
Chandra mengeluarkan dua buah flash disk dari dalam kantong celananya, lalu, di letakkannya kedua flash disk diatas meja tamu, Andre dan Samuel melihat flash disk tersebut, begitu juga dengan Edo.
"Di dalam flash disk ini ada bukti bukti penting lainnya." jelas Chandra.
"Di dalam flash disk itu ada bukti rekaman saat pak Sanusi menegur Bramantio karena sudah kelewat batas menggelapkan uang perusahaan, serta di dalam rekaman itu juga jelas dikatakan pak Sanusi, bahwa Bramantio telah melakukan pencucian uang, dan menjalani bisnis fiktif!" ungkap Chandra.
"Oh, ya?" ujar Samuel, tersentak kaget.
"Ya, sebaiknya kalian lihat saja sendiri rekamannya." ujar Chandra.
"Baiklah." ujar Andre.
Andre lantas mengambil laptopnya yang ada di atas meja tamu, lalu, dinyalakannya laptopnya, kemudian, Andre mengambil sebuah flash disk, dan memasangnya di flash disk.
Lantas, Andre mulai menyalakan flash disk tersebut.
Sesaat kemudian, Samuel, Andre, Edo dan juga Chandra serius menatap pada layar monitor laptop yang menayangkan rekaman cctv.
Wajah wajah mereka tampak tegang dan serius menonton rekaman cctv dari flash disk tersebut.
Di layar monitor laptop, tengah menampilkan sebuah adegan, dimana saat itu Sanusi datang menemui Bramantio di dalam ruang kerjanya, dan Bramantio sedang bersama beberapa orang lainnya.
Kita kembali ke masa lalu, saat kejadian dalam visualisasi rekaman cctv yang di tonton Andre dan Samuel.
Flash back , Masa silam adegan dalam rekaman cctv.
Pintu terbuka lebar, Sanusi, Manager Keuangan sekaligus Supervisi produksi perusahaan Bramantio masuk ke dalam ruang kantor Bramantio.
Wajah Sanusi terlihat sangat marah, dia melemparkan sebuah map berisi berkas laporan keuangan yang baru saja di auditnya.
"Keterlaluan kamu Bram !! Selama ini dengan diam diam kamu menjalani perusahaan ini dengan cara yang busuk!!" ujar Sanusi marah.
"Apa maksudmu?!" tanya Bramantio, heran.
"Aku menemukan bukti keuangan dan dana dana yang kamu selundupkan, dana yang kamu dapatkan dari permainan kotormu dengan cara pencucian uang dan bisnis bisnis fiktifmu!!" tegas Sanusi.
"Aku gak bisa tinggal diam saja, Bram!! Ini kejahatan besar, penipuan!! Kalian selama ini mendapatkan tender tender dengan permainan curang kalian, aku akan melaporkannya !!" tegas Sanusi.
Bramantio kaget, menyadari Sanusi sudah mengetahui kejahatannya menggelapkan uang dan bermain kotor guna mendapatkan proyek proyek dari pemerintah, Bramantio mendekati Sanusi, dia berusaha untuk meyakinkan Sanusi, agar tidak membongkar kejahatannya dan tetap menuruti dirinya.
"Tunggu dulu, San ! Jangan gegabah. Ini semua buat kepentingan perusahaan !" tegas Bramantio.
"Omong kosong, Bram! Aku tau, kamu memainkan kebusukanmu demi kepentingan pribadimu dan teman temanmu! Aku tau sepak terjang kalian selama ini!!" tegas Sanusi.
"Dan aku gak bisa berada didalam lingkungan orang orang sepertimu dan kelompokmu!! Aku bukan bagian dari kalian !!" ujar Sanusi.
"Kami tau , Bram ? Tindakan kamu ini bisa menghancurkan perekonomian negara !! Demi kepentingan kalian, masyarakat akan menderita !!" Tegas Sanusi.
"Aku berhenti sekarang juga, Bram!! Aku gak mau bekerjasama dengan orang sepertimu!!" tegas Sanusi.
__ADS_1
"Dan aku akan melaporkan semua kejahatan dan kecuranganmu ini!!" tegas Sanusi, mengancam.
Sanusi lantas pergi meninggalkan ruang kantor Bramantio, Bramantio terlihat sangat kesal dan marah sekali.
"Kurang ajar Sanusi!!" bentak Bramantio marah.
"Sebaiknya kamu cepat menghentikan Sanusi, Bram ! Jangan sampai dia membocorkan segala macam kejahatan yang sudah kita lakukan !!" tegas Seseorang yang ada di dalam ruang kantor Bramantio.
Orang tersebut dari tadi diam saja , dia hanya memperhatikan dan mendengarkan percakapan Sanusi dan Bramantio.
"Ingat, Bram !! Jika rencana kita berantakan karena Sanusi, kamu harus bertanggung jawab di depan anggota anggota Inside !" tegas Orang tersebut.
