VINDICTA ( BALAS DENDAM )

VINDICTA ( BALAS DENDAM )
Mendadak Terkenal


__ADS_3

Di dalam kegelapan malam, terlihat Gavlin dengan memakai pakaian serba hitam dan penutup wajah hitam ada di jalanan, dia tengah memasang beberapa bom yang ditanamkannya di jalanan tersebut.


Gavlin memasang bom di jalanan itu, dia tengah merencanakan sesuatu aksi yang besar dalam aksi balas dendamnya kepada orang orang yang sudah menghancurkan kehidupannya saat kecil dulu.


Sebelum meninggalkan tempat, Gavlin meneliti kembali letak bom bom yang ditanamnya di jalanan, setelah dia rasa aman, dan bom bom itu tertutup rapi, tertanam di tanah, lalu, dia pun bergegas pergi, menghilang dalam kegelapan malam.


Sementara itu, di dalam kamarnya, Richard tidak bisa tidur, dia tidak bisa memejamkan matanya, jika dia mencoba memejamkan matanya, maka, terlintas dalam pandangan dan pikirannya sosok Gavlin yang menghampirinya lalu menembaknya.


Beberapa kali Richard mencoba tidur lalu terbangun karena kaget dan bermimpi di tembak Gavlin. Karena itu, dia tak bisa nyaman dan tenang. Di atas kasurnya, dia duduk sambil bersandar di sandaran ranjangnya. Ditangannya, dia memegang pistol. Richard berjaga jaga, dan waspada, jika sewaktu waktu Gavlin datang menyerangnya.


Di halaman dan teras rumahnya, tampak para petugas polisi berjaga jaga, mereka ada 10 orang, bertugas jaga malam, Andre yang menyuruh mereka untuk berjaga dan melindungi Richard, karena Andre berfikir, Gavlin akan datang lagi menemui Richard di rumahnya untuk membunuh Richard, setelah sebelumnya dia gagal membunuh Richard.


Dan bukan saja di luar rumah para petugas polisi di minta untuk berjaga jaga. Namun, di dalam rumah, di tiap tiap ruangan dalam rumah Richard , dari lantai bawah hingga lantai atas rumahnya, ditempatkan dua petugas polisi berjaga jaga di setiap ruangan, dan di depan pintu kamar Richard, ada juga dua petugas polisi bersenjata lengkap berjaga jaga dan melindungi Richard di dalam kamar.


Seluruh rumah Richard di jaga ketat pihak kepolisian, mulai dari depan hingga samping dan belakang rumahnya, semua ada penjagaan dari pihak kepolisian.


Sebagai Pemimpin tertinggi di kepolisian dengan jabatan barunya sebagai Kapolri menggantikan Sutoyo yang mati, Richard mudah meminta penjagaan dan perlindungan pada satuan unit kepolisian yang menjadi anak buahnya.


Karena merasa nyawanya terancam, dan dia terus berada dalam bayang bayang teror Gavlin, Richard tak ingin mati konyol, dia pun meminta penjagaan ketat untuk dirinya dan juga rumahnya kepada Andre.


Sejak teror dari Gavlin menghantui dirinya dan fikirannya, serta sejak dia membunuh ke empat polisi dan juga istrinya, jiwa Richard rapuh, dia tidak tenang, mudah panik, dan cemas. Bahkan dia semakin sering berhalusinasi, merasa dirinya di ikuti terus oleh Gavlin yang mau membunuhnya.



Dari kejauhan, di atas sebuah pohon besar yang tinggi dan rindang daun serta dahannya, Gavlin berdiri diatas pohon sambil memegang teropong.


Dari atas pohon yang terletak di seberang jalan rumah Richard, Gavlin mengintai. Tak ada satu polisi yang berjaga dirumah Richard yang mengetahui keberadaan Gavlin di atas pohon.


Dari teropongnya Gavlin melihat, begitu banyaknya polisi yang berjaga jaga di sekeliling rumah Richard, dia pun lantas tersenyum sinis.


"Pengecut kamu Richard! Meminta perlindungan sama anak buahmu, gak berani menghadapiku sendiri." Gumam bathin Gavlin sinis.


"Baiklah Richard, aku akan memberikan hadiah kejutan buatmu." ujar Gavlin dengan geramnya.


