VINDICTA ( BALAS DENDAM )

VINDICTA ( BALAS DENDAM )
Kekalahan Binsar


__ADS_3

Pertarungan sengit masih terjadi antar ke dua gank mafia, para anggota anggota gank mafia itu terlihat saling serang dan memukul.


Anggota gank mafia 'De Brain' pimpinan Acheel mulai terdesak, mereka tak bisa melawan anggota anggota gank mafia 'Seira Costa' pimpinan Aamauri.


Kekuatan dan ketangguhan anggota anggota gank mafia 'Seira Costa' berada jauh di atas gank mafia 'De Brain' levelnya. Itu sebabnya mereka menguasai dunia permafiaan diseluruh Prancis dan paling di takuti oleh gank gank mafia lainnya.


Karena mulai terdesak, para anggota gank mafia Acheel mengeluarkan senjata tajam mereka dari balik bajunya masing masing.


Anggota gank mafia Aamauri melihat itu tak mau kalah, mereka juga mengeluarkan senjata tajam yang sudah mereka persiapkan sebelumnya dan di simpan di belakang pinggang masing masing.


Lantas, perkelahian dengan menggunakan senjata tajam pun terjadi diantara kedua gank mafia tersebut. Kedua gank saling menyerang dan berusaha menyabet senjata tajamnya ke tubuh lawan, berusaha melukai lawan lawannya.


Karena perkelahian menggunakan senjata tajam , maka, pertumpahan darah pun terjadi dari kedua belah pihak. Namun, banyak korban dari anggota gank 'De Brain' , Karena ketangguhan dan kekejaman anggota gank mafia Aamauri, mengakibatkan banyak anak buah Acheel yang mati terbunuh dalam perkelahian sengit itu.


Sementara, Acheel tampak berusaha mengimbangi Malik yang terus menyerang dan menghajarnya, Acheel semakin terdesak, berkali kali dia terkena pukulan Malik, Acheel benar benar tak mampu menghindari serangan Malik yang begitu cepat dan tak terduga itu.


Saat Malik menyerang dan menggerakkan tangannya , Acheel mengira, Malik akan memukulnya, namun, ternyata, itu hanya pancingan, Malik malah menendang Acheel hingga dia tersungkur.


Acheel babak belur di buat Malik, menyadari kondisi tubuhnya mulai melemah, dan dia semakin terdesak, Acheel cepat mengambil pisau dari balik pinggangnya.


Lalu, dengan pisau ditangannya, Acheel menyerang Malik. Namun, hujaman pisaunya meleset, karena Malik berhasil menghindar.


Naas bagi Acheel, saat dia kembali mencoba menghujamkan pisaunya ke tubuh Malik, dengan gerakan yang cepat, Malik berhasil menangkap tangan Acheel dan merebut pisau dari tangannya.


Lalu, dengan pisau itu Malik cepat menghujamkannya ke perut dan dada Acheel berkali kali, hingga Acheel muntah darah, dan perut serta dadanya terluka parah, lalu mengeluarkan darah segar.


Acheel kemudian jatuh tersungkur ke lantai ruangan, dia sudah tak berdaya menghadapi Malik yang ilmu bela dirinya berada diatasnya.


Dengan satu tikaman ke dada Acheel, Acheel pun akhirnya meregang nyawa, hidupnya berakhir ditangan Malik. Acheel terkapar mati.


Melihat ketua gank nya mati di tikam Malik, para anggota gank mafia Acheel terlihat panik, mereka berusaha kabur untuk menyelamatkan diri masing masing.


Tapi, Anak buah Aamauri tak membiarkan mereka kabur, mereka mengejar dan menyerang dengan menyabetkan senjata tajamnya membabi buta pada para anggota gank mafia Acheel.


Sesaat kemudian, pertarungan usai, para anggota gank mafia Acheel semuanya mati, tak ada yang lolos maupun hidup, mereka di bantai dengan kejam oleh anggota gank mafia 'Seira Costa'.


