
Jafar masih merintih dan meringis kesakitan karena kedua tangan dan kedua kakinya depan belakang di tembak Gavlin.
Gavlin merasa berisik dengan erangan Jafar, dia pun semakin marah pada Jafar.
"Diam kamu Setaaan !!" bentak Gavlin marah.
Dia lantas menendang wajah Jafar, Jafar langsung tersungkur jatuh ketanah. Gavlin meludahi wajah Jafar yang rebah di atas tanah.
Lalu Gavlin berjalan mendekati Gatot, Gatot yang tak berfikir macam macam pada Gavlin tetap bersikap baik pada Gavlin.
Gavlin berdiri diam di hadapan Gatot dan Maya, Maya berdiri disamping Gatot. Maya heran melihat wajah Gavlin yang sadis, yang membuat Maya semakin heran, tak sedikit pun Gavlin melihat dirinya yang berdiri di samping Gatot.
"Aku senang, kamu masih hidup, Vlin." ujar Gatot, tersenyum senang.
Gavlin diam, dia menatap tajam wajah Gatot yang tersenyum padanya, Gavlin menggeretakkan giginya, dia menahan geram dan marahnya pada Gatot.
"Kembalikan barang barang milikku yang kamu curi!" ujar Gavlin, dengan sikap dinginnya.
Gavlin menatap tajam wajah Gatot yang tampak heran mendengar perkataan Gavlin kepadanya.
"Barang apa maksudmu?" tanya Gatot, heran dan bingung.
"Jangan pura pura bego, Gatot !!" bentak Gavlin marah.
Mendengar teriakan dan bentakan Gavlin pada Ayahnya, Maya pun terperanjat kaget, dia menjadi takut pada Gavlin. Maya melihat, diri Gavlin bukanlah sosok Gavlin yang selama ini dia kenal, Maya merasa asing dengan sosok Gavlin yang saat ini berdiri di hadapan Ayahnya dan juga dia.
"Kamu membawa patung patung lilinku Gatot !! Dan aku minta, kamu kembalikan patung patung itu!!" bentak Gavlin marah.
"Patung? Itu bukan patung, sadarlah Gavlin ! Itu mayat mayat warga kampung rawas yang kamu curi dari kamar jenazah !! Itu hak kepolisian, bukan milikmu!! Makanya aku mengambilnya kembali dan memindahkan ketempatnya semula!!" ujar Gatot menjelaskan.
"Diam kamu!! Itu semua milikku!! Kalian yang mengambilnya !! Cepat kembalikan Gatot ! Atau aku bunuh kamu!!" bentak Gavlin marah.
Gavlin lantas mengarahkan pistolnya tepat di dahi Gatot, Gatot berdiri tegak dan diam, dia menatap lekat wajah Gavlin yang penuh amarah membara itu.
"Bunuh saja aku Gavlin !! Aku pantas mati!!" ujar Gatot, tegar.
"Vlin !! Jangan bunuh Ayahku, aku mohon!!" ujar Maya.
Maya takut dan cemas, dia lantas berdiri di depan Ayahnya, dan menghalangi Gavlin, agar tak bisa menembak Ayahnya.
Pistol Gavlin kini mengarah pada dahi Maya, sebab, Maya sudah menggantikan posisi ayahnya berdiri.
"Minggir, May. Jangan ikut campur!! Aku akan menyelesaikan urusanku dengan dia !!" bentak Gavlin.
"Nggak, aku gak akan menyingkir dari tempatku!! Kalo mau tembak, tembak kami berdua Vlin !!" ujar maya menantang Gavlin.
Gavlin geram mendengar perkataan Maya, dia menatap tajam wajah Maya yang berdiri di depannya menghalangi Ayahnya dengan sikap menantang.
"Urusanmu denganku nanti akan ku selesaikan, setelah aku menyudahi urusanku dengan Gatot, minggir kamu!!" bentak Gavlin.
Gavlin lantas dengan kasar mendorong tubuh Maya, Maya pun lantas terjajar ke samping, dia kaget, dan tak menyangka, Gavlin tega berbuat kasar pada dirinya.
__ADS_1
"Vlin ? Kamu mengasariku?" ujar Maya sedih.
Gavlin diam, dia tak perduli dengan perkataan Maya, Gavlin terus menatap tajam wajah Gatot, lalu, dia kembali mengarahkan pistolnya ke kepala Gatot yang berdiri tepat di depan dirinya.
"Katakan!! Di mana patung patung itu kamu simpan ?!" hardik Gavlin marah.
"Aku kembalikan ke kamar jenazah! Dan kamu gak akan bisa mencurinya lagi, karena di ruangan itu, sudah di buat pengamanan ketat, siapapun yang mencoba masuk dan mencurinya, akan mati terbunuh!!" ujar Gatot, mencoba menjelaskan situasi kamar jenazah pada Gavlin.
