
Gavlin berjalan ke sudut ruang rahasia, dia lantas menekan sebuah tombol yang ada di bawah meja kecil, lalu, dari bawah, terbukalah sebuah laci, yang di dalamnya sudah ada laptop.
Gavlin segera menyalakan laptopnya, kemudian, dia membuka menu layar cctv di laptopnya. lalu, dia mulai memutar rekaman cctv.
Gavlin melihat rekaman cctv yang dia pasang di sudut sudut ruang rahasianya, dia ingin tahu, siapa orang yang masuk ke dalam ruang rahasia dan membawa pergi mayat mayat warga kampung rawas yang dijadikannya patung lilin.
Wajah Gavlin tampak tegang dan menahan amarahnya, tatapan matanya tajam menatap ke layar monitor laptop, mengamati rekaman cctv.
Dari rekaman cctv dia melihat, Maya berjalan masuk ke dalam ruang rahasia, dan dari rekaman cctv dia melihat jelas bagaimana Maya pertama kali masuk lalu terperanjat kaget melihat sosok sosok mayat yang menjadi patung lilin.
"Mayaaa?!" ujar Gavlin, terhenyak kaget.
"Kenapa kamu lancang masuk ke ruang rahasiaku, May?!" ujar Gavlin marah dan ada rasa penyesalan pada dirinya.
Dia marah sekaligus menyesal, karena Maya sudah masuk ke dalam ruang rahasianya.
"May, apa yang harus aku lakukan padamu? Aku sudah berjanji, siapapun yang mengetahui mayat mayat yang kujadikan patung, aku harus membunuhnya, karena aku gak ingin orang tau tentang diriku sebenarnya." ujar Gavlin bicara dengan dirinya sendiri.
Lalu, Gavlin melihat lagi pada rekaman cctv di laptopnya, tak lama setelah Maya pergi keluar dari dalam ruang rahasia, Gavlin melihat lagi dari rekaman cctv, Maya datang kembali , dan kali ini dia masuk ke ruang rahasia bersama Gatot.
"Om Gatooot?!!" ujar Gavlin terhenyak kaget.
"Ooh Maaayy...!! Kenapa kamu gak bisa menjaga rahasiaku?!! Kenapa kamu harus mengadu pada Ayahmu, dan malah membawanya ke ruang rahasiaku?!!" teriak Gavlin, mulai marah.
Gavlin tampak mulai marah, dia tahu, pasti ini semua ulahnya Gatot, dan Gavlin sudah bisa menebak, bahwa Gatot lah yang telah menyingkirkan mayat mayat yang dia jadikan patung.
Dari rekaman cctv Gavlin jelas melihat bahwa Gatot memperhatikan patung patung lilinnya dan melihat ke ponselnya seakan sedang menyamakan wajah wajah patung dengan photo di ponselnya.
Gavlin tampak geram dan mulai marah, dia pun lantas mempercepat rekaman cctv, lalu, dia menghentikan rekaman cctv tepat di saat para petugas medis, penyidik kepolisian dan tim forensik masuk ke ruang rahasia.
Melihat banyaknya petugas penyidik kepolisian serta para petugas medis yang membawa mayat mayat yang dijadikan Gavlin patung lilin membuat Gavlin semakin meradang marah. Apalagi dia melihat Gatot ada di tengah tengah penyidik kepolisian dan tim forensik yang sedang menggeledah dan meneliti mayat mayat tersebut.
"Siaaaaalll !! Mengapa kalian lancaaang membawa milikku?!! Kamu gak berhak membawa patung patung itu Gatooootttt!!" teriak Gavlin, melampiaskan amarahnya.
Gavlin semakin marah, dan dia juga semakin yakin, bahwa ini ulah Gatot, Gatotlah yang telah mengerahkan kepolisian dan para medis untuk membawa mayat mayat para warga kampung rawas yang sebagiannya sudah menjadi patung lilin dan sebagian lagi belum.
Gavlin lantas mematikan layar laptopnya, dengan wajah geram penuh amarah, dia pun segera pergi keluar dari dalam ruang rahasia.
Gavlin keluar dari dalam ruang rahasia, dia lantas mencari Gatot dan juga Maya, wajahnya tampak menyimpan amarah yang membara.
"Mayaaaa !! Mayaaaa...dimana kamu, keluaaaarrr !!" teriak Gavlin sekencang kencangnya.
Maya tak ada, Gavlin semakin geram dan marah, dia yang memiliki kepribadian ganda,dan sebagai psikopat seketika berubah menjadi sosok yang bukan Gavlin. Namun sudah berubah menjadi iblis yang ada di dalam dirinya.
Dia sudah tak perduli dengan Maya ataupun Gatot, karena, yang mencintai Maya adalah Gavlin, bukan sosok iblis yang ada di dalam diri Gavlin sebagai orang yang mempunyai penyakit kepribadian ganda, dan dia juga sangat murka pada Gatot.
