AKU YANG DI SIMPAN

AKU YANG DI SIMPAN
BAB 245


__ADS_3

Wigara semakin terkekeh. Entah apa yang membuatnya malah merasa lucu.


"Apa aku sekeren dan seterkenal itu.. Aku rasa gak deh.." Wogara seolah sedang berpikir.


"Ck.. Gitu ya.. Ya mungkin perasaan aku aja kali ya..?" Debora sendiri ragu.


"Aku orang biasa aja kok.."


Debora mengangguk paham. "Eeemm yas udah aku mau pulang dulu.. Makasih untuk belanjaannya tadi dan makanannya.." Wigara tersenyum sangat manis mendengarnya.


"Makasih juga sudah temani aku belanja dan terima kasih sudah temani aku makan makanan enak ini.."


"Ya udah ayo.." Ajak Wigara lagi.


"Loohh kemana..?" Debora menaikkan satu alisnya.


"Pulang.." Wigara juga bagun dan membawa Debora ke dalam mobilnya.


"Eeeeehh..?" Debora sangat bingung.


"Masuk.. Dan duduk tenang.." Wigara tak peduli Debora kebingungan atau pun kesal.


"Ke mana lagi..?" Setelah Wigara masuk lagi ke dalam Mobil barulah Debora bertanya lagi.


"Pulang, kamu gak mau pulang..?" Wigara melirik Debora dengan sedikit memiringkan tubuhnya ke dekat Debora.


"Ya aku mau pulang.."


"Ya udah aku antar.." Mendengar itu membuat Debora sangat gemas pada Wigara.

__ADS_1


"Ck... Aku bisa pesan taksi online atau semacamnya." Protes Debora.


"Kan sekalian aja.. Kamu sudah di mobil aku ya udah aku antar aja sekalian, gak ada salahnya kok, gak ada yang akan marah kan..?" Pancing Wigara.


"Apa sih...? Gak ada.. Tapi Rena pasti..." Debora menggigit jari telunjuknya.


"Rena..? Saudaramu itu..?"


"Ya.. Aku sudah menganggap dia saudaraku.. Dia sayang banget sama aku dan Baby.." Uca Debora dengan senyum yang menghangatkan siapa pun yang melihatnya tak terkecuali Wigara.


"Ya gak apa toh.. Ayok di mana rumah mu..?" Wigara langsung menyalakan mesin dan menamcap gas.


"Ya ampun laki laki ini.. Nanti aku ledekiin sana Rena.. Ya ampun.." Debora bisa menbaca apa yang akan terjadi saat ia tiba di rumah nanti.


"Jadi kamu tinggal di mana Nona..?" Ulang Wigara.


"Di gang Myx no 34. Rumahnya Hery dan Rena.." Wigara mengangguk paham.


"Ya.. Aku tinggal Sama Rena dan Hery untuk sementara Watku, sampai aku bisa hidupi diri aku dan calon anak aku ini nanti.." Ucapan itu berhasil membuat Wihara menoleh pada Debora.


"Benarkah..?"


"Ya.. "


"Wow.. Kamu makin hebat aja aku liat.." Wigara kembali fokus lagi ke jalannya.


"Hebat..? Apanya.. Kamu, kamu tahu aku ya..?" Debora sudah merasa semakin anehnya laki laki ini.


"Ya dari tadi aku sudah liat banyak hal hebat yang kamu lakukan, seperti pilihkan baju baju untuk calon anakmu, tak peduli yang orang katakan tentang kamu, kamu seperti gak punya beban, dan ya pemilih makanan yang hebat.." Debora menyipitkan matanya.

__ADS_1


"Aku tahu kamu.. Kamu mantan istri Roy Filip. Aku kira dia CEO yang baik, ternyata hanya bayangan Hery Krisnata." Wigara menganggukkan kepalanya.


"Oohhh.. Ya... Biarlah.." Debora tak peduli tentang Roy.


"Oleh karna itu aku bilang kamu hebat.. Kmu hebat dalam menghadapi semua ini. Aku suka liatnya.. Wanita yang tangguh.." Cicit Wigara membuat Debora terkikik.


"Wanita tangguh.. Masih tangguh Rena dari pada aku.. Aku cuma tiru Rena.. Dia suhu ku.. Hehehe.." Debora masih tertawa lepas mengingatnya.


"Ck.. Sama aja.."


.


.


.


.


"Eh gak ada orang.. Oohh ya mereka ke rumah Bisma.." Gumam Debora.


"Bisma siapa lagi calon suami baru kamu lagi kah..?" Wigara memancing lagi.


"Ck, suami orang di bilang gitu.. Marah nanti istrinya.." Cicit Debora, ia mengambil barang belanjaannya di kursi belakang.


"Oohhh gitu.."


"Bisma adiknya Hery, suaminya Rena.." Jawab Debora dengan benar kali ini.


"Oohhhh.." Lebih ceria saat tahu yang sebenarnya.

__ADS_1


Debora..


__ADS_2