
Gatot masuk ke dalam ruang bar dan karaoke, dimana telah terjadi kasus pembunuhan satu petugas keamanan dan seorang wanita pemandu lagu.
Gatot melihat, tim forensik sudah selesai menyelidiki kematian petugas keamanan, lalu, para petugas medis datang dan mengangkat mayat petugas keamanan dan meletakkannya di atas tandu.
Para Petugas medis lantas segera membawa mayat petugas keamanan ke mobil ambulance, Gatot terus berjalan. Dia masuk ke dalam kamar ruang karaoke, dimana ada mayat wanita pemandu lagu di dalamnya.
Gatot masuk ke dalam ruang karaoke, sudah ada beberapa tim forensik di dalam sedang memeriksa dan menyelidiki kematian wanita pemandu lagu tersebut.
Gatot berdiri di dekat mayat si wanita pemandu lagu, dia memandangi wajah sang wanita yang sudah mati, Gatot lantas mengingat kejadian 18 tahun lebih yang lalu.
Kejadian yang sama dengan dulu, dimana dia juga yang ditugaskan untuk menyelidiki kasus pembunuhan wanita pemandu lagu yang berakhir dengan di jebaknya bapak Gavlin sebagai pembunuhnya.
Gatot mengamati luka luka yang ada di tubuh wanita pemandu lagu, dia pun menghela nafasnya, satu petugas forensik berdiri dan mendekati Gatot.
"Dari luka luka yang ditemukan, semua menunjukkan ciri pembunuhan yang sama dengan korban korban lainnya." ujar Petugas Forensik.
"Pelakunya, Jafar, yang ditetapkan sebagai pembunuh berantai saat ini?" ujar Gatot.
"Ya. Hanya bedanya, wanita ini gak di ambil uangnya, mungkin dia di bunuh karena melawan atau menolak si pelaku, dan petugas keamanan di bunuh karena mencoba menangkapnya." jelas Petugas Forensik.
"Ya, sudah. Cari bukti bukti lainnya." ujar Gatot.
"Baik." jawab Petugas Forensik.
Lalu Petugas Forensik kembali memeriksa tubuh wanita pemandu lagu yang terbaring di lantai dan sudah menjadi mayat.
Beberapa saat kemudian, datang seorang Petugas Kepolisian dari tim Penyidik Kepolisian dengan membawa 3 wanita pemandu lagu yang menjadi saksi dari pembunuhan tersebut.
"Lapor, Pak. Mereka ini, saksi saksinya." ujar Petugas Polisi Penyidik memberi laporan pada Gatot.
Gatot lantas mendekati ke tiga wanita pemandu lagu yang berdiri berjajar di hadapannya.
"Kalian tau pelakunya?" tanya Gatot.
Ketiga wanita tak menjawab, mereka mengangguk, mengiyakan secara bersamaan.
"Bisa jelaskan dan ceritakan pada saya, awal mula kejadiannya, hingga teman kalian terbunuh?" tanya Gatot, dengan wajahnya yang serius.
"Awalnya kami berempat menemani pelaku sebagai tamu, pelaku mabuk berat, dan meminta kami untuk menari dan menyanyi, dengan dijanjikan uang tip banyak." jelas salah seorang wanita pemandu lagu bernama Shiren.
"Terus?" tanya Gatot.
"Teman kami Karina, yang di bunuh menari di atas pangkuan pelaku, tiba tiba pelaku memeluk Karina, dan seperti mau mencumbunya, Karina meronta dan menolak." ujar Shiren memberi penjelasan.
"Lantas, Si Pelaku marah, dia ambil pisau dari pinggangnya, lalu ngancam kami, karena takut, kami bertiga ini langsung lari keluar, tinggal Karina di dalam sini." jelas Shiren lagi dengan wajah takutnya.
"Terus, kalian liat, saat teman kalian yang bernama Karina itu di bunuh?" tanya Gatot.
"Nggak, karena kami udah lari keluar, kami cuma tau, Pelaku keluar dari dalam sini dengan baju berlumuran darah, terus, dia membunuh petugas keamanan!" jelas Shiren.
Gatot pun lantas diam sesaat, lalu, di ambilnya selembar photo dari dalam kantong bajunya, Gatot lantas menunjukkan photo yang ada di tangannya pada Shiren, wanita pemandu lagu yang menjelaskan kronologi kejadian.
"Apa ini Orangnya?" tanya Gatot.
Gatot menunjukkan photo Jafar, Shiren melihat photo Jafar, ke dua temannya juga ikut melihat, mereka bersama sama menggelengkan kepala.
