VINDICTA ( BALAS DENDAM )

VINDICTA ( BALAS DENDAM )
Aku Anaknya Guntur


__ADS_3

Sosok Pria Misterius yang mengikuti Gavlin dan Indri sampai ke dalam toko pakaian sudah kembali ke parkiran mobil, Dia duduk menunggu di dalam mobilnya, menunggu Gavlin dan Indri selesai berbelanja di dalam pusat perbelanjaan itu.


Pria Misterius itu mengurungkan niatnya menyerang Gavlin di dalam pusat perbelanjaan, karena di dalam sangat ramai pengunjung. Dia tak ingin aksinya malah akan membuat dirinya mendapat masalah nantinya.


Karena itu Dia memutuskan untuk mengikuti Gavlin dan Indri, kemana mereka akan pergi setelah dari pusat perbelanjaan, dan nantinya, dia akan menyerang Gavlin.


Sosok Pria misterius itu mengikuti dan mengintai Gavlin karena berniat menyerang dan bahkan ingin membunuh Gavlin. Ada dendam yang membara dalam dirinya terhadap Gavlin.


Di halaman parkir pusat perbelanjaan itu, Sosok Pria misterius itu tidak sendirian, ada sosok Pria bertopi dan memakai masker penutup wajah yang juga mengintainya di parkiran tersebut. Pria bertopi itu mengintai Sosok Pria misterius yang menunggu Gavlin.



Setelah beberapa jam Dia menunggu dengan sabar di dalam mobilnya, Sosok Pria misterius melihat Gavlin dan Indri berjalan keluar dari dalam pusat perbelanjaan , mereka berdua berjalan sambil menenteng beberapa bungkusan tas berisi pakaian dan belanjaan lainnya milik Gavlin dan juga Indri.


Sosok Pria Misterius dan juga Pria bertopi dan memakai masker penutup wajah mengamati Gavlin dan Indri yang berjalan mendekati mobil mereka.


Gavlin membuka pintu bagasi mobilnya, lalu, memasukkan barang barang belanjaannya dengan Indri ke dalam bagasi , setelah itu, Dia menutupnya kembali.



Indri berjalan menuju ke depan mobil, Dia lantas membuka pintu depan dan masuk ke dalam mobil, lalu duduk di jok depan. Sesaat kemudian, Gavlin masuk ke dalam mobilnya dan menutup pintu depan mobil lalu menyalakan mesin mobilnya.



Melihat Gavlin dan Indri sudah masuk ke dalam mobil dan mesin mobil juga sudah menyala, Sosok Pria Misterius bersiap siap, Dia juga menyalakan mesin mobilnya. Begitu juga dengan sosok Pria bertopi dan memakai masker penutup wajah, juga menyalakan mesin mobil dan bersiap siap untuk pergi.



Beberapa saat kemudian Mobil Gavlin berjalan pergi meninggalkan Area parkiran tersebut. Lalu, Di susul mobil Sosok Pria Misterius yang mengikuti mobil Gavlin keluar dari area parkiran pusat perbelanjaan. Kemudian, Mobil Pria bertopi dan memakai masker penutup wajah juga pergi meninggalkan area parkiran, mengejar mobil Gavlin dan juga mobil Sosok Pria Misterius.



Di jalan raya, mobil Gavlin melaju dengan kecepatan sedang, sementara, tidak jauh di belakangnya, mobil sosok Pria Misterius dan Mobil Pria bertopi terus mengikutinya.


"Kamu gak marah kan, Vlin. Aku memborong belanjaan tadi." ujar Indri, menoleh pada Gavlin yang menyetir mobilnya.


"Gak apa apa, In. Kan memang Aku yang mengajakmu belanja. Itu hadiah dariku buat kamu." ujar Gavlin, tersenyum menoleh pada Indri.


"Terima kasih ya, Vlin." Ucap Indri, tersenyum lembut pada Gavlin.


