
"Lalu aku... Dia ambil tangan aku terus dia kasih pegang deh..."
"Aaaaaaaaaaaaaaaa...." Hery berteriak kesakitan Rena mencubitnya lagi.
"Heryyyyyyyyyy..!!" Puas mencubit Rena pun memukul mukuk dada Hery.
"Sayang.. Sayang ampun... Aku sayang kamu.." Hery menahan tangan Rena yang memukulnya dan langsung mencium bibir Rena lagi.
"Maaf ya.. Aku gak ada maksud nakal juga, dia yang kasih dan pas itu aku dalam pengaruh alkohol. Maaf sayang.." Hery melembutkan suaranya.
"Hery... Kamu pegang dia..." Rena tak rela Hery menyentuh wanita lain.
"Ya sayang Maaf.. Tangan ini memang sudah kotor sekarang.." Hery melipat tangannya kebelakang.
"Jadi aku gak akan sentuh kamu pakai tangan ini.. Aku sentuh kamu pake bibir aja ya.." Hery memajukan wajahnya pada Rena.
"Hery..." Rena langsung memeluk Hery dengan sangat Erat. Rena terpikir saat mendengarkan ucapan Hery barusan. Hery tak sengaja menyentuh wanita itu, dan dia mengaggap tanganya kotor, lalu bagaimana dengan dirinya sendiri yang pernah berhubungan badan dengan Roy. Dan bahkan kini mengandung anaknya. Bukankah lebih kotor dirinya tapi Hery tetap menerimanya dan mencintainya, melimpahkan dan mencurahkan sayangnya untuk Rena dan kandungannya.
Rena menangis dalam pelukan Hery. Hery terus meminta maaf padanya.
"Maaf ya sayang.." Tak lupa juga kecupan untuk Rena selalu ia berikan.
"Hery... Kenapa kamu bisa terima aku, kalau aku sudah kotor juga..?" Rena akhirnya bersuara juga.
"Rena.. Kamu nangis kah..?" Mendengar suara Rena yang berbeda maka Hery tahu Rena sedang menangis. Hery sering menemani Rena menangis maka ia tahu bagaimana suara Rena saat sedang menangis.
"Rena...?" Hery makin panik.
__ADS_1
"Jawab Hery.." Rena menatap Hery.
Matanya sudah di penuhi airmata, Hery menghapusnya dengan jarinya. "Kok kamu nangis...?" Hery ikut sedih melihat Rena yang menangis.
"Her... Aku juga kotor, kenapa kamu mau sama aku, bahkan aku lagi ngandung anak Roy, tapi kamu yang terima aku...?" Hery menghela nafasnya.
"Aku mencintai kamu tanpa syarat... Aku juga gak tahu kenapa aku bisa suka sama kamu apalagi jatuh cinta. Tapi yang aku tahu, setiap aku sama kamu, setiap aku tatap kamu, temani kamu tidur. Liat airmata kamu ngalir terus buat aku gak mau kamu nangis terus.. Aku mau kamu juga bahagia, aku mau bahagiain kamu Ren.. Dan rasa itu makin hari makin besar. Bahkan aku pernah mikir mau bawa kamu lari dari Roy. Dan setelah tahu kamu hamil juga. Aku makin gencar buat kamu bahagia... Gak mau tahu alasannya, kamu harus bahagia. Mungkin itu yang kata orang tanpa alasan cinta datang dan bertahta." Hery mengelus elus punggung Rena.
"Aku mencintai kamu.. Gak perlu alasan apa pun aku tetap cinta kamu.. Kalau kamu gak percaya cinta aku ini, cukup kamu terima aja dan nikmati cinta aku, itu sudah cukup buat aku..." Hery menyatukan hidungnya dan hidung Rena.
Tanpa di duga Rena langsung mencium Hery terlebih dahulu. Hery tentu tak menyia nyiakan kesempatan itu. Cinta di antara keduanya makin besar setelah beberapa kejujuran di antara mereka.
***
Pagi ini terasa sangat nyaman dan penuh ketenangan yang Rena rasa. Ia membuka matanya dan melihat sang calon suami tidur disampingnya dengan sangat tampan. Biasanya seorang laki laki memiliki kebiasaan tidur yang buruk. Ada yang mendengkur, ada yang berantakan tidurnya, dan masih banyak lagi gaya laki laki tidur, tapi beda dengan Hery. Ia malah terkesan sangat imut saat tidur. Satu tanganya di bawa kepala Rena. Satunya lagi memeluk Rena, mulutnya tertutup rapat tapi karna bentuk bibir Hery yang bagus, ia seperti sedang tersenyum saat tidur.
