
Jafar terus mengendarai motornya dengan kecepatan tinggi, sesekali dia menoleh ke belakang, dia melihat, jauh di belakangnya, mobil Gavlin terlihat melaju dengan kecepatan tinggi menuju ke arahnya.
Jafar pun semakin menambah kecepatan laju kendaraan motornya, dia berusaha untuk bisa lepas dari kejaran Gavlin.
Jafar berbelok di sebuah pertigaan jalan dengan mengebut, mobil Gavlin melesat semakin mendekat, mobil Gavlin juga berbelok ke arah motor Jafar pergi.
Dari dalam mobil Gavlin sambil menyetir mobilnya menatap tajam ke arah motor Jafar yang melaju di depannya. Wajah Gavlin terlihat geram dan sangat marah, dia benar benar ingin segera menghabisi Jafar yang mencoba melarikan diri.
Motor Jafar kembali berbelok ke sebuah jalanan, Gavlin melihatnya, Gavlin tahu, ke arah mana motor Jafar pergi, lalu, dengan cepat, Gavlin membanting stir, dia belok ke jalan lain yang berbeda dengan jalan yang di lalui Jafar.
Sementara itu, didalam mobilnya, Gatot baru saja mendengarkan radio panggil polisi yang ada di dalam mobilnya.
Gatot mendapatkan informasi, bahwasanya telah terjadi aksi kejar kejaran di jalanan sekitar jalan Adi Sucipto, dari informasi radio polisi di ketahui, bahwa nomor plat motor dan mobil adalah nomor plat yang sama dengan plat motor serta mobil yang di curi dan telah di laporkan petugas kepolisian yang mengejar Jafar.
Mendapatkan informasi tersebut, dengan cepat Gatot lantas membanting stir mobilnya, dia pun dengan cepat memutar balik mobilnya, dan segera meluncur ke arah jalanan yang disampaikan oleh polisi di radio panggil kepolisian dalam mobilnya.
Mobil Gatot melaju dengan cepatnya di jalan raya menuju jalanan sekitar Adi Sucipto untuk mengejar Jafar. Sementara, mobil mobil tim penyidik kepolisian mengikuti mobil Gatot dari belakangnya.
Motor Jafar terus melintas dengan kecepatan tinggi di jalanan, tiba tiba, muncul mobil Gavlin dari arah jalan lain, mobil Gavlin melaju dengan kecepatan tinggi ke arah motor Jafar yang tengah melaju dijalanan, Gavlin ternyata memotong jalan, dia tahu, jalanan yang di pilih Jafar hanya untuk satu jalur, dan kemana tembusnya jalanan yang di lalui Jafar, Gavlin tahu, makanya dia memotong jalan, mengambil jalan pintas agar dia bisa mengejar motor Jafar.
Mobil Gavlin melaju cepat, dan semakin dekat dengan motor Jafar, melihat motor Jafar sudah sangat dekat, Gavlin pun menginjak gas mobil, menambah kecepatan mobilnya.
Jafar diatas motornya menoleh kebelakang, dia melihat mobil Gavlin sudah ada di belakang dan sangat dekat dengan motornya. Jafar marah sekaligus bingung, mengapa mobil Gavlin bisa mengejarnya dan tiba tiba sudah ada di belakangnya. Jafar tak tahu, kalau Gavlin mengambil jalan pintas.
Sementara, mobil Gatot dan mobil para petugas penyidik kepolisian melaju cepat di jalanan, dan mereka sudah memasuki jalanan sekitar jalan Adi Sucipto.
Dengan di pandu oleh radio polisi di dalam mobilnya, Gatot mengarahkan mobilnya ke arah dimana saat ini motor Jafar sedang kejar kejaran dengan mobil Gavlin.
Mobil Gavlin berhasil mendekati motor Jafar, kini mobilnya berada disamping Jafar, Jafar diatas motornya kaget melihat mobil sudah ada di sampingnya, Jafar pun menambah kecepatan motornya, begitu juga dengan Gavlin, dia terus mengejar Jafar dan memepet motornya, Gavlin tidak akan melepaskan Jafar.
Tiba tiba, Gavlin membanting stir mobilnya, body mobil menghantam samping motor, dan motor Jafar pun terdorong dan terpental, Jafar yang mengendarai motornya gugup.
Motor melaju dengan tak stabil, mobil Gavlin terus menabrakkan body mobilnya ke motor, hingga akhirnya motor Jafar pun terjatuh, tubuh Jafar yang masih di atas motor terseret di atas aspal jalanan.
Mobil Gavlin melaju melewati motor Jafar yang terjatuh dan terseret hancur di aspal jalan. Jafar meringis kesakitan di atas aspal. lengan tangannya terluka, akibat terkena dan terseret motor di aspal jalan.