"Gaaaatooooottt...!! Keluaaarrr kamuuu!! Jangan sembunyi darikuuu!! Kamu harus bertanggung jawab atas perbuatanmu membawa mayat mayatkuuu!!" teriak Gavlin sekeras kerasnya.
Suaranya menggelegar ke seluruh ruangan rumah bawah tanahnya, namun, tak ada juga Maya dan Gatot. Gavlin pun mencari cari Gatot dan Maya ke seluruh ruangan yang ada, dia juga masuk ke dalam kamar Gatot dan juga Maya.
__ADS_1
Namun, Gavlin tak menemukan mereka berdua, pakaian pakaian Maya dan Gatot pun sudah tak ada di dalam lemari dalam kamar mereka. Gavlin semakin murka.
"Kuraaaang ajaaaar !! Setelah mengacak acak rumahku dan membawa mayat mayatku, kalian mau melarikan diri?!! Kalian gak akan bisa lolos darikuuu!! Kalian harus bertanggung jawab untuk mengembalikan barang milikku ituuu!!" teriak Gavlin, melampiaskan amarahnya.
Dengan wajah murkanya, Gavlin lantas bergegas jalan keluar dari dalam rumah bawah tanahnya itu, dia berniat untuk mencari Gatot dan juga Maya.
Tampak sekali kemarahan yang begitu besar dalam diri Gavlin, dia tak bisa menerima segala perbuatan Gatot yang sudah lancang membawa mayat mayat yang sudah menjadi miliknya, dan Gavlin ingin , Gatot bertanggung jawab serta mengembalikan mayat mayat miliknya tersebut.
Dengan cepat, Gavlin menjalankan mobilnya, dia pergi meninggalkan tempat persembunyiannya, untuk mencari keberadaan Gatot dan Maya.
Sambil menyetir mobilnya, Gavlin tampak memeriksa pistol ditangannya, peluru peluru terisi penuh dalam pistol, lalu, di simpannya pistol di pinggangnya.
Kemudian, Gavlin pun terus mengendarai mobilnya dengan kecepatan yang tinggi, dia menuju ke suatu tempat, dimana dia berfikir, akan bisa menemukan Gatot dan juga Maya.
---
Mobil Gavlin masuk ke halaman rumah Richard, Gavlin sengaja menemui Richard, karena dia berfikir, pastilah Richard tahu dimana Gatot dan Maya berada.
Gavlin mematikan mesin mobilnya, lalu, dengan cepat dia segera keluar dari dalam mobilnya, dengan wajah geram dan penuh amarah, dia berjalan ke arah rumah Richard.
Para petugas keamanan yang berjaga di halaman rumah dan teras rumah Richard menghampiri Gavlin yang berjalan mendekat ke arah rumah, melihat wajah Gavlin yang marah, para petugas keamanan segera menghadang langkah Gavlin.
"Berhenti!! Mau ketemu siapa kamu?" tanya seorang petugas keamanan dengan wajah garang dan galaknya.
Gavlin diam dan tak menjawab, dia dengan cepat menyerang petugas keamanan tersebut, Gavlin memukul petugas keamanan.
Para Petugas Keamanan lainnya yang melihat temannya di pukul Gavlin segera menyerang Gavlin, perkelahian pun terjadi, Gavlin melawan 5 petugas keamanan rumah Richard.
Lalu, Gavlin pun menembak ke lima penjaga keamanan, kelima penjaga keamanan seketika terkapar ditanah dan mati, Gavlin dengan geram dan marah memegang pistolnya.
Dia mengakhiri dengan cepat perkelahiannya dengan menembak para petugas keamanan, agar dia tak berlama lama menemui Richard.
Dari dalam rumah, Richard mendengar suara tembakan dari luar rumahnya, dia tampak kaget mendengar suara tembakan tersebut, belum sempat dia berjalan ke arah jendela rumah untuk melihat keluar rumahnya, pintu rumahnya sudah terbuka lebar.
Gavlin menendang kuat pintu rumah Richard hingga terbuka dan rusak, lalu, dengan wajah penuh amarah, Gavlin segera menghampiri Richard.
"Gavliiiin?!! Mau apa kamu ke sini?!!" bentak Richard marah.
Richard marah, karena Gavlin datang kerumahnya dan menghancurkan pintu rumah serta membunuh penjaga keamanannya.
Gavlin tak menjawab, dengan cepat Gavlin mendekati Richard, lalu, di cekiknya leher Richard kuat sambil menodongkan pistol ditangannya ke wajah Richard.
Istri Richard yang datang membawakan segelas teh panas di nampan kaget, melihat suaminya di cekik dan di todong pistol oleh Gavlin.
