
Terdengar suara tembakan dari arah belakang dan mengenai belakang mobil Jafar, dari kaca spion mobilnya Jafar melihat, mobil Gavlin dengan kecepatan tinggi melaju ke arah mobilnya yang tengah berjalan sambil menembakkan pistol ditangannya.
Melihat Mobil Gavlin yang melaju kencang semakin mendekatinya, Jafar pun menambah kecepatan mobilnya.
Gavlin sambil terus menyetir, menembaki mobil Jafar. Tampak Jafar kesal, karena mobilnya di tembaki terus dari arah belakang.
Sebuah peluru menghantam dan memecahkan kaca belakang mobil Jafar, dan peluru melesat hingga ke depan menghantam kaca depan mobil.
"Kampreeettt !! Dia nembaki aku terus!!" ujar Jafar geram, sambil terus menyetir mobilnya.
Jafar kembali melihat dari kaca spion mobilnya, mobil Gavlin sudah semakin dekat, Jafar pun lantas dengan cepat melepaskan sabuk pengamannya, dan di ambilnya pistolnya dari balik pinggangnya.
Lalu, Jafar membuka pintu depan mobil, kemudian, Jafar cepat melompat, keluar dari dalam mobil, dia berguling guling di aspal jalanan, sementara mobilnya terus melaju cepat dan menabrak tiang listrik yang ada di pinggir trotoar jalanan. Mobil Jafar pun hancur, asap keluar dari depan mobil Jafar.
Melihat mobil Jafar yang menabrak tiang listrik, dan Jafar nekat melompat keluar dari dalam mobilnya, Gavlin pun semakin geram dan marah, dia terus menembaki Jafar, dengan senjatanya, sambil tetap menyetir mobilnya.
Jafar cepat bangun dan berdiri, lalu, dia segera berlari mencari tempat perlindungan dan mengamankan dirinya dari kejaran Gavlin.
Mobil Gavlin pun tiba di dekat mobil Jafar yang sudah hancur, Gavlin cepat menghentikan mobilnya, lalu, sambil memegang senjatanya, Gavlin lalu segera keluar dari dalam mobilnya.
Di belakang, tampak mobil Gatot dan mobil tim penyidik kepolisian melaju dengan cepat ke arah Gavlin dan Jafar.
Jafar berlari, Gavlin melihatnya, dan menembakkan senjatanya ke arah Jafar, Jafar menghindar, lalu, dia berlari untuk menyelamatkan dirinya.
Gavlin pun lantas cepat mengejar Jafar yang berlari menyusuri gang perumahan penduduk. Sementara, Mobil Gatot beserta mobil tim penyidik kepolisian tiba, segera Gatot dan pasukannya keluar dari dalam mobil.
Dengan masing masing memegang pistol ditangan, mereka pun lantas segera lari mengejar Jafar dan Gavlin, yang berlari menyusuri gang gang rumah penduduk.
Para warga warga yang menghuni rumah rumah di gang tampak kaget dan ketakutan, karena mendengar suara tembakan antara Jafar dan Gavlin, para warga bertambah kaget melihat banyak polisi berlarian mengejar ke arah Jafar dan Gavlin yang berlari menjauh.
Jafar berhenti berlari, dia tampak kelelahan, Jafar bersembunyi di balik gardu listrik di sebuah pertigaan gang, dia mengatur nafasnya. Gavlin menghentikan larinya. Gavlin pun bersembunyi di balik tembok sebuah rumah warga.
Dari tempat persembunyiannya, Jafar dengan hati hati mengintip dan melihat ke arah Gavlin, dia bersiap siap memegang pistol ditangannya, untuk menembak sewaktu waktu jika terpaksa.
"Siapa kamu?! Kenapa kamu ikut mengejarku ?!!" bentak Jafar berteriak pada Gavlin.
"Aku Yanto , atau Gavlin !! Anak Sanusi, dan Hasmidar, sekretarismu yang kau bunuh lebih dari 18 tahun lalu!" bentak Gavlin penuh amarah dari tempat persembunyiannya.
Jafar terdiam ditempat persembunyiannya, dia mengintip lagi, lalu, dia kemudian bersembunyi.
"Siaal !! Dia Gavlin, anaknya Sanusi!! Kenapa dia bisa mengikutiku bersama polisi polisi itu?! Dia kan buronan juga setauku?!" Gumam jafar berfikir, dengan wajah kaget dan herannya.
Gavlin menembak ke arah Jafar, pelurunya mengenai gardu listrik, Jafar pun kaget.
"Siaaal !Peluruku sisa tiga!" ujarnya kesal, sambil melihat peluru di pistolnya.
