VINDICTA ( BALAS DENDAM )

VINDICTA ( BALAS DENDAM )
Bukti Mengarah ke Jafar


__ADS_3

Herman dan Peter masuk ke dalam sebuah rumah, rumah tersebut asing bagi Herman, dia sama sekali belum pernah datang kerumah tersebut.


"Kita dimana? Ini rumah siapa?" tanya Herman, bingung dan heran.


"Ini rumah saudaraku yang udah lama kosong, dia keluar negri, rumah ini gak ada yang menempati, jadi, untuk sementara, aku pakai buat persembunyian kita." ujar Peter, menjelaskan.


"Maksudmu, rumah ini kita jadikan persembunyian? Kamu yakin, rumah ini aman dan gak akan diketahui Richard dan Gatot?" tanya Herman.


"Aku yakin, rumah ini sangat aman buat persembunyian kita, kalo nggak, buat apa aku bawa kamu ke sini." jelas Peter.


"Oh, begitu." ujar Herman, mengerti dan paham.


"Lebih baik kamu istirahat di kamar, biar tenagamu pulih, dan lukamu benar benar sembuh." ujar Peter.


"Lukaku sudah mulai mengering, beberapa hari lagi, aku juga udah kembali sehat seperti semula." ujar Herman.


"Ya." ujar Peter.


"Ayo ku antar ke kamarmu." ujar Peter.


Herman pun mengangguk, mengiyakan, lantas, mereka berdua segera berjalan dan masuk ke dalam kamar.


Mereka berdua pun sudah berada di dalam kamar, Herman lantas duduk di tepi ranjang.


"Jack dimana? Apa dia tau, kamu membebaskanku?" tanya Herman.


"Jack tau, dan nanti juga dia pasti datang ke sini, tunggu saja." ujar Peter.


"Baiklah." Jawab Herman.


Lantas, Herman pun naik ke atas ranjang, lalu, dia merebahkan tubuhnya di atas kasur, dia pun mulai beristirahat.


Peter lantas pergi keluar dari dalam kamar, di biarkannya Herman beristirahat dan tidur di dalam kamar, agar lukanya pulih dan dia kembali sehat seperti semula.


---


Gatot mengamati mayat Pria yang mati terbunuh di samping ruko dengan kondisi luka di leher, Tim Forensik sedang meneliti dan menyelidiki kematian sang Pria.


Mereka menemukan sidik jari dari dompet Pria tersebut, lalu, bukti sidik jari di simpan tim forensik untuk di teliti, siapa pemilik sidik jari tersebut.


"Dari lukanya, ini pasti perbuatan orang yang sama, pelaku membunuh korban dengan cara menggorok lehernya, sama seperti yang terjadi dengan korban di rumah jalan flamboyan beberapa hari lalu." jelas seorang ahli forensik.


"Sepertinya begitu." ujar Gatot.


"Kalian cari tau, pemilik sidik jari itu, lalu, kabari saya jika kalian sudah menemukan bukti bukti pembunuhannya." ujar Gatot.


"Baik." jawab Petugas ahli forensik.


"Motifnya sama, membunuh dan merampok, hmm...siapa kamu?" Bathin Gatot bertanya tanya.


Tampak Gatot tengah memikirkan siapa pelaku yang telah melakukan pembunuhan dan perampokan.


Gatot lantas berjalan meninggalkan tim forensik yang masih meneliti mayat Pria.


Gatot berjalan, lantas, dia berhenti dan berdiri di pertigaan jalan, antara dua ruko yang berada di samping jalan kiri dan kanannya.


Gatot mengamati sekitarnya, lalu matanya melihat sebuah kamera cctv yang terpasang di sudut sebuah ruko yang ada di seberang jalan.


Gatot pun lantas bergegas menyeberang jalan dan menghampiri ruko yang ada kamera cctv nya.

__ADS_1


Lalu, Gatot masuk ke dalam ruko, tampak dia sedang bicara pada Penjaga toko, meminta izin agar dia di perbolehkan melihat rekaman cctv.


Penjaga toko pun mengizinkan Gatot, dia mengajak Gatot ke dalam sebuah ruang kecil, dimana terpasang monitor untuk memantau kamera cctv.


Gatot pun lantas mengamati rekaman cctv, dari layar monitor yang menampilkan gambar rekaman kejadian saat itu, Gatot melihat sosok seseorang dengan memakai topeng dan berpakaian serba hitam.


