
Bramantio mendekati sosok Pria yang bersama Masayu di dalam kamar hotel.
Sosok Pria tersebut tertawa senang melihat kehadiran Bramantio di kamar hotel tersebut.
"Apa kabar bang Bram?" Ujar Sosok Pria tersenyum.
"Jafar ?!" Ujar Bramantio terhenyak kaget.
"Ya, dia Jafar ! Apa maksudmu mengikuti aku ke sini?!" Ujar Masayu marah pada Bramantio.
"Karena sikapmu aneh ! Aku ikuti kamu karena aku curiga, kamu menyembunyikan sesuatu dariku!!" Bentak Bramantio marah pada istrinya.
"Kamu terlalu curiga ! Makanya, jadi orang, jangan suka berpikir negatif, buruk sangka terus sama orang!" Ujar Masayu.
"Ngapain kamu datang kembali Far?" Tanya Bramantio pada Jafar.
Bramantio tidak perdulikan omongan Masayu, Bramantio lebih focus pada Jafar, dia heran, mengapa Jafar ada di kamar hotel tersebut.
"Aku sengaja pulang ke negara ini bang, bertahun tahun lamanya aku gak menginjakkan kakiku di negara kelahiranku ini." Ujar Jafar santai.
"Aku kan udah bilang sama kamu dulu , jangan pernah kembali ke Indonesia !! Kamu harus tetap menghilang, tinggal selamanya di luar negri, sebab, di sini, kamu dulu di buru Polisi karena kasus pembunuhanmu !!" Bentak Bramantio.
Bramantio melampiaskan amarahnya pada Jafar, karena dia tak suka Jafar pulang ke Indonesia. Sebab, dengan kepulangan Jafar, itu artinya, akan menambah masalah dirinya.
Jafar selama ini jadi buronan kepolisian, bertahun tahun Jafar masuk dalam daftar buruan orang yang paling di cari Polisi.
Dan, Bramantio tak ingin Jafar tertangkap, sebab, jika Jafar tertangkap, maka, dia pun akan hancur juga.
"Karena kasus pembunuhan itulah aku kembali ke negara ini bang." Ujar Jafar santai.
"Apa maksudmu?!" Tanya Bramantio jengkel.
"Aku tau, kalo ada orang di masa lalu kita yang mencoba coba membalas dendam, dan aku tau, orang orangmu dibantai !" Ujar Jafar sinis.
"Dari mana kamu tau?!" Tanya Bramantio membentak.
Dia heran, mengapa Jafar bisa tahu tentang pembantaian orang orang terdekatnya, dia bingung, mengapa Jafar yang tinggal di luar negeri bisa tahu masalahnya.
"Aku yang beri tau Jafar." Ujar Masayu bersikap dingin pada Bramantio.
"Kamu?!" Bramantio kaget memandang wajah sinis Masayu.
"Iya ! Aku sengaja telpon Jafar, memintanya untuk balik ke Indonesia, agar Jafar membantuku membalaskan dendamku !!" Bentak Masayu marah.
"Lancang kamu ! Kenapa kamu gak bilang dulu sama aku?! Kenapa kamu langsung main telpon dan nyuruh Jafar kembali ke negara ini?!!" Bentak Bramantio.
Bramantio berteriak keras penuh amarah pada Masayu, Masayu tersenyum sinis mendengar perkataan Bramantio.
"Karena aku kecewa denganmu!! Kamu diam saja, gak berbuat apa apa, sudah tau Mike dibunuh , tapi kamu gak cepat mencari pembunuh itu !!" Bentak Masayu.
Masayu pun melampiaskan amarahnya pada Bramantio.
Sebab Masayu kesal, Bramantio dianggapnya lambat untuk bertindak mencari pembunuh anaknya.
"Tenang bang Bram ! Aku akan memburu orang yang telah membunuh keponakanku Mike !" Ujar Jafar santai.
"Bagaimana kamu bisa berkeliaran bebas, jika kamu selama ini jadi buronan nomor satu Polisi Jafar ?!!" Bentak Bramantio marah.
"Santai Bang, santai ! Serahkan sama aku, tenang saja, aku pasti bisa menghindari polisi polisi yang mengejarku." Ujar Jafar santai.
"Polisi Polisi itu gak bakalan mengenaliku !" Ujar Jafar tersenyum sinis.
Jafar benar benar meremehkan aparat kepolisian, sebab, dia merasa, Polisi polisi tersebut tak becus bekerja.
Sebab, dengan mudahnya dia lolos dari jeratan hukum kasus pembunuhan lebih 18 tahun yang lalu.
"Kamu jangan gegabah Jafar ! Ingat ! Kalo kamu kali ini tertangkap, maka aku akan hancur bersamamu!! Dan aku gak mau itu terjadi, paham kamu!!" Bentak Bramantio emosi marah.
