
Gavlin yang mengamuk dan marah besar langsung menerjang orang yang telah menembak Indri, dengan kalap dan mengamuk membabi buta Gavlin menyerang orang tersebut yang tak siap dengan serangan Gavlin.
Orang tersebut tersungkur jatuh di terjang Gavlin, pistol ditangannya terlepas dan jatuh ke lantai, saat dia hendak meraih pistolnya, dengan cepat Gavlin menendang wajah orang tersebut hingga terguling guling terjerembab di lantai.
Aamauri yang melihat Gavlin sudah kembali beraksi duel lalu melihat Pablo yang menghajar habis habisan salah seorang dari kelompok yang datang menyerang mereka, Pablo tak memberi ampun, Dia terus menerus menghujamkan pukulan demi pukulannya hingga orang itu terkulai lemah dan tak perdaya lalu jatuh pingsan.
"Pablo !! Tolong bawa Indri ke rumah sakit, Dia harus segera di tolong!!" Ujar Aamauri menegaskan pada Pablo.
"Ya, Baik!" Ujar Pablo, menurut dengan perkataan Aamauri.
Pablo cepat berlari ke arah Indri, sementara Aamauri menghajar lawannya hingga babak belur dan pingsan tak berdaya.
Pablo lantas segera membopong tubuh Indri yang pingsan di bangku pelaminan, dengan cepat Dia membawa pergi Indri untuk segera di obati.
Di tempat persembunyiannya , tak jauh dari tempat lokasi tertembaknya Indri dan juga pertarungan Gavlin dengan seorang dari penyerang yang datang, Rifai melihat Pablo yang membawa Indri, Rifai melihat Indri terluka dan baju gaun pengantinnya berlumur darah.
"Pak, Indri tertembak, Aku akan ikut pak Pablo yang membawa Indri!!" Ujar Rifai.
"Apa??!! Bapak Ikut, gak usah di bawa kerumah sakit, bilang pak Pablo, biar Bapak yang mengobati Indri, katakan, kalo Bapak Dokter specialis !" Ungkap Pak Sarono, dengan wajah tegang dan cemasnya pada Indri.
"Baik, Pak. Ayo Bapak ikut saya, kita kejar pak Pablo!" Ujar Rifai.
"Ya, ayo." Ujar pak Sarono, mengangguk.
Lalu, Rifai dan Pak Sarono keluar dari persembunyiannya dan segera mengejar Pablo yang telah keluar dari dalam gedung dengan membawa Indri yang terluka tembak itu.
Sementara di sisi lainnya, terlihat Gavlin masih mengamuk menghajar orang yang telah menembak indri, orang tersebut bukanlah lawan sepadan Gavlin, dengan mudah Gavlin mengalahkannya.
Orang tersebut jatuh tersungkur, Gavlin melompat dan menginjak tubuhnya , lalu, Dia duduk di dada orang tersebut. Dengan wajah penuh amarah Gavlin mencengkram rambut orang tersebut dengan kuatnya, Lalu, dengan satu hentakan yang sangat kuat dari tangannya, Gavlin mematahkan leher orang tersebut hingga patah. Orang itu pun dengan seketika mati di tangan Gavlin.
Gavlin belum puas membunuhnya, dengan penuh amarah dan murka, Gavlin memasukkan kedua tangannya ke mulut orang tersebut yang sudah mati, lalu, dengan sekuat tenaganya, Dia menarik mulut orang itu dengan kedua tangannya.
"Aaaaarrrrrgggghhhhh!!" Teriak Gavlin sekeras kerasnya penuh amarah.
Dengan sekuat tenaganya, Gavlin merobek mulut orang yang sudah mati itu dengan kedua tangannya. Aamauri dan beberapa anggota gank mafianya serta beberapa orang dari kelompok yang datang menyerang melihat keganasan Gavlin, yang dengan kedua tangannya merobek paksa mulut orang yang telah menembak Indri. Mereka bergidik ngeri melihat kejadian itu, dan mereka tak menyangka jika Gavlin seganas itu jika amarahnya memuncak.
