
Tangan Gavlin bergetar memegang surat kabar, sekali lagi dia membaca tulisan yang ada dalam surat kabar tersebut.
"Kesaksian Pak Jauhari, Kepala Desa Rawas tentang Pembantaian Massal warga kampung Rawas".
Gavlin membaca, bahwa Kepala Desa bernama Jauhari itu memberi keterangan, bahwa pembantaian massal yang terjadi pada warganya di kampung rawas karena ulah salah seorang yang mempunyai dendam pada warganya.
Gavlin juga membaca, wartawan di surat kabar menulis, bahwa belum di temukan pelaku, dan juga belum di ketahui apa motif sebenarnya pelaku membantai seluruh warga dan membakar semua rumah rumah warga.
Gavlin geram, dia lantas meremas kuat surat kabar ditangannya, dendam membara di hatinya.
Lalu,Gavlin pun segera pergi dari halaman Mini Market, dia sangat ingin segera menemui Jauhari.
Salah seorang yang juga terlibat pembakaran rumahnya dulu, saat Jauhari masih muda dan belum menjabat sebagai Kepala Desa.
---
Di tempat kerjanya, Maya terlihat lebih banyak melamun dari pada bekerja, dia tidak bisa focus pada laptopnya.
Pikirannya melayang jauh, dia terus mengingat Gavlin, darahnya berdesir dan mengalir cepat, jantungnya berdebar debar saat memikirkan Gavlin.
Pikirannya tak bisa lepas dari Gavlin, ada keinginan untuk terus bercinta dengan Gavlin, Maya benar benar bernafsu.
Dia yang baru pertama kali mengalami hubungan intim, ternyata menginginkannya lagi, karena dia mengakui, ternyata sangat nikmat bercinta.
Dia tak tahan, ingin rasanya Gavlin menyetubuhinya lagi, 6 jam di setubuhi Gavlin belum cukup baginya, dia ingin lebih lama lagi disetubuhi Gavlin.
"Ah, kenapa aku jadi begini?" Desah Maya di kursi meja kerjanya.
Tatapan matanya sendu, terlihat jelas jika Maya saat ini sangat bernafsu dan berhasrat untuk bercinta.
Libidonya sangat tinggi, dia sudah kecanduan untuk terus berhubungan intim.
Ada keinginan dalam diri Maya, agar dia bisa tinggal serumah bersama Gavlin, agar dia bisa mendapatkan cinta Gavlin, kemesraan, dan bisa terus bersetubuh dengan Gavlin.
Tanpa sadar, dalam keadaan melamun, dia meraba leher dan dadanya dengan tangannya, Maya membayangkan Gavlin tengah menjilati lembut leher dan dadanya.
Keringat dingin keluar dan membasahi baju Maya, dia benar benar sudah terangsang hebat.
Maya tak tahu, entah kenapa dia jadi begini, sejak di sentuh dan di setubuhi Gavlin, Maya jadi liar, dan jadi ketagihan untuk terus melakukan hubungan intim.
Maya tak mampu menahan gejolak nafsu birahinya yang semakin bergejolak dan tinggi.
Maya pun mematikan laptopnya dengan cepat, lalu memasukkan laptopnya ke dalam tas, kemudian, dia segera keluar dari ruang kerjanya.
__ADS_1
---
Di dalam rumahnya, Gavlin tengah merencanakan sesuatu untuk mulai melakukan pencarian, dia ingin segera bertemu Jauhari, Kepala Desa Rawas.
Gavlin sangat dendam pada Jauhari, dia ingin segera menghancurkan Jauhari.
Lintasan bayangan masa lalunya kembali hadir dalam benaknya.
Jauhari, salah seorang warga yang membakar rumahnya, menjadi komando pada warga warga, untuk terus membakar rumah Gavlin, atau dikenal dengan Yanto saat kecil.
Dalam benaknya, Gavlin masih mengingat sosok Jauhari dengan jelas, dimana dulu, Jauhari berteriak penuh emosi, memberi semangat pada para warga agar ikut membakar rumahnya.
Gavlin juga mengingat, saat itu Jauhari tertawa tawa puas, dan dalam benaknya, Gavlin mengingat, bahwa Jauhari sempat melihat ke wajah Bramantio yang duduk di dalam mobilnya.
Dalam mobil, Bramantio terus mengawasi warga warga yang membakar rumah Gavlin atau Yanto, di luar, depan mobil, berdiri supir Bramantio yang tak lain adalah Sumantri.
Dalam benaknya, Gavlin mengingat, Jauhari mengacungkan jempolnya pada Bramantio yang ada di dalam mobil. Memberi isyarat, bahwa tugas sudah dilaksanakannya.
Dia juga mengingat, bagaimana dia yang menggendong adiknya, berusaha minta tolong pada Jauhari yang berdiri di luar rumahnya.
Dalam ingatannya, Jauhari bukannya prihatin dan memberi pertolongan pada dia dan adiknya, namun Jauhari malah menendang dia, hingga dia dan adiknya terjatuh ketanah.
