
Perlahan lahan, Jafar membuka pintu kamar, lalu, dia mengintip ke dalam kamar, Jafar melihat, di atas kasur, seorang wanita muda tertidur.
Jafar pun menyeringai jahat melihat ke dalam kamar, lalu, dengan pelan pelan, dia pun masuk ke dalam kamar sambil membawa tas berisi perhiasan emas dan uang, serta pisau di tangannya.
Setelah dia masuk ke dalam kamar, dia lantas berjalan mengendap endap pelan mendekati wanita muda yang tidur di atas kasur.
Lantas, Jafar pun berdiri di samping ranjang, dia menatap wajah wanita muda yang tidur, wajahnya terlihat cantik.
Lalu, mata Jafar melihat ke kaki wanita muda, wanita muda tidur denga posisi dasternya terangkat ke atas hingga ********** terlihat sedikit, sebab dia tidur dalam posisi terlentang di atas kasur.
Melihat posisi tidur wanita muda yang baju dasternya tersingkap dan memperlihatkan **********, serta kancing bajunya juga terbuka hingga terlihat belahan dadanya yang putih mulus, Jafar pun bernafsu.
Sebagai orang yang juga di kenal sebagai penjahat kelamin, melihat ada wanita muda yang sangat cantik sedang tidur pulas dengan posisi rebahan mengangkang dengan pakaian tersingkap keatas tentunya tak akan menyia nyiakan kesempatan.
Jafar menyeringai jahat, lalu, dengan pelan, diletakkannya tas di lantai kamar.
"Ini bonusku." Gumamnya dengan suara pelan.
Lalu, Jafar segera naik ke atas ranjang, kemudian, dengan cepat, di tindihnya wanita muda itu, wanita muda kaget dan terbangun, belum sempat dia berteriak karena kaget Jafar sudah mengarahkan pisau ke lehernya.
"Jangan coba coba teriak ! Atau kamu ku bunuh!!" bentak Jafar.
Wanita muda yang ternyata anak gadis pertama dari pasangan wanita separuh baya dan pria separuh baya yang mati itu tampak ketakutan melihat wajah Jafar yang memakai topeng itu.
Dengan cepat Jafar membuka celananya dengan satu tangan, sementara tangannya yang lain mengarahkan pisau di leher wanita muda.
Wanita muda hanya bisa diam, karena pisau ada di lehernya, dengan wajah takut dan mulai berkeringat, wanita muda itu pun hanya bisa menangis.
Setelah membuka dan melepaskan celananya, lalu Jafar mengangkat baju daster bagian bawah wanita muda dan melepaskan celana dalaman wanita muda.
Lalu, Jafar pun memperkosa si wanita muda, wanita muda menangis tanpa mengeluarkan suara, di bawah ancaman pisau yang menempel di lehernya, wanita muda tak bisa berbuat apa apa.
Dia tahu, jika dia mencoba melawan atau meronta untuk melepaskan dirinya, lehernya pasti akan terluka, terkena sayatan pisau.
Wanita muda pun hanya bisa pasrah di perkosa Jafar, Jafar sangat menikmati tubuh wanita muda tersebut.
"Kamu cantik, aku kira kamu masih perawan anak cantik, ternyata sudah tidak, hehe." ujar Jafar nyengir, sambil terus memperkosĂ .
Jafar tahu, gadis yang masih perawan atau pun sudah tidak perawan, karena sudah ratusan wanita dan gadis yang dia tiduri selama ini.
Wanita muda lama lama mulai menikmati permainan ranjang Jafar, dia pun lantas mulai menyambut dan memberi pelayanan pada Jafar.
Melihat reaksi wanita muda yang mulai bergoyang, memberikan pelayanan pada dirinya, Jafar pun tersenyum senang, dan itu membuatnya bernafsu.
Mereka pun lantas bergumul di atas kasur, sambil pisau tetap diarahkan Jafar di leher wanita muda, tak ada pilihan lain buat wanita muda, karena sudah terlanjur di perkosa, dia pun melayani Jafar, dengan harapan, Jafar akan melepaskannya dan tidak membunuhnya.