"Apa yang harus aku lakukan pada Sanusi?!" tanya Bramantio bingung.
"Habisi dia !! Pokoknya Aku gak mau tau, Sanusi harus di bungkam! Jangan biarkan dia membocorkan rahasia kita dan menyerahkan bukti kejahatan kita pada kejaksaan dan kepolisian !!" tegas Orang tersebut.
"Benar kata pak Binsar, Bram! Kalo di biarkan, Sanusi akan menjadi halangan kita. Dan rencana kita akan berantakan semuanya nanti!" ujar Samsudin.
Orang tersebut ternyata bernama Binsar, dialah pimpinan Inside sebenarnya, dan dia inilah yang bekerja sebagai menteri kordinator perekonomian dan inventasi negara sekaligus sebagai penasehat presiden saat ini.
Sementara, Samsudin adalah seorang Walikota saat ini, namun, saat di masa lalu, Samsudin masih sebagai anggota parlemen saja. Belum di tunjuk kelompok Inside sebagai Walikota.
"Aku akan menghalangi Sanusi bekerja diperusahaan mana pun, biar dia gak bisa bekerja seumur hidupnya ! Dan kamu, lenyapkan semua bukti bukti yang di simpan si Sanusi itu!" tegas Samsudin.
"Baiklah, akan aku laksanakan apa yang Ketua Binsar perintahkan dan juga saranmu itu Samsudin!" ujar Bramantio.
"Rencana kita ini harus berhasil, Bram! Siapa pun yang menghalangi rencana kita untuk menguasai negara ini, harus di bungkam dan di lenyapkan !" tegas Binsar.
"Setelah kita menduduki dan menguasai negara, menjadikan presiden dari pilihan kita, maka, gak akan ada yang berani menghalangi langkah langkah kita selanjutnya. Kita akan bebas berbisnis, menjual aset negara dan memainkan perekonomian sesuka hati kita!!" Lanjut Binsar, menjelaskan.
"Dan semua anggota Inside, aku pastikan, akan mendapatkan posisi tertinggi, dan itu termasuk kamu, bisnismu akan berjalan mulus ke depannya Bram!!" Tandas Binsar.
"Karena itu, kamu harus menyingkirkan Sanusi!" tegas Samsudin.
"Ya." ujar Bramantio.
"Bukan hanya Sanusi saja, tapi, kalian juga harus habisi dan lenyapkan Syamsul Bahri!!" tegas Binsar.
"Syamsul ? Kenapa dia Ketua?" tanya Samsudin heran.
"Dia sudah mencium permainan dan semua rencana kita, dia pernah menemuiku, menegurku, mengancamku, akan membongkar semua tindakan dan kejahatanku!!" jelas Binsar.
"Dia mengancamku, katanya, sebagai ketua dewan parlemen, dia akan mengadakan rapat untuk membahas tindak tanduk kejahatan kelompok Inside yang ingin mengkudeta negara melalui ekonomi !" jelas Binsar, geram dan marah.
"Oh, Syamsul sebagai ketua partai dan ketua dewan parlemen memang sangat berpengaruh, dia sangat disegani!" ujar Samsudin.
"Tenang saja, aku akan habisi Syamsul Bahri juga !! Akan ku sampaikan pada rekan rekan lainnya, agar membantai Sanusi dan Syamsul Bahri!!" tegas Bramantio.
"Ya, orang seperti mereka jangan dibiarkan hidup!! Karena akan menghalangi langkah kita ke depannya!!" tegas Binsar.
__ADS_1
---
Kembali ke Masa sekarang.
Samuel dan Andre terhenyak syock setelah menyaksikan rekaman cctv tersebut, mereka tak menyangka dengan apa yang baru saja mereka lihat.
"Gila !! Ketua Inside ternyata Binsar Marpaung?!! Penasehat presiden?!" ujar Andre syock.
"Pantas saja, semua urusan dan masalah negara, terutama perekonomian di jalani oleh Binsar, ternyata dia otak semua kejahatan itu! Pantas saja perekonomian rakyat semakin memburuk!! Sementara, anggota anggota mereka makin merajalela korupsi dan menguasai semua bisnis dan perekonomian!!" tegas Edo.
"Ya. Mereka berhasil menempatkan orang orangnya di posisi posisi strategis, lihat saja, ternyata Walikota Samsudin juga bagian dari Inside ! Padahal dia di pilih rakyat dulu karena terlihat merakyat, ternyata itu hanya akal bulus mereka saja untuk mengambil hati dan simpatik rakyat!" tegas Samuel sinis.
"Apa Presiden juga terlibat langsung? Saya belum melihat beliau ada di rekaman cctv dalam flash disk itu?" ujar Andre, bertanya pada Chandra.
"Beliau tidak tau menau, cuma boneka Binsar dan Inside saja!! Justru dia juga gak sadar, kalo dirinya sedang dimanfaatkan kelompok Inside." jelas Chandra.
