
Gavlin masuk ke dalam rumah bawah tanahnya, dia kembali kerumahnya untuk mengambil semua perlengkapan senjata senjatanya.
Setelah sembuh dari luka lukanya, dan bangkit serta hidup kembali dari kematian sesaatnya, karena koma, Gavlin pun merencanakan untuk mulai kembali berburu musuh musuhnya yang selama ini sudah menghancurkan hidupnya dan membuatnya menderita, serta menjadikan dirinya seorang psikopat yang memiliki jiwa kepribadian ganda dalam dirinya.
Gavlin melihat kalender yang tergantung di dinding kamar khususnya, dia melihat tanggal yang dia lingkari sebagai tanda pengingatnya.
Wajah Gavlin tampak geram dan menahan amarahnya menatap tanggalan di kalender tersebut.
"Sudah lewat sebulan lebih dari tanggal terakhir masa kadaluwarsa kasus Bapakku dulu." Gumamnya.
"Waktu berlalu cepat, karena aku koma sangat lama, baiklah. Sekarang, Aku akan menjalankan pengadilanku sendiri untuk menghukum para bedebah itu!" ujarnya geram dan marah.
Gavlin lantas mengeluarkan senjata senjatanya dari dalam lemari khusus menyimpan senjata, semua yang dibutuhkan dari senjata senjata itu dibawanya, dan dimasukkannya ke dalam tas panjang dan besarnya.
Tidak hanya satu tas saja yang di isinya senjata senjata, namun kali ini Gavlin memakai dua tas, untuk membawa banyak senjata senjatanya.
Gavlin benar benar ingin menghabisi para musuh musuhnya, dia tak mau menunda nunda lagi untuk membantai musuh musuhnya.
"Akan ku cari kalian kemanapun kalian bersembunyi, sampai ke dalam kerak bumi pun akan ku cari!!" ujar Gavlin marah.
Dia lantas menutup pintu lemarinya, lalu, dia mengambil kedua tas besar dan panjang, dan membawanya.
Gavlin dengan cepat berjalan keluar dari dalam kamar khususnya sambil membawa dua tas besar dan panjang berisi senjata senjatanya.
Di luar rumahnya, Gavlin lantas meletakkan kedua tas besar itu di jok depan mobil, lalu dia kembali ke rumahnya.
Tak berapa lama, Gavlin membawa motor sportnya, lalu, dibukanya pintu bagasi belakang mobil pick up, dan mengangkat motornya, lalu, dia naikkan ke atas mobil pick up.
Gavlin lantas menutup pintu bagasi belakang mobil pick up, lalu, dia bergegas masuk ke dalam mobil, dan menyalakan mesin mobilnya.
Sesaat kemudian, mobil pun berjalan, lalu segera pergi meninggalkan rumah bawah tanah Gavlin.
Mobil melintas di jalanan dengan kecepatan sedang, Gavlin menyetir mobilnya, wajahnya tampak tegang dan menyimpan dendam yang membara, tatapan matanya tajam, memandang jauh ke depan.
"Sebaiknya aku mampir ke pusat perbelanjaan, buat beli patung manekin. Akan kuberikan pada Indri, agar dia bisa memajang pakaian yang dibuatnya di patung manekin." Gumam Gavlin, sambil terus menyetir mobilnya.
Lantas, mobil pun melaju dengan kecepatan tinggi, dia menjalankan mobilnya menuju pusat perbelanjaan.
---
Terlihat Gatot sedang berjalan menyusuri pusat perbelanjaan, dia yang di non aktifkan dari tugasnya sebagai komandan kepolisian menjadi pengangguran. Untuk menghibur dirinya, agar tidak jenuh di rumah, Gatot pun pergi jalan jalan menemani Maya, mereka belanja ke pusat perbelanjaan, untuk membeli semua kebutuhan pokok mereka selama dirumah.
Tampak Gatot dan Maya berjalan menyusuri pertokoan, yang menjual segala macam aneka kebutuhan rumah tangga.
Di sisi lain, Jafar masuk ke dalam pusat perbelanjaan, dia menyamar, dengan memakai rambut palsu, dan kumis palsu serta leher di tutupi syal, rambut palsu dan kumis palsunya berwarna putih, Jafar menyamar sebagai kakek kakek, dia berjalan tertatih tatih dan pelan sambil menggunakan tongkatnya.
Di pinggang, di balik bajunya, terselip sebuah golok dan pistol rakitan, pistol rakitan dia beli di pasar gelap, pada seorang kenalannya yang tergabung dengan mafia.