Gatot mengkernyitkan keningnya, dia lantas meminta penjaga toko untuk memperbesar gambar sosok orang yang tertangkap kamera cctv.


Penjaga Toko pun lantas memperbesar gambar, lalu, Gatot mengamati sosok pria dalam gambar rekaman cctv tersebut.


Tampak wajah Gatot penasaran pada orang tersebut, karena memakai topeng yang menutupi seluruh wajahnya, Gatot tak bisa melihat wajah si pelaku.


"Boleh saya minta copyan rekaman cctv untuk saya jadikan bukti kepolisian?" tanya Gatot.


"Bisa, Pak. Sebentar." ujar Penjaga toko.


Lalu, dia pun segera mengcopy rekaman kamera cctv di sebuah flash disk kosong. Setelah dia mengcopy nya, lalu di berikannya flash disk pada Gatot.


"Terima kasih, Mas." ujar Gatot.


"Sama sama, Pak." Jawab Penjaga toko.


Lantas, Gatot pun bergegas keluar dari dalam ruangan tersebut, Penjaga toko mematikan monitor cctv, lalu, dia keluar dari dalam ruangan.


Gatot kembali ke lokasi kejadian pembunuhan, dia lantas memberikan flash disk yang berisi rekaman kamera cctv pada petugas penyidik kepolisian.


"Cari tau, siapa orang yang ada dalam rekaman cctv!" tegas Gatot memberi perintah.


"Siap komandan!" Jawab Petugas Penyidik kepolisian.


Lantas Dia mengambil flash disk dari tangan Gatot, Gatot lalu berjalan menuju ke mobilnya.


Gatot masuk ke dalam mobilnya, lalu, dia pun pergi dari lokasi kejadian pembunuhan tersebut.


---


Beberapa hari kemudian, semakin banyak korban pembunuhan yang ditemukan, dan itu terjadi di berbagai tempat, bukan hanya di rumah, namun, ada juga mayat yang ditemukan di sebuah taman kota.


Gatot benar benar harus bekerja ekstra keras untuk mengungkap kasus pembunuhan tersebut. Karena dia harus menyelidiki kasus pembunuhan yang banyak terjadi, dia tidak focus dengan masalah kasus Herman dan komplotannya.


Keesokan harinya, Gatot bertemu dengan seorang petugas ahli forensik, Gatot lantas bertanya pada petugas ahli forensik.


"Bagaimana hasilnya?" tanya Gatot.


"Sepertinya, ini pembunuhan berantai, motif membunuhnya sama, dan cara membunuh korban juga sama, setelah membunuh dengan menggorok leher, pelaku mengambil semua uang dan harta benda milik korban!" jelas Petugas Ahli Forensik.


"Bagaimana dengan sidik jari yang kalian temukan?" tanya Gatot, dengan wajah penasaran.


"Sidik jari itu 100 % milik Jafar, selain itu, ****** yang ditemukan dirumah flamboyan juga milik Jafar, buronan kepolisian bertahun tahun yang selama ini menghilang." jelas Petugas ahli Forensik.


"Jafar?" ujar Gatot, kaget.


"Ya. Bapak ingat kasus pembunuhan yang di lakukan Jafar 18 tahun lalu? Jafar dulu membunuh korbannya dengan cara menggorok lehernya juga tapi dia dulu bebas !" jelas petugas ahli forensik.


"Ya, saya ingat kasus itu." ujar Gatot.


"Baiklah, terima kasih informasinya, jika kalian menemukan bukti lain tolong kabari saya segera." ujar Gatot.


"Baik, Pak." Jawab Petugas Ahli Forensik.

__ADS_1


Lalu, Gatot pun segera keluar dari dalam ruangan meninggalkan petugas ahli forensik.


Gatot berjalan menuju mobilnya di halaman parkir gedung kantor kepolisian. Wajahnya tampak geram dan marah.


Gatot lantas berdiri disamping mobilnya, wajahnya tampak sangat marah sekali pada Jafar.


"Biadaaab !! Ternyata Jafar pelakunya ! Dia mulai beraksi dan kambuh lagi seperti dulu!!" ujar Gatot geram dan marah.


"Ku kira Jafar sudah benar benar menghilang dan gak beredar di negara ini, ternyata dia selama ini di sini!!" Ujarnya geram.


"Baiklah Jafar, dimana kamu? Aku akan memburumu!" ujar Gatot dengan wajahnya yang memerah karena marah.