"Bukan. Orangnya beda." jelas Shiren.
__ADS_1
"Beda?" tanya Gatot.
Gatot heran, sebab, dari hasil penyelidikan dia dan tim selama ini, Jafar sudah di tetapkan sebagai Pelaku pembunuhan berantai, karena motif dan ciri serta cara membunuhnya sama semua dengan korban korban yang telah ditemukan dan di autopsi.
Begitu juga dengan Karina, wanita pemandu lagu yang saat ini mati dibunuh dalam kamar ruang karaoke, ciri pembunuhannya sama seperti yang di lakukan jafar pada korban korbannya.
"Bisa jelaskan ciri ciri orangnya?" tanya Gatot.
"Rambutnya ikal, agak panjang sebahu, dia berkumis, pipinya tembem dan wajahnya bulat oval gitu." ujar Shiren menjelaskan.
"Pake kalung berliontin perak dengan inisial 'J' !" Tambah seorang wanita pemandu lagu, yang berdiri di samping Shiren.
"Inisial 'J' ? Hmm...Pasti Jafar!" Bathin Gatot bicara.
"Baiklah, terima kasih atas informasinya, jika saya membutuhkan kesaksian kalian bertiga, kalian bersedia di panggil ke kantor polisi untuk membuat kesaksian?" tanya Gatot dengan wajah serius.
"Ya.Bersedia." jawab ketiga wanita pemandu lagu, hampir bersamaan.
"Baik, silahkan kembali melanjutkan aktifitas kalian." ujar Gatot pada ketiga wanita pemandu lagu.
Ke tiga wanita pemandu lagu mengangguk, lantas mereka pun segera keluar dari dalam ruang karaoke.
"Coba cari rekaman cctv di sekitar gedung bar dan karaoke ini! Siapa tau wajah Pelaku terekam jelas!" ujar Gatot pada Petugas Polisi Penyidik.
"Baik, Pak." ujar Petugas Polisi Penyidik.
Lantas, Dia segera pergi keluar dari dalam ruang karaoke meninggalkan Gatot.
Para Petugas tim forensik selesai melakukan tugasnya memeriksa mayat Karina, wanita pemandu lagu yang mati, dan mereka juga sudah selesai mencari cari bukti dan jejak di dalam ruang karaoke tersebut.
"Kami akan melanjutkan penyelidikan dengan mengautopsi jenazah nantinya." jelas Petugas tim Forensik pada Gatot.
"Ya, kabari saya hasil akhirnya nanti." ujar Gatot.
"Baik." jawab Petugas Tim Forensik.
Lalu, Tim Forensik pun keluar dari dalam ruang karaoke tersebut, Gatot berdiri di dalam ruangan, dia lantas mengamati seluruh ruang karaoke tersebut.
"Bagai Dejavu, kejadian 18 tahun lalu terulang kembali, sama persis, dan aku pun seperti dulu, berdiri di sini, dalam ruang karaoke!" ujar Gatot, bicara pada dirinya sendiri.
Lalu, dia menghela nafasnya, kemudian, dia pun berjalan keluar dari dalam ruang karaoke tersebut.
---
Keesokan harinya, Gatot tampak sedang mengamati rekaman cctv yang di ambil dari gedung bar dan karaoke. Dengan wajah serius, Gatot melihat ke monitor.
Dalam layar monitor, dia melihat jelas, sosok pelaku yang cirinya sama persis di jelaskan Shiren padanya. Dalam rekaman cctv tersebut, tampak Pelaku membunuh petugas keamanan yang hendak menangkapnya.
Gatot mengulang kembali gambar saat Pelaku membunuh Petugas Keamanan, dia memperlambat adegan gambar tersebut, di perhatikannya secara seksama wajah pelaku.
Lalu, Gatot mempause/menghentikan sesaat gambar rekaman cctv, dan dia memperbesar gambar si Pelaku, Gatot memperhatikan wajah si Pelaku.
Ciri cirinya sama, Rambut ikal, berkumis dan berwajah bulat oval, beda dengan sosok Jafar. Gatot menghela nafasnya.
"Benar kata gadis itu, cirinya sesuai dengan yang dijelaskan, tapi, kenapa dia bukan Jafar? Siapa dia?" ujar Gatot, berfikir keras.
Gatot terus mengamati wajah si Pelaku yang terekam dalam rekaman cctv, dia berfikir keras, ingin mencari tahu, siapa sosok yang ada dalam rekaman cctv tersebut.