Permainan ranjang Jafar dan wanita muda pun berakhir, Jafar tersenyum puas, dia masih diatas tubuh wanita muda dan menindihnya.
"Sekarang, lepaskan aku." ujar wanita muda.
"Baik, akan ku lepaskan." ujar Jafar menyeringai jahat.
__ADS_1
Lalu, dia pun turun dari atas tubuh wanita muda, namun, pisau masih saja di leher wanita muda.
"Kenapa gak kamu lepaskan pisau di leherku? Aku kan udah biarkan kamu memperkosaku, aku juga melayanimu, mau apa lagi?" ujar wanita muda dengan wajah takut dan memelasnya.
"Aku akan melepaskanmu cantik." ujar Jafar tersenyum licik.
"Kulepaskan nyawamu!!" ujar Jafar geram.
Dengan cepat dia menggorok leher wanita muda, wanita muda pun kejang kejang memegangi lehernya yang di gorok pisau Jafar.
Lalu, sesaat kemudian, wanita muda pun mati di atas kasur, Jafar menyeringai jahat.
"Mana mungkin aku membiarkanmu hidup ! Kamu pasti ngoceh!!" ujar Jafar geram dan marah.
Lalu, Jafar pun turun dari ranjang, di ambilnya tasnya, kemudian, Jafar menggeledah lemari pakaian wanita muda.
Di dalam lemari, dia menemukan perhiasan perhiasan emas milik wanita muda, lalu, diambilnya semua perhiasan itu, dan memasukkannya ke dalam tas, Jafar kemudian segera keluar dari dalam kamar.
Jafar keluar dari dalam kamar, dia lantas bergegas berlari keluar dari dalam rumah mewah milik wanita separuh baya yang sudah di bunuhnya.
Lalu, Jafar pun keluar rumah dari belakang rumah, Jafar menyelinap berjalan di samping rumah, lalu dia berlari cepat di halaman rumah dan keluar dari dalam rumah megah itu.
Jafar berlari mendekati mobilnya yang terparkir di pinggir jalan, tak jauh dari rumah wanita separuh baya yang menjadi korban perampokan dan pembunuhan.
Lantas, cepat Jafar memasukkan tas berisi perhiasaan dan uang yang sangat banyak ke dalam bagasi mobilnya.
Kemudian, setelah menutup pintu bagasi, dia segera masuk ke dalam mobil.
Lalu, sesaat kemudian, mobil pun segera pergi dari tempat tersebut.
Sambil terus menyetir mobil, Jafar tertawa tawa senang, dia tampak sangat gembira, karena sekarang, dia sudah punya uang lagi.
Sebagai penjahat yang memang suka membunuh dari dulunya, Jafar tak mengkhawatirkan perbuatannya itu akan di ketahui polisi, sebab dia yakin, polisi tak akan bisa menemukannya, sebab, saat ini dia sedang menyamar sebagai orang lain.
---
Keesokan harinya, Warga warga tampak ramai berkerumun di depan rumah wanita separuh baya yang menjadi korban perampokan dan pembunuhan.
Sudah ada para petugas polisi yang memasang garis pembatas serta berjaga jaga di sekitar area rumah, agar tak ada warga yang menyelinap masuk.
Gatot yang kembali bertugas di kepolisian atas persetujuan Richard sebagai kepala Kepolisian tertinggi yang menggantikan posisi Sutoyo sementara karena Sutoyo mati datang ke lokasi kejadian.
Gatot masuk ke dalam rumah, dia melihat mayat anak laki laki yang terbujur kaku di sofa. Dan petugas Forensik sedang menyelidiki kematian sang anak.
Lalu, Gatot berjalan dan masuk ke ruang keluarga, dia melihat mayat Pria separuh baya sedang di letakkan petugas medis di atas tandu, lalu, petugas medis segera membawa mayat pria separuh baya.
Petugas Forensik yang sudah memeriksa mayat Pria tua pergi dari ruangan tersebut. Lalu, Gatot berjalan kembali, dia masuk ke dalam kamar.
