
Akhirnya, Gavlin benar benar berangkat ke luar negeri, tepatnya ke negara Prancis, untuk mengejar dan memburu Binsar, tokoh kejahatan terbesar.
Gavlin baru saja tiba di Bandar Udara Paris-Charles de Gaulle (bahasa Prancis: Aéroport Paris-Charles de Gaulle), Bandara ini juga dikenal sebagai Bandar Udara Roissy (atau hanya Roissy dalam bahasa Prancis), Bandara ini terletak di kota Paris, Bandara ini adalah salah satu pusat penerbangan utama dunia, juga bandar udara internasional utama Prancis.
Gavlin berjalan keluar dari dalam ruang kedatangan para penumpang pesawat, kedua matanya liar mencari cari ke sana kemari, lalu, dia tersenyum senang, saat dia melihat seorang Pria seumuran dia berdiri dengan memegang kertas ditangannya dengan bertuliskan namanya 'Gavlin'.
Gavlin lalu segera menghampiri orang tersebut yang sudah menunggu dan menjemputnya di bandara tersebut.
Orang tersebut adalah Malik, teman dan sahabat baik Gavlin selama mereka aktif bersama menjadi anggota gank mafia di Prancis.
Malik asli dari Malaysia, sejak usia 19 tahun dia sudah tinggal di Prancis.
Malik senang melihat kedatangan Gavlin yang berjalan menghampirinya, dia langsung mengenali wajah Gavlin, karena penampilan dan wajah Gavlin tak berubah sedikitpun, tetap sama saja seperti dulu.
"Hai Vlin." Sapa Malik, saat Gavlin berdiri dihadapannya.
"Hai Lik , Apa kabar?" ujar Gavlin, tersenyum senang.
"Kabar baik, Vlin." jawab Malik.
Lalu, mereka berdua saling berpelukan, melepaskan kerinduan antara dua sahabat yang sudah bertahun tahun terpisah.
"Aku sangat senang sekali, begitu kamu mengabarkan, akan datang ke sini." ujar Malik, menjelaskan pada Gavlin.
Gavlin tak menjawab, dia hanya tersenyum senang menatap wajah Malik yang juga terlihat sangat senang sekali karena bisa bertemu lagi dengan Gavlin.
"Ayo, kita ke hotel, Vlin. Kamu pasti lelah dan mau istirahat dulu, sebelum mulai bekerja memburu mangsamu." ujar Malik, tersenyum senang menatap wajah Gavlin.
"Baiklah." Ujar Gavlin, mengangguk setuju.
Lantas, mereka berdua segera pergi dari tempat itu, Gavlin berjalan disamping Malik sambil mendorong tas kopernya.
Beberapa saat kemudian, mereka tiba di halaman parkir bandara, lalu, segera masuk ke dalam mobil, tas koper di simpan dalam bagasi mobil Malik.
Lalu, beberapa saat kemudian, Malik pun menyetir mobilnya, mereka berdua lantas segera pergi meninggalkan bandara untuk menuju ke hotel tempat Gavlin menginap selama ada di negara Prancis.
Malik menyetir mobilnya dengan tenang, mobil melaju dengan kecepatan sedang menyusuri jalan raya, Gavlin yang duduk di jok depan, disamping Malik yang menyetir, terus melihat keluar jendela mobil, sepanjang jalan mata Gavlin terus memandangi bangunan bangunan indah dan bagus serta megah.
"Paris sudah jauh berubah setelah aku pergi, Paris semakin berkembang pesat, bangunan bangunannya sangat indah dan megah." ujar Gavlin, penuh dengan kekaguman.
"Ya, Vlin. Di kota Paris ini, banyak sekali tempat tempat yang indah dan romantis, Kota Paris di sebut juga dengan City of Love, Kota penuh Cinta." ujar Malik, memberi penjelasan pada Gavlin sambil terus menyetir mobilnya.
"Kota Cinta?!" Ujar Gavlin, menoleh dan menatap wajah Malik yang sedang menyetir mobilnya.
"Ya, Vlin. Siapa tau aja, selama kamu di kota Paris, kamu menemukan seorang wanita." ujar Malik.
"Aku gak memikirkan hal itu, tujuanku ke sini bukan untuk bercinta." ujar Gavlin.