Lalu, Gavlin yang berpakaian serba hitam itu pun lantas segera turun dari atas pohon tinggi dan besar itu , setelah dia turun dari pohon, dengan cepat Gavlin menyelinap berlari dan menghilang dalam kegelapan malam, sementara, di sekitar rumah Richard, para polisi masih berjaga jaga.


---


Keesokan paginya, beberapa kantor surat kabar mendapatkan kiriman copyan flash disk, beberapa kantor media cetak geger oleh adanya flash disk yang di kirim dari orang yang tak di kenal.


Bukan hanya kantor kantor media cetak surat kabar saja yang di kirimkan flash disk, namun, beberapa kantor televisi swasta pun menerima kiriman flash disk dari orang tak dikenal.

__ADS_1


Mereka semua di gegerkan dengan adanya flash disk, apalagi saat flash disk di nyalakan dan di cek. Seluruh karyawan kantor kantor media cetak surat kabar dan karyawan televisi syock dan kaget saat melihat isi dari flash disk, yang menampilkan rekaman gambar saat Richard menembak ke empat polisi, dan menembaki istrinya dengan kalap dalam rumahnya.


Para karyawan di kantor kantor media cetak dan televisi tampak bersemangat, karena mereka mendapatkan berita eksklusif secara gratis dari orang tak kenal. Mereka pun berlomba lomba untuk membuat berita utama di surat kabar surat kabar, dan juga menayangkan secara langsung rekaman cctv dari flash disk di televisi.



Seluruh warga yang tinggal di kota di gegerkan dan dikejutkan dengan berita yang ditayangkan televisi dan juga yang terpampang di surat kabar, mereka tak menyangka, Richard, seorang Kapolri, yang baru saja diangkat sebagai Kapolri telah membunuh empat anak buahnya dan istrinya sendiri di dalam rumahnya.



Seluruh warga yang menonton berita di televisi dan juga warga warga yang membaca surat kabar berisi tentang pembunuhan yang dilakukan Richard menjadi marah dan muak pada Richard sebagai Kapolri.


"Kapolri kok membunuh, bukannya mengayomi dan melindungi masyarakat, malah mencontohkan dirinya sebagai pembunuh berdarah dingin." celetuk salah seorang warga, yang menonton tv berisi berita tentang Richard di rumah makan padang.


"Iya ya. Menjijikkan. Kenapa sih dia yang terpilih jadi Kapolri?" ujar temannya.


"Tau. Mungkin karena dia kan sebelumnya wakil kepala polisi, jadi otomatis di angkat sebagai pengganti kali, tanpa melihat reputasinya." jelas seorang warga.


"Padahal masih banyak polisi baik yang pantas menjabat sebagai Kapolri. Tapi, ya, gitu deh." ujar temannya.


Seluruh warga membicarakan Richard, seketika, Richard menjadi buah bibir masyarakat luas, dan dia menjadi sangat terkenal, Richard terkenal sebagai pembunuh berdarah dingin yang tega membunuh istrinya sendiri yang tak bersalah padanya.


Richard tidak tahu, jika saat ini dia terkenal dan menjadi buah bibir masyarakat luas karena aksi kejahatan yang dia lakukan, Richard mengira, dirinya baik baik saja dan aman, karena setiap hari, para polisi selalu melindunginya, kemana pun dia pergi, polisi polisi selalu mengawal dan melindunginya.


---



Sementara, Andre duduk di kursi meja kerjanya sambil menatap laptopnya yang ada di atas meja kerjanya. Andre melihat layar laptop sambil memegangi kepalanya. Wajahnya terlihat syock dan kaget melihat layar monitor laptop.


Edo masuk ke dalam ruang kerja Andre, dan langsung mendekati Andre yang duduk diam di kursi sambil melihat layar laptopnya.


"Lapor, Pak. Ada berita penting yang ingin saya sampaikan." ujar Edo, dengan wajah tegang dan seriusnya.


"Berita apa?" tanya Andre datar, sambil terus melihat ke laptopnya tanpa melihat Edo yang berdiri disampingnya.


"Saat ini ramai berita tentang pak Richard !" ujar Edo, menegaskan.