Mobil Gavlin berhenti di depan, tidak jauh dari motor Jafar terjatuh. Mobil Gatot dan pasukannya terlihat dikejauhan melaju ke arah Gavlin dan Jafar.
Gavlin dengan cepat segera keluar dari dalam mobilnya, dia segera berjalan cepat menghampiri Jafar yang masih tergeletak di aspal sambil memegangi lengannya yang terluka akibat terkena aspal jalanan. Jafar juga memegangi dada kirinya yang terluka akibat terkena pisau belati Gavlin saat dirumah makan.
Wajah Gavlin terlihat sangat marah sekali, tatapan matanya tajam penuh amarah berjalan sambil melihat ke arah Jafar.
__ADS_1
Jafar melihat Gavlin yang berjalan dengan langkah cepat kearahnya, Jafar pun berusaha melepaskan kakinya yang di tindih motornya saat terjatuh dan terseret di aspal jalanan.
Jafar berhasil melepaskan kakinya dari tindihan motor, saat dia hendak berdiri, Gavlin sudah mendekat, dengan cepat, Sebuah tendangan mengarah ke wajah Jafar.
Jafar pun terhuyung dan terpental ke samping, dia lantas berusaha untuk berdiri, walau kakinya terasa sakit akibat tertindih motor dan terseret di aspal jalanan.
Gavlin dan Jafar saat ini berada di atas sebuah jembatan layang, yang dibawahnya ada air sungai yang mengalir sangat deras sekali.
Gavlin mendekati Jafar, dia lantas menghajar Jafar, Jafar pun di pukuli Gavlin. Jafar terhuyung huyung dan terjajar jajar di pukulin Gavlin.
Saat ada kesempatan, Jafar pun mencoba memberi perlawanan pada Gavlin, Jafar lantas menyerang Gavlin yang hendak memukulnya.
Perkelahian pun terjadi diantara Gavlin dan Jafar diatas jembatan layang, Gavlin dengan penuh amarah terus menyerang Jafar yang mencoba bertahan dan memberi perlawanan.
Mobil Gatot dan pasukannya semakin mendekat ke arah Gavlin dan Jafar yang sedang berkelahi.
Dari dalam mobilnya Gatot melihat jelas, Jafar sedang berkelahi dengan Gavlin.
"Gavliiin?!! Ternyata dia yang memakai mobil curian dan mengejar Jafar ! Tapi kenapa dia bisa lolos? Ah, siaaal !! Pasti Gavlin membunuh anak buahku!!" Gumam Gatot, sambil terus menyetir mobilnya mendekati Jafar dan Gavlin.
Jafar dan Gavlin masih duel, Jafar semakin terpojok, dengan luka di dada kiri, serta lengan tangan dan kakinya, Jafar lemah, apalagi dia sudah kelelahan dan kehabisan tenaga sebelumnya karena terus berlari lari di kejar Gatot dan pasukannya.
Gavlin menghajar Jafar habis habisan, Jafar terjajar jajar, dia terjepit dan bersandar di pagar besi pembatas jembatan layang, Gavlin memukul Jafar, lalu, Gavlin mencengkram leher Jafar dengan kuat di pinggir pagar besi pembatas jembatan layang.
Gavlin dengan sekuat tenaga memukuli wajah Jafar, wajah Jafar pun menerima pukulan Gavlin dan berdarah. Lalu, Gavlin mencekik leher Jafar dengan sekuat tenaga. Gavlin ingin membunuh Jafar saat ini juga.
"Hentikan Gavlin !!" bentak Gatot.
Tiba tiba saja, Gatot dan pasukannya sudah berdiri di belakang Jafar dan Gavlin, Gavlin kaget mendengar suara Gatot yang membentaknya dan memintanya untuk melepaskan Jafar.
Gatot dan pasukannya bersiap siaga, mereka semua menodongkan pistolnya ke arah Gavlin yang saat ini mencekik kuat leher Jafar di pingggir pagar besi pembatas jembatan layang.
Wajah Gavlin geram dan marah, dia mencengkram leher Jafar, lalu berbalik menghadap Gatot dan pasukannya.
"Lepaskan dia Gavlin, Jangan bunuh Jafar, serahkan dia padaku, biar Jafar di proses secara hukum!" ujar Gatot, sambil mengarahkan pistolnya pada Gavlin.
Gavlin tersenyum sinis mendengar perkataan Gatot, Gavlin lalu tertawa kecil, dia yang tak pernah percaya dengan polisi dan segala macam bentuk hukum mentertawakan perkataan Gatot.
