AKU YANG DI SIMPAN

AKU YANG DI SIMPAN
BAB 133


__ADS_3

Rena sebenarnya tak mempercayai kedua laki laki di depannya ini.


"Awas aja kalau berantem lagi.." Rena memperingatkan.


Rena meninggalkan mereka dia dapur.


"Oke Hel kamu masak sayurnya, aku masak daginnya." Intruksi Bisma.


"Ya..." Keduanya pun bergerak cepat dalam memasak, masing masing sibuk dengan masakan mereka.


Rena mengamati keduanya dari jauh, ia bersyukur Hery dan Bisma bisa memasak bersama. Keduanya sangat telihat handal dalam masalah memasak.


Rena memperhatikan suaminya, makin tampan jika sedang memasak.


"Iiihh kok aku jadi kayak mata mata sih.. Sayang ayo kita nonton aja ya.." Rena pergi dan menunggu.


"Haaahh dah siap.." Hery menata makanan di meja makan.


"Aku panggil Rena dulu ya.." Pamit Hery, Bisma mengangguk dan menunggu ke datangan Hery dan Rena.


"Sayang ayo makan, makanan sudah siap.." Hery menghampiri Rena di depan TV.


"Ohhh ya ayoo.." Rena ikut Hery ke dapur.


"Waw..." Rena sedah bisa mencium aroma makanan yang sudah tertata rapi di atas meja.


"Apa kamu menyukainya.. Ini buatan aku dan Hely.." Bisma tersenyum sangat manis.


Hery tak suka senyum itu, takutnya istri tercintanya menyukai senyum itu.


"Ayo kita makan.." Ajak Hery segera.


"Oke.. Bon appetit.." Bisma mengunakan bahasa Jerman mengucapkan selamat makan.


***


"Roy.. Aku perlu bantuan Debor boleh..?" Hery berada di ruangan Roy.


Mendengar ucapan Hery barusan membuat Roy terkejut dan memasang Siaga.


"Maksud kamu apa..?" Roy sedikit menaikan nada suaranya.


"Ya untuk temani Rena di rumah.. Aku was was tinggalin di sama.." Hery ragu mengatakannya.


"Sama siapa..?" Roy curiga.


"Sama Itu.." Semakin ragu.


"Siapa..?" Roy sudah tak sabaran.


"Sama Bisma..." Mulut Hery hampir tak bergerak mengucapkan nama Bisma.


"Bisma..?????" Roy sangat terkejut.

__ADS_1


"Apa kamu gak pikir! Apa akibatnya nanti, Bisma kan.." Roy tak habis pikir pada Hery.


"Ya mau bagaimana lagi.. Rena tahu tentang kedatangan Bisma terus dia minta kak Bisma untuk tinggal sama kami berdua. Aku juga gak mau Roy tapi gimana lagi...?" Hery sangat bingung.


"Makanya aku mau minta Debora untuk temani Rena selama aku pergi kerja ini..." Jelas Hery.


"Gak, gak boleh.. Debora belum tahu Bisma kayak apa.. Nanti kalau Debora suka sama Bisma gimana..?" Roy tak terima.


"Ya ampun Roy.. Aku yakin Debora gak akan ngelakuin itu.. Dia udah berubah..."


Drrtt drrtt..


Ponsel Roy bergetar.


"Debora..?" Roy membaca nama yang tertera di ponselnya.


"Ya Halo Debora kenapa..?" Roy langsung mencari tahu.


"Eeemm aku dari tadi hubungi Hery tapi gak bisa, Rena juga sudah coba hubungi Hery tapi gak di angkat. Bisa bicara sama Hery, Roy..?" Roy menyerahakan ponselnya pada Hery.


"Ya Halo.." Sahut Hery.


"Halo Her.. Tadi Rena ada hubungi aku dia bawa aku masak bareng lagi. Tapi dia minta izin sama kamu dulu buat pake pisau. Aku juga minta izin ke rumah kamu Her." jelas Debora.


Hery langsung sumringah.


"Oohhh Debora.. Ya boleh donk.. Pergi aja kok minta izin aku.. Pergi aja.. Gak apa apa kok.. Eeemm untuk Renanya bilang aja boleh pake tapi hati hati. Eeemm kalian mau masak apa nih..?" Hery sangat bersemangat. Roy menyimak.


"Oohh ada bahannya?" Hery sangat senang.


"Ya katanya ada. Nanti kalau kurang ya beli lagi." Sahut Debora.


"Ooohhh ya kalau kurang beli aja lagi.. Ada kartu ATM aku sama Rena, pakai aja.. Pakai sepuasnya kalian berdua ya.." Sangkin senangnya.


"Hah..?" bosan Menyimak Roy pun bersuara.