Ya, kepribadian ganda Gavlin langsung muncul, jiwa psikopatnya yang kini keluar dari dalam dirinya membuatnya tak perduli lagi dengan sekitarnya, Dia mengamuk membantai orang yang telah membuat kekasih hatinya terluka parah.
Belum puas menyobek mulut orang yang sudah mati itu, Gavlin lalu mengambil pisau belati dari belakang pinggangnya, Gavlin tak pernah meninggalkan pisau belatinya, Dia selalu membawanya.
__ADS_1
Dengan garang dan penuh amarah membabi buta Gavlin langsung menghujamkan pisau belati ditangannya ke dada orang yang sudah mati itu, Dia merobek robek dada orang tersebut, darah mengalir deras dari tubuh orang yang sudah mati itu, Gavlin tak perduli, pakaiannya penuh dengan darah. Dengan kejamnya Gavlin merobek robek tubuh orang yang sudah mati itu, Dia terus melakukannya.
Lalu, tangannya masuk ke dalam dada orang itu dan mengambil paksa jantung orang tersebut. Orang orang menghentikan perkelahian, kaget dan syock melihat Gavlin membelah dada dan mengambil jantung orang yang sudah mati.
"Maaaammmpppuuussss kamuuu!!" Teriak Gavlin, penuh amarah yang membara.
Dia menggenggam jantung orang yang menembak Indri, melihat itu, sekelompok orang yang datang menyerang dan masih tersisa, karena beberapa dari mereka mati karena tertembak oleh anggota gank mafia Aamauri dan juga anggota Pablo langsung lari, mereka kocar kacir ketakutan di bunuh Gavlin.
Para anggota gank mafia hendak mengejar mereka yang tunggang langgang lari ketakutan, Aamauri melihat anggota anggotanya yang mengejar.
"Hentikan !! Jangan di kejar, biarkan saja mereka lari!!" Teriak Aamauri, memberi perintah pada anggotanya.
Para anggota ganknya langsung berhenti, begitu juga anggota gank mafia Pablo, mereka menghentikan pengejaran terhadap sekelompok orang yang menyerang itu.
Aamauri lantas berjongkok dan menarik rambut salah seorang dari sekelompok orang yang datang menyerang, orang itu menjadi lawan duel Aamauri tadi.
Dengan tatapan mata yang tajam penuh amarah, Aamauri melihat wajah orang yang sudah sadar dan tampak lemah itu.
"Suruhan siapa kamu, katakan !!" Ujar Aamauri, menahan geram dan amarahnya.
"Bell...Belamy...!!" Ujar Orang itu dengan terbata bata dan lemah.
"Aa...ad...ik Aa...Chell. Ketua gank mafia kami. Dia menggan...tikan...A...chell." Ungkap orang tersebut terbata bata.
Mendengar perkataan orang itu, Aamauri semakin geram, Dia lantas mencengkram leher orang itu dengan kuat, lalu, Aamauri mematahkan leher orang itu, hingga lehernya patah, dan seketika mati.
Aamauri melepaskan orang itu yang lantas tersungkur di lantai dan mati, Aamauri lalu berdiri dan melihat Gavlin yang masih terus mencabik cabik tubuh orang yang menembak Indri. Aamauri cepat menghampirinya.
"Sudah, hentikan , Vlin !! Sadarlah!!" Ujar Aamauri menegaskan.
Aamauri dengan kuat memegang tangan Gavlin yang menggenggam pisau, karena tangannya di pegang kuat Aamauri, Gavlin tak bisa menghujamkan pisaunya lagi ke tubuh orang tersebut.
"Lepaskan , Pak !! Biar Aku mencincang tubuhnya!!" Ujar Gavlin, dengan tatapan mata memerah penuh amarah menatap Aamauri yang berdiri di sampingnya.
"Sudah, Vlin, Cukup. Kamu sudah mencincang cincangnya. Lihatlah!!" Ujar Aamauri, menegaskan pada Gavlin.
Gavlin lantas terdiam, Dia melihat ke lantai, pada orang yang telah mati itu, Tubuhnya penuh dengan luka cabikan pisau belati Gavlin.