"Vlin, sudah cukup kamu balas dendam! Jafar pelaku utama yang membunuh ibumu dan juga menjebak Bapakmu sudah berhasil kamu tangkap ! Sekarang, jangan lagi kamu kotori tanganmu dengan darah Jafar!!" tegas Gatot, mencoba untuk menenangkan dan menyadarkan Gavlin.
"Jangan ikut campur urusanku, dia harus mati! Aku gak akan berhenti sebelum manusia laknat ini mati di tanganku!!" bentak Gavlin dengan penuh amarah.
__ADS_1
Gavlin mencekik leher Jafar semakin kuat, Jafar tampak semakin susah bernafas, dia berusaha melepaskan cengkraman tangan Gavlin, namun Gavlin memegang tangan Jafar dan memelintirnya ke belakang, Jafar pun tak bisa bergerak.
"Jika kamu membunuh Jafar , Aku akan menembakmu, Vlin !!" bentak Gatot.
"Silahkan, tembak saja aku ! Sekalipun kamu mengancam akan menembakku, gak akan ku lepaskan Jafar dari cengkraman tanganku!! Dia harus mati ditanganku!!" bentak Gavlin, melampiaskan amarahnya.
Gatot pun terdiam, dia lantas bersiap siap, pistol tetap diarahkannya pada Gavlin, Gatot dan pasukannya bersiap siap, jika saja tiba tiba Gavlin membunuh Jafar di hadapan mereka.
"Sebaiknya minggir kalian semua!! Jangan halangi aku membunuh Jafar !! Aku gak pernah percaya dengan hukum kalian !!" bentak Gavlin.
"Hukum kalian udah menghancurkan kehidupan masa kecilku dulu ! Hukum kalian udah membuatku menderita ! Hukum kalian membuat Bapakku meregang nyawa dan mati!! Orang tuaku mati dan aku hancur karena kebusukan permainan hukum hukum kalian !!" teriak Gavlin penuh amarah yang membara.
Gatot pun terdiam berdiri di tempatnya, dia tak membantah apa yang baru saja di katakan Gavlin, Gatot tahu dan paham bagaimana hancurnya perasaan Gavlin. Gatot juga tahu, bahwa memang hukum tidak berpihak pada Gavlin dan kedua orang tuanya dulu.
Dan Gatot bisa memaklumi dan memahami kemarahan Gavlin dan kebencian Gavlin pada Para penegak hukum.
"Matilah kamu Jafaaaar !!" Bentak Gavlin dengan geram dan penuh amarah.
Gavlin pun mencekik kuat leher Jafar, kemudian, satu tangannya lagi mencengkram rambut Jafar, Gavlin tampak mau mematahkan leher Jafar.
Sebuah peluru melesat dan mengenai tangan Gavlin, Gavlin pun terhuyung bersandar di pagar besi pembatas jembatan, tangan Gavlin pun terlepas dari leher Jafar.
Jafar dengan cepat menunduk dan menghindari tembakan, sebuah peluru kembali melesat dan menghantam tubuh Gavlin.
"Jangan tembaaaak !!" teriak Gatot.
Gatot membentak marah, karena tanpa aba aba darinya, pasukannya menembak Gavlin. Peluru peluru menghantam tubuh Gavlin.
Gavlin terhuyung huyung dan terjajar jajar di pinggir pagar besi pembatas jembatan, Jafar berjongkok dan menunduk, dia menghindari peluru peluru yang melesat ke arah Gavlin.
Lantas, tubuh Gavlin pun terjatuh dari pagar besi pembatas jembatan layang. Tubuh Gavlin melayang jatuh ke air sungai yang mengalir deras.
"Gaaaaavliiinnn !!" teriak Gatot.
Gatot segera berlari ke pinggir pagar besi pembatas, dia melihat ke bawah, air sungai mengalir deras, dan tubuh Gavlin tak terlihat di dalam air sungai.
Para Petugas Kepolisian cepat meringkus dan memborgol Jafar, lalu, dua petugas kepolisian segera membawa Jafar yang sudah di borgol ke dalam mobil.
Gatot bersandar di pinggir pagar besi pembatas, dia melihat ke bawah, pada air sungai yang mengalir deras, Gatot pun menangis, dia menangis karena melihat Gavlin terjatuh dan di tembak.
Gatot sangat menyesali perbuatan pasukannya, yang mengambil keputusan menembak Gavlin tanpa menunggu aba aba dari dirinya.
__ADS_1
Gatot menangis menyesali semua yang telah terjadi, dia tak menyangka, Gavlin berakhir dengan tertembak dan terjatuh di air sungai, dibawah jembatan layang.