AKU YANG DI SIMPAN

AKU YANG DI SIMPAN
BAB 263


__ADS_3

Bisma berpikir sejenak. Yang di katakan Hery ada benarnya juga. Sekali kalilah Bisma mengajak Adel untuk kencang.


"Iya.. Nanti aku coba bawa Adel. Semoga aja dia mau.." Hery tersenyum.


"Aku yakin kamu bisa.." Bisma menaikan satu alisnya tak mengerti yang di katakan Hery barusan.


"Bisa apanya..?" Cicit Bisma.


"Bisa dapatkan diri kamu lagi.. Aku tahu kamu pribadi yang baik Bisma.. Aku sudah liatnya.. Kamu mungkin bisa simpan itu sekarang.. Tapi suatu saat pasti terbongkar juga.. Aku akan dengan senang hati menunggu. Aku yakin, Adel juga sama menunggu kamu.. Dia tunggu kamu untuk jadi suami terbaiknya di hidup dia.. Jangan kecewa kan dia Kak.. Dia gadis yang baik.. Kamu sendiri liat perhatian dia sama kamu.. Kamu yang rasa sendiri. Berusahalah Bisma Jaya.." Hery memegangi bahu Bisma dan mengeratkannya.


Suatu dorongan untuk Bisma keluar dari keterpurukkan hidupnya ini. Semangat dari Hery bisa Bisma rasakan di dalam hatinya.


"Makasih semangatnya.. Aku akan berusaha.. Aku yakin kamu juga gak akan tinggal diam kan.. Pasti sudah ada yabg kamu lakukan di luar sana untuk membongkar yang aku sembunyikan... Aku tahu aku mungkin egois, aku gak katakan yang sebenarnya. Karna, itu teralu menyakitkan buat aku.."


"Aku tahu.. Aku yakin Adel bisa sembuhkan rasa sakit hati kamu itu.. Hanya Adel. Tetaplah bersamanya, maka perlahan luka kamu itu akan sembuh dengan cinta yang di miliki Adel. Percaya padanya.." Hery memberikan wajangan pada sang kakak.


Pembicaraan kakak baradik ini sangat dalam.


"Aku rasa juga gitu.. Dan kadang aku rasa risih, kalau ada yang dekati Adel. Aku tahu itu perjanjian aku dan Adel sendiri.. Aku gak akan larang dia untuk berhubungan dengan laki laki lain. Tapi tiap aku liat laki laki yang dekati dia.. Hati aku.. Gak suka. Aku kesal. Aku berpikir kalau Adel itu cuma punya aku seorang.. Aku gak suka laki laki itu natap Adel.." Mata Bisma menatap lantai dan seolah wajah Stuart yang sedang menatap Adel ada di sana dan akan mengganggu Adel.

__ADS_1


"Itulah.. Kembangkan rasa itu Bisma.. Jaga Adelmu.. Jangan sampai Adel nyaman sama laki laki lain.." Hery mendapat kelemahan Bisma. Hery yakin dengan sedikit godaan seperti ini akan membuat Bisma mengembangkan rasa yang baru saja ia katakan tadi..


"Ngomong ngomong siapa laki laki itu? Kok kamu tahu dia liatin Adel..?" Pancing Hery.


"Stuart.." Lirih Bisma dengan wajah yang tak bersahabat.


"Stu.. Stuart..?" Hery tak percaya yang ia dengar ini.


Bisma kemudian mengatakan semua yang ia lihat dn ia rasakan saat melihat Stuart mendekati Adel. Hery tersenyum di dalam hatinya, rupanya rasa yang Bisma punya sudah besar dari pada yang di pikirkan Hery tadi. Bahkan Bisma sudah punya rasa cemburu pada Adel, itu adalah kemajuan pesat juga.


Padalah dari yang Hery tahi dari Psikiater Bisma yaitu Dona, tidaklah ada kemajuan dalam pengobatannya pada Bisma. Bila ada kemajuan itu mungkin dari Adel. Hery sangat yakin itu.


"Oke nanti aku bilang ke Adel.." Rena bertelponan dengan Hery dan Hery meminta tolong Rena untuk meyakinkan Adel agar ingin ikut Bisma pergi ke undangan salah satu teman bisnis mereka itu. Hery yakin dengan sedikit bantuan dari Rena maka Adel juga mau ikut Bisma.


"Siapa..?" Kebetulan siang ini Adel ada di ruma Rena.


"Hery.. Aku akan ke kantor nanti, bisa kan kamu bantu bibi jaga mereka.. Mereka nakal looo.." Adel terkekeh mendengarnya.


"Hahaha.. Kamu ini.. Anak ganteng dan cantik gini di bilang nakal.." Cicit Adel dan asik bermain dengan keduanya.

__ADS_1


"Eemmm Del.. Tadi Hery bilang sesuatu tentang Bisma.." Rena memulai tugasnya.


"Apa..?" Adel langsung penasaran.


"Itu.. Bisma mau ke acara undangan gitu.. Jadi, dia mau pergi.. Tapi.. Maunya sama kamu.. Tapi dia tahu kamu pasti gak akan mau.. Jadi dia.. Gak jadi deh.."


"Oohh ya.. Dia takut aku nolak tapi belum tanya sama aku..?" Adel sepertinya sedikit kesal karna itu.


"Iya.. Dia pasti jaga perasaan kamu Del.. Kalau dia tanya dan kamu nolak.. Dia pasti kecewa dan gak mau repotin kamu juga.." Cicit Rena lagi.


"Iiihhh.. Bisma.. Memang gak bisa dewasa ya.. Tentu aku ikut kalau dia ajak.. Ya kan Alf.." Adel berbicara pada Alf di pangkuannya.


"Iya. Makanya tadi Hery bilang sama aku, biar kamu tahu.. Mungkin nanti Bisma gak bilang maunya sama kamu.. Tapi kan kamu sudah tahu sekarang.." Rena senang ternyata tak sesulit pikirannya.


"Iya.. Nanti aku tanya sama Bisma aja kalau dia sudah pulang.. Apa dia mau ajak aku.. Atau gak.." Rena mengangguk.


"Oke.. Aku jalan dulu ya.. Titip Alf dan Elf.." Pamit Rena yang sudah berjanji pada Hery akan datang membawa makan siang untuknya.


Off dulu ya..

__ADS_1


__ADS_2