumahnya.


Gavlin tidak menawarkan diri untuk mengantar pulang Maya, sebab dia tahu, Maya pasti menolak untuk diantar dia.


Suasana malam itu sudah sangat sepi, Maya tanpa rasa takut sedikitpun berjalan diatas trotoar jalan.


Dia berjalan kaki , sebab rumahnya tidak begitu jauh dari rumah Gavlin.


---


Gatot tampak tertidur di dalam kamarnya, pintunya terbuka, dia memang tak pernah menutup pintu kamarnya jika sedang tidur.


Dengan perlahan lahan, Maya membuka pintu rumahnya dengan kunci yang dia selalu bawa di dalam tasnya.

__ADS_1


Setelah dia menutup dan mengunci pintu rumah, dengan langkah pelan sambil menenteng sepatunya agar tidak berbunyi, Maya segera ke kamarnya.


Selintas Maya melirik kedalam kamar Ayahnya, dari pintu yang terbuka, Maya melihat jelas , kalau Ayahnya sudah nyenyak tidur.


Maya pun lantas segera masuk kedalam kamarnya, dengan cepat dia meletakkan sepatunya di atas rak sepatunya yang ada di dalam kamar.


Lantas Maya meletakkan tasnya diatas meja riasnya.


Kemudian, Maya melihat jam di dinding kamarnya. Pukul 01: 40 wib.


Sudah larut malam, Maya pun lantas merebahkan tubuhnya di atas kasur tanpa mengganti bajunya terlebih dulu.


Diatas kasur, Maya memegangi bibirnya, dia mengingat ingat kembali saat Gavlin mengecup lembut bibirnya.


Lalu wajah Maya memerah, dia mengingat saat saat Gavlin memberinya kenikmatan.


Maya sangat bahagia sekali, cinta semakin bersemi dihatinya kepada Gavlin.


Beberapa saat kemudian, Maya pun sudah terlelap tidur, dia tidur dengan nyenyaknya, karena dia baru benar benar merasakan, rasa lelahnya yang begitu hebat.


---


Pagi harinya, Maya tampak terburu buru karena dia kesiangan bangun, dia tak ingin telat datang ke tempat kerjanya.


Maya dengan tergesa gesa, hendak berangkat, dia melihat Ayahnya duduk di sofa ruang tamu sedang meminum kopi yang dibuatnya sendiri.


"Maya berangkat Yah." Ujar Maya tergesa gesa.


"Tunggu May." Ujar Gatot.


Maya pun berhenti melangkah, Gatot menghampiri Maya.


"Kamu kemana semalam, kenapa pulang larut malam?" Tanya Gatot.


Gatot menatap tajam wajah Maya yang diam dihadapannya.


"Ayah liat kamu belum ada dikamar jam dua belas malam, pas Ayah kebangun mau minum, jam tiga pagi, baru kamu ada di kamar ayah lihat." Ujar Gatot kesal.


"Aku ada acara Yah." Ujar Maya berbohong.


Maya kaget, dia terdiam, dalam hatinya, kenapa Ayahnya bisa tahu, kalau dia bersama Gavlin tadi malam.


"May, Ayah minta sama kamu, mulai hari ini, kamu jangan lagi berhubungan dan berteman dengan Gavlin." Ujar Gatot.


Maya kaget sekaligus heran, kenapa Ayahnya tiba tiba melarang dia berteman dengan Gavlin.


"Loh, memangnya ada apa dengan Gavlin, Ayah ada masalah sama Gavlin?" Ujar Maya.


Maya pun sedikit kesal pada Ayahnya, karena melarang dia bertemu Gavlin.


Maya kesal, disaat dia baru bertemu Gavlin, atau yang dia kenal bernama Yanto saat kecil, di saat cintanya bersemi pada Gavlin dan ingin selalu berduaan dengan Gavlin.


Ayahnya tiba tiba melarang dia bertemu Gavlin, Maya tak bisa menerima semua itu.


"Ayah gak bisa melarangku berteman dengan Gavlin." Ujar Maya kesal.


"May, Gavlin itu berbahaya, Ayah gak mau kamu terluka karena kamu ada di dekat dia !" Ujar Gatot.


Dia mulai sedikit marah pada Maya, karena Maya tidak mau dia larang untuk tidak lagi bertemu Gavlin.


"Apa alasan Ayah bilang Gavlin berbahaya buatku?!" Tanya Maya kesal.


Maya jadi berani sama Ayahnya, sebab dia tak suka , kalau Ayahnya mengatakan, bahwa Gavlin berbahaya, dan Gavlin bisa membuat dirinya terluka.


"Gavlin itu Yanto, teman masa kecilmu May !" Ujar Gatot.


Dengan terpaksa Gatot pun memberi tahu pada Maya siapa Gavlin.


Dengan tujuan, agar Maya mau menuruti permintaannya. Gatot sangat yakin, bahwa Gavlin adalah Yanto kecil yang dulu dia tolong.


