AKU YANG DI SIMPAN

AKU YANG DI SIMPAN
BAB 177


__ADS_3

Stuart melihat Adel dari atas sampai bawah.


"Kamu istrinya Bisma..?"


"Iya. Kami baru menikah beberapa hari yang lalu.." Jawab Adel.


"Oohhh kamu tahu kan kondisinya Bisma itu gimana.. Dan.. Apa kamu gak masalah kalau nikah sama dia..?" Pertanyaan yang sama dari mulut Albert dan Stuart.


"Eeem aku nikah karna... Aahh sudahlah.. Kita harus bawa mereka pulang kan..?" Adel tak menjawab dan tiba tiba teringat Marry, Adel takut sebelum mereka pulang Marry menunggunya di rumah dengan bertanya tanya kemana ia dan Bisma.


"Oohh iya.. Adikku di dalam bersama Bisma." Adel mengangguk paham.


"Permisi.. Apa tadi ada dua orang laki laki ke sini dan minta menginap..?" Struart bertanya pada resepsionis yang ada du tempat itu.


"Hari ini banyak yang menginap tuan penerbangan baru di buka beberapa hari ini jadi banyak juga para pelancong dan turis yang menginap.." Terang wanita itu.


"Astaga.. Tapi di sini kok.. Eeemm ck.. Kurang detail GPS ini.." Stuart melihat layar ponselnya.


"Lalu kita harus gimana tuan.. Nanti mama Marry pulang.. Dia pasti cari Bisma.." Adel mulai panik.


"Berarti wanita ini hanya untuk mengelabui nyonya Marry dengan menikahi Bisma.. Makanya dia takut sekali kalau Marry tahu.." Stuart bisa menbaca kondisi Adel lebih jelas cukup dari mendengar keluhan Adel.


"Emm kita cari aja.. Eemm kamu juga coba hubungi suami kamu.." Saran Stuart.

__ADS_1


"Ya.." Adel segera membuka ponselnya dan menelpon Bisma sambil mondar mandir di situ.


"Apa kami boleh masuk, kami ingin mencari keluarga kami di dalam..!" Stuart berbicara lagi pada Resepsionis itu.


"Maaf tuan untuk menjaga privasi tamu kami, kami tidak bisa melakukan itu tuan.." Stuart berdecak.


"Kalau mau silahkan tunggu saja di sini tuan" Saran resepsionis itu lagi.


"Haaahh.. Oke.." Stuart berbalik dan melihat Adel sangat panik.


"Ayolah.. Bisma kamu gila..?" Bentak Adel sambil terus mencoba menelpon Bisma.


"Sudahlah.. Mereka lagi asik.. Gak akan ingat atau dengar suara ponsel.." Stuart pasrah dan duduk di sofa yang di siapkan penginapan itu.


"Tapi..." Adel di landa ketakutan besar.


"Kamu.. Nikah sama Bisma hanya karna di minta kan.." Tebak Stuart.


Adel menganggkat kepalanya dan mengangguk pasrah. "Eeemm.. Eehh.. Kok aku bilang.." Adel langsung menutup mulutnya sendiri.


"Sudahlah.. Aku sudah duga itu.. Gak usah takut begitu sama aku.." Kata Stuart lagi.


"Oohh tapi jangn bilang lagi sama Mama Marry ya.. Nanti.."

__ADS_1


"Ya.. Aku gak akan ganggu kalian juga. Gak ada manfaatnya buat aku.. Aku ke sini karna adik aku dalam situ.. Aku gak suka dia begitu.. Ck.." Stuart berdecak kesal.


"Aku cuma mau jempuat Bisma.. Nanti Mama Marry pulang.. Dia pasti curiga kalau gak ada aku tiba tiba..." Adel menarik jari telunjuknya berkali kali.


"Ya... Semoga mereka cepat selesai.." Gumam Stuart.


"Aku bingung.. Apa yang mereka lakukan.. Apa semenyenangkan itu..?" Adel benar benar polos.


"Kamu mau tahu..?" Struart mengerutkan keningnya.


"Ya.. Aku bingung aja.. Laki laki dan laki laki itu ngapain coba. Masuknya itu gimana..?" Stuart mematung menatap Adel.


"Aku juga gak tahu masuknya itu gimana.. Tapi kata Albert itu enak.." Stuart mengatakan saja yang ia ketahui.


"Di mana Enaknya ya.. Kamu gak gitu juga kan..?" Tiba tiba Adel tersentak, ia baru sadar laki laki di depannya ini tahu apa rasanya.


"Ya gaklah.. Aku ini normal.. Sama kamu juga aku berani, aku bisa.." Adel meraatkan mulutnya tak ingin berkata yang aneh aneh lagi.


"Maaf.." Adel kembali menarik narik tejunjuknya.


"Haaaisss.." Stuart menggelengkan kepalanya.


"Aku tanya sama Adikku itu kenapa dia suka begitu..? Apa rasanya..? Nah dia jawab.. Bukannya aku yang begitu juga.." Sahut Stuart lagi.

__ADS_1


"Oohhh. Gitu.." Adel mengangguk.


Stuart...


__ADS_2