Gavlin lantas diam sesaat dan menenangkan dirinya, lalu, perlahan, Dia pun berdiri disamping Aamauri, Aamauri lalu melepaskan pegangan tangannya.
__ADS_1
"Sudah, kamu tenang ya. Kembalilah ke dirimu lagi sekarang. Kita liat Indri." Ujar Aamauri, dengan suara pelan , menenangkan diri Gavlin.
Perlahan lahan emosi amarah Gavlin mereda, Dia tersadar, lalu menoleh ke bangku pelaminan, tak ada Indri di sana, dia kaget .
"Indri !! Kemana Indri, Pak?!!" Tanya Gavlin, dengan wajah cemasnya.
"Indri dibawa pak Pablo untuk segera di obati." Ujar Aamauri, menjelaskan pada Gavlin.
"Di bawa kemana? Ayo kita susul Pak. Aku ingin menemani Indri! Aku harus ada di sisi Indri!" Ujar Gavlin, dengan wajah cemasnya.
"Ya, Ayo kita susul. Mungkin Pablo belum berangkat, ayo cepat!" Ujar Aamauri.
Gavlin mengangguk, lalu, mereka berdua segera berlari keluar dari dalam ruang gedung pernikahan itu untuk mengejar Pablo yang sedang membawa Indri.
Di luar, Di halaman gedung tempat berlangsungnya pesta pernikahan, Pablo baru saja mau memasukkan Indri kedalam mobilnya, Rifai dan pak Sarono datang mendekatinya.
"Tunggu Pak Pablo !! Jangan di bawa kerumah sakit, bawa aja Indri ke rumah pak Sarono, rumahnya lebih dekat dari sini, hanya beberapa menit saja." Ujar Rifai.
"Ya, biar saya yang obati lukanya, saya Dokter!" Tegas pak Sarono pada Pablo.
"Oh, begitu, baiklah, Pak. Mari ikut saya." Ujar Pablo pada pak Sarono.
"Ya." Jawab pak Sarono.
Lalu, mereka segera memasukkan Indri ke dalam mobil, yang pertama masuk pak Sarono, Dia duduk di jok belakang, lalu, Dia memangku Indri yang direbahkan di jok belakang bersama dirinya.
Pablo dan Rifai duduk di jok depan, dengan Pablo yang menyetir mobilnya sendiri dan Rifai duduk disampingnya. Aamauri dan Gavlin berlari keluar dari dalam gedung, mereka melihat Pablo bersama pak Sarono dan Rifai masuk ke dalam mobil.
"Ayo cepat, Vlin. Kita ikuti mereka!" ujar Aamauri.
"Ya, Pak." Angguk Gavlin.
Mereka berdua lantas bergegas lari menuju mobil Aamauri, mobil Pablo lalu berjalan dan melintas melewati Aamauri dan Gavlin yang baru saja masuk ke dalam mobil.
Dengan cepat pak Aamauri menyalakan mesin mobil, lalu menjalankan mobilnya dan segera menyusul mobil Pablo yang sudah pergi meninggalkan gedung pernikahan itu.
Sementara itu, Di dalam ruang gedung, para anggota gank mafia Aamauri dan juga anggota gank mafianya Pablo sibuk merapikan tempat itu, mereka mengumpulkan mayat mayat dari teman teman mereka yang mati dan juga mayat mayat dari kelompok orang yang menyerang mereka.
Dan di mobil, pak Sarono terlihat sedang memberikan penanganan pertama pada Indri, Dia berusaha menutupi luka tembak Indri dengan kemeja milik Rifai, Rifai memberikan kemejanya untuk menghentikan darah yang terus keluar dari punggung Indri, dan Dia sendiri hanya memakai kaos saja sekarang.
__ADS_1
Di mobil Aamauri, terlihat wajah Gavlin tegang, Dia cemas dengan kondisi Indri, Gavlin tak perduli jika pakaiannya saat ini penuh dengan darah dari orang yang menembak Indri dan dibunuhnya tadi. Aamauri diam saja dan terus menyetir mobilnya, Dia tahu, jika saat ini Gavlin tengah memikirkan keadaan Indri dan sangat khawatir dengan kondisinya yang terkena tembakan itu.