Andre diam, dia membalikkan laptopnya, lalu memperlihatkan laptop miliknya pada Edo yang berdiri di sampingnya.


"Maksudmu tentang penembakan ini?" ujar Andre.

__ADS_1


Edo kaget, melihat di layar laptop sedang di tayangkan rekaman gambar cctv, dimana Richard membunuh para polisi dan istrinya di dalam rumah.


"Bapak sudah tau?" tanya Edo heran.


"Ya. Ada yang mengirimkan flash disk langsung padaku, kata petugas polisi yang dititipkan flash disk, ini untukku langsung. Aku pun menerima dan mengecek, aku mau tau isi flash disk ini." ujar Andre.


"Ternyata isinya mengejutkan. Aku gak nyangka, didalamnya ada rekaman pak Richard yang sedang menembak anak buahku." ujar Andre geram.


"Lantas, apa yang harus kita lakukan pada pak Richard?" tanya Edo, dengan tegang dan serius.


"Mau apa lagi? Sebagai penegak hukum, kita harus menangkap Pak Richard ! Bukti rekaman cctv sudah jelas, bahwa ternyata pelakunya pak Richard sendiri, dan dia telah memfitnah Gavlin sebagai pembunuh !" tegas Richard geram.


"Aku gak menyangka, pak Richard tega membunuh istrinya, juga anak buahku!" ujar Andre dengan wajah yang kecewa pada Richard.


"Tapi, Pak. Beliau kan Kapolri, bagaimana kita bisa menangkapnya?" tanya Edo cemas.


"Hei ! Aku gak perduli, sebagai Polisi aku harus utamakan keadilan, mau dia atasanku, pimpinanku, keluargaku, kalau dia penjahat dan pembunuh, dia wajib di tangkap dan di hukum ! Agar gak berkeliaran seenaknya membunuh orang di luaran sana!!" tegas Andre.


"Aku bukan anjingnya Richard yang mudah diperintah dan di suruh suruhnya ! Selama ini aku menuruti permintaannya, karena semuanya berhubungan dengan kasus yang kita selidiki! Jika urusan pribadi, aku gak akan mau membantu dan terlibat dengannya, paham kamu!" tegas Andre menatap tajam wajah Edo yang berdiri di sampingnya.


"Ya, saya paham, Pak." ujar Edo, mengangguk mengerti dan paham.


Andre lantas mematikan laptopnya, lalu, dia mengambil flash disk dari laptopnya, kemudian di simpannya dalam kantong celananya, Andre lalu berdiri.


"Kita temui pak Richard di ruangannya!" ujar Andre, dengan wajah seriusnya.


"Siap, Pak." jawab Edo, memberi hormat.


Lantas, Andre pun bergegas jalan keluar dari dalam ruang kerjanya, Edo segera berlari mengikutinya, dia juga keluar dari dalam ruang kerjanya.


Karena bukti jelas di flash disk yang di dapatkannya dari seseorang yang tak di kenal, Andre sebagai kapten polisi yang bertugas mengusut kasus pembunuhan yang terjadi di rumah Richard lantas bergegas untuk menangkap Richard. Andre tak perduli Richard Kapolri, Andre yang marah karena empat anak buahnya di bunuh bertekat akan menjebloskan Richard kedalam penjara.



Di dalam kamar sempit, dalam gudang besar dan luas milik Gavlin, terlihat Gavlin sedang menonton berita di televisi yang sedang menayangkan berita eksklusif tentang Richard.


"Mampus kamu Richard ! Kamu hancur sekarang!!" ujar Gavlin, tersenyum sinis menatap layar tv di atas meja.


"Sekarang, tinggal menjalani rencana selanjutnya, akan ada kejutan lainnya untukmu Richard." ujar Gavlin, dengan wajah geram dan menahan amarahnya.


Gavlin puas dengan berita yang di siarkan televisi serta surat kabar tentang Richard sebagai pelaku pembunuhan empat polisi dan istrinya. Dengan begitu, ruang gerak Richard semakin terbatas.

__ADS_1


Setelah Richard menjadi tersangka, mudah bagi Gavlin meringkus Richard lalu membunuhnya, karena Richard pasti tak akan lagi di istimewakan dan diberi penjagaan oleh pihak polisi, karena dia sudah menjadi tersangka.


__ADS_2