__ADS_1
Jafar datang ke pusat perbelanjaan dengan tujuan akan merencanakan perampokan besar di pusat perbelanjaan.
Jafar kalap, dia semakin nekat, dan sudah tak bisa berfikir waras, karena dia sangat membutuhkan uang untuk bisa bertahan hidup, apa lagi dia tahu kalau dirinya menjadi buronan kepolisian dan selalu di buru, hingga hidupnya tak tenang, dia nekat terus melakukan kejahatan.
Jafar seolah olah menantang pihak kepolisian, dia semakin terang terangan membantai, merampok dan membunuh para korbannya, sebagai pertanda dan peringatan pada pihak kepolisian yang memburunya, bahwa dia selama ini tidak pernah bersembunyi atau menghilang, dia tetap ada dan berkeliaran di sekitar orang orang.
Gatot dan Maya tampak sedang berdiri mengantri di loket pembayaran, di depan mereka ada beberapa orang yang juga sedang menunggu giliran membayar belanjaannya.
Jafar masuk ke dalam pertokoan itu, dia berdiri, lalu, dia menoleh ke kanan dan ke kiri, Jafar tengah mengamati sekitarnya, dia melihat, ada beberapa petugas keamanan yang berdiri dan berjaga jaga.
Jafar lantas berjalan kembali, dia berpura pura sebagai pembeli, sambil matanya tetap mengawasi para pengunjung yang sedang berbelanja di pusat perbelanjaan itu, dia tengah mencari dan memilih targetnya untuk dijadikannya sandera nantinya dan di rampoknya.
Saat Jafar berjalan mendekati loket pembayaran, matanya tak sengaja melihat Gatot dan Maya berdiri mengantri di depan loket pembayaran.
"Kutu busuk!! Si Polisi sialan itu ada disini!!" Gumam Jafar geram.
Dia mengira, Gatot sedang melakukan penyamaran sebagai pembeli di pusat perbelanjaan itu.
"Apa si Gatot tau, kalo aku merencanakan perampokan di sini? Mengapa dia ada di sini?!" Bathin Jafar bicara, dan dia lantas tampak berfikir keras.
Gatot melangkahkan kakinya ke depan, untuk maju mengantri, mengikuti Maya yang berdiri didepannya.
Jafar mencoba mendekati Gatot dengan sembunyi sembunyi agar tidak di ketahui Gatot, kalau dia ada ditempat itu.
Jafar berdiri, tidak jauh dari Gatot dan Maya yang berdiri mengantri, Jafar lantas melihat Maya, berdiri di depan Gatot, dia pun lantas tersenyum sinis.
"Baiklah, akan ku ikuti kamu Gatot, Aku akan menjadikanmu targetku, akan ku bunuh kamu dan anakmu!" Gumam Bathin Jafar lagi dengan geram.
Lantas, Jafar pun bergegas berjalan, dia meraih beberapa makanan yang terpajang di etalase, dengan sembarangan dia mengambil makanan , lalu, Jafar cepat berjalan menuju loket pembayaran.
Jafar yang dengan menyamar, lalu berdiri di belakang Gatot, dia ikut mengantri di loket pembayaran sambil memegangi beberapa makanan yang dia ambil.
Mata Jafar tajam, terus mengamati dan memperhatikan Gatot serta Maya yang berdiri di depannya mengantri.
Jafar geram, dia tersenyum licik, lalu, perlahan lahan, dia hendak mengambil goloknya dari pinggangnya, tiba tiba saja, seorang pengunjung berteriak.
"Aaaauuuww !!" teriak seorang wanita Muda, dia terjatuh kelantai, lalu cepat berdiri dengan wajah marah.
"Aduuuuhh...Maaaf...Maaaff!!" ujar Pengunjung.
"Kira kira dong bu! Saya kan belum selesai membayar!! Gak sabar banget ngantri, dorong saya sampe terjatuh!!" ujar Wanita Muda marah.
"Maaf, Maaf, saya salah. Maaf ya Mbak." ujar Pengunjung yang mendorong wanita muda.
Pengunjung itu tak sengaja mendorong Wanita muda dengan kereta dorong berisi belanjaannya hingga terjatuh, sebab, di kiranya si wanita muda sudah selesai membayar belanjaannya, dia yang tak sabar mengantri, karena kelamaan berdiri jadi buru buru ingin segera membayar belanjaannya. Namun naas, dia malah buat masalah.
Mendengar pertengkaran kedua wanita itu, Gatot dan Maya tampak memperhatikan mereka, Jafar yang berdiri di belakang Gatot akhirnya mengurungkan niatnya mengambil golok dari pinggangnya.
