
Di jalan raya, Richard mengemudikan mobilnya, wajahnya masih terlihat tegang dan menunjukkan kecemasan, dia masih terbayang bayang dengan kepala kerbau dan bangkai ayam yang sengaja di letakkan Gavlin di rumah dan mobilnya sebagai bentuk teror pada Richard.
Ponsel Richard berbunyi, dia lantas cepat mengambil ponsel dari dalam kantong celananya, dia cemas, berfikir, yang telpon istrinya di rumah.
Tanpa melihat siapa yang menelpon, Richard langsung saja menerima panggilan teleponnya.
"Ya, siapa ini?" tanya Richard ditelepon, sambil terus menyetir mobilnya.
"Aku selalu mengawasi dan mengikutimu Richard." ujar Gavlin dari seberang telepon.
Mendengar suara Gavlin yang bicara di telepon, dengan gerak refleks dan cepat Richard membuang ponsel dari tangannya. Ponsel jatuh di lantai mobilnya.
Wajah Richard semakin takut dan cemas, karena baru saja di teror kembali oleh Gavlin.
Richard tampak geram, dia marah, karena Gavlin terus menerornya, seperti sedang melakukan syock theraphy pada dirinya.
Richard cemas, sambil menyetir mobilnya, sesekali dia melirik ke kaca spion di samping mobilnya, dia tampak berhati hati dan takut takut, kalau kalau saja gavlin memang sedang mengikutinya.
Richard terus mengendarai mobilnya dengan wajahnya yang tegang dan cemas. Dia duduk dengan gelisah sambil menyetir. Richard tak bisa tenang dan nyaman mengendarai mobilnya.
Teror telepon dari Gavlin benar benar sangat menghantui pikirannya, dia melihat kembali pada kaca spion samping mobilnya, melihat ke belakang, takut takut, mobil Gavlin tiba tiba muncul dan menabrak mobilnya dari arah belakang.
Tidak puas dengan melihat dari kaca spion samping, Richard lantas melihat dari kaca spion depan di dalam mobilnya.
Dari kaca spion itu, dia melihat, di belakang, dari kejauhan, ada satu mobil yang melaju dengan sangat cepatnya menuju ke arah mobilnya.
Wajah Richard pun panik, dia mengira bahwa si pengendara mobil itu pasti Gavlin yang mengejarnya.
Richard cepat menginjak gas mobilnya, menambah kecepatan mobilnya. Richard pun memacu mobilnya dengan kecepatan tinggi.
Sesekali Richard melihat ke spion samping mobilnya. Di belakang, mobil yang mengebut di belakang semakin dekat ke mobilnya.
"Siaaaalll !! Gavlin mengikutiku teruuss !" ujarnya kesal dan cemas sambil memukul stir mobilnya.
Mobil Richard melaju dengan kecepatan tinggi di jalan raya, melewati semua kendaraan kendaraan yang melintas di jalan raya tersebut. Di belakang, mobil yang ngebut sudah semakin dekat dengan mobil Richard.
Richard berfikir sesaat, dia teringat sesuatu hal, lalu, saat di pertigaan jalan, dengan cepat Richard membelokkan mobilnya ke kanan jalan, lalu, dengan kecepatan tinggi, Richard mengendarai mobilnya, dia berusaha menghindar dan menjauh dari kejaran mobil di belakangnya.
Mobil di belakang terus mengebut, dan mobil itu juga berbelok ke kanan, ke arah yang sama dengan mobil Richard berbelok.
Dari kaca spion depan mobilnya, Richard melihat, mobil masih terus mengikutinya. Richard melihat, di depan, di pinggir jalan, ada sebuah kantor Polisi, Richard menambah kecepatan mobilnya, lantas, dengan cepat, dia membelokkan mobilnya dan masuk ke halaman kantor Polisi.
Para Petugas Polisi yang sedang berjaga di pos jaga kantor Polsek kaget melihat mobil Richard masuk dengan cara mengebut kehalaman kantor Polsek.
Seorang Petugas Polisi bergegas menghampiri Richard, Richard dengan cepat membuka pintu mobil, lalu, dia segera keluar dari dalam mobilnya.
