
Mobil Gatot terus meluncur dijalanan, dengan diikuti mobil Jafar dibelakangnya.
Gavlin yang juga mengikuti mobil Jafar dan Gatot tidak jauh di belakang mobil Jafar tampak mengamati jalanan sekitar dari dalam mobil.
"Ini kan jalan ke arah rumahnya Maya?" Gumam bathin Gavlin bicara.
Gavlin ingat, jika jalanan tersebut menuju kerumah Gatot dan Maya, sebab, dia juga dulu, tinggal tidak jauh dari rumah Gatot dan Maya.
"Rupanya Gatot balik kerumahnya, kenapa dia gak tinggal dirumah persembunyian Richard?" Bathin Gavlin bertanya tanya.
Gavlin lantas menambah sedikit kecepatan laju mobilnya, agar dia tak tertinggal jauh dari mobil Jafar dan juga mobil Gatot.
Mobil Gatot berbelok dan masuk ke halaman rumahnya, Jafar yang mengikutinya, menghentikan mobilnya di pinggir jalanan rumah Gatot, dia mengamati rumah tersebut.
"Hmm...Ternyata kamu masih tinggal disini Gatot." Gumam Jafar menyeringai licik.
Jafar lantas turun, dia pun mengambil pistol dari pinggangnya, lalu dia berjalan mengendap endap, Jafar bersembunyi di balik tembok, samping rumah Gatot, dia mengintip Gatot.
Gatot dan Maya keluar dari dalam mobil, lantas, mereka berdua segera mengeluarkan barang belanjaan mereka dari dalam bagasi.
Maya membawa masuk kedalam rumah barang belanjaan yang sudah di keluarkan dari dalam bagasi mobilnya, sementara, Gatot masih mengeluarkan sisa sisa barang belanjaan yang masih banyak di dalam bagasi mobilnya.
Jafar terus mengintai dari tempat persembunyiannya, Mobil Gavlin datang, dia berhenti di pinggir jalan, dia menghentikan mobilnya sedikit jauh dari mobil Jafar yang berhenti di dekat rumah Gatot.
Dari dalam mobilnya, dia melihat ke arah Jafar yang bersembunyi di balik tembok sambil mengintip ke arah rumah Gatot, Gavlin melihat, di tangan Jafar ada pistol.
Gavlin pun tampak geram dan menahan amarahnya, melihat Jafar sedang memata matai Gatot dan Maya.
"Siapa kamu?! Sepertinya kamu juga mau membunuh Gatot?!" Gumam bathin Gavlin.
"Aku gak akan membiarkan kamu membunuh Gatot, Gatot milikku! Gak ada yang bisa membunuhnya selain aku!" Gumam Gavlin geram dan marah.
Gavlin lantas mengambil dua pistol dari dalam tas besar dan panjangnya, lalu, satu pistol di selipkannya di pinggang, dan satunya lagi dia pegang.
Gavlin melihat, Jafar bergerak, dan menyelinap masuk ke dalam halaman rumah Gatot, Gavlin pun pantas segera keluar dari dalam mobilnya.
Dia lantas bergegas berlari kecil kearah rumah Gatot sambil memegang pistol ditangannya.
Maya berjalan keluar dari dalam rumahnya dan menghampiri Ayahnya, Gatot menutup pintu bagasi mobilnya. Saat itu, ujung pistol menyentuh tengkuk leher belakangnya. Gatot pun kaget.
"Jangan macam macam Gatot, atau ku ledakkan kepalamu!" ujar Jafar geram.
Gatot diam, dia mengangkat kedua tangannya ke atas, lalu, dia pun membalikkan badannya, dan berdiri tepat di depan Jafar.
"Siapa kamu? Apa tujuanmu datang kesini dan menodongkan pistol padaku?!" tanya Gatot geram, sambil masih mengangkat kedua tangannya.
Maya terkesiap kaget saat dia berjalan mendekati Ayahnya dan melihat, Jafar sedang menodongkan pistol ke arah Ayahnya.
"Ayaaah!" ujar Maya panik dan cemas.
Dia segera mendekati Ayahnya, lalu berdiri di samping Ayahnya, Jafar tersenyum sinis melihat Maya berdiri disamping Gatot dengan wajah ketakutan.
"Hehe...bagus...anak sama ayahnya berkumpul, aku jadi mudah membunuh kalian!" ujar Jafar, menyeringai licik.
Gavlin berjalan mengendap endap, dia lantas bersembunyi dan berjongkok di balik pagar rumah Gatot, Gavlin melihat Jafar tengah menodongkan pistolnya pada Gatot dan Maya.
__ADS_1
"Aku gak nyangka, kita bertemu kembali Gatot." ujar Jafar, tersenyum sinis.
"Siapa kamu?!!" bentak Gatot marah.