__ADS_1
"Ya, aku tau. Kan aku bilang, siapa tau. Gak harus nyari langsung." jelas Malik.
Gavlin lantas tersenyum kecil menatap wajah Malik, Malik juga ikut tersenyum. Mobil terus melaju di jalan raya dengan kecepatan sedang.
---
Akhirnya, Gavin dan Malik tiba juga di Hotel, Gavlin dan Malik lalu masuk ke ruang lobby Hotel tersebut.
Gavlin melihat nama Hotel tersebut. Hotel Plaza Athenee. Malik menatap wajah Gavlin yang tengah mengamati seluruh ruang lobby hotel.
"Aku udah boking kamar di hotel ini buatmu, hotel ini dibuat dengan bangunan layaknya istana, dan berdiri di salah satu area mode di Paris." jelas Malik pada Gavlin.
"Tempatnya strategis, Vlin. Hotel ini juga memiliki interior yang mewah dilengkapi dengan spa, pusat perbelanjaan dan restoran modern Alain Ducasse Michelin, kamu pasti nyaman selama menginap di hotel ini." jelas Malik, tersenyum senang menatap wajah Gavlin.
"Ya, Makasih , aku jadi merepotkanmu." ujar Gavlin, tersenyum senang menatap wajah Malik yang berdiri disampingnya.
"Tenang saja, kita sudah bertahun tahun tak bertemu, jadi, aku hanya ingin memberikan yang terbaik buatmu, melayanimu sebaik mungkin , agar kamu nyaman selama berada di negara Prancis ini." ujar Malik, memberi penjelasan pada Gavlin.
"Ya, Lik. Sekali lagi, terima kasih." ujar Gavlin.
Malik mengangguk, mengiyakan ucapan Gavlin, lalu, dia pun menemui receptionis, Gavlin berdiri diam memperhatikan Malik yang tengah bicara serius dengan receptionis.
Tak berapa lama, sang Receptionis memberikan kunci kamar pada Malik, Malik lantas berbalik badan dan menghampiri Gavlin.
"Yuk, kita ke kamarmu." Ajak Malik.
Saat mereka sudah berada di depan lift, tak lama kemudian, keluar dari dalam lift seorang wanita cantik seksi dan anggun dengan memakai topi lebar bersama seorang pria gagah berkulit putih dan kekar.
Wanita cantik itu berpapasan dengan Gavlin dan Malik. Saat Gavlin hendak berjalan masuk ke dalam lift, dia tersadar saat melihat wanita cantik tersebut.
"Indri?!!" Gumam Gavlin, tersadar.
Ya, Gavlin mengenali sosok wanita cantik itu sebagai Indri, kekasih hati yang terpisah lama darinya.
Gavlin tampak senang sekali karena tak sengaja dia bisa bertemu lagi dengan Indri di hotel itu.
Gavlin lantas hendak memanggil wanita cantik yang dianggapnya Indri, namun, pintu lift sudah menutup , dan wanita cantik sudah berjalan jauh dan masuk ke dalam restoran yang ada di lobby hotel bersama teman pria nya.
Gavlin menekan nekan tombol lift, agar pintunya kembali terbuka, Malik heran meĺihat sikap aneh Gavlin .
"Ada apa, Vlin? Kok tiba tiba kamu jadi aneh ?" tanya Malik, menatap heran wajah Gavlin.
"Aku harus keluar dari dalam lift ini." ujar Gavlin, dengan wajah seriusnya.
"Kamu mau apa?" tanya Malik semakin heran pada Gavlin.
"Wanita tadi, Lik. Wanita tadi, aku kenal sama dia, dia pacarku ! Indri namanya." tegas Gavlin, menatap serius wajah Malik yang berdiri heran disampingnya.
__ADS_1
"Kamu salah orang Vlin, mungkin sekilas sama wajahnya, tapi aku yakin wanita itu bukan pacarmu, apalagi dia tadi bersama seorang Pria, keluar dari dalam lift, artinya mereka pasangan yang menginap juga di kamar hotel ini." ujar Malik, menjelaskan dan memberi pengertian pada Gavlin.
Gavlin terdiam dan termangu setelah mendengar penjelasan Malik tersebut, wajahnya berubah sedih.