__ADS_1
Petugas Keamanan datang mendekati kedua wanita yang masih bertengkar mulut, Petugas Keamanan berusaha melerai dan menghentikan pertengkaran mereka, Jafar pun berpura pura bersikap biasa, dia kembali bersikap tenang, berdiri di belakang Gatot, untuk tetap mengantri.
---
Gatot dan Maya keluar dari dalam pusat perbelanjaan sambil mendorong kereta dorong. Di dalam kereta dorong itu, sangat banyak sekali barang barang belanjaan yang di beli Maya dan Gatot.
Mereka sengaja membeli banyak, untuk persediaan selama satu bulan penuh, agar tidak bolak balik berbelanja.
Gatot membuka pintu bagasi mobilnya, lalu, dia memasukkan semua barang belanjaan ke dalam bagasi, dengan di bantu Maya.
Tidak jauh dari mereka, terlihat Jafar berdiri dan bersembunyi di balik tiang tembok halaman parkir pusat perbelanjaan, dia mengamati Gatot dan Maya, yang sedang memasukkan barang barang belanjaan ke dalam bagasi mobil.
Mobil Gavlin masuk ke dalam area parkiran pusat perbelanjaan, saat dia mencari cari tempat yang kosong, matanya melihat ke arah Gatot dan Maya yang sedang memasukkan barang belanjaan ke dalam bagasi mobil Maya.
"Gatot? Maya?! Akhirnya aku ketemu kalian lagi!" ujar Gavlin, tersenyum sinis.
Ada dendam di hati Gavlin pada Gatot, sebab, Gatot sudah berani mengacak acak ruang rahasia rumahnya, dan membawa pergi semua patung patung lilin bertubuh mayat mayat warga kampung rawas.
Gavlin lantas menghentikan mobilnya di tempat yang kosong, tak jauh dari mobil Gatot yang terparkir.
Dari dalam mobilnya, dia mengamati Gatot dan Maya, tatapan matanya tajam melihat keduanya.
Gavlin menunda untuk membelikan patung manekin buat Indri, tujuannya saat ini tertuju pada Gatot dan Maya.
Gatot menutup pintu bagasi mobilnya, lalu, dia bersama Maya berjalan dan masuk ke dalam mobilnya.
Dari dalam mobil, Gavlin terus mengamati Gatot dan Maya yang berjalan dan masuk ke dalam mobilnya.
"Siapa itu? Sepertinya dia sengaja mengintai Gatot?!" Gumam bathin Gavlin.
Gavlin melihat Jafar yang dengan berpakaian menyamar keluar dari tiang tembok tempat persembunyianya. Gavlin melihat, Jafar tengah memperhatikan mobil Gatot, lalu, dia bergegas lari dan masuk ke dalam mobilnya.
Dari dalam mobilnya, Gavlin terus mengawasi mereka, tak lama kemudian, mobil Gatot berjalan, di dalamnya tampak Gatot yang menyetir mobil dan Maya duduk di depan, di samping Gatot.
Setelah mobil Gatot pergi, Gavlin pun hendak menjalankan mobilnya, namun, dia melihat, sebuah mobil cepat melaju mengikuti mobil Gatot, Gavlin melihat, orang yang menyetir mobil itu.
"Orang yang tadi ngintip dan ngawasi Gatot?! Hmm...benar dugaanku, dia sengaja mengikuti Gatot." Gumam Bathin Gavlin.
Lantas, dia cepat menjalankan mobilnya. Mobil Gavlin pun segera meluncur keluar dari area parkiran, dia mengurungkan niatnya untuk membeli patung manekin di pusat perbelanjaan, karena dia ingin menyelesaikan masalahnya terlebih dulu dengan Gatot, juga Maya, yang tidak bisa dia percaya lagi, sebab, Maya sudah membongkar rahasianya pada Gatot.
Mobil Gatot meluncur dijalanan dengan kecepatan sedang, tidak jauh darinya, tampak di belakang, mobil Jafar melaju mengikuti mobil Gatot.
Lalu, juga tidak jauh dari mobil Jafar, mobil Gavlin pun melaju mengikuti mobil Jafar dan Gatot.
Gatot tak tahu, jika saat ini dia sedang di ikuti Jafar, Jafar juga tak tahu, kalau dia juga sedang di ikuti Gavlin.
Ketiga mobil melaju dijalanan, saling kejar kejaran, ikut mengikuti. Wajah Gavlin tampak geram dan menahan amarahnya.
__ADS_1