VINDICTA ( BALAS DENDAM )

VINDICTA ( BALAS DENDAM )
Hidup Bellamy Berakhir


__ADS_3

Gavlin berjalan santai dan dengan sikap tenang mendekati Bellamy yang berusaha keluar dari dalam mobilnya dan berdiri dengan susah payah.


Orang orang yang berkendara di jalan raya melihat kejadian tabrakan Bellamy itu, namun, tak ada satu pun diantara pengendara itu yang menghentikan kendaraan mereka dan memberi pertolongan pada Bellamy.


Mereka melihat hanya Gavlin seorang saja yang datang mendekat dan menghampiri Bellamy, mereka berfikir, Gavlin hendak menolong Bellamy.


Bellamy berhasil keluar dari dalam mobilnya, Dia lantas berdiri, dan melihat ke belakang. Bellamy geram melihat Gavlin datang mendekatinya.


"Setaaaann kamuuu!! l" Ujar Bellamy.


Tiba tiba saja Bellamy dengan penuh amarah berbalik dan mendekati Gavlin yang sedang berjalan ke arahnya. Bellamy mengamuk , langsung menyerang Gavlin.


Gavlin dengan sikap tenangnya langsung memberikan tendangan pada tubuh Bellamy hingga terjengkang jatuh ke aspal jalanan.


"Keparaat !! Kamu harus mati di tanganku !! Kamu sudah membunuh abangku!!" Bentak Bellamy marah pada Gavlin.


"Kamu salah sasaran bung ! Bukan Aku yang membunuh abangmu!!" Hardik Gavlin dengan sikap dingin dan tenangnya menatap tajam wajah Bellamy yang berada di aspal jalanan.


"Diam kamuuu!! Kamu juga terlibat dalam kematian abangku!! Jadi kamu harus mati juga !!" Bentak Bellamy marah.


Bellamy bangkit dan berdiri , lalu segera menerjang Gavlin , dan hendak memukulnya. Gavlin berkelit dan menghindar, pukulan Bellamy meleset.


Dengan mudah Gavlin memukul Bellamy, beberapa kali pukulan Gavlin mendarat di wajah dan perut Bellamy. Bellamy terjajar jajar kebelakang terkena hantaman pukulan dari Gavlin.


Orang orang yang berkendara di jalanan melihat perkelahian mereka, tapi, tak ada yang perduli, mereka membiarkan saja perkelahian itu terjadi.


Gavlin terus menghajar Bellamy, Bellamy berusaha melawan Gavlin. namun, apalah daya, Bellamy hanya berbekal ilmu bela diri seadanya, berbeda dengan Gavlin yang menguasai beberapa ilmu bela diri dari berbagai negara.


Dengan mudah Gavlin berhasil menaklukkan Bellamy, dengan satu tendangan memutar dari kaki Gavlin, tubuh Bellamy jatuh terjerembab ke aspal jalanan, sebab, rahangnya di tendang kuat kaki Gavlin.


Bellamy terkapar, tak bisa bangun lagi, terbaring diam di aspal jalanan, Gavlin tersenyum sinis menatapnya. Lalu, Gavlin membungkuk dan menarik rambut Bellamy.


Kemudian, Gavlin menyeret tubuh Bellamy yang pingsan dan terkapar itu, Dia menarik kuat rambut Bellamy, membawanya ke mobil Dia yang parkir tak jauh dari tempat kejadian tabrakan tersebut.


Orang orang diam saja melihat Gavlin menyeret Bellamy, sekali lagi mereka tak ada yang berani mengusik dan mencoba menolong Bellamy yang di seret Gavlin. Hanya ada beberapa orang saja yang diam diam merekam perkelahian Gavlin dan Bellamy dengan kamera ponsel mereka.


Mereka merekam semua kejadian tersebut, sampai Bellamy di masukkan ke dalam bagasi mobil Gavlin lalu mobil Gavlin segera pergi meninggalkan tempat kecelakaan tersebut.



Tak berapa lama setelah kepergian Gavlin membawa Bellamy , datang unit kepolisian lalu lintas ketempat tersebut. Mereka terlambat datang, dan sudah tak bertemu dengan Gavlin serta Bellamy.


Para Polisi itu cepat bergerak mengamankan jalanan dan melihat pada mobil Bellamy yang rusak parah dan terbalik, mereka tak melihat Bellamy, beberapa petugas polisi mengeluarkan korban kecelakaan dari dalam mobil yang menabrak tiang listrik, sebab menghantam mobil Bellamy tadi.

__ADS_1


Sementara itu, mobil Gavlin sudah pergi menjauh dan tak terlihat dari lokasi kejadian tersebut.


---


Di rumah tempat persembunyian Bellamy, berkumpul Aamauri dan Pablo serta anak buahnya. Tugas mereka sudah selesai, hanya tinggal menunggu kedatangan Gavlin saja.


Semua anak buah Bellamy sudah mati hangus terbakar, tak bersisa, karena di bakar hidup hidup oleh Pablo, begitu juga dengan rumah Bellamy, sudah terbakar dan menyisakan puing puing bekas pembakarannya saja.


"Sebaiknya kita kembali ke Markasmu, Aamauri, Aku khawatir, kalo kita berlama lama di sini pihak kepolisian datang ke sini." ujar Pablo, pada Aamauri.


"Kalo kita pergi, bagaimana dengan Gavlin, jika Dia datang ke sini dan kita gak ada ?" tanya Aamauri, pada Pablo.


"Coba kamu hubungi saja Gavlin, beritahu Dia, kalo kita semua menunggunya di markas kamu." Tegas Pablo.