Jafar mencoba mengintip, dia melihat, Di kejauhan, Gatot bersama pasukannya berlari ke arah Gavlin.
"Brengseeek !! Mereka datang semua !! Aku harus bisa melarikan diri dari kejaran mereka !" Gumam jafar kesal.
__ADS_1
Gatot dan pasukannya mendekat ke arah Gavlin yang bersembunyi di balik tembok sebuah rumah warga, Gatot menodongkan pistolnya ke arah Gavlin.
"Jangan bergerak Gavlin !!" ujar Gatot dengan tegas.
"Buang Pistolmu ! Cepat !!" bentak Gatot.
Gavlin berbalik badan, dan dia menatap tajam wajah Gatot yang menodongkan pistol ke arahnya, dia juga melihat, para tim penyidik kepolisian sudah bersiap siap mengarahkan pistol mereka kepada Gavlin. Gavlin pun lantas melemparkan pistolnya ke tanah.
Tak ada pilihan buat Gavlin saat ini selain menyerah dan menuruti kemauan Gatot yang mengancamnya dengan pistol. Gavlin tersenyum sinis menatap wajah Gatot yang tampak serius mengarahkan pistolnya pada Gavlin.
Melihat Gavlin sedang di tangkap Gatot dan pasukannya, Jafar merasa ada kesempatan untuk melarikan diri, lantas, dengan cepat, Jafar pun langsung berlari dari tempat persembunyiannya.
"Heeei !! Berhenti !! Jangan lari kamu Jafaaaar!!" teriak Gatot, melihat Jafar lari.
"Kalian borgol dan bawa Gavlin ke kantor !" perintah Gatot.
"Baik!" jawab seorang petugas penyidik kepolisian.
"Kalian ikut aku!" perintah Gatot pada pasukannya yang lain.
Lantas, Gatot beserta tim penyidik kepolisian segera berlari mengejar Jafar yang sudah lebih dulu melarikan diri.
Hanya tersisa dua petugas penyidik kepolisian saja yang menjaga Gavlin, Gavlin tersenyum sinis melihat ke dua petugas kepolisian itu, Gavlin tampak tenang dan santai.
Salah seorang petugas penyidik kepolisian mengambil borgol dari pinggangnya, lalu, dia mendekati Gavlin, dia hendak memborgol kedua tangan Gavlin.
Saat dia memegang satu tangan Gavlin, tiba tiba saja Gavlin menghantamkan kepalanya dengan kuat ke kepala si petugas polisi yang mau memborgolnya.
Seketika, rekan polisi pun mati terkapar di tanah karena ditembak Gavlin menggunakan pistol polisi, lalu, dengan cepat, Gavlin mematahkan leher si polisi yang mau memborgolnya.
Kemudian, dilemparkannya begitu saja tubuh polisi ke tanah, kedua polisi itu pun mati, terkapar di tanah.
Dengan wajah geram dan marahnya Gavlin mengambil pistolnya yang di buangnya tadi, lalu, Gavlin pun bergegas lari, untuk menyusul dan mengejar Jafar.
---
Jafar berlari terus, Gatot bersama pasukannya di belakangnya terus mengejar, sesekali para petugas penyidik kepolisian melepaskan tembakan ke arah Jafar yang terus saja berlari.
Wajah Jafar tampak semakin panik, dia mulai ketakutan, dan terlihat lelah, karena terus berlari di kejar banyak pasukan kepolisian.
Jafar berlari dan berbelok ke sebuah gang, dia melihat seorang Ibu Muda yang sedang duduk di teras rumahnya sambil ngobrol dengan temannya. Jafar cepat berlari kearahnya, lalu dia menyergap ibu muda, Ibu muda terperanjat kaget, begitu juga dengan temannya.
Teman ngobrol si ibu muda lantas lari ketakutan dan menjauh, Jafar cepat membawa masuk ibu muda dan menutup serta mengunci pintu rumah si Ibu Muda.
Tampak wajah ibu muda ketakutan di cengkram kuat Jafar sambil menodongkan pistol ke wajahnya.
"Jangan coba coba melawan, kalo gak mau wajah cantikmu ini hancur berantakan ku tembak!!" bentak Jafar mengancam.
Si Ibu Muda pun semakin ketakutan karena di ancam Jafar, dia pun diam dan tak berani melawan, apalagi mencoba meronta dan melepaskan diri, dia takut di tembak Jafar.
__ADS_1
Gatot beserta pasukannya tiba di depan teras rumah Ibu Muda, Gatot tadi melihat Jafar menyandera Ibu Muda dan membawa masuk kedalam rumah.
"Jafar , Lepaskan Ibu itu !! Dan menyerahlah!!" teriak Gatot, di depan pintu masuk rumah.