Nampan berisi gelas air teh panas pun terlepas dari tangannya, pecah berantakan di lantai.
"Jangan tembaaak suaamiikuu!!" teriak istri Richard ,histeris dan takut.
Richard melirik ke istrinya yang berdiri dibelakangnya dengan wajah ketakutan dan tubuh gemetar. Gavlin melihat ke arah istri Richard, dia geram menatap wajah Richard.
__ADS_1
"Dimana Gatot dan Maya?!! Dimana kamu sembunyikan mereka ?!!" bentak Gavlin.
"Apa maksudmu?!" tanya Richard, pura pura tak mengerti dengan pertanyaan Gavlin.
"Jangan pura pura tolol Richaaarrrdd!! Aku tau, kamu sama Gatot yang membawa mayat mayat milikku !!" bentak Gavlin penuh amarah.
"Karena mayat mayat itu kamu curi dari kamar jenazah, maka kami wajib mengambilnya kembali!!" tegas Richard, sambil susah payah bicara, karena lehernya di cekik Gavlin.
Tak sedikitpun ada rasa takut dalam diri Richard menghadapi Gavlin yang penuh amarah dan mencekik lehernya serta menodongkan pistol padanya. Dia malah menantang Gavlin.
"Kepaaaraaaat !! Kalian lancaaaanggg!! Kalian udah menantaaangkuuu!!" bentak Gavlin marah.
"Tolong hentikan, jangan sakiti suamiku, aku mohon!!" ujar Istri Richard dengan wajah penuh ketakutan.
"Kamu tenang saja bu, dia gak akan berani membunuhku!!" ujar Richard, berusaha menenangkan istrinya.
"Kamu kira aku gak berani membunuhmu?!! Bentak Gavlin marah.
"Siapapun gak ada yang bisa mencegahku!! Dan aku gak pernah takut dengan siapapun !! Sekalipun kamu kepala kepolisian, aku gak takut!!" bentak Gavlin penuh amarah.
"Tolong hentikan, jangan marah, kenapa kamu datang datang mau membunuh suamiku, apa salahnya?" tanya Istri Richard, berusaha menenangkan Gavlin yang marah.
"Karena dia udah membuatku marah !! Dia dan Gatot udah membangunkan Iblis dalam dirikuuu!!" bentak Gavlin berteriak, melampiaskan amarahnya.
Richard yang lehernya dicekik dan di todong pistol hanya tersenyum sinis mendengar perkataan Gavlin itu. Istri Richard diam sesaat, dia pun mengerti akhirnya, mengapa Gavlin sangat marah pada suaminya.
"Aku mohon padamu, lepaskan suamiku, jangan bunuh dia, tolong, kasihanilah aku. Aku gak bisa hidup tanpa suamiku." ujar Istri Richard.
Gavlin diam, dia menatap tajam wajah istri Richard yang tampak memelas dan bersedih serta memohon pada dirinya.
Gavlin pun geram, dia lantas menahan emosi amarahnya, dia menatap tajam wajah Richard dengan penuh emosi.
"Kalo kamu mau tau Gatot, dia dan anaknya ada di puncak, di sebuah Villa bernama Nawang, disana mereka bersembunyi." ujar Istri Richard memberi tahu Gavlin.
"Buuu...!! Hentikan !!" ujar Richard membentak istrinya.
Richard marah pada Istrinya, karena memberi tahu tempat persembunyian Gatot dan Maya, Gavlin pun tersenyum sinis menatap wajah Richard.
"Kali ini aku lepaskan kamu Richard! Kamu beruntung, karena istrimu udah bocorkan lokasi Gatot! Dan aku gak akan membunuhmu di depan istrimu!" ujar Gavlin geram.
"Ingat ! Kita akan bertemu lagi nanti, dan jika kamu juga Gatot gak kembalikan mayat mayat itu, Aku akan membunuh kalian !" bentak Gavlin, penuh amarah membara.
Gavlin lantas melepaskan tangannya yang mencekik leher Richard, dia kemudian menyimpan pistolnya di pinggangnya.
Gavlin lantas berbalik badan, dia berjalan pergi meninggalkan Richard. Diam diam Richard yang selalu membawa pistol di pinggangnya, cepat mengambil pistol dari pinggangnya.
Istri Richard melihat pistol diambil Richard, dia pun kaget, lalu segera berlari menghampiri Richard.
"Jangan tembak dia Paaaak !!" teriak Istri Richard.
__ADS_1
Peluru terlepas dari pistol ditangan Richard, Richard menembak Gavlin yang sedang berjalan keluar rumah, istri Richard mendorong tubuh suaminya agar tak menembak Gavlin.
Gavlin terhuyung, dia terkena peluru yang di tembakkan Richard, sementara Richard terbaring di lantai dengan posisi di tindih istrinya yang mendorongnya hingga jatuh tersungkur ke lantai.