"Iya." Jawab Gavlin, sambil tetap menyetir mobilnya.


Mobil terus melaju menyusuri jalanan dengan di ikuti mobil Sosok Pria Misterius dan juga mobil Pria bertopi. Gavlin tidak menyadari, jika Dia dan Indri di ikuti di belakang.


Gavlin mengira, Orang yang mengikutinya masuk ke dalam toko pakaian sudah pergi menghilang, sehingga Gavlin bersikap tenang.


---


Di persimpangan jalan, Gavlin membelokkan mobilnya ke sebuah jalanan beraspal halus. Mobil terus melaju memasuki area perumahan.


Lalu, Gavlin menghentikan mobilnya tepat di depan halaman sebuah rumah kosong.


"Kita sudah sampai, In." ujar Gavlin, menoleh pada Indri.


"Di sini tempatnya, Vlin?" ujar Indri, menoleh pada Gavlin.


"Iya. Ayo kita liat rumahnya." ucap Gavlin, tersenyum pada Indri.

__ADS_1


"Ayo, Vlin." Jawab Indri.


Lalu, mereka berdua bergegas turun dan keluar dari dalam mobilnya. Indri keluar dari dalam mobil, sambil menutup pintu mobil Dia melihat ke arah sebuah rumah yang ada di hadapannya.


"Ini rumah kita, In." ujar Gavlin, menghampiri Indri.


Indri diam terpana mengamati rumah yang ada di hadapannya itu rumah yang begitu bagus dan indah serta berkesan mewah, dengan model Artistik ala negara Prancis.


"Bagus banget rumahnya, Vlin." ujar Indri, tersenyum senang menatap rumah tersebut.


Gavlin diam dan hanya tersenyum saja mendengar Indri memuji rumah yang dia beli itu. Gavlin menatap wajah Indri yang berdiri di sampingnya, Dia melihat, wajah Indri berseri seri dan sangat bahagia sekali melihat rumah tersebut.


"Ayo kita masuk ke dalam, In. Biar kamu liat liat isi ruangan di dalam rumahnya." ujar Gavlin, tersenyum lembut pada Indri.


"Ayo, Vlin. Aku udah gak sabar mau meliat dalam rumahnya." ucap Indri, dengan wajah senang dan berseri seri.


Gavlin lantas menggandeng tangan Indri, dan berjalan ke arah rumah tersebut. Dengan kunci yang di bawanya, Gavlin membuka pintu rumah, lalu, Dia dan Indri segera masuk ke dalam rumah baru mereka itu.


Gavlin masih tak sadar, kalau mereka di awasi sosok Pria misterius dan juga Pria bertopi dan memakai masker penutup wajah.


Saat berada di dalam rumah, Indri semakin terpana karena terpesona dengan seisi ruangan rumah itu.


"Waaah...!! Bagus bagus perabotannya, Vlin. Aku kira rumah ini masih kosong, belum terisi barang perabotan. Gak taunya udah terisi semua dengan rapi dan bagus." ujar Indri, tersenyum penuh kebahagiaan.


"Ya, In. Aku sekalian membeli perabotan perabotannya , agar saat kamu datang ke sini, rumah sudah lengkap dengan barang barang perabotannya." ujar Gavlin tersenyum.


"Pasti mahal rumah dan perabotan ini, Vlin." ujar Indri, menatap wajah Gavlin yang berdiri disampingnya.


"Gak masalah, In. Semuanya kan buat kita juga." ujar Gavlin, tersenyum pada Indri.


"Iya, Vlin." Angguk Indri. Tersenyum senang menatap wajah Gavlin.


"Udah, Vlin. Aku percaya padamu, kamu pasti lebih tau bagaimana menata rumah ini agar terlihat bagus." ujar Indri, tersenyum senang pada Gavlin.