"Ya, tapi karena dia diam saja dan menuruti apa yang dikatakan mentri mentrinya dan Binsar, perekonomian negara semakin hancur, dan negara menjadi kacau balau seperti sekarang!!" tegas Edo, geram.
"Ya mau gimana lagi? Karena memang sudah di kuasai kelompok Inside, mereka bergerak senyap, diam diam dan dari dalam kepemerintahan langsung!" tegas Chandra.
"Dari mana kamu temukan bukti rekaman cctv tersebut?" tanya Andre.
"Papah saya yang menyimpannya dan memberikannya pada saya, saat saya dulu masih bekerja di kepolisian, Kata almarhum Papah, dia sendiri yang diam diam mengambil rekaman cctv dari dalam kantor Bramantio!" tegas Chandra.
"Artinya, Papah kamu memang sengaja memasang cctv diruang kantor Bramantio, agar bisa memantau Bram dan kelompoknya?" tanya Samuel.
"Ya, karena Papah tau, di kantor Bram lah mereka sering mengadakan pertemuan khusus, membahas segala rencana kejahatan mereka!" jelas Chandra.
"Ada banyak bukti bukti lainnya yang belum kalian lihat." ujar Chandra.
"Pak Sanusi setelah menegur Bramantio langsung berhenti dan gak bekerja lagi diperusahaan Bramantio, beliau berusaha mencari kerja di perusahaan lain." jelas Chandra.
"Namun, semua perusahaan menolaknya, Papah sempat bertemu pak Sanusi, Papah mengajak Pak Sanusi bergabung di perusahaannya, tapi pak Sanusi menolak, dengan alasan, gak mau melibatkan Papah dari masalahnya." jelas Chandra.
"Akhirnya, pak Sanusi terpaksa bekerja sebagai penyapu jalanan, demi menghidupi keluarganya, karena, istrinya sudah meninggal lebih dulu." ujar Chandra.
"Papah punya bukti rekaman cctv dari kantor Jafar, kalo istri pak Sanusi di bunuh Jafar, Papah memberitahu pak Sanusi, mereka berdua lalu kerjasama, berencana membongkar kejahatan Bramantio dan kelompok Inside, mereka berusaha mencegah, agar kelompok Inside tidak menguasai perekonomian negara!" jelas Chandra serius.
"Namun, belum sempat bukti diserahkan ke kejaksaan dan ke kepolisian, pak Sanusi di tangkap, dituduh sebagai pembunuh dan pemerkosa, lalu di jebloskan di penjara, kemudian malah mati dengan dikatakan bunuh diri!" tegas Chandra.
"Papah tau, pak Sanusi tidak bunuh diri, melainkan di bunuh dengan cara di racun, sebab, dia punya bukti rekaman suara percakapan Wijaya dan sipir penjara saat merencanakan meracuni pak Sanusi dalam sel tahanan!" tandas Chandra.
"Itu yang dulu Papah ceritakan padaku semuanya, dan belum sempat Papah mengungkap kejahatan Inside, tiba tiba saja, Papah meninggal di vonis serangan jantung, padahal selama hidupnya, Papah gak ada riwayat sakit jantung!" jelas Chandra.
"Secara diam diam, Aku meminta autopsi pada jenazah Papah, dan ditemukan , bahwa Papah meninggal karena di racun, sama seperti pak Sanusi, dan racun menyerang jantungnya, sehingga seperti kematiannya karena serangan jantung." jelas Chandra.
"Sejak itu, aku bertekat melanjutkan semua yang sudah dijalani Papah dan pak Sanusi, aku mau mengungkap kejahatan kelompok Inside! Karena itu, selama ini diam diam aku menyelidiki, menyamar dan mencari tau serta mencari bukti bukti lainnya atas kejahatan kelompok Inside, dan untuk mendapatkan informasi, aku pun bergabung dengan kelompok Inside, dan bekerja di kantor kepresidenan." tegas Chandra, memberi penjelasan.
Samuel, Andre dan juga Edo mengangguk angguk mengerti dan paham, mereka mendengarkan dengan serius penjelasan Chandra.
__ADS_1
Dari penjelasan Chandra, semakin terang benderanglah kasus yang sedang mereka tangani, dan ternyata memang semua saling berkaitan, kejahatan Bramantio dan Wijaya, permainan kotor Guntur, Sepak terjang Jafar yang membunuh dengan keji, Akal bulus Herman, Jack, Prawira, Edo dan Dody yang memutar balik fakta dan merubah keputusan hukum serta menghancurkan barang bukti, kematian Sanusi, orang tua Gavlin, kematian Syamsul Bahri, orang tua Chandra, dan juga, rusaknya perekonomian negara dan di kuasainya semua lini departemen departemen negara yang inti dan paling penting. Suatu masalah yang rumit, dan itu harus bisa diselesaikan dan di ungkap Samuel dan Andre, agar Kelompok Inside, tidak terus berbuat sesuka hati mereka menguasai dan merusak tatanan hidup masyarakat dan perekonomian negara.