Gatot semakin yakin setelah dia melihat rekaman cctv milik perusahaan rental crane.

__ADS_1


Dengan jelas dia bisa memastikan, bahwa Gavlin adalah Yanto kecil, karena dia menemukan kesamaan diantara mereka.


Dan Gatot juga yakin, setelah melihat rekaman cctv, bahwa Gavlin lah yang membunuh Mike dan membawa mayat Mike kerumah Bramantio.


Gatot semakin yakin, Gavlin membunuh Mike karena dendam masa lalu Gavlin, atau Yanto.


Namun, Gatot tidak mau gegabah menuduh Gavlin pembunuh Mike. Gatot masih mencari bukti bukti yang menguatkan tuduhannya terhadap Gavlin.


Dan Gatot berencana untuk bertemu dan bicara dari hati ke hati berdua dengan Gavlin.


"Aku udah tau Yah, aku tau Gavlin itu Yanto, teman masa kecilku dulu!" Ujar Maya.


Gatot terhenyak kaget, dia tak menyangka, kalau ternyata Maya juga sudah tahu, jika Gavlin adalah Yanto, teman Maya saat kecil dulu.


"Darimana kamu tau?" Tanya Gatot.


Dia menatap tajam wajah Maya, Gatot ingin tahu, bagaimana Maya bisa tahu, kalau Gavlin adalah Yanto.


"Gavlin masih menyimpan boneka kayu yang dia buat untuk adiknya, dan aku sangat mengenali boneka kayu itu, karena kami sedang bermain boneka kayu itu saat rumah Gavlin, atau Yanto terbakar." Ujar Maya.


Gatot terdiam mendengar penjelasan Maya.


"Selain itu, Gavlin juga menunjukkan bukti, photo saat dia kecil dulu, dan aku mengenali dia sebagai Yanto pas liat photonya !" Ujar Maya.


"Jadi kamu udah tau?" Ujar Gatot.


Gatotpun akhirnya mengerti dan Paham, bahwa Gavlin sendirilah yang bilang ke Maya, jika dia adalah Yanto, teman masa kecilnya.


Gatot baru tahu, bahwa selama ini Gavlin berpura pura tidak mengenali Maya.


Dan Gatot curiga, Gavlin sengaja melakukan itu, agar dia tidak mengenali Gavlin sebagai Yanto kecil yang dia kenal.


"Karena aku tau Gavlin itu temanku Yanto, aku mau tetap bersama Gavlin Yah." Ujar Maya.


"Aku gak mau berpisah lagi dengan Gavlin, aku sangat merindukan temanku Yanto!" Ujar Maya.


"Tapi May, Gavlin itu..."


"Gak ada tapi tapian Yah, Maya gak mau dengar Ayah mau bilang apapun juga!" Ujar Maya. Dia memotong ucapan Ayahnya.


Dengan kesal, Maya pun keluar dari dalam rumahnya, pergi meninggalkan Ayahnya sendirian.


Gatot terhenyak kaget mendengar perkataan Maya, dia tak menyangka, jika pertemuan Maya dengan Gavlin, atau Yanto, malah membuat Maya makin ingin dekat dengan Gavlin.


Gatot menarik nafasnya dalam dalam, dia berfikir, dia harus segera bertemu dengan Gavlin untuk membahas masalah jati diri Gavlin yang sebenarnya.


 


---


Siang itu, Gavlin sedang belanja di Mini market langganannya.


Saat dia mau keluar dari dalam Mini Market, dia melihat surat kabar yang terpajang di samping pintu masuk Mini Market.


Gavlin mengambil Surat kabar tersebut, lalu membayar ke kasir, Gavlin membeli surat kabar tersebut.


Karena ada yang sedang menarik perhatiannya pada surat kabar tersebut.


Gavlin lantas keluar dari dalam Mini Market.


Di halaman Mini Market, Gavlin pun melihat surat kabar yang ada ditangannya sambil tangannya menenteng kantong plastik belanjaannya.


Gavlin terhenyak kaget saat dia melihat sosok wajah seorang pria setengah baya terpampang di halaman utama surat kabar yang dia beli.


Gavlin terdiam, dia sangat mengingat wajah pria setengah baya yang ada di surat kabar tersebut.


Tiba tiba, wajah Gavlin terlihat menyeringai buas, wajahnya berubah menjadi marah, dia geram.


Matanya menatap liar penuh amarah dan dendam yang begitu besar pada sosok pria setengah baya yang ada didalam surat kabar tersebut.


Gavlin pun bertekat, mencari pria setengah baya tersebut, lalu dia akan menghancurkan pria setengah baya tersebut.

__ADS_1


Ya, Gavlin merencanakan untuk mencari dan menghancurkan pria yang ada di dalam surat kabar.


Dendam kesumat semakin menggebu di dalam diri Gavlin saat ini.


__ADS_2