"Tenang Bang, aku gak akan melibatkanmu." Ujar Jafar santai.
"Dan kamu, kenapa kamu gak bilang terus terang, kalo yang kamu temui di hotel ini Jafar ?!" Tanya Bramantio pada Masayu.
"Karena aku sengaja gak mau kasih tau kamu, aku tau, kamu gak kan suka kalo tau Jafar pulang, kamu akan mencegahku untuk meminta Jafar balik ke negara ini !" Ujar Masayu sinis.
"Tapi setidaknya kamu bisa bilang, jadi aku gak bertindak sejauh ini, sampai menghancurkan pintu kamar hotel." Ujar Bramantio.
"Ya ganti aja pintunya, repot amat!" Jawab Masayu sinis pada Bramantio.
Bramantio terdiam mendengar ucapan istrinya, dia sangat jengkel dengan sikap istrinya yang sudah berani melawan dirinya sejak kematian Mike, anak mereka.
"Wah...wah...rupanya bang Bram benar benar sangat mencintai mbak Masayu, terbukti, bang Bram cemburu buta, dia sampe ikuti kamu mbak ke sini." ujar Jafar.
"Bang Bram kalap, dia pikir kamu berselingkuh dikamar hotel ini !" Ujar Jafar tertawa.
"Diam kamu Jafar !!" Bentak Bramantio marah.
Jafar pun terdiam di bentak Bramantio, sejahat apapun Jafar, tetap dia tunduk pada Bramantio.
Jafar sangat segan dan menghormati Bramantio, abang kandungnya tersebut.
"Kapan kamu datang ?" Tanya Bramantio pada Jafar.
__ADS_1
"Baru pagi tadi, aku langsung menghubungi mbak Masayu, sebab, mbak Masayu yang mengatur penginapanku, beliau yang menyuruhku menginap di hotel ini sementara waktu." Ujar Jafar santai.
Bramantio melirik kesal Masayu yang tampak cuek dan sinis pada dirinya.
"Sekarang, apa yang akan kamu lakukan ?!" Tanya Bramantio lagi pada Jafar.
"Istirahat, mandi air hangat, makan, lalu tidur, memulihkan staminaku yang lelah sebab melakukan perjalanan jauh, aku pegal berjam jam di dalam pesawat." Ujar Jafar santai.
"Baik, jika kamu mau menemuiku, kabari aku sebelumnya ! Jangan main langsung datang kerumah atau ke kantorku, kamu harus bilang dulu padaku !" Ujar Bramantio.
Bramantio tampak masih jengkel dengan Masayu dan Jafar.
Dia merasa sedang di permainkan Jafar dan Masayu, mereka berdua sekongkol, merahasiakan kedatangan Jafar, dan akan bertindak di belakang dirinya.
"Kamu pulang !" Ujar Bramantio pada Masayu.
"Pulang aja kamu duluan, aku nanti pulangnya, masih ada yang mau aku bicarakan dengan Jafar !" Ujar Masayu.
Bramantio semakin kesal mendengar jawaban Masayu, istrinya tersebut.
Dengan wajah kesal menahan marahnya, Bramantio pun lantas pergi keluar dari dalam kamar hotel meninggalkan Jafar bersama Masayu.
Bramantio tidak menaruh curiga pada Jafar, untuk itu dia membiarkan istrinya bersama Jafar.
Jafar nyengir melihat kepergian Bramantio yang membawa amarahnya itu.
Jafar pun lantas duduk di sofa kembali, Masayu berdiri didepannya.
"Sebaiknya kamu pindah kamar, pintu kamar ini rusak, dan pasti orang hotel akan memperbaikinya setelah mendapat ganti rugi dari Bramantio." Ujar Masayu.
"Atur aja, aku ikut mbak Masayu." ujar Jafar tersenyum.
"Ya sudah, aku akan urus pindah kamarmu." Ujar Masayu.
Jafar mengangguk mengiyakan, lalu Masayu pun keluar dari dalam kamar, meninggalkan Jafar sendirian di dalam kamar.
Jafar mengambil cerutu kubanya, dia membakar cerutu tersebut, lalu Jafar pun menikmati rokok cerutunya tersebut.
Di jalanan, wajah Bramantio tampak masih marah dan kesal pada Masayu, istrinya, dia juga marah pada Jafar, karena sudah berani melanggar perintahnya untuk tidak balik ke Indonesia.
Bramantio marah pada istrinya, sebab istrinya ikut campur dengan urusannya, serta istrinya dinilainya sudah lancang.
Dengan menyuruh Jafar pulang, artinya Masayu melibatkan Jafar dalam masalah mereka.
Dan, kehadiran Jafar dirasakan Bramantio akan menjadi halangan dan hambatan terbesar dirinya dalam memburu pembunuh anaknya dan orang orang terdekatnya.