Dari pertarungan tersebut terlihat, bagaimana kebengisan anggota gank mafia Aamauri saat bertarung, itu sebabnya mereka sangat di takuti. Karena mereka kuat dan jago dalam berkelahi, mereka seperti sekelompok tentara bayaran saja.



Kita kembali ke dalam ruangan, dimana saat ini Binsar tengah mengancam nyawa Aamauri dengan pistol ditangannya.

__ADS_1


"Kamu akan mati ditanganku, Aamauri." ujar Binsar, tersenyum sinis menatap wajah Aamauri.


Aamauri tetap diam dan tenang, namun, kedua matanya tajam menatap jemari tangan Binsar yang memegang pelatuk pistolnya. Perlahan lahan Aamauri mengangkat tangannya yang memegang pisau.


Saat kedua mata Aamauri melihat jari tangan Binsar mulai bergerak hendak menekan pelatuk pistolnya, dengan gerakan cepat dan tak terduga Aamauri melemparkan pisau ditangannya ke arah Binsar.


Dia melempar pisaunya sambil membungkukkan tubuhnya ke samping untuk menghindar dari tembakan.


Pisau yang dilempar Aamauri mengenai lengan tangan Binsar, Binsar kaget dan meringis sakit , melihat pisau menancap di lengannya. Dan pistol terlepas dari genggaman tangannya, namun, sebelum terlepas, Binsar masih sempat melepaskan peluru dari pistolnya. Itu sebabnya Aamauri menghindar, karena dia tahu, saat pisaunya mengenai tangan Binsar, pistol pasti akan meledak .


Dengan wajah penuh amarah dan menahan sakitnya, Binsar mencabut pisau yang menancap dilengannya.


Aamauri tak menunggu lama, dia langsung menyerang Binsar, perkelahian pun terjadi antara Binsar dan Aamauri.


Binsar yang memegang pisau mencoba melawan Aamauri, dan dari samping ruangan, Gavlin mendengar perkelahian itu.


"Mereka sepertinya berkelahi, aku harus kesana sekarang juga. Siapa tau, Pak Aamauri di keroyok!" Gumam Gavlin.


Karena tak sabar menunggu dan berlama lama berdiam diri dalam ruangan tempat dia bersembunyi, Gavlin akhirnya nekat keluar dari dalam ruangan tanpa menunggu perintah Aamauri.


Wajah Gavlin terlihat tegang, dia cepat berlari keluar dari dalam ruangan.


Saat dia berada diluar ruangan, dia kaget, karena banyak mayat tergeletak di lantai berlumuran darah, Dia tahu, telah terjadi pertarungan antar gank di tempat itu.


Perkelahian antara aamauri dan Binsar dimenangi dengan mudah oleh Aamauri, karena ternyata, Binsar tidak memiliki ilmu bela diri seperti Aamauri, Binsar juga tak bisa berkelahi. Karena itu, dengan mudahnya Aamauri bisa mengalahkannya.


Tangan Binsar dipelintir kebelakang oleh Aamauri, dan dia memegangi tangan Binsar dengan kuat, lalu, dia menekan wajah Binsar ke meja besar dan panjang yang ada dalam ruangan tersebut. Binsar terlihat meringis menahan sakitnya, akibat tangannya dipelintir Aamauri, dan satu tangannya lagi terluka akibat terkena pisau yang dilemparkan Aamauri tadi.


Gavlin lantas masuk ke dalam ruangan, dia kaget melihat Binsar sudah di bekuk Aamauri, Gavlin segera mendekati Aamauri.


"Bapak berhasil mengalahkannya." ujar Gavlin, menatap wajah Aamauri yang masih memelintir tangan Binsar dan menekan kepalanya pada meja.


"Dia gak bisa apa apa ngelawan Bapak, Vlin." ujar Aamauri, tersenyum senang menatap wajah Gavlin.


Aamauri lantas mengangkat tubuh Binsar , Binsar lantas berdiri dihadapan Gavlin, sambil tangannya masih di pelintir kebelakang dan di pegang kuat Aamauri.