Walau di todong pistol, Gatot tak takut, dia berani melawan Jafar dan membentaknya, sementara, Maya memegangi tangan Ayahnya, dia takut pada Jafar yang memegang pistol ditangannya.
"Kamu mau tau, siapa aku? Lihat baik baik Gatot." ujar Jafar menyeringai licik.
Gatot tampak geram dan menahan amarahnya, dia menggenggam jemari tangan Maya, Gatot mencoba menenangkan Maya yang semakin ketakutan.
Jafar melepaskan topi dan rambut palsunya, lalu, dia juga melepaskan kumis palsunya, mata Gatot terbuka lebar, dia semakin marah saat melihat wajah yang berdiri di depannya.
"Jafaaaarr!!" bentak Gatot marah.
Jafar tertawa terbahak bahak, lalu, ditatapnya wajah Gatot dengan tajam, dia menyeringai licik menatap Gatot yang sangat marah padanya.
"Ohya, Gatot. Sebelum membunuhmu dan anakmu, Aku mau bilang, kalo aku berterima kasih padamu, karena kamu udah menolong aku dari Gavlin yang mencoba membunuhku di atas jembatan layang." ujar Jafar, tersenyum sinis.
"Bedebah kamu!! Aku gak pernah menolongmu!!" bentak Gatot marah.
Gavlin yang berjongkok dan bersembunyi kaget saat Jafar membuka penyamarannya di depan Gatot dan Maya, Gavlin pun tampak marah.
"Jafaaar Seeetaaan !! Beraninya kamu muncul di sini!!" Gumam bathin Gavlin.
Gavlin tampak marah, namun dia tak mau bertindak gegabah, dia menunggu waktu yang tepat, dan dia masih mau melihat, apa yang akan di lakukan Jafar pada diri Gatot dan Maya. Gavlin lantas terus mengamati dan mengawasi mereka bertiga dari tempat persembunyiannya.
"Terserah apa pun yang kamu bilang Gatot! Yang jelas, karena anak buahmu menembak si Gavlin, aku bebas dan masih hidup sampai sekarang!! Dan semua berkatmu!!" ujar Jafar tertawa mengejek.
Gatot mengepalkan jari tangannya, dia tampak sangat geram dan marah pada Jafar, dia ingin memukul Jafar, namun, tangannya di tahan tangan Maya.
Maya melarang Ayahnya memukul Jafar, sebab dia takut, Jafar malah langsung menembak Ayahnya, jika Ayahnya berani memukul Jafar yang memegang pistol ditangannya.
"Sekarang, bersiaplah menyambut kematianmu Gatot !! Di tanganku, kamu akan mati hari ini juga!!" ujar Jafar.
Jafar lantas mengarahkan pistolnya tepat di kening Gatot, Gatot berdiri tegak dihadapan Jafar, tak ada rasa takut sedikit pun dalam diri Gatot, dia siap mati di tembak Jafar.
Maya panik, dengan cepat dia mendorong tubuh Ayahnya, lalu, dia berdiri didepan Ayahnya, mereka berganti tempat berdiri.
Maya menjadi tameng buat Ayahnya yang akan di tembak Jafar.
"Tembak aku duluan ! Sebelum kamu menembak Ayahku!!" bentak Maya marah.
Maya Marah, dia pun lantas memberanikan diri melawan Jafar, karena melihat, nyawa ayahnya terancam, Maya berusaha melindungi ayahnya.
"May, menyingkirlah, biar Ayah yang menghadapi dia." ujar Gatot, pelan.
"Nggak Yah. Kalo dia mau nembak Ayah, dia harus menembakku juga!!" bentak Maya penuh amarah.
Jafar tertawa terbahak bahak mendengar perkataan Maya yang tak takut mati itu.
"Wooow...hebat sekali!! Kamu siap mati demi Ayahmu! Hebaaat !!" ujar Jafar, tertawa mengejek Maya.
Maya semakin jijik pada Jafar , dia tampak geram menatap tajam wajah Jafar yang tertawa tawa mengejek dirinya.
Gavlin tegang , mengamati dari tempat persembunyiannya, ada rasa khawatir muncul dalam dirinya, saat melihat Maya maju ke depan, menggantikan tempat Gatot.
__ADS_1
"Bodoh kamu Maya, apa yang kamu lakukan?!" gumam bathin Gavlin kesal pada Maya.
Gavlin terus mengamati Gatot dan Maya yang berhadapan dengan Jafar, Gavlin bersiap siap, dia mengarahkan pistolnya, dan membidik pistol ke arah Jafar.
Gavlin akan menembak Jafar, jika Jafar berani menembakkan pistolnya pada Maya. Wajah Gavlin tampak geram dan marah.
"Baiklah anak cantik, jika itu maumu, akan aku wujudkan keinginanmu!" ujar Jafar, tersenyum sinis.