Aamauri diam sesaat, Dia berfikir, lalu, mengangguk dan menatap lekat wajah Pablo yang berdiri di sampingnya.


"Baiklah, aku coba hubungi Gavlin dan memberi tahunya." Ujar Aamauri.


"Ya." Angguk Pablo.


"Astaga, Aku baru ingat !" Ujar Aamauri, tersentak sadar dan ingat.


"Apa?!!" Tanya Pablo heran.


"Masa Gavlin gak punya Hape?!" Ujar Pablo heran.


"Sejak Dia datang ke negara ini, dan mengejar musuhnya, Gavlin gak menggunakan Hape, Kalo pun Dia menghubungi temannya yang polisi di negaranya, Dia cuma memakai hape sekali pakai, lalu di buangnya." Ujar Aamauri, menjelaskan pada Pablo.


"Apa Gavlin berbuat itu, agar gak ada yang bisa melacak keberadaannya?!" Ujar Pablo.


"Ya, sepertinya begitu. Dia berusaha menghindar." Ujar Aamauri.


"Terus, jadinya kita tetap nunggu di sini?" tanya Pablo, menatap lekat wajah Aamauri.


"Begini saja, Akan aku suruh anak buahku menunggu Gavlin di sini, sementara kita pergi ke markas aku." Ujar Aamauri.


"Baiklah." Jawab Pablo.


Aamauri lalu menoleh dan melihat Malik yang sedang berdiri berkumpul bersama rekan rekan ganknya, tidak jauh dari tempat Aamauri dan Pablo berdiri saat ini.


"Maliiik !! Ke sini sebentar!!" Panggil Aamauri, dengan suara keras.


Malik menoleh dan mendengar panggilan dari Aamauri, Dia langsung bergegas menghampiri Aamauri.

__ADS_1


"Ya, Bos. Ada apa?" tanya Malik, berdiri di hadapan Aamauri dan juga Pablo.


"Kamu dan beberapa anggota gank kita tunggu Gavlin di sini, Saya dan pak Pablo serta anggota gank lainnya akan ke markas." Ujar Aamauri, menjelaskan pada Malik.


"Kalo Gavlin datang ke sini, segera ajak Dia untuk datang ke markas kita." Tegas Aamauri, memberi perintah pada Malik.


"Siap, Bos !!" Jawab Malik dengan mantap.


"Okay, kita pergi sekarang." Ujar Aamauri pada Pablo.


Pablo mengangguk, mengiyakan. Lalu mereka berdua bergegas jalan menuju mobilnya masing masing. Pablo dan Aamauri pergi dari lokasi tersebut, anggota anggota gank Aamauri dan Pablo juga ikut pergi, hanya tersisa Malik dan dua orang rekan gank mafianya saja menunggu.


Mereka duduk di tepi teras, terlihat dihadapan mereka beberapa bom ranjau yang berhasil mereka temukan di dalam tanah dan sudah di matikan, sehingga tak aktif lagi.


Malik dan dua rekannya menunggu ke datangan Gavlin ke tempat itu.


---


Sementara itu, Di sebuah tanah kosong yang lapang dan sangat luas, dengan di sekelilingnya di penuhi bukit bukit, Gavlin terlihat baru saja selesai memenggal leher dan kepala Bellamy.


Di tempat itu Gavlin membunuh Bellamy, Dia memenggal kepala Bellamy, sebagai wujud kekejamannya dan membalaskan perbuatan Bellamy yang sudah melukai Indri, wanita yang sangat dia cintai.


Gavlin berdiri memegang kepala Bellamy yang di penggalnya dan sudah terpisah dari tubuhnya. Gavlin menenteng kepala Bellamy, membawanya ke mobil, lalu menyimpannya dalam bagasi mobil.


Kemudian, Gavlin bergegas mengambil tubuh Bellamy yang sudah tanpa kepala itu, Dia menggotong dan membawanya ke tepi jurang yang ada di kaki bukit.


Lalu, Gavlin segera melemparkan tubuh tanpa kepala Bellamy ke dasar jurang, Gavlin tersenyum sinis melihat tubuh tanpa kepala itu melayang jatuh hingga kedalam dasar jurang tersebut.


Kemudian, Dengan tenangnya Gavlin berjalan kembali mendekati mobilnya, lalu, Dia masuk ke dalam mobil, menyalakan mesinnya, dan lantas segera menjalankan mobilnya, pergi meninggalkan tempat tersebut.


Selesai sudah tugas Gavlin membantai dan membunuh Bellamy yang coba coba menyerang dan ingin membunuh dirinya. Dengan wajah dingin Gavlin menyetir mobilnya, mobil melaju dengan kecepatan sedang, menyusuri jalanan raya yang sepi sunyi itu.



Sementara di teras rumah Bellamy yang sudah hangus terbakar dan menyisakan puing puing saja, Malik bersama dua rekannya masih bersabar menunggu kedatangan Gavlin ke tempat itu.


"Kamu yakin, Gavlin balik ke sini?" Tanya seorang rekan gank nya pada Malik.


"Aku yakin, Gavlin pergi bawa mobilku tadi, gak mungkin Dia membiarkan Aku sendirian di sini, Gavlin pasti ke sini lagi, paling nggak buat jemput Aku." ujar Malik, menjelaskan pada temannya.


"Oh, begitu. Oke lah, kita tunggu Gavlin." Ujar Rekan gank mafia Malik.


Mereka lalu saling diam, duduk menunggu kedatangan Gavlin ke tempat tersebut.

__ADS_1


__ADS_2