Gatot lantas masuk ke dalam mobilnya, lalu, sesaat kemudian, mobilnya pun berjalan pergi meninggalkan gedung kantor kepolisian.


---


Di sebuah ruangan karaoke, terlihat Jafar ditemani 4 wanita cantik pemandu lagu, begitu banyaknya botol minuman kosong di atas meja.


Jafar sedang berpesta pora, dia menghambur hamburkan uangnya, yang di dapatnya dari hasil merampok dan membunuh.


Jafar menghabiskan waktunya bersama para wanita pemandu lagu karaoke, Jafar sudah sangat mabuk.


"Ayoo, menari dan menyanyilah, hibur aku, aku akan memberikan kalian uang banyak sebagai tipsnya!" ujar Jafar dengan keadaan mabuk.


Lalu, dua wanita pun berdiri dan mulai menari dengan gerakan erotis di hadapan Jafar, Jafar yang mabuk berat terlihat bertepuk tangan dan tertawa senang, dia sangat menikmati gerakan tarian erotis dari wanita tersebut.


Seorang wanita menggoda Jafar, dia mendekati Jafar, lalu duduk di pangkuan Jafar dan menggerak gerakkan tubuhnya dengan gerakan erotis dan sensualitas.


Dia bermaksud menghibur Jafar, agar di berikan tips yang banyak, namun, berbeda dengan pikiran Jafar, dia malah menjadi bernafsu pada wanita yang duduk di pangkuannya sambil menari erotis.


Jafar pun cepat memeluk erat tubuh wanita itu, lalu hendak mencumbunya, wanita itu menghindar dan meronta, dia lantas melepaskan pelukan Jafar, kemudian berdiri dan menjauh dari Jafar.


Melihat sikap wanita yang menolak dirinya, Jafar yang sudah mabuk berat itu pun menjadi sangat marah.


"Kurang ajaaar !! Berani kamu menolakku?!!" teriak Jafar marah, dalam kondisi mabuk beratnya.


Jafar lantas mengambil pisau dari balik pinggang belakangnya, lalu, diarahkannya ke depan, pada para wanita pemandu lagu yang menemaninya.


Melihat pisau di tangan Jafar, para wanita itu pun ketakutan, dengan cepat, mereka berlari dan keluar dari dalam ruangan, mereka takut di bunuh Jafar yang mabuk berat dan marah itu.


Namun naas, bagi satu orang wanita pemandu lagu, dia yang berada di paling pojokan, menjadi orang terakhir yang berlari hendak keluar.


Jafar cepat menangkap tubuhnya, lalu, dengan kalap dan wajah penuh amarah, Jafar menghujamkan pisau di tangannya ke dada wanita tersebut, berkali kali pisau menembus dada dan perut wanita, Wanita pemandu lagu karaoke itu pun mati Jafar lantas menggorok leher wanita tersebut, setelahnya, dia melemparkan tubuh wanita pemandu lagu ke lantai.


Tubuh wanita pemandu lagu karaoke pun jatuh terkapar mati di lantai ruang karaoke, Jafar menyeringai jahat menatap mayat sang wanita.


Dia lantas duduk dengan santainya di sofa, di ambilnya botol minuman keras yang masih tersisa di atas meja, lalu, dia meneguk habis minuman keras dari dalam botol tersebut.


Lalu, Jafar pun berdiri, dan lantas pergi keluar dari ruang karaoke, di tinggalkannya mayat wanita pemandu lagu karaoke itu di dalam ruangan.


Jafar berjalan dengan santai sambil memegang pisaunya, para tamu dan wanita wanita pemandu lagu berteriak histeris ketakutan melihat baju Jafar berlumuran darah dan dia memegang pisau.


Mereka menyingkir dan menjauh dari Jafar, tak ada yang berani menghalangi Jafar.


Jafar pun berjalan terus keluar.


Saat di depan pintu keluar, penjaga keamanan tempat karaoke tersebut menahan Jafar agar tak keluar, dengan cepat Jafar menyerang dengan menghujamkan pisau ke dada si penjaga keamanan, lalu di goroknya leher penjaga keamanan.


Penjaga keamanan pun lantas mati, rebah dilantai, para wanita pemandu lagu berteriak histeris, melihat penjaga keamanan mati di bunuh Jafar.

__ADS_1


Jafar masuk ke dalam mobilnya, dengan santai, dia menjalankan mobilnya dan pergi meninggalkan lokasi karaoke tersebut.


__ADS_2