"Benarkah? Kalo memang dia Indri, artinya, dia sekarang sudah punya pasangan disini." gumam Gavlin, lirih dan getir.
"Sudahlah, Vlin, jangan di pikirkan, belum tentu wanita tadi itu pacarmu, jadi, kamu jangan menduga duga dulu." ujar Malik, mengingatkan Gavlin.
"Karena itu, aku harus melihatnya langsung, aku ingin memastikannya, Lik, apa benar, dia Indri, kekasihku atau bukan." ujar Gavlin menegaskan.
"Ya, nanti aku temani kamu nyari dan temui wanita itu, dia kan nginap di hotel ini, jadi jangan khawatir, kamu pasti akan bertemu lagi dengannya." ujar Malik menjelaskan pada Gavlin.
"Sekarang, kamu istirahat dulu, kamu pasti capek, karena habis melakukan perjalanan sangat jauh dan lama, belum lagi kamu mengalami jetlag ." ujar Malik, menegaskan.
Gavlin diam, dia menghela nafasnya, wajahnya terlihat masih menunjukkan rasa penasaran pada wanita yang tak sengaja bertemu dan berpapasan dengannya di depan lift tadi.
---
Singkatnya, Gavlin pun sudah berada di dalam kamarnya, dan pakaian pakaian sudah dikeluarkannya dari dalam tas koper dan dimasukkannya ke dalam lemari pakaian yang ada di dalam kamar yang sangat luas dan megah itu.
"Aku tinggal ya Vlin. Istirahatlah." ujar Malik.
"Tunggu, Lik. Temani aku makan, aku lapar, belum makan selama di perjalanan tadi." ujar Gavlin, menatap serius wajah Malik yang berdiri dihadapannya.
Gavlin masih penasaran dengan wanita cantik yang berpapasan dengan dirinya , dia yakin, kalau wanita itu adalah Indri, selain dia sangat kenal dengan wajah ayu dan cantik serta lembut Indri, dia juga sangat hapal dengan bau parfum yang dipakai Indri, dan dia tak pernah mengganti jenis dan merk parfumnya. Aroma parfumnya yang tercium Gavlin tadi di depan lift sama dengan aroma parfum yang biasa di pakai Indri dulu.
Gavlin beralasan lapar dan mengajak Malik makan, karena dia tadi melihat, Wanita yang mirip Indri masuk ke dalam restoran bersama teman prianya.
Selain makan, Gavlin ingin melihat dari dekat, apakah wanita cantik itu Indri atau bukan, dia ingin memastikannya, Gavlin tak tenang sebelum dia bisa memastikan dan meyakinkan dirinya bahwa wanita tersebut Indri atau bukan.
"Kamu mau makan dimana? Ayo aku antar, kita cari restoran restoran yang enak di kota paris ini." ujar Malik, menatap lekat wajah Gavlin yang berdiri dihadapannya.
"Kita makan di restoran lobby hotel ini aja. Aku capek, kalo harus cari makan di luaran." ujar Gavlin, menjelaskan pada Malik.
"Oh, gitu. Okay. Makanan direstoran hotel ini juga gak kalah enak dan lezat, makanan makanannya juga sudah sangat terkenal." ungkap Malik, tersenyum senang menatap wajah Gavlin.
"Ya, aku mau mencoba masakan restoran hotel ini." ujar Gavlin, tersenyum senang juga menatap wajah Malik yang berdiri dihadapannya.
"Ya, udah, ayo kita kesana sekarang." ujar Malik.
"Ya." Angguk Gavlin.
Lantas, Malik dan Gavlin bergegas pergi keluar dari dalam kamarnya, Di luar kamar, Gavlin lantas menutup pintu kamarnya, tidak lupa dia membawa kunci kamarnya , dia menyimpannya di dalam kantong celananya.
Lalu, mereka berdua berjalan menuju lift yang ada di koridor lantai kamar Gavlin menginap, mereka berdua berdiri menunggu di depan pintu lift.
Tak berapa lama menunggu, pintu lift lantas terbuka, Gavlin dan Malik segera masuk ke dalam lift yang kosong tak ada orang lain.
__ADS_1
Setelah mereka berdua masuk ke dalam lift, lalu, pintu lift pun tertutup secara otomatis. Lalu mulai bergerak ke lantai bawah, ke lobby hotel, tempat restoran berada.