AKU YANG DI SIMPAN

AKU YANG DI SIMPAN
BAB 194


__ADS_3

Stuart semakin manarik Adel mendekat hingga tak ada lagi celah Stuart dan Adel.


Pengutan panas dan rakus itu tepat du depan Bisma dan Albert. Keduanya hanya memandang biasa saja pada Adel dan Stuart yang sedang larut dalam pengutannya.


Setelah beberapa menit setelah itu barulah pengutan itu terlepas. Adel mengatur nafasnya yang tersenggal senggal di buat aksi ekstrim Stuart.


"Kalau kamu ambil adikku.. Aku ambil istrimu.." Stuart langsung menarik Adel lagi pergi dari tempat itu. Adel tak bisa melawan dan hanya ikut langkah besar Stuart dari belakangnya.


"Bisma.." Albert menggenggam tangan Bisma.


"Albert, bibirmu.." Bisma melihat bibir Albert yang pecah dan berdarah. Belum lagi matanya yang merah dan mungkin besok akan membiru dan bengkak.


"Aku gak apa apa.. Itu tadi.. Istrimu..?" Albert sangat mengerti kakaknya itu.


"Kita bisa cari dia nanti.. Kita obati dulu kamu.." Bisma juga khawatir pada Adel tapi ia yakin Stuart tidak akan kasar pada Adel. Stuart adalah laki laki sejati. Ia juga tidak bisa menyentuh perempuan sembarangan. Maka Bisma bisa yakin dan mempercayai Stuart dan Adel. Tapi jika Stuart melakukannya juga dengan Adel pun Bisma tak masalah.


Bisma membantu Albert menggunakan bajunya lagi. Setelah itu mereka keluar dari hotel menuju rumah sakit untuk mendapat pengobatan untuk Albert.


***


Adel hanya bisa menelan salivanya dan diam. Ia sedang di dalam mobil bersama Stuart wajah Stuart sedang tak bersahabat. Adel semakin takut untuk sekedar bergerak apalagi bertanya.


Ciittt..

__ADS_1


Mobil hitam itu berhenti di depan sebuah apartemen besar. Adel menatap halaman Apartemen besar itu.


"Apa dia tinggal di sini..?" pikir Adel.


"Kita turun.. Ayoo.." Titah Stuart. Karna takut Adel ikut saja yang di katakan Stuart padanya.


Masih terus mencekam Adel lama dalam diam.


"Maaf aku tadi relfleks.." Stuart bersuara lagi. Tapi di dengar dari nadanya ia masih marah.


"Iya.. Gak apa apa..." Adel melirik Stuart dengan ekor matanya dan menganggukkan kepalanya.


"Sudahlah.. Aku bawa kamu ke sini dengan sengaja, aku mau liat sejauh mana kepedulian Bisma sama kamu dan seberani apa Albert.." Stuart membasahi bibirnya sendiri dengan lidahnya, seperti menyapu rasa yang masih tertinggal di sana.


Ting..


Akhirnya mereka keluar dari dalam Lift. Stuart keluar terebih dahulu baru di ikuti Adel.


Sampai di unitnya Stuart mengeluarkan card unitnya dan membuka pintu dengan kode yang di masukkan.


Titt..


Pintu pun terbuka.  "Masuklah.." Stuart membiarkan Adel masuk terlebih dahulu lalu setelah itu Stuart masuk juga dan mengunci rapat rapat pintu itu lagi.

__ADS_1


***


"Sayang..?" Roy masuk ke dalam kamar Debora.


Tidak ada jawab dari Debora padahal Debora jelas jelas sedang di tempat tidur.


"Debora sayang..?" Panggil Roy lagi. Ia mendekati dan mengintip.


"Eeehh.. Tidur...?" Gumam Roy pelan.


"Haduh pasti dia marah besar sama aku.." Isi hati Roy. Roy juga naik ke tempat tidur dan memeluk Debora.


"Aku cinta kamu.." Bisiknya.


***


"Mulai hari ini dan seterusnya kalian akan berkerja ekstra karna nyonya kalian sekarang sedang mengandung lagi. Jadi tugas yang selalu di kerjakan Nyonya kalain itu harus kalian kerjakan dengan benar." Hery memberi intruksi semua ARTnya.


Bahkan Hery menambah lagi ARTnya untuk membantu di rumah selama ia pergi bekerja. Belum terhitung juga pengasuh Alf dan Elf juga, Alf mendapat 2 pengasuh dan begitu pula dengan si cantik Elf. Kedua bayi yang sekarangk super aktif itu sangat membutuhkannya apalagi karna sang Mama sedang mengandung baby lagi.


Oleh karna itu Hery sangat mewanti wanti semua pekerjaan rumah agar Rena tak perlu susah susah mengerjakannya lagi.


***

__ADS_1


__ADS_2