VINDICTA ( BALAS DENDAM )

VINDICTA ( BALAS DENDAM )
Aksi Perampokan


__ADS_3

Sepasang mata tampak sedang mengintai seorang wanita separuh baya yang baru saja keluar dari dalam sebuah pusat perbelanjaan mewah. Pakaian dan penampilan wanita separuh baya itu terlihat glamour dan mewah, pakaian yang di kenakannya sangat menyolok, hingga dia menjadi pusat perhatian para pengunjung pusat perbelanjaan lainnya, sebab, pakaiannya seperti dia hendak pergi ke pesta besar saja.


Ya, Wanita separuh baya itu orang berkelas dan kaya raya, saat ini, dia tengah berbelanja, banyak sekali yang di belinya, keranjang dorongnya sangat penuh dengan belanjaannya.


Wanita separuh baya berjalan keluar dari dalam pusat perbelanjaan menuju halaman parkir pusat perbelanjaan.


Setelah dia keluar, lalu, dia pun lantas berdiri menunggu di depan pintu masuk pusat perbelanjaan, di ambilnya ponsel dari dalam tasnya, lalu, dia pun menelpon.


"Cepat ke sini kamu, saya tunggu di depan pintu masuk." ujar Wanita separuh baya, di telepon.


Lalu, dia pun menutup teleponnya, kemudian, dimasukkannya ponsel ke dalam tasnya. Dia tak menyadari, bahwa dirinya sedang di awasi dan di amati oleh seseorang yang berada di dalam mobil.


Orang yang mengintai menjadikan wanita separuh baya itu target kejahatannya, tak berapa lama, datang sebuah mobil sedan berharga milyaran rupiah, mobil berhenti tepat di depan wanita tua.


Lalu, seorang Pemuda keluar dari dalam mobil, dia supir pribadi sang Wanita separuh baya. Pintu bagasi terbuka, wanita tua lantas memasukkan barang belanjaannya yang ada di keranjang dorong ke dalam bagasi mobil, supir pribadi membantunya.


Sepasang mata terus memantau dan mengamati pergerakan wanita separuh baya yang berpenampilan menyolok dan glamour itu.


Tak berapa lama, wanita separuh baya selesai memasukkan semua barang belanjaannya yang sangat banyak ke dalam bagasi mobil, supir pribadi menutup pintu bagasi.


Dia lantas membukakan pintu belakang mobil, wanita separuh baya pun masuk ke dalam mobil, lalu duduk di jok belakang mobil. Sang supir bergegas masuk ke dalam mobil.


Tak berapa lama, mobil pun segera berjalan pergi meninggalkan halaman parkir pusat perbelanjaan.


Seseorang yang mengintai langsung menjalankan mobilnya begitu dia melihat mobil wanita separuh baya pergi.


Di sepanjang jalan, suasana malam yang sepi, tampak seseorang yang tadi mengintai terus mengikuti mobil wanita separuh baya, sorot matanya tajam menatap ke depan, pada mobil wanita tua, mulutnya menyeringai jahat.


Orang tersebut tengah merencanakan suatu hal dalam benaknya, dia terus mengikuti wanita separuh baya.


Mobil wanita separuh baya masuk ke halaman rumah yang begitu besar dan sangat mewah, mobil seseorang yang mengintai berhenti di pinggir jalan dekat rumah wanita separuh baya.



Dari dalam mobilnya, dia mengamati rumah wanita separuh baya, dia pun terlihat kagum dengan rumah besar dan megah itu, wanita separuh baya benar benar orang yang kaya raya.


"Gak salah aku menjadikan dia targetku malam ini!" ujarnya.


Ternyata orang yang mengintai wanita separuh baya adalah Jafar, Jafar sengaja menunggu di dalam mobil, di parkiran pusat perbelanjaan, untuk mencari cari orang yang akan jadi sasaran perampokannya.


Ya, Jafar nekat melakukan perampokan karena dia sangat kepepet dan membutuhkan uang untuk bertahan hidup, terutama guna memenuhi nafsu ingin bermain judi dan mabuk mabukannya.

