VINDICTA ( BALAS DENDAM )

VINDICTA ( BALAS DENDAM )
Kebahagiaan Milik Mereka Berdua


__ADS_3

Mobil Gavlin tiba di rumah persembunyian Bellamy yang sudah hancur terbakar dan menyisakan puing puing saja.


Malik dan ke dua rekannya langsung berdiri menyambut kedatangan Gavlin.


Gavlin hendak keluar dari dalam mobilnya, namun, Malik sudah berdiri di depan pintu mobilnya dan melihat Gavlin.


"Kita langsung aja pergi, Vlin." ujar Malik.


"Yang lain kemana?" tanya Gavlin, heran karena di tempat itu sepi, tak ada rekan rekan gank mafianya.


"Sudah pergi dari tadi ke Markas kita. Bos nyuruh kita langsung ke markas." Jelas Malik.


"Oh, Okay." Angguk Gavlin.


Malik melihat ke dua rekan ganknya yang berdiri di sampingnya.


"Kita ketemu di markas ya?" ujar Malik, pada ke dua rekannya.


"Okay." Jawab kedua rekan gank Malik.


Keduanya langsung bergegas pergi menuju mobil mereka, Malik cepat masuk ke dalam mobil, Dia duduk di jok depan, di samping Gavlin yang menyetir mobilnya.


Tak berapa lama , mobil Gavlin segera berjalan pergi meninggalkan tempat tersebut, mobil ke dua rekan gank mafia Malik juga pergi mengikuti mobil Malik yang melaju di jalan raya.


---


Sementara itu, Di rumahnya, Indri terlihat resah dan gelisah menunggu kedatangan Gavlin, Dia berdiri di teras depan rumahnya, wajahnya terlihat cemas.


Pak Sarono yang melihat kerisauan hati anak gadisnya itu segera menghampiri Indri, Pak Sarono lalu berdiri di samping anak gadisnya itu.


"Kamu jangan khawatir, Gavlin pasti akan kembali menemui kamu." ujar pak Sarono.


"Tapi kenapa lama sekali, Pak? Aku khawatir, Gavlin terluka di sana, sehingga gak bisa ke sini." Ujar Indri, dengan wajah cemasnya.


"Sabarlah, jangan berfikir yang buruk, Gavlin pasti selamat dan baik baik saja, tunggulah." Ujar pak Sarono, berusaha menenangkan diri Indri yang resah itu.


"Iya, Pak." Angguk Indri, menuruti perkataan Bapaknya.


"Sebaiknya kamu ke dalam, In. Jangan nunggu di sini terus." ujar Pak Sarono.


"Ayo, kita ke dalam." Ajak pak Sarono.


"Ya, Pak." Angguk Indri.


Lalu, Indri pun akhirnya mengikuti Bapaknya, mereka berdua lantas segera berjalan masuk ke dalam rumahnya. Pak Sarono lalu menutup pintu rumahnya.


---

__ADS_1


Di markasnya, Aamauri dan Pablo sedang duduk di sofa tamu yang ada dalam ruang kantor Aamauri. Mereka menunggu kedatangan Malik beserta Gavlin.



Beberapa saat kemudian, pintu ruangan di ketuk. Aamauri bereaksi mendengar suara ketukan di pintu, Dia melihat ke arah pintu ruang kantornya.


"Masuk saja !" Ujar Aamauri.


Tak berapa lama, pintu terbuka, lalu, masuk Malik bersama Gavlin. Gavlin berjalan di samping Malik, ditangannya Dia menenteng kepala Bellamy yang sudah di bungkusnya dengan kain dan di letakkan di dalam kantong plastik. Agar darahnya tak berceceran.


Malik dan Gavlin berjalan mendekati Pablo dan juga Aamauri yang duduk di sofa menunggu mereka datang.


"Bagaimana si Bellamy ?" tanya Pablo, penasaran dan ingin tahu.


Gavlin diam tak menjawab, Dia meletakkan kantong plastik di atas meja, lalu, mengeluarkan bungkusan kain dari dalam kantong plastik tersebut. Malik berdiri di samping Gavlin.


Gavlin lantas mengeluarkan dan membuka bungkusan kain di atas meja, Aamauri dan Pablo tersentak kaget melihat potongan kepala Bellamy di atas meja.


"Gila !! Kamu memenggal kepala Bellamy?!" ujar Pablo, tersentak kaget.


"Ya, Dia pantas mati dengan cara begini, karena sudah berani melukai istriku." Ucap Gavlin dengan sikap dinginnya pada Pablo.


"Ini gila Aamauri !! Anak buahmu ini ternyata lebih sadis dari Aku !!" Ujar Pablo tertawa senang melihat Gavlin yang berhasil memenggal dan membawa kepala Bellamy.


"Begitulah Gavlin. Kamu baru tau sekarang kan?" ujar Aamauri, tersenyum senang dan bangga pada Gavlin.


"Ya, Aku baru tau, selama ini Aku cuma mendengar cerita tentang sosok Gavlin saja." ujar Pablo, kagum pada Gavlin.


"Ya, Pak. Mudah mudahan saja, semuanya sudah berakhir sampai di sini saja.Terus terang, saya jenuh dengan semua ini, Saya ingin hidup tenang dan nyaman, menghabiskan waktu hidup saya bersama istri saya." Ujar Gavlin, menjelaskan pada Aamauri.