"Gavliin?!! Ternyata, ini semua rencanamu?!" ujar Binsar geram, sambil menahan sakit ditangannya.


"Ya, Binsar. Akhirnya, kita ketemu juga. Aku sengaja mengejarmu sampai ke negara ini, agar bisa membalaskan dendam Bapakku dan membunuhmu!!" ungkap Gavlin, menatap tajam wajah Binsar yang kaget melihat Gavlin ada di hadapannya.


Gavlin tampak sangat marah sekali melihat Binsar, dia geram, ingin rasanya saat itu juga dia mematahkan leher Binsar dan membunuhnya. Namun, dia tepis pikirannya untuk membunuh Binsar diruangan itu.

__ADS_1


"Kamu beruntung, aku gak akan membunuhmu disini, karena aku sudah berjanji akan membawamu pulang ke negara kita!" tegas Gavlin, menatap tajam wajah Binsar.


"Kalian bedebah semuanya!!" Teriak Binsar, penuh emosi marah.


Gavlin tak membalas perkataan Binsar, Dia hanya tersenyum sinis menatap wajah Binsar yang tampak marah itu.


"Sekarang, Bapak serahkan dia padamu, Vlin!" ujar Aamauri, menatap wajah Gavlin yang berdiri di hadapannya.


Sesaat kemudian , Malik datang , dia masuk ke dalam ruangan dan segera mendekati Gavlin.


"Dia berhasil ditangkap, Vlin." ujar Malik pada Gavlin.


"Ya, Pak Aamauri yang membekuknya." ucap Gavlin.


Malik mengangguk, mengiyakan perkataan Gavlin. Lalu, dia mengambil borgol yang sudah dia siapkan di pinggangnya.


Dengan borgol yang dibawanya, Malik cepat memborgol kedua tangan Binsar. Binsar masih terlihat meringis menahan sakitnya. Luka di lengan tangannya akibat terkena pisau, terus mengeluarkan darah sedikit demi sedikit.


"Bawa dia ke Markas, Lik." ujar Gavlin pada Malik.


"Baik, Vlin." ujar Malik.


Gavlin lantas menyerahkan Binsar pada Malik. Lalu, Malik pun segera membawa keluar Binsar, Aamauri mendekati Gavlin, dia menepuk nepuk bahu Gavlin.


"Akhirnya, misimu selesai , Vlin. Kamu berhasil menangkap Binsar, orang yang paling kamu buru selama ini." ujar Aamauri, tersenyum senang menatap Gavlin.


"Ya, Pak. Tapi , Saya gak akan bisa menangkap Binsar semudah ini, tanpa bantuan Bapak dan teman teman anggota gank kita." ungkap Gavlin, berterima kasih pada Aamauri.


"Kita adalah keluarga, Vlin. Wajib saling bantu membantu, itu motto dari gank kita. Siapa pun dari kita, wajib di bantu dan di tolong." ujar Aamauri, menjelaskan dengan serius pada Gavlin.


"Ya, Pak." Angguk gavlin, tersenyum senang.


"Ayo kita balik ke markas." ujar Aamauri , mengajak Gavlin.


"Baik, Pak." Angguk Gavlin.


Lalu, mereka berdua pun bergegas keluar dari dalam ruangan tersebut.


Sementara, Binsar sudah dibawa Malik yang ditemani para anggota gank mafianya.


Sepanjang jalan menyusuri lorong ruangan restoran jepang, Binsar melihat mayat mayat tergeletak di lantai, dia tahu, mayat mayat itu anggota gank mafia Acheel, Dia mengenalinya dari seragam yang mereka pakai.

__ADS_1


Lalu, Binsar juga melihat Acheel yang tergeletak di lantai ruangan dengan luka lukanya yang cukup parah, Binsar akhirnya tahu, kalau Acheel juga mati terbunuh dalam pertarungan antar gank tersebut.


Gavlin dan Aamauri berjalan saling beriringan berdua meninggalkan ruangan restoran jepang tersebut.


__ADS_2