"Oohh jadi ini boleh ni aku barangkat, aku belum berangkat nih.." Debora selesai mengatakan yang ingin ia katakan.


"Oh silahkan silahkan hahahaha.. Ya silahkan.. Selamat bersenang senang, eeemm Debora kalau bisa sampai aku pulang ya.." Debora dari jauh dan tal terlihat oleh Hery menggelengkan kepalanya.


"Tumben senang gitu.. Biasanya senyum aja gak.." Julid Debora setelah Panggilan terputus dengan Hery.


Debora pun berangkat ke rumah Rena.


"Apa.. Debora mau masak masak sama Rena di rumah kamu.." Hery mengganguk pelan dan sangat bahagia. Senyumnya pun tak luntur luntur.


"Ya ampun...!!" Roy meremas rambutnya.


"Kenapa Hery...????" Hery hanya mengoyang goyangkan kepalanya ke kiri dan ke kanan.


"Aaaahhhhh.. Hery..!!!!"" Teriak Roy.


***

__ADS_1


Debora sampai di rumah Rena. Pintu rumah sudah terbuka dengan lebarnya.


"Rena.." Debora memanggil Rena dari luar dan ada sahutan juga dari dalam.


"Ya.. Masuk Bora.." Debora pun masuk dan melihat ada orang asing di sana.


"Hai.." sapa Bisma santai saja.


"Hai.." balas Debora.


"Hei apa Hery ada kabari kamu..?" Rena dari kamarnya membawa ponselnya.


"Ya ada, tapi aku hubungi Roy dulu, karna ternyata Hery lagi sama Roy. Aku minta bicara sama Hery. Tapi ada yang aneh sama Hery tadi, tumben dia tadi ketawa gitu.. Aku baru kali ini dengar Hery ketawa.. Debora benar benar bingung.


"Hah.. Ya kah..?" Rena juga tak tahu apa yang menimpa Hery dan membuatnya senang seperti itu.


"Ya dia ketawa hahahaha.. Gitu.." Debora mencoba menirukan Hery.


"Hahahahaha.. Memangnya Hely jarang ketawa gitu ya..?" Bisma ikut menimpali pembicaraan Debora dan Rena.


"Hahaha ya.. Kak biasanya Hery itu stay cool, jarang banget senyum apalagi ketawa. Jadi kalau dia sampai ketawa itu mujizat." Ucap Rena dan membuat Bisma tertawa tak henti.


"Wah.. Kabar baru ini.. Bisa buat aku ledak dia.. Hehehehe..." Debora mengamati Bisma, ia samam sekali tidak mengenali laki laki ini.


"Eeemm Debora ini kak Bisma, kakaknya Hery dari Jerman dia baru sampai sore kemarin abis kamu pulang sama Roy itu kak Bisma kasih kabar kalau di mau berkunjung ke sini.." Jelas Rena dan Debora baru tahu kalau Hery punya kakak laki laki yang tampan. Setahu Debora Hery hanya memiliki satu adik perempuan.


"Hai.." Bisma menghampiri Debora dan langsung memeluk Debora.


"Aku Bisma.. Kamu yang Debora punya nama.." Masih belepotan.


"Ya nama aku Debora..." Debora berusaha memahaminya.


"Nyonya ini pesanannya.. Dan ini kartunya juga." pak Adi datang membawa pesanan Rena.


"Ya terima kasih ya Pak.. Bapak sudah beli keperluan bapak dan keluarga..?" Rena di bantu Debora dan Bisma menerima belanjaan itu.


"Ya Nya sudah.. Makasih banyak ya Nya.." Rena tersenyum senang juga mendengarnya.


"Iya Pak Rena juga senang bagi bagu rejeki sama bapak.." Debora sangat tersentuh dengan perbuatan Rena.


"Begitu baik hatinya.." Gumam Debora dalam hati.


"Eeemm Kak, Bora.. Bisa bawa ke dapur dulu aku simpan ini dulu.." Bisma dan Debora langsung mengangguk dan berjalan bersama ke dapur.


"Tunggu kartu hitam itu.. Bagaimana Hery bisa punya kartu hitam itu..?" Pikir Debora seketika melihat kartu hitam yang Rena pegang.


Off dulu guys..


"Hai hai guys... Apa kabar kalian semua. Senang deh liat banyak pembaca baru masuk.. Selamat datang ya.. Oohh ya author juga mau ajak kalian untuk mampir menengok novel yang satu ini. Novelnya seru banget deh, jamin. Novel kak Kirana Pramudya "Pembalasan Istri Yang Tersakiti." Novel rekomendasi dari Author.


Mampir Yukkk.. "


__ADS_1


__ADS_2