"Aku cinta kamu..." bisik Rena lalu mengecup bibir Hery.
"Selamat pagi sayang.. Dan selamat pagi Sayangku.." Hery juga mengelus perut Rena.
"Selamat pagi juga sayang.." Rena sangat merasa di sayangi dan di cintai.
Mereka makin kompak dan serasi semuanya mereka lakukan bersama sama. Memasak, makan, membuat susu, dan kemesraan mereka tak pernah hilang.
"Eeehh.. Her.. Kamu gak turun kerja..?" Rena baru sadar kalau beberapa hari ini Hery tidak turun kerja, sedangkan Roy sibuk mengurus Eyang dan Debora yang baru pulih.
"Gak apa apa.. Aku sudah minta anak buah aku yang handle kerjaan di perusahaan. Mereka bisa di percaya kok. Dan gak ada juga pekerjaan penting belakangan ini karna sudah aku urus dari jauh jauh hari, waktu itu aku gencar banget sama kamu di apartemen jadi aku full kerja terus sekarang semuanya bisa aku tinggal..." Rena ternganga mendengarnya.
__ADS_1
"Sudah semua..?" Rena mengulanginya lagi.
"Iya sayang, aku sudah kerjakan semuanya biar bisa puas puas sama kamu gak ada yang ganggu..." Hery mengedipkan matanya.
"Oohhh ya aku lupa bilang semalam, kita hari ini ke tempat acara pernikahan kita ya.. Biar kamu liat Juga, mungkin aja ada yang mau kamu tambah gitu... Biar kamu juga liat baju pernikahan kita nanti mau..?" Tambah Hery.
"Mau donk.." Rena sangat terlihat antusias.
"Oke nanti abis makan terus mandi, siap siap, Kita berangkat...." Ucap Hery juga bersemangat.
Ini pagi yang menyenangkan untuk Rena dan Hery bukan untuk Roy dan Debora, Debora dan Roy sarapan dalam diam, Eyang sarapan Di kamarnya hanya menyisakan mereka berdua di meja makan.
"Permisi nyonya tuan, ini ada surat baru sampai.. katanya untuk nyonya.." seorang bibi memberikan amplop itu pada Debora.
"Apa itu..?" Roy juga jadinya ikut penasaran.
"Ini kayaknya surat penguduran diri aku di salah satu acara modeling. Aku Minta berhenti dan undur diri. Aku mau fokus sama rumah tangga kita Roy.." Debora pun menyerahkan surat itu ada Roy.
Roy membuka dan membacanya, ternyata benar yang Debora katakan, ia mengundurkan diri dari acara modeling di luar negeri. Surat itu berlaku selamanya dan kemungkinan besar Debora nanti tidak akan di panggil lagi, oleh karna itu surat itu dalam bentuk hitam di atas putih. Perjanjian itu pun terputus selamanya.
Roy tak menyangka Debora akan bertindak sejauh itu. "Buat apa kamu mundur, kalau aku tetap ceraikan kamu..?" Roy menatap Debora dengan dingin wajahnya.
"Aku gak mau cerai Roy.. Aku sudah janji perbaiki semua kesalahan aku Roy.. Makanya aku lepas semua pekerjaan aku demi kamu Roy.." Bantah Debora.
"Kamu yang pikir kedua kalinya untuk tinggalin kerjaan kamu karna bisa aja aku nekad ceraikan kamu terus kamu gak punya apa apa lagi.. Kerjaan gak punya, tempat tinggal gak punya, John juga pasti mana mau sama kamu kalau kamu gak punya uang buat biayain dia dan gaya hidup mewahnya.. Jadi hati hati dalam bertindak Debora.." Roy bangkit dari kursinya dan berlalu meninggalkan Debora terdiam di tempatnya.
"Siapa yang bisa bantu aku.. Roy sudah gak percaya aku lagi... Roy..." Debora menatap punggung Roy yang sedang menaiki tangga menuju kamarnya.
__ADS_1
Rasa bersalah dan penyesalan selalu datang terlambat dan di belakang. Kalau penyesalan datangnya di depan itu artinya antrian penyesalan. Dan itu berlaku pada Debora, dia berusaha sebisa mungkin kembali pada Roy tapi kepercayaan Roy sudah sangat mati padanya. Kini ia hanya bisa meratapi nasibnya.
Off dulu kawan.. Likenya donk.. Bagi gitu sama author.. Ini kan bulan berbagi..