__ADS_1


Karena tak ada jalan lain yang bisa dia lakukan, dan semuanya sudah buntu dirasanya, satu satunya jalan yang bisa dia lakukan kembali beraksi membuat suatu kejahatan seperti dimasa lalu, yang dulu pernah dia lakukan.


Dari dalam mobilnya, Jafar melihat keluar, pada sekitar lingkungan rumah wanita separuh baya, dilihatnya suasana di sekitar sangat sepi, lantas, dia pun memakai topeng penutup wajahnya, agar tak di kenali.


Walau saat ini dia masih menyamar dengan memakai rambut palsu dan kumis palsu, tetap dia tak ingin wajahnya di ketahui orang saat melakukan kejahatan perampokan.


Jafar menghunus sebilah pisau yang sangat tajam, pisau itu miliknya, yang selalu dia bawa untuk berjaga jaga dan membela diri, jika ada musuh yang menyerangnya.


Jafar keluar dari dalam mobilnya yang parkir di pinggir jalan dekat rumah wanita separuh baya, dengan jalan mengendap endap, dia bergegas masuk ke halaman rumah wanita separuh baya.


Jafar masuk, dia tak sadar, jika di pintu pagar dan halaman rumah wanita separuh baya di pasangi kamera cctv.


Karena lapar, dan ingin segera mendapatkan uang, Jafar tidak memikirkan hal itu. Jafar bergegas jalan mengendap endap masuk ke rumah wanita separuh baya.


Dia berjalan ke samping rumah, lalu, dari jendela luar, dia mencoba mengintip ke dalam rumah, suasana dalam rumah terlihat sangat sepi sekali.


Jafar pun lantas bergegas berjalan ke belakang rumah wanita separuh baya. Lalu, dia berhenti di depan pintu masuk belakang rumah wanita separuh baya.


Dengan hati hati dan pelan pelan, agar tidak menimbulkan suara yang berisik, Jafar mencongkel pintu. Dengan susah payah akhirnya Jafar berhasil membobol pintu, dan pintu belakang rumah wanita separuh baya pun terbuka.


Dengan cepat Jafar masuk ke dalam rumah, tanpa menutup pintu. Lalu, dia menyelinap masuk ke dalam ruangan ruangan yang ada dalam rumah.


Dia berhati hati, jalan pelan pelan menyusuri ruangan, dia berjaga jaga, mana tau, ada penghuni rumah yang terbangun dan melihat dia di dalam rumah.


Dengan cepat Jafar menghampiri anak tersebut, anak itu tak sadar kalau ada Jafar di dalam rumahnya, sebab, dia asyik dan serius bermain game.


Dengan cepat Jafar menggorok leher sang anak, darah pun keluar dari leher si anak, lalu mati seketika. Jafar membunuh anak tersebut yang sedang bermain game, dia membunuhnya, agar sang anak tidak tahu, jika dia di dalam rumah dan akan merampok harta benda mereka.


Setelah anak itu mati, cepat Jafar berjalan ke ruangan lain, dia berhenti di balik dinding ruang keluarga, Jafar mengintip ke dalam ruang keluarga, di lihatnya televisi masih menyala, dan ada seorang Pria separuh baya duduk di sofa tengah tertidur pulas depan tv.


Jafar tersenyum sinis melihat Pria separuh baya yang tertidur di depan tv, dia tahu, kalau Pria itu pastilah suami dari wanita separuh baya.


Bibirnya pun tersenyum menyeringai jahat melihat Pria separuh baya yang tidur di sofa, lalu, dengan cepat, Jafar mendekatinya, kemudian, sama seperti anak yang di bunuhnya tadi, Jafar pun cepat menggorok leher Pria separuh baya.


Pria separuh baya yang tertidur di sofa, mati seketika, dengan kondisi leher yang terluka parah, akibat di gorok pisau Jafar.


Setelah Pria separuh baya mati, cepat Jafar keluar dari ruang keluarga, lalu dia berhenti sesaat di depan pintu sebuah kamar.


Dengan perlahan lahan, Jafar membuka pintu kamar, pintu terbuka, karena tak di kunci dari dalam, Jafar pun mengintip ke dalam kamar dari pintu.