Bramantio menarik nafasnya dalam dalam, lalu dia menginjak gas mobilnya, menambah kecepatan mobilnya.
Mobil Bramantio pun melaju dengan kecepatan tinggi menyusuri jalan raya.
Wajahnya terlihat menyimpan dendam yang membara, dendam itu siap meledak keluar dari dalam dirinya.
Bagaimana pun caranya, Bramantio bertekat untuk membalaskan dendam Mike, Samsul dan juga Jauhari yang telah mati di bunuh dengan sadis.
---
Di Hotel, Jafar sudah pindah kamar, Masayu memindahkan Jafar ke kamar Hotel yang lebih bagus dari sebelumnya, kamar Presidential Suite.
Jafar tampak senang, Masayu memilihkan kamar Presidential Suite untuknya.
"Waah, kenapa gak dari awal mbak milih kamar ini buatku?" Ujar Jafar dengan senang.
"Karena aku sebelumnya buru buru, yang penting kamu bisa istirahat dulu setelah kamu tiba di sini." Ucap Masayu.
"Rencananya memang aku akan memindahkan kamu ke kamar yang lebih bagus dan lebih nyaman lagi buatmu." Lanjutnya.
"Kebetulan, Bram merusak pintu kamar, sekalian aja aku pindahin kamu ke kamar ini." Ujar Masayu menjelaskan pada Jafar.
"Wah...wah...mbak memang sangat peduli padaku, gak berubah, dari dulu, mbak selalu memberikan yang terbaik buatku." Ujar Jafar senang.
Masayu tersenyum senang, dia pun lantas mendekati Jafar yang duduk di sofa mahal dalam kamar hotel tersebut.
Masayu berdiri tepat di depan Jafar, dia menatap tajam wajah Jafar yang tersenyum senang melihatnya.
"Sudah belasan tahun kita gak bertemu, mbak Masayu masih sama cantiknya seperti dulu." Ujar Jafar tersenyum genit.
"Kapan kamu bertindak dan mau membalaskan dendam Mike?" Tanya Masayu bersikap dingin menatap Jafar.
"Secepatnya, dalam beberapa hari kedepan, aku akan mulai beraksi memburunya." Ujar Jafar santai.
"Kamu harus bisa menangkap dan membunuh orang itu Far ! Kamu harus membalaskan dendamku dan juga Mike !" Ujar Masayu dengan wajah serius.
"Mbak tenang saja, aku akan beresin semuanya." Ujar Jafar santai.
Jafar lantas berdiri di hadapan Masayu , mereka berdiri berdekatan, Jafar menatap tajam wajah Masayu yang tampak serius tersebut.
"Apa yang mbak Masayu berikan sebagai hadiah kepulanganku ini dan imbalan membalaskan dendam mbak?" Ujar Jafar tersenyum.
Masayu diam sesaat, dia menatap tajam wajah Jafar yang sedang tersenyum genit padanya.
Masayu tahu, apa yang di inginkan Jafar dari dirinya.
__ADS_1
Perlahan lahan, Masayu membuka Blazernya, Jafar tersenyum senang melihat Masayu melepaskan Blazernya.
Lalu dengan perlahan lahan, Masayu membuka kancing kancing bajunya, lalu dia melepaskan bajunya dan melemparkannya ke lantai.
Jafar menyeringai penuh nafsu melihat Masayu melepaskan bajunya.
Jafar semakin bersemangat, saat Masayu melepaskan roknya.
Jafar memandangi tubuh Masayu yang sudah tidak memakai baju dan rok, hanya memakai dalaman atas dan bawahnya saja.
Jafar semakin bernafsu, Libidonya seketika tinggi, keinginan untuk bercinta muncul dalam dirinya.
"Kamu benar benar masih sama seperti dulu mbak, tubuhmu gak berubah, tetap langsing dan mulus, seperti pertama kali aku menyetubuhi kamu saat kamu berusia 20 tahun dulu." Ujar Jafar tersenyum penuh nafsu.
Tatapan matanya liar memandangi lekuk tubuh Masayu, birahinya memuncak saat ini.
Ternyata, jauh sebelumnya, Jafar dan Masayu pernah berhubungan badan berkali kali di belakang Bramantio.
Jafar yang memang kecanduan untuk bersetubuh tak bisa menahan hasratnya untuk menyetubuhi Masayu.
Masayu dulu sebenarnya menyukai Jafar, namun, dia terpaksa menikah dengan Bramantio, karena Bramantio memaksa dan mengancam almarhum orang tuanya.
Jika dia tak mau menikah dengan Bramantio, maka orang tuanya akan dibunuh.