Dengan wajah pucat dan ketakutan, dia berlari ke arah pos jaga. Petugas Polisi yang berjalan menghampiri Richard langsung memberi hormat, saat dia tahu, yang datang ternyata Richard, Kapolri mereka sendiri.
__ADS_1
Dengan cepat Petugas Polisi berdiri diam di tempatnya dan tak bergerak, dia memberi hormat pada Richard yang berlari terus menuju ke pos jaga dengan wajah ketakutan dan cemas sambil melihat lihat kebelakang.
Richard tiba di pos jaga, Petugas Polisi yang berjaga di pos langsung berdiri memberi hormat pada Richard yang berdiri dihadapannya.
"Tolooongg...tangkap orang itu, dia mengikuti saya terus sampai ke sini." ujar Richard dengan nafasnya yang terengah engah karena berlari lari.
"Siap! Laksanakan!" Ujar Petugas Polisi.
Lalu, petugas polisi segera bergegas pergi sambil memegang senapannya meninggalkan Richard yang berdiri di pos jaga Polsek sambil mengatur nafasnya yang terengah engah. Wajahnya masih menunjukkan rasa cemas dan takut. Dia takut, karena nyawanya terancam oleh Gavlin.
Dua orang Petugas Polisi yang satunya tadi hendak menghampiri Richard segera pergi melihat ke luar kantor Polsek bersama temannya yang tadi berjaga di pos jaga.
Kedua petugas Polisi berdiri di pinggir jalan, depan kantor Polsek, mereka mengamati jalanan, mereka lantas saling berpandangan, dengan wajah heran.
Tak ada siapa siapa yang mencurigakan di jalanan dan sekitar kantor Polsek, mereka heran, mengapa Richard, mengatakan bahwa ada yang mengikutinya, sementara, di depan kantor Polsek tak ada satu pun mobil yang berhenti atau mencurigakan.
"Gak ada apa apa? Kenapa Pak Richard kayak ketakutan gitu ya?" ujar Polisi 1 bingung.
"Ndak tau. Jangan tanya saya, tanya aja Pak Richard." jawab Polisi 2.
Lantas, kedua petugas polisi berbalik badan dan bergegas masuk kembali ke dalam halaman kantor Polsek, mereka menghampiri Richard yang sudah bersembunyi di balik meja pos jaga Polsek.
Kedua Petugas Polisi menghadap Richard yang bersembunyi di balik meja, mereka melihat, Richard ketakutan.
Kedua Polisi saling berpandangan, mereka tersenyum kecil menahan tawanya, mereka merasa lucu, seorang Kapolri ketakutan dan bersembunyi di balik meja, dan minta tolong sama petugas Polisi yang berpangkat kopral.
"Lapor Pak. Semua aman !" Lapor Petugas Polisi 1 pada Richard.
"Sudah kami cek Pak. Semua clear! Gak ada gerak gerik yang mencurigakan!" tegas Polisi 2 menjelaskan pada Richard.
Lalu, Richard pun keluar dari balik mejanya, dia lantas berdiri dan merapikan rambut serta pakaiannya yang berantakan dan terlihat kusut.
Di hadapan kedua Polisi, Richard berdiri dan berpura pura bersikap gagah dan tegas, dia memasang wajah yang kaku, menatap kedua petugas polisi.
"Kenapa kalian berjaga sambil duduk dan main catur? Bagaimana kalo ada yang datang dan berbuat jahat lalu menyerang Polsek ini?!" hardik Richard , menegur dan memarahi kedua polisi .
Richard melampiaskan kekesalan dan marahnya pada kedua petugas polisi, karena dia merasa sudah dipermainkan Gavlin dengan teror terornya.
Untuk menutupi rasa malunya, dia pun sengaja menegur kedua petugas polisi yang sudah membantunya.
"Maaf, Pak. Kami tidak akan melakukan hal itu lagi." ujar Polisi 1.
"Ya , sudah, kerja yang benar, jangan malas dan banyak bersantai, agar kalian cepat naik pangkat dan mendapat jabatan yang lebih tinggi !" tegas Richard.
"Siap Pak!" Jawab kedua Petugas Polisi bersamaan sambil memberi hormat pada Richard.
Richard lantas berjalan keluar dari pos jaga Polsek, dia pun pergi meninggalkan kedua petugas polisi yang berdiri di depan pos jaga sambil melihat kepergian Richard.