"Ya, Vlin. Kamu akan hidup tenang dan bahagia bersama istrimu. Bapak pastikan, gak akan ada lagi orang yang berani mengganggu kehidupanmu kelak." Ucap Aamauri, menegaskan pada Gavlin.


"Ya, Pak." Angguk Gavlin.


Pablo mengangguk angguk melihat bangga dan kagum pada sosok Gavlin, Malik yang berdiri disampingnya hanya diam saja mendengarkan percakapan Gavlin dan Aamauri serta Pablo.


---


Di rumah Pak Sarono, Indri dari dalam kamarnya berlari lari cepat menuju ke depan rumahnya, Dia mendengar suara mobil datang ke rumahnya, Indri sudah mengira, bahwa mobil yang datang adalah Gavlin.


Indri dengan cepat membuka pintu rumahnya, lalu berlari keluar dari dalam rumahnya, Dia senang melihat Gavlin yang keluar dari dalam mobilnya.


Gavlin tersenyum senang melihat Indri yang berlari menghampiri dirinya, Gavlin pun lantas berjalan cepat mendekati Indri yang berlari ke arahnya.


Indri langsung memeluk erat tubuh Gavlin begitu Dia tiba di depan Gavlin, Gavlin pun lantas memeluk erat tubuh Indri.


"Syukurlah kamu pulang dengan selamat , Vlin. Aku khawatir padamu." ujar Indri, memeluk erat tubuh Gavlin .

__ADS_1


"Aku sudah janji padamu, Aku pasti kembali secepatnya menemui kamu, setelah Aku menyelesaikan tugasku." ujar Gavlin, memeluk tubuh Indri.


Indri lantas melepaskan pelukannya dari tubuh Gavlin. Dia mengamati wajah Gavlin yang tersenyum berdiri di hadapannya.


"Kamu gak terluka kan, Vlin?" tanya Indri, menatap khawatir wajah Gavlin.


"Nggak, In. Aku baik baik saja." ujar Gavlin, tersenyum senang menatap wajah Indri.


"Syukurlah." ujar Indri, tersenyum senang juga pada Gavlin.


Di depan pintu rumah, terlihat pak Sarono berdiri memandangi Gavlin bersama Indri.


Pak Sarono terlihat lega, karena Gavlin kembali kerumahnya dengan keadaan baik baik saja.


Pak Sarono tersenyum senang dan bahagia melihat kemesraan Gavlin dan Indri yang berpelukan lagi dengan eratnya.


Pak Sarono lalu berbalik badan, Dia masuk ke dalam rumahnya, pergi meninggalkan Indri dan Gavlin yang sedang berpelukan mesra melepaskan kerinduannya.


Pak Sarono tak ingin mengganggu kemesraan Gavlin dan Indri.


---


Dua Minggu kemudian, setelah kejadian terakhir Gavlin membunuh Bellamy, orang yang sudah melukai Indri. Akhirnya, Pesta pernikahan Gavlin bersama Indri kembali di laksanakan di gedung pernikahan yang sama dengan sebelumnya.



Terlihat tamu tamu undangan sudah ramai hadir di gedung tersebut, terlihat Gavlin duduk di bangku pelaminan bersama Indri.


Gavlin terlihat sangat gagah sekali memakai pakaian pengantinnya, begitu juga dengan Indri, Wajah Indri terlihat sangat cantik dan anggun dengan pakaian pengantin yang dia buat sendiri.


Rifai dan pak Sarono terlihat duduk di sebuah bangku yang ada di samping pelaminan Gavlin dan Indri. Di sisi lainnya, ada juga Aamauri dan Pablo yang juga duduk di bangkunya.


Sementara Malik dan rekan rekan gank mafianya berkumpul bersama sama di dalam ruangan tersebut, Diantara anggota gank mafia Aamauri dan Pablo, ada yang di tugaskan untuk berjaga jaga di luar gedung pernikahan itu.


Aamauri tak ingin ada lagi kejadian penyerangan tiba tiba seperti sebelumnya, karena itu Dia menugaskan anak buahnya, untuk memperketat penjagaan, dan melindungi Gavlin.


Aamauri dan juga Pablo tak ingin kebahagiaan Gavlin bersama Indri terganggu lagi seperti sebelumnya, karena kedatangan anak buah Bellamy yang menyerang tiba tiba.


"Aku sangat bahagia sekali, Vlin." Bisik Indri, tersenyum senang menatap wajah gavlin yang duduk di sampingnya.


"Aku juga sangat bahagia sekali,In. Karena akhirnya, Aku bisa mempersuntingmu , dan menjadikan kamu istriku." Ucap Gavlin bersungguh sungguh dengan wajahnya yang tersenyum senang.


"Iya, Vlin. Semoga kebahagiaan selalu bersama kita berdua selamanya." Ungkap Indri, menatap wajah Gavlin.


Tatapan kedua mata Indri berbinar binar karena senangnya, Dia terlihat sangat bahagia sekali, karena kini Dia bisa hidup bersama Gavlin selamanya, setelah Dia bersabar menunggu kehadiran Gavlin, setelah mereka berpisah sangat lama sebelumnya.


Gavlin meraih tangan Indri, lalu, dengan penuh kelembutan dan kasih sayangnya, Gavlin menggenggam jemari tangan Indri. Raut wajah kasih sayang terpancar jelas dalam diri Gavlin dan juga Indri.

__ADS_1


Kebahagiaan telah menjadi milik mereka berdua kini.


--- TAMAT ---


__ADS_2