Jafar geram dan marah mendengar teriakan Gatot, dia pun lantas mencengkram leher Ibu Muda semakin kuat, Ibu Muda terlihat kesakitan dan susah bernafas.
"Menyerahlah Jafar !! Rumah ini sudah kami kepung !! Kamu gak akan bisa melarikan diri!" teriak Gatot lagi.
Di dalam rumah, Jafar sambil mencengkram leher si Ibu Muda mencari cari sesuatu, lalu, dia melihat sebuah tangga, lantas, dengan cepat Jafar membawa si Ibu Muda naik ke lantai atas rumah.
"Kalau kamu gak lepaskan Ibu itu, Pintu ini akan kami dobrak paksa Jafar!!" bentak Gatot berteriak.
Gatot semakin marah, karena tak ada jawaban dari dalam rumah, dan Jafar tidak juga menuruti perintahnya untuk melepaskan Ibu Muda yang di jadikannya sandera.
"Dobrak Pintu ini!!" perintah Gatot, pada salah seorang petugas kepolisian.
"Baik !" Jawab petugas penyidik kepolisian.
Lalu, Petugas Penyidik kepolisian pun menendang pintu sekuat tenaganya, Tidak jauh dari rumah, Gavlin berdiri diam dan bersembunyi di balik tembok rumah warga.
Gavlin mengamati Gatot bersama pasukannya di depan rumah seorang warga, Gavlin pun tahu, Jafar ada di dalam rumah, dan dia menduga, Jafar pasti menyandera si pemilik rumah untuk menyelamatkan dirinya.
Pintu berhasil di dobrak paksa, dan terbuka, Dengan siap siaga, para pasukan kepolisian masuk ke dalam rumah sambil menodongkan pistolnya ke depan, Gatot lantas ikut masuk ke dalam rumah tersebut.
Gatot memberi isyarat pada pasukannya agar berpencar dan segera mencari Jafar dimana bersembunyi membawa Ibu Muda yang di jadikannya sandera.
Di lantai atas rumah si Ibu Muda, Jafar membuka pintu teras lantai atas, dia kemudian segera keluar dari dalam ruang lantai atas, dan berdiri di teras lantai atas rumah, sambil masih mencengkram dan menyandera Ibu Muda.
Jafar mengamati sekitarnya, dia melihat, jarak antara teras lantai atas rumah si Ibu Muda dengan atap atap rumah rumah tetangganya berdekatan.
Jafar tampak berfikir sesaat, dia lalu mendengar suara langkah derap sepatu pasukan kepolisian masuk ke dalam ruangan di lantai atas. Jafar tahu, Gatot dan pasukannya sudah ada di dalam rumah.
"Jangan coba mendekat Gatot !! Atau wanita ini ku bunuh dan ku lemparkan dari teras atas ini!!" teriak Jafar.
Gatot memberi isyarat pada pasukannya untuk berhenti dan siap siap, dia melarang pasukannya mendekat ke pintu, karena Jafar mengancam akan membunuh sanderanya.
Gavlin keluar dari tempat persembunyiannya setelah dirasanya aman, karena Gatot dan pasukannya sudah masuk semua ke dalam rumah warga.
Gavlin pun segera mendekati rumah tersebut, dia mendongak keatas, Gavlin mendengar teriakan Jafar dari teras lantai atas rumah mengancam Gatot untuk membunuh wanita yang menjadi sanderanya.
Gavlin tampak geram dan semakin marah melihat Jafar di teras lantai atas. Tiba tiba, Jafar mendorong tubuh si Ibu Muda ke dalam ruangan lantai atas, lalu, dia segera berlari melompat.
Jafar melompat dari teras lantai atas ke atap rumah warga di samping rumah si Ibu Muda. Lantas, Jafar terus berlari, melompat dari satu atap rumah warga ke atap rumah warga lainnya.
Gavlin dari bawah melihat Jafar berhasil melarikan diri dengan nekat melompati atap atap rumah warga tampak marah.
Gavlin pun lantas berlari mengejar ke arah Jafar melarikan diri, Gatot dan pasukannya keluar ke teras lantai atas, Ibu Muda segera di bawa masuk dan di amankan oleh petugas penyidik kepolisian, sementara Gatot dan pasukannya yang lain melihat Jafar yang berlari dan melompati atap atap rumah warga.
"Siaaal !! Dia melarikan diri lewat atap rumah warga!!" ujar Gatot geram dan marah.
__ADS_1
"Ayo kita kejar!!" ujar Gatot.
Gatot lantas masuk kembali ke dalam rumah di ikuti pasukannya untuk mengejar Jafar yang sudah melarikan diri.