"Kalo sudah gak mau liat lagi, kita pulang sekarang ya. Kita akan menempati rumah ini setelah kita menikah nanti." ujar Gavlin, memberi tahu Indri.


"Iya, Vlin." Angguk Indri, tersenyum.


Lalu, Gavlin dan Indri berjalan pergi keluar dari dalam rumah tersebut.


Gavlin menutup dan mengunci pintu rumahnya kembali.


Saat Dia dan Indri berbalik badan dan hendak berjalan, tiba tiba saja, di depannya Sosok Pria Misterius sudah berdiri menunggu sambil menodongkan pistol yang di pegangnya ke arah Gavlin.


"Siapa kamu?!" tanya Gavlin kaget.


Gavlin tak menyangka dengan kehadiran Pria Misterius itu Dia tahu, kalau Pria tersebut sama dengan Pria yang dia lihat mengikutinya di pusat perbelanjaan tadi.


Indri melihat Pria Misterius memegang pistol dan mengarahkannya pada Gavlin menjadi sangat takut, tubuhnya gemetaran memegangi tangan Gavlin.


"Gak apa, In. Kamu tenang aja, ya." ujar Gavlin. Menenangkan Indri yang ketakutan itu.


Gavlin melangkah satu langkah ke depan, dan menarik tangan Indri agar berdiri di belakangnya, Indri pun menurut, Dia berdiri dan bersembunyi di belakang Gavlin, wajahnya ketakutan dan sangat cemas. Gavlib berusaha melindungi Indri.


"Mau apa kamu?!" tanya Gavlin, menatap tajam wajah Sosok Pria Misterius yang menodongkan pistol padanya.


"Setelah sekian lama aku mencarimu, akhirnya kita bertemu juga sekarang." ujar Pria Misterius menatap sinis wajah Gavlin yang berdiri di hadapannya.

__ADS_1


"Perkenalkan, namaku Robert Santos, Aku anak pertama Guntur, Orang yang kamu bunuh dengan sadis dan mayatnya kamu letakkan di patung , di hotel milik Pak Bram !" tegas Sosok Pria Misterius yang ternyata bernama Robert itu.


"Guntur?!!" Gavlin tersentak kaget.


Gavlin ingat, Guntur musuh pertama yang dia bunuh , dan memang, mayatnya di letakkannya di sebuah patung sebagai peringatan untuk Bramantio yang saat itu sedang meresmikan acara pembukaan hotelnya.


"Ya. Kamu pasti mengenalnya dengan baik. Karena kamu juga yang telah membunuh Bapakku !" tegas Robert, menatap geram pada Gavlin.


"Jangan ngaku ngaku kamu anaknya Guntur, Anaknya masih kecil kecil , aku tau semuanya!" tegas Gavlin, mulai geram pada Robert.


"Aku anak dari istri pertama Guntur, dan selama ini, Aku tinggal di Prancis, bekerja di negara ini!" tegas Robert.


"Aku mendapat kabar dulu dari pak Bram dan juga Pak Jack, kalo Bapakku sudah mati di bunuh, dan mereka mengatakan padaku, bahwa pelakunya bernama Gavlin, Aku di kirimi photonya, dan ternyata, itu memang kamu !!" ujar Robert dengan geramnya.


"Apa kamu yang kemaren datang ke rumah mengintaiku lalu kabur?" tanya Gavlin.


Gavlin bersikap tenang menghadapi Robert, Dia tak takut walau pun Robert menodongkan pistol ke arahnya. Sementara Indri terus bersembunyi di belakang Gavlin sambil memegangi tangan Gavlin dengan kuat, Indri sangat ketakutan sekali.


"Aku mencarimu, mengejarmu, mengintai dan mengawasimu, agar aku bisa membalaskan dendamku padamu karena telah membunuh Bapakku!!" Hardik Robert, mulai marah pada Gavlin.