Sebab itu Masayu menikah dengan Bramantio tanpa ada rasa cinta. Lalu dia terus menjalin hubungan dengan Jafar tanpa sepengetahuan Bramantio.
Hubungan mereka terputus saat kasus pembunuhan terjadi, dan dulu, Jafar harus pergi menghilang keluar negeri.
Namun, secara diam diam, selama ini mereka berdua tetap menjalin komunikasi tanpa sepengetahuan Bramantio.
Sebab itu, Masayu mudah menghubungi Jafar dan memintanya kembali pulang ke Indonesia.
Jafar yang sudah sangat lama merindukan Masayu pun senang, tanpa berpikir panjang dia pun menuruti keinginan Masayu untuk pulang.
Apalagi Jafar marah mendengar dari Masayu, jika Mike mati di bunuh.
Yang mengejutkan lagi, ternyata Mike adalah anak kandung Jafar.
Ya, Masayu hamil oleh Jafar, bukan karena Bramantio.
Sebab, dia lebih sering berhubungan badan dengan Jafar, dan hanya sesekali bahkan sangat jarang melakukannya dengan Bramantio.
Dan Bramantio sama sekali tidak tahu, jika selama ini, ternyata, anak yang sangat dia sayangi itu bukan darah dagingnya, tapi anak dari Jafar, adik kandungnya sendiri.
"Kamu bisa menyetubuhi aku sepuasmu sekarang Far. Aku pasrah, aku akan melayanimu sampai kapanpun kamu mau menyetubuhiku." Ujar Masayu tersenyum.
"Benarkah? Kamu mau melayaniku sepanjang hari? Kamu mau menemaniku di sini berhari hari?" Tanya Jafar serius.
"Ya, aku mau." Jawab Masayu tersenyum mesra.
"Bagaimana dengan Bram? Kalo kamu berhari hari gak pulang, dia pasti marah dan mencarimu !" Ujar Jafar mengingatkan Masayu.
"Kamu tenang saja, Bram biar jadi urusanku, seperti dulu, aku akan tetap bisa membohonginya." Ujar Masayu tersenyum mesra.
"Ya...ya...ya...aku percaya denganmu mbak." Ujar Jafar senang.
"Jangan panggil aku mbak Far, kita hanya berdua, kamu gak perlu memanggilku dengan sebutan itu." Ujar Masayu.
"Iya sayangku, cintaku yang sudah lama menghilang dariku." Ujar Jafar senang.
"Aku benar benar merindukanmu Far." Ujar Masayu bersungguh sungguh.
Tatapan mata Masayu penuh kerinduan pada Jafar. Jafar tersenyum senang menatap wajah cantik Masayu.
"Aku pun sangat merindukanmu Yu." Ujar Jafar tersenyum.
"Setubuhi aku Far, aku ingin segera bercinta denganmu, tapi kamu harus benar benar membalaskan dendam Mike, sebab dia anak kandungmu." Ujar Masayu.
"Iya, aku tau, aku pasti akan membalaskan dendam kematian anakku ! Aku datang memang untuk menuntut balas atas kematian anakku Mike !" Ujar Jafar geram.
"Makasih Far." Ujar Masayu tersenyum senang.
Masayu hendak melepaskan penutup dadanya, namun Jafar mencegahnya.
"Woow...wooow...jangan kamu lakukan, biarkan saja, biar aku yang akan melepaskannya nanti." Ujar Jafar penuh nafsu.
Masayu pun tak jadi melepas penutup dadanya, dia tersenyum mesra memandangi wajah Jafar yang sudah sangat bernafsu itu.
Untuk sesaat mereka berdua saling bertatapan, mereka sedang mencurahkan rasa rindu mereka.
Kemudian, Jafar pun mengecup bibir Masayu, Masayu menyambutnya, bibir mereka pun saling berpagutan.
Dengan sama sama penuh nafsu, mereka pun melepaskan nafsu birahi mereka.
Dan, terjadilah hubungan intim antara Jafar dan Masayu.
Masayu tersenyum senang, wajahnya tampak bahagia, dia menatap wajah Jafar yang berada diatasnya, menindihnya.
Masayu benar benar sangat menikmati bersetubuh dengan Jafar, dia membiarkan dirinya di setubuhi Jafar.
Sebab, sudah sangat lama dia tak mendapatkan pelayanan nafsu Jafar, tak pernah dia mendapatkan kenikmatan bercinta dari Bramantio.
__ADS_1
Dan sekarang, Masayu mendapatkannya dari Jafar, Jafar kuat dalam urusan bersetubuh, dan dia sangat pintar memuaskan wanita, karena memang itu salah satu keahlian Jafar, bersetubuh dengan banyak wanita selama hidupnya.
Masayu benar benar terhanyut dalam lautan asmara, dia benar benar sangat menikmati bersetubuh dengan Jafar.