"Gak usah ngomong banyak Gatot!! Cukup bilang aja dimana patungku!! Aku gak perduli dengan semua yang kamu katakan itu!!" bentak Gavlin marah.
"Vlin, sadarlah, kita ini sedang di adu domba, semua ini siasat Richard, Richard sengaja mengadu kita agar bermusuhan dan saling bunuh, semua Richard lakukan demi jabatan dan kekuasaan!!" ungkap Gatot, mencoba menjelaskan pada Gavlin.
"Sadarlah, musuhmu bukan aku, Vlin. Sejak kamu kecil, aku tetap menjadi teman dan pelindungmu, aku gak pernah mengkhianatimu!" tegas Gatot, dengan wajah serius dan bersungguh sungguh.
"Diam kamu !! Kalo kamu melindungiku, kamu gak akan membiarkan anak buahmu menembakku di atas jembatan layang !!" bentak Gavlin marah.
"Aku marah padamu. Bukannya menembak Jafar, tapi kalian malah menyelamatkan bedebah itu dan malah menembakku !!'bentak Gavlin marah.
"Aku gak bisa memaafkan perbuatanmu itu padaku Gatot!!" bentak Gavlin.
Gatot terdiam ditempatnya, dia tak bisa berkata apapun juga mendengar perkataan Gavlin. Gatot sadar, memang itu semua kesalahan dirinya. Sebagai Komandan Kepolisian, dia tak bisa mencegah anak buahnya agar tidak menembak Gavlin saat itu. Namun semua sudah terlambat, dia sadar, tak guna menyesali semua yang telah terjadi.
"Ya, Vlin. Aku salah, karena membiarkanmu di tembak oleh anak buahku." ungkap Gatot lirih.
Jafar yang terbaring ditanah, tampak bersusah payah merangkak, dia hendak mengambil pistol miliknya yang tergeletak di depan, tidak jauh darinya.
Dengan menahan rasa sakit dikedua tangan dan kakinya, Jafar merangkak perlahan ditanah, mendekati pistolnya.
"Bagus, kalo kamu menyadari kesalahanmu!! Tapi bukan berarti aku lantas memaafkan perbuatanmu itu!! Aku tetap akan membunuhmu!!" bentak Gavlin marah.
"Sekali lagi aku bilang, itu bukan milikmu !!" bentak Gatot.
Gatot berusaha menyadarkan Gavlin, agar tidak terus mengira, bahwa mayat mayat para warga kampung rawas yang dijadikannya patung itu sebagai milik pribadinya.
"Diam kamu!!" bentak Gavlin.
Gavlin lantas menembakkan pistolnya ke atas langit, Maya tersentak kaget, dia memejamkan matanya dan menutup kedua telinganya dengan wajah ketakutan.
Jafar yang tengah merangkak pelan berusaha mengambil pistolnya juga terhenyak kaget, dia berhenti dan terdiam, Jafar melihat Gavlin yang tampak marah.
Gavlin mengarahkan pistolnya ke kepala Gatot yang berdiri diam ditempatnya tak bergeming. Gavlin menembakkan pistolnya pada Gatot.
Namun, peluru dalam pistol sudah habis, Gatot pun selamat, karena pistol Gavlin kosong, sebab, dia menembakkan peluru pelurunya ke atas, melampiaskan amarahnya.
Gavlin membuang pistol kosongnya ke tanah, lalu, dia mengambil satu pistolnya yang terisi penuh dengan peluru di pinggangnya.
Gavlin cepat mengarahkan pistolnya kembali ke dahi Gatot, Gatot berdiri tegak, siap menerima tembakan Gavlin. Maya takut, dia cepat menerobos ke depan dan menghalangi Gavlin.
"Jangan tembak Ayahku, Gavliin !!" teriak Maya.
Maya mendorong tangan Gavlin yang memegang pistol, Pistol meletus, peluru melesat ke samping, karena tangan Gavlin di dorong, Gatot kembali selamat, kali ini, Maya yang menyelamatkan nyawanya.
__ADS_1
"Minggir kamu Maya !" bentak Gavlin emosi marah pada Maya.
Gavlin marah, karena Maya menggagalkan dia menembak Gatot, Gavlin tampak geram menatap Maya yang berdiri didepan Ayahnya.
"Kamu juga udah membuatku kecewa, May !! Kamu mengingkari kepercayaanku selama ini padamu! Seharusnya kamu menjaga rahasiaku jika kamu mencintaiku!! Bukan malah membongkar rahasiaku!!" bentak Gavlin marah pada Maya.