Dia melihat, di atas ranjang, wanita separuh baya sudah tertidur pulas dengan memakai baju tidurnya. Jafarpun menyeringai jahat, lalu, dengan pelan pelan, dia masuk ke dalam kamar.

__ADS_1


Jafar sengaja tak menutup pintu kamar, dan di biarkannya terbuka sedikit, agar tidak menimbulkan suara berisik.


Dengan langkah kaki pelan, Jafar mendekati wanita separuh baya yang sudah tertidur pulas itu, Jafar berdiri di samping ranjang, matanya menatap tajam pada wanita separuh baya yang tidur di atas kasur.


Jafar menyeringai jahat, lalu, dengan cepat, dia melompat naik ke atas kasur dan menindih tubuh wanita separuh baya.


Wanita separuh baya terbangun dan sangat kaget, karena dengan tiba tiba, tubuhnya di duduki Jafar. Melihat Jafar duduk di atas tubuhnya, mata wanita separuh baya terbelalak, terbuka lebar.


"Ss...Siapaa kamuu?!" bentak Wanita Separuh baya.


Tanpa menjawab dan mengeluarkan sepatah kata pun, Jafar langsung menghujamkan pisau ditangannya ke leher wanita separuh baya.


Wanita separuh baya pun merintih kesakitan, Jafar lalu menggorok leher wanita separuh baya, sama seperti yang dia lakukan pada Pria separuh baya dan anaknya.


Seketika, Wanita separuh baya itu pun mati di atas kasur dengan berlumuran darah yang mengalir keluar dari lehernya yang di gorok.


Lalu, dengan cepat Jafar turun dari atas ranjang, kemudian, dia mulai beraksi. Jafar menggeledah lemari pakaian. Dia mulai mencari cari uang dan perhiasan.


Jafar menemukan sebuah kotak perhiasan dalam laci lemari, dia pun tersenyum senang, lalu, dia melihat sebuah tas ada di atas lemari.


Jafar mengambil tas tersebut, lalu, kotak perhiasan di masukkannya ke dalam tas tersebut. Jafar kemudian mencari cari lagi. Dia membongkar isi lemari pakaian.


Di bukanya satu persatu laci laci yang ada dalam lemari, namun, dia tak menemukan barang berharga lagi.


Jafar pun berpindah tempat, mencari cari lagi, lalu, dia berjalan ke sebuah buffet kecil yang ada di sudut kamar.


Dengan cepat, Jafar mendekati buffet, dan membuka pintu lemari buffet kecil. Dia lantas menggeledah isi buffet, Jafar lantas membuka laci buffet.


Matanya terbelalak lebar, karena dia melihat, di dalam laci, ada begitu banyak tumpukan uang ratusan ribu, jumlahnya jutaan.


Jafar pun tertawa tawa senang, dengan cepat dia mengambil uang uang itu dan memasukkannya ke dalam tas. Selain uang, Jafar juga menemukan perhiasan perhiasan emas dan berlian di dalam laci buffet.


Ternyata, Wanita separuh baya menggunakan buffet tersebut selama ini untuk menyimpan semua perhiasan perhiasan emas dan barang berharga mahal lainnya serta uang.


Jafar pun tampak senang sekali, karena akhirnya dia mempunyai uang kembali, Jafar lantas mengangkat tas yang sudah berisi kotak perhiasan emas dan uang yang banyak.


Jafar lantas segera berjalan keluar dari dalam kamar, meninggalkan mayat wanita separuh baya, yang tergeletak mati di atas kasur, dengan kondisi yang sangat parah.


Jafar keluar dari dalam kamar, saat dia hendak pergi keluar rumah, dia mendengar suara batuk dari dalam sebuah kamar, suara seorang wanita.


"Wah, ternyata masih ada orang, aku harus membunuhnya, kalo nggak, berabe, dia bisa jadi saksi nanti." Bathin Jafar bicara.

__ADS_1


Jafar pun lantas bergegas menuju kamar, dimana dia mendengar suara batuk tadi dari arah kamar tersebut.


__ADS_2