Sebelum masuk ke dalam mobilnya, Richard melihat ke arah jalanan depan kantor Polsek, dia waspada, takut takut, kalau Gavlin ada dan mengawasinya di pinggir jalan, depan kantor Polsek.
__ADS_1
Setelah dia merasa aman dan tak ada siapa siapa di pinggir jalan, dia pun membuka pintu, lalu segera masuk ke dalam mobilnya.
Richard mengambil ponsel yang terjatuh di lantai mobil, lalu menyimpannya dalam dashboard mobil, lalu, dia memakai sabuk pengaman dan menyalakan mesin mobil.
Kedua Petugas Polisi sudah kembali ke dalam pos jaga, mereka duduk di bangku, sambil memperhatikan mobil Richard yang berjalan pergi keluar dari kantor Polsek.
Setelah kepergian Richard, Polisi 2 tampak kesal sekali karena ditegur dan dimarahi Richard.
"Mimpi apa aku semalam, datang datang, tuh Kapolri malah marahin kita." ujar Polisi 2 jengkel.
"Iya, mana aneh lagi sikapnya, datang datang lari ketakutan, bilang ada yang ngejar dia, terus ngumpet di balik meja. Padahal gak ada siapa siapa, dan gak ada yang ngejar dia.Aneh kan?" jelas Polisi 1.
"Stress kali tuh Kapolri." ujar Polisi 2.
"Husss...! Pelan pelan ngomongnya, ada yang dengar, bisa bisa kamu di laporin, terus kena pecat!" tegas Polisi 1.
"Habis kesal aku. Udah di bantu, malah marahin kita." Ujar Polisi 2 jengkel.
Polisi 1 diam, dia tak mau menanggapi ocehan rekannya itu, kalau dia tanggapi, pasti akan jadi semakin panjang bahasan mereka.
---
Di jalan raya, Richard menyetir mobilnya, kali ini, dia mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang.
Sambil menyetir mobilnya, satu tangannya memegang dan meremas rambutnya.
"Kenapa aku jadi ketakutan gini sama teror si Gavlin ?" Gumamnya, sambil menyetir mobil.
"Apa iya, aku cuma berhalusinasi, seolah si Gavlin mengikuti dan mengejarku?" ujarnya berfikir.
Richard lantas menghela nafasnya dengan berat, tampak wajahnya cemas.
"Sial, gara gara teror Gavlin, aku jadi berhalusinasi !!" ujarnya geram dan marah.
"Bagaimana pun caranya, aku harus bisa meringkus atau membunuh si Gavlin !! Kalo tidak, dia akan terus menerorku ! Dan hidupku tak akan bisa tenang selama Gavlin hidup!" tegasnya geram.
"Aku harus cepat ke kantor dan menugaskan Andre dan pasukannya untuk segera memburu dan menangkap Gavlin !" Gumamnya.
"Ya, Andre harus bisa melacak keberadaan Gavlin melalui nomor teleponnya yang tersimpan di ponselku!" Tegasnya geram dan menahan marahnya.
Lalu, Richard menarik nafasnya dalam dalam, dia mencoba menenangkan dirinya, tiba tiba sebuah mobil melaju kencang kearahnya dan menyalip mobilnya yang berjalan pelan.
Si pengendara mobil membunyikan klakson mobil, klakson berbunyi keras, Richard terperanjat kaget, mendengar bunyi klakson dan mobilnya di salip mobil lainnya yang membunyikan klakson.
Richard membanting stir mobilnya, lalu dia berhenti di pinggir jalan, wajahnya pucat pasi, dia kaget, mengira Gavlin yang menyalip mobilnya.
Ternyata, si pengendara mobil kesal dan marah, karena mobil Richard berjalan pelan dan ada di tengah jalan, sehingga menghalangi mobil lainnya.
Richard tak sadar, karena sambil menyetir dia tadi memikirkan tentang teror Gavlin, sehingga dia tak sadar kalau mobilnya berjalan pelan dan berada di tengah jalan, membuat susah mobil mobil lainnya yang juga ada dijalanan tersebut. Karena dihalangi jalannya, si pengendara lantas menyalip dan menegur Richard.
__ADS_1
Richard pun terdiam di dalam mobilnya, sesaat, dia menenangkan dirinya kembali.