__ADS_1
"Kalau bukan Jafar pelakunya, mengapa cara membunuhnya sama dengan Jafar? Apa dia komplotannya Jafar?" ujar Gatot berfikir.
Gatot lantas mematikan gambar rekaman cctv dan mencabut flash disk dari laptop, kemudian dia mematikan monitornya.
Gatot lantas keluar dari dalam ruangan tersebut, dia kembali ke ruang kerjanya.
Baru saja dia duduk di kursi meja kerjanya, Seorang Petugas Polisi Penyidik datang menghampirinya.
"Lapor, Pak!" ujar Petugas Polisi Penyidik.
"Ya, bagaimana?" tanya Gatot, dengan wajah seriusnya.
"Dari sidik jari yang ditemukan dari botol botol minuman keras dan di kursi kursi ruang karaoke, sudah terungkap pelakunya Pak!" jelas Petugas Polisi Penyidik.
"Siapa?!" tanya Gatot, dengan wajah yang penasaran dan ingin tahu.
"Jafar, Pak. Pelakunya sama, Jafar, si Pembunuh berantai!" tegas Petugas Polisi Penyidik.
"Jafaar?!!" Gatot terhenyak kaget.
"Bagaimana mungkin Jafar? Wajah Pelakunya beda, dari kesaksian wanita pemandu lagu, bukan Jafar pelakunya!" jelas Gatot heran.
"Dan aku juga baru liat rekaman cctv, kalo Pelakunya ciri cirinya sama dengan yang dijelaskan wanita pemandu lagu padaku, dan dia bukan Jafar!" ujar Gatot, menjelaskan dengan wajahnya yang serius.
"Apa mungkin Jafar menyamar Pak?" ujar Petugas Polisi Penyidik.
"Menyamar?!" ujar Gatot, berfikir.
"Iya, Pak. Mungkin saja kan, karena Jafar udah tau, kalo dia dijadikan tersangka pembunuhan, dan photo photonya sudah tersebar luas dan terpampang di jalanan, dia menyamarkan dirinya sebagai sosok orang lain agar dia bebas berkeliaran dan membunuh terus!" jelas Petugas Polisi Penyidik pada Gatot.
Gatot pun lantas terdiam, dia tampak untuk sesaat tengah berfikir keras, dia lantas mengangguk angguk, Gatot setuju dengan pendapat Petugas Polisi Penyidik.
"Sepertinya analisa kamu ada benarnya !" ujar Gatot.
Gatot lantas mengeluarkan flash disk yang berisi rekaman cctv dari dalam laci meja kerjanya dan memberikannya pada Petugas Polisi Penyidik.
"Coba kamu ambil gambar Pelaku di rekaman cctv dalam flash disk itu, lalu, sebar luaskan gambarnya, biar orang orang pada melihatnya! Dengan begitu, kita sudah mempersempit ruang gerak Jafar kalo benar dia menyamar!" tegas Gatot, dengan wajahnya yang serius.
"Baik, Pak. Akan saya kerjakan segera!" ujar Petugas Polisi Penyidik.
Gatot mengangguk, mengiyakan, lalu, Petugas Polisi Penyidik pun pergi meninggalkan Gatot dengan membawa flash disk rekaman cctv di lokasi pembunuhan.
Gatot tampak masih berfikir keras duduk di kursi meja kerjanya, wajahnya tampak sangat geram.
"Jafar, dimana kamu?!" Gumam Gatot, berfikir keras.
Lantas, Gatot pun berdiri dari duduknya di kursi meja kerjanya, lalu, dia segera berjalan keluar dari dalam ruang kerjanya sambil membawa berkas berkas kasus pembunuhan yang di lakukan Jafar, dalam berkas ada juga kasus pembunuhan wanita pemandu lagu.
Di luar gedung kantor kepolisian, Gatot bergegas jalan mendekati mobilnya, lalu, di bukanya pintu depan mobil, lantas, Gatot pun segera masuk ke dalam mobilnya.
Gatot menyalakan mesin mobil, dan memakai sabuk pengaman, lalu, dia pun segera menjalankan mobilnya.
Mobil pun lantas berjalan, pergi meninggalkan gedung kantor kepolisian.
Wajah Gatot tampak geram dan marah sambil menyetir mobilnya, dia marah pada Jafar, yang tiba tiba muncul dan beredar kembali, namun, berubah menjadi pembunuh berantai.
Tampak jelas di raut wajah Gatot, bahwa dia ingin sekali menangkap dan menjebloskan Jafar ke dalam penjara, agar, tak ada lagi korban korban pembunuhan Jafar.
__ADS_1