Bukan hanya ditendang saja, namun Gavlin, atau Yanto kecil bersama adiknya di ludahi Jauhari.
Dalam Ingatan Gavlin juga, dia mengingat, dimana saat itu kobaran api semakin membesar melahap rumahnya.
Di benaknya, Gavlin mengingat, setelah Guntur memberikan uang pada Jauhari, Guntur beserta Samsul, Pemimpin Wolf Genk pergi meninggalkan Jauhari.
Dalam ingatannya, Gavlin mengingat, saat Bramantio menolak dan meludahinya dari dalam mobil saat dia berusaha meminta pertolongan pada Bramantio.
Dia juga mengingat dengan jelas, rombongan mobil Bramantio dan Guntur serta Samsul pergi sambil tertawa tawa puas di dalam mobil.
Gavlin dendam, itu sebabnya dia membantai dan membunuh Guntur dan melemparkan mayatnya di hotel milik Bramantio, sebagai peringatan pada Bramantio, bahwa dia sudah kembali untuk membalas dendam.
Terdengar suara ketukan di pintu rumahnya, Gavlin heran, siapa yang datang kerumahnya.
Gavlin heran, sebab selama ini, tidak ada yang datang kerumahnya, apalagi di izinkannya masuk ke dalam rumahnya.
Gavlin bergegas kedepan rumahnya, dari jendela ruang tamunya, Gavlin pun mengintip, ingin melihat siapa yang datang.
Dari balik horden jendela, dia melihat, Maya berdiri di depan pintu rumahnya, menunggu pintu terbuka.
Melihat Maya yang datang, Gavlin pun tersenyum senang, dia senang, karena Maya datang menemuinya.
__ADS_1
Gavlin pun lantas membuka pintu rumahnya, baru saja pintu terbuka, Maya sudah langsung menerobos masuk ke dalam rumahnya.
Maya melemparkan tas kerjanya sembarangan, lalu menubruk dan memeluk Gavlin, Maya langsung menyerang Gavlin dengan kecupan kecupan bibirnya ke bibir Gavlin.
Gavlin sempat gelagapan membalasnya. Gavlin berusaha menghentikan Maya.
"Tunggu May, aku tutup dulu pintunya." Ujar Gavlin.
Maya pun berdiri diam menunggu, Gavlin segera menutup dan mengunci pintunya.
Maya sudah tak sabar, nafsunya sedang tinggi tingginya, setelah Gavlin menutup pintu dan mau berjalan mendekati Maya, dia sudah menubruk Gavlin lagi.
Maya memeluk Gavlin, lantas dengan penuh nafsu, Maya ******* bibir Gavlin.
Gavlin pun memeluk tubuh Maya, lantas Gavlin membalas, dia pun ******* lembut bibir Maya.
Gavlin lantas menggendong Maya, Maya pun merangkul leher Gavlin dengan kedua tangannya.
Dalam posisi Maya di gendong depan Gavlin, Maya terus ******* bibir Maya.
Gavlin tahu, kalau Maya masih menginginkan untuk bercinta lagi. Gavlin tahu, Maya sedang bernafsu saat ini.
Gavlin terus menggendong sambil tetap ******* bibir Maya, dia membawa Maya masuk ke dalam kamarnya.
"Aku ingin tidur denganmu Vlin, setubuhi aku, aku gak bisa melupakan, aku ingin kamu terus menyetubuhiku." Ujar Maya dengan penuh nafsunya.
Gavlin tersenyum, dia mengecup lembut bibir Maya.
"Aku cinta kamu May." Ujar Gavlin tersenyum bahagia.
"Aku juga sangat mencintai kamu Vlin." Ujar Maya penuh cinta.
Lantas, mereka pun kembali melakukan hubungan intim, mereka berdua hanyut dalam asmara.
Kerinduan selama puluhan tahun, seolah saat ini sedang mereka obati, dengan memadu kasih, mereka berdua melepaskan segala kerinduan yang sudah lama tersimpan di hati.
Maya begitu sangat mencintai Gavlin, begitu juga sebaliknya Gavlin, sejak kecil hingga sekarang, Gavlin tak dapat melupakan Maya.
Gavlin selalu merindukan dan mencintai Maya. Dia rela menunggu Maya bertahun tahun selama ini.
Gavlin yang sebelumnya sedih dan merasa kehilangan oleh sosok Maya, teman masa kecilnya, kini bisa tersenyum bahagia.
Ya, Gavlin bahagia, sebab, cintanya yang pernah hilang bertahun tahun, kini, sudah kembali dalam pelukannya, tinggal bersamanya.
__ADS_1
Dan Gavlin bertekat, dia tak akan pernah lagi melepaskan dan membiarkan Maya pergi jauh darinya.
Apapun akan di lakukan Gavlin, untuk dapat melindungi dan menjaga Maya. Wanita yang sangat dia cintai selama ini.