"Sebelum membunuh Ayahmu, kamu akan lebih dulu mati ditanganku, bersiaplah, menerima peluruku!!" ujar Jafar tersenyum sinis.
Maya tak gentar, dia tetap berdiri diam ditempatnya dan tak bergerak mundur sedikitpun, dia malah menatap jijik wajah Jafar yang tersenyum sinis lalu menyeringai licik padanya.
Jafar lantas mengarahkan pistolnya ke kepala Maya, Maya yang berdiri tepat di hadapan Jafar lantas memejamkan kedua matanya, dia siap untuk ditembak dan mati.
Gatot dibelakangnya resah dan cemas, melihat Jafar mengarahkan pistol di kepala Maya.
"Hentikan Jafar, jangan tembak anakku, urusanmu denganku, bukan dengan anakku!!" bentak Gatot.
Gatot berusaha mencegah, agar Jafar tidak jadi menembak Maya, Jafar tampak kesal dan marah pada Gatot.
"Diam kamu tikus busuk!! Giliranmu akan tiba, setelah aku membunuh anakmu!!" bentak Jafar marah.
Jafar mengarahkan pistol, lalu bersiap siap untuk menembak Maya, Maya berdiri tegak sambil menutup kedua matanya.
Jari tangan Jafar mulai bergerak dan hendak menekan pelatuk pistol dan bersiap menembak, tiba tiba saja, terdengar suara letusan senjata.
Jafar tersungkur ditanah, dengan posisi bersimpuh. Dari tempat persembunyiannya, Gavlin ternyata menembak kedua belakang paha Jafar, hingga dia tak sanggup berdiri dan terjatuh ditanah.
Jafar kaget, dia tak menyangka ada yang menembaknya dari belakang, Jafar meringis kesakitan bersimpuh ditanah, karena kedua kaki pahanya ditembak.
Gavlin cepat keluar dari tempat persembunyiannya, dengan wajah garang dan penuh amarah dia berjalan ke arah Jafar sambil mengarahkan pistolnya ke depan.
"Gavlin?!" teriak Maya senang.
Maya yang kaget mendengar letusan senjata, membuka kedua matanya, dia senang, ternyata dia masih hidup, dan bukan dia yang tertembak, melainkan Jafar.
Maya semakin senang, melihat kedatangan Gavlin, Gatot pun terkejut melihat Gavlin yang berjalan dengan wajah bengisnya mendekati Jafar.
"Gavlin? Syukurlah kamu masih hidup." ujar Gatot senang melihat Gavlin.
Gavlin diam, dia tak menanggapi perkataan Maya dan juga Gatot, pandangannya tertuju pada Jafar.
Gavlin mendekat, lalu berdiri tepat di depan Jafar yang meringis menahan sakit di kedua kakinya sambil bersimpuh.
Saat melihat Gavlin, Jafar cepat mengarahkan pistol rakitan di tangannya pada Gavlin, namun, belum sempat dia menembakkan pistolnya, Gavlin sudah lebih dulu menembakkan pistolnya ke tangan Jafar.
Pistol pun terlepas dari tangan Jafar, karena tangannya di tembak Gavlin, lalu, Gavlin menembak satu tangan Jafar lagi, belum puas, dia kembali menembak kedua paha kaki Jafar.
'Aaaaarrrrggghhh !!!! Kepaaaaraaaatt kamuuu Gaaaaavvvliiiinnn !!" teriak Jafar, menjerit kesakitan.
Jafar merintih, berteriak kesakitan, kedua tangannya terluka dan berdarah, begitu juga dengan kedua paha kakinya, Gavlin dengan sikap dinginnya menembak Jafar, dia sengaja melakukan hal itu, untuk menyiksa Jafar, agar Jafar tidak bisa bergerak, dan tak bisa melawannya.
Gavlin tak mau berlama lama melayani Jafar dengan berkelahi, dia ingin cepat mengakhiri Jafar, karena dia masih ada urusan dengan Gatot juga Maya.
Gatot terdiam melihat Jafar yang ditembak Gavlin, begitu juga dengan Maya, dia hanya bisa diam menyaksikan, mereka berdua tak ada yang berani melarang Gavlin menembak Jafar.
__ADS_1
Jafar pun tersungkur ditanah, sambil berteriak teriak dan mengerang kesakitan, Gavlin yang bersikap dingin dan tenang tak perduli pada Jafar, dia yang sudah berubah menjadi sosok Iblis yang ada dalam dirinya sangat murka pada Jafar.
Beberapa kali Jafar yang diburunya harus lolos, dan sekarang, dia tak akan menyia nyiakan waktu lagi, dia menembak kedua kaki Jafar, agar Jafar tak bisa melarikan diri darinya lagi.