"Aku melakukannya karena mencintaimu !! Aku gak mau kamu menjadi monster selamanya, Vlin !! Aku mencintaimu, aku gak mau kamu terus menjadi iblis pembunuh!! Karena itu aku melaporkannya pada ayahku, itu buat kebaikan dirimu!!" ujar Maya, dengan suara lantang dan bersungguh sungguh.
"Omong kosong Maya !! Jika kamu benar mencintaiku, kamu pasti melindungiku, menjaga rahasiaku, dan gak akan pernah mengungkap siapa diriku !!" bentak Gavlin marah.
Maya terdiam mendengar perkataan Gavlin, dia sedih, karena Gavlin tak bisa menerima alasannya.
"Aku monster, aku Iblis May!! Kamu hanya bisa melihat satu sosok saja pada fisik diriku !! Kamu tau? Ada Iblis dalam diriku!!" bentak Gavlin penuh emosi amarah.
"Dan kalian mau tau? Siapa Yanto, seniman pembuat patung lilin ?!! Itu Aku, Aku Yanto !! Aku Yanto sekaligus Gavlin, dan juga Monster serta Iblis dalam diriku!!" teriak Gavlin meluapkan segala macam amarahnya.
Mendengar perkataan Gavlin, Maya dan Gatot sama sama terhenyak kaget, begitu juga dengan Jafar yang terbaring di atas tanah.
Mereka tak menyangka, jika selama ini, Yanto dan Gavlin adalah orang yang sama.
"Kamu Yanto? Juga Gavlin?" ujar Maya dengan wajah sedihnya.
"Ya, aku sengaja membuat diriku jadi dua kepribadian agar aku leluasa dalam membalas dendam!!" tegas Gavlin.
Maya tertunduk diam, dia tak menyangka dengan apa yang dia dengar dari Gavlin.
"Jadi, selama ini kamu membohongiku, Vlin? Kamu berpura pura menjadi Yanto dan mendekatiku, lalu, di tempat lain, kamu juga berpura pura menjadi Gavlin, juga mendekatiku?" ujar Maya dengan wajah sedihnya.
"Gak, aku gak pernah berpura pura padamu, saat awal kita ketemu aku sudah menyukaimu, dan firasatku mengatakan bahwa kamu Maya, teman masa kecilku, karena itu, aku berusaha untuk bisa dekat denganmu, dan akhirnya, firasatku benar tentangmu!" tegas Gavlin menjelaskan.
"Aku benar benar mencintaimu, sejak kita kecil hingga saat ini. Namun, aku juga gak bisa memaafkan kamu May. Karena sudah merusak kepercayaanku dan membongkar rahasiaku." ujar Gavlin geram.
"Vlin, semua bisa kita selesaikan baik baik, aku mohon, tenangkan dirimu." ujar Maya lirih dan getir.
"Gak ada yang perlu dibahas, aku sudah terlanjur sakit hati padamu, May, karena kamu mengingkari kepercayaanku." tegas Gavlin.
Gavlin lantas mengarahkan pistolnya pada Gatot kembali, Maya terhenyak kaget, karena Gavlin mau menembak Ayahnya lagi.
"Aku mohon, Vlin, jangan bunuh ayahku! Hanya Ayahku satu satunya keluargaku!" ujar Maya memohon belas kasihan Gavlin.
"Gak guna memohon ! Gatot, bersiaplah mati!" ujar Gavlin geram.
Gavlin mengarahkan pistolnya ke arah Gatot, dia tak perduli, Maya berdiri didepan Gatot dan berusaha menghalangi Gatot, agar dia tak bisa menembak Gatot.
Jafar yang merangkak berhasil mengambil pistolnya ditanah, Maya yang berdiri didepan Gavlin, melihat Jafar yang terbaring di tanah dengan mengarahkan pistolnya ke arah belakang Gavlin.
"Awaaaass Vliiiinnn !!" teriak Maya histeris.
Maya mendorong tubuh Gavlin ke samping, Gavlin terjajar ke samping dan hampir terjatuh, Jafar menembak, pelurunya melesat dan menghantam tubuh Maya.
Maya pun tertembak oleh pistol Jafar, beberapa kali Maya terkena tembakan di tubuhnya, Maya limbung dan terjatuh, Jafar terus menembak, Gatot pun terkena tembakan Jafar, peluru menembus dada dan mengenai Jantung Gatot, Gatot langsung tersungkur ditanah.
__ADS_1
"Mayaaaaaaa!!!" teriak Gavlin.
Walaupun dia marah, kecewa, dan sakit hati, namun Gavlin masih mencintai Maya, dia histeris melihat Maya tertembak dan tersungkur di tanah dan berlumuran darah.