Di dalam kamar, dia melihat petugas medis dan tim forensik sedang memeriksa mayat wanita separuh baya.
Gatot pun tampak prihatin melihat wanita separuh baya yang mati dengan kondisi leher di gorok.
__ADS_1
Petugas Medis lantas mengangkat tubuh wanita separuh baya dan meletakkannya di atas tandu, lalu, mereka membawa mayat wanita separuh baya dengan di ikuti tim forensik dan juga Gatot.
Lalu, Setelah dia keluar dari dalam kamar wanita separuh baya, Gatot masuk ke dalam kamar wanita muda. Dia lantas mendekati tim forensik yang sedang memeriksa mayat wanita muda.
"Ada cairan ****** di kelamin gadis ini, sepertinya, sebelum di bunuh, dia di perkosa lebih dulu." ujar Petugas Forensik pada Gatot.
"Bejaaaat !!" ujar Gatot marah.
"Korban semuanya dibunuh dengan cara lehernya di gorok!" ujar Petugas Forensik lagi.
"Ya, bawa mereka ke lab, visum dan autopsi, cari bukti bukti si pelakunya!" ujar Gatot.
"Baik!" ujar Petugas Forensik.
Gatot merasa sangat iba dan kasihan pada wanita muda yang mati mengenaskan itu, sudah di perkosa, lalu lehernya di gorok.
Gatot sangat marah pada pelakunya, dia bertekat akan memburu dan menangkap pelakunya.
Gatot keluar dari dalam kamar wanita muda, seorang petugas polisi menghampirinya.
"Ini rekaman cctv di rumah ini, Pak." ujar Petugas Polisi.
Gatot mengambil flash disk dari tangan petugas polisi.
"Sudah lengkap semua di sini?" ujar Gatot, sambil menunjuk flash disk ditangannya.
"Sudah, Pak. Sepertinya ini perampokan dan pembunuhan!" tegas Petugas Polisi.
"Ya, kalian cari bukti bukti dan jejak si pelaku !" Perintah Gatot.
"Siap komandan, Laksanakan!" Ujar petugas Polisi dengan memberi hormat.
Gatot melihat mayat wanita muda di tandu petugas medis dan di bawa keluar dari dalam rumah, Gatot pun lantas berjalan keluar dari dalam rumah.
Di halaman rumah, mayat mayat Pria separuh baya, wanita separuh baya dan kedua anaknya di masukkan ke dalam mobil ambulance.
"Kasihan ya, satu keluarga di bunuh, padahal Pak Mintoko dan Ibu Ningsih dermawan loh." ujar seorang warga.
"Iya, jahat banget orang yang membunuhnya!" Jawab warga lainnya.
Para warga yang menyaksikan kasak kusuk saling ingin tahu dan membuat kesimpulan serta opini sendiri sendiri atas kematian Keluarga wanita separuh baya.
Gatot berdiri di tengah tengah halaman rumah, dia mengamati seluruh area rumah, dia lantas menarik nafasnya dalam dalam.
"Rumah seluas dan semegah ini, gak ada petugas keamanannya, hanya di pasang cctv, benar benar gak aman." Gumam Gatot.
Lantas, Gatot pun berjalan menuju ke mobilnya yang ada di dekat mobil tim forensik. Gatot lantas masuk ke dalam mobilnya.
Gatot lalu menyalakan mesin mobilnya, kemudian, dia pun segera menjalankan mobilnya, lalu, pergi meninggalkan rumah tersebut.
Sementara, Para petugas Kepolisian dari tim penyidik kepolisian masih berjaga jaga di seluruh area rumah.
__ADS_1
Mobil Ambulance pergi meninggalkan lokasi kejadian, lalu, beberapa menit kemudian, mobil tim Forensik juga pergi meninggalkan rumah, dimana telah terjadi kasus perampokan dan pembunuhan.
Polisi Polisi masih berjaga jaga di depan rumah, mengawasi para warga warga yang masih berkumpul di depan rumah.