"Guntur pantas mati, Gak ada gunanya orang seperti Guntur hidup di dunia ini, makanya, Aku melenyapkan dirinya agar menghilang dari dunia ini!" Tegas Gavlin, dengan sikap tenangnya.


"Keparaaat kamu!! Kamu telah menghancurkan kebahagiaanku, karena telah membunuh Bapak kandungku!!" Bentak Robert marah.


Gavlin tersenyum sinis menatap tajam wajah Robert Santos yang tampak sangat marah kepadanya.


"Aku akan menbunuhmu sekarang, bersiaplah kr neraka !!" Teriak Robert penuh amarah yang meluap luap.


Namun, belum sempat Robert melepaskan tembakannya pada Gavlin, tiba tiba terdengar suara letusan pistol meledak, Gavlin dan Indri tersentak kaget, Dia mengira, yang menembak Robert.


"Aaarggghh!!" Indri teriak histeris, memejamkan matanya, karena mendengar suara tembakan.


Gavlin melihat ke tubuhnya, tidak terluka , Dia melihat Indri, yang juga tidak terluka. Lalu, Gavlin melihat pada Robert yang berdiri di hadapannya.


Gavlin kaget melihat, kepala Robert mengeluarkan darah segar, kedua mata Robert melotot, dan pistol ditangannya seketika terlepas dan jatuh ke tanah. Lalu, Robert Santos, anaknya Guntur terjatuh dan terkapar di tanah. Tewas karena terkena luka tembakan.


Indri tak berani melihat mayat Robert yang terbaring di tanah, Indri menutup kedua matanya. Wajahnya sangat ketakutan sekali.


Gagal sudah rencana Robert, anak kandung pertama Guntur, membalas dendam pada Gavlin. Gavlin heran dan kaget melihat Robert tewas di hadapannya.


"Siapa yang menembaknya?" Gumam bathin Gavlin.


Lalu Gavlin melihat ke arah jalanan di depan rumah, Dia mengernyitkan keningnya, melihat Sosok Pria memakai topi dan menutup wajahnya dengan masker tengah berjalan mendekati dirinya dan Indri.


Gavlin diam berdiri bersama Indri, Gavlin tak ingin bertindak gegabah, Dia khawatir, jika dia membuat pergerakan sedikit saja, Sosok Pria bertopi akan menembak dia dan Indri. Karena Gavlin melihat, Pria bertopi itu memegang pistol di tangannya.


Pria bertopi tiba di hadapan Gavlin dan Indri, Indri semakin takut melihat kedatangan Pria tersebut. Pria bertopi menatap tajam wajah Gavlin.


"Apa kabar, Vlin?" Sapa Pria bertopi.


Gavlin kaget mendengar suara Pria bertopi, Indri juga kaget, Perlahan dia membuka kedua matanya, melihat Pria bertopi berdiri dihadapan Dia dan Gavlin sambil memegang pistol ditangannya, Indri semakin ketakutan saja.


"Siapa kamu?! Apa kamu yang membunuh orang ini?!" ujar Gavlin, bertanya pada sosok Pria bertopi itu.


Pria bertopi diam tak menjawab pertanyaan Gavlin, Perlahan, Dia melepaskan topinya, dan membuang topinya begitu saja ke tanah. Rambutnya yang gondrong langsung terurai.Lalu, perlahan lahan, Dia mulai membuka masker yang menutupi wajahnya.


Gavlin menatap tajam wajah Pria yang sudah melepaskan topinya itu, Dia bertanya tanya, siapa sosok Pria yang ada di hadapannya ini, dan mengapa dia membunuh Robert, anaknya Guntur yang ingin membunuhnya.

__ADS_1


Gavlin bertanya tanya, apakah Pria itu datang untuk membalas dendam juga kepada dirinya seperti yang di lakukan Robert? Atau ada sesuatu hal yang lainnya? Gavlin terus berfikir keras sambil tetap menatap tajam wajah Pria yang berdiri di hadapannya itu.


__ADS_2