AKU YANG DI SIMPAN

AKU YANG DI SIMPAN
BAB 44


__ADS_3

Tes pack Debora meperlihatkan dua garis biru. Debora menjerit dalam kamar mandinya.


"Aaaaaaa" Tes pack itu sampai ia lempar ke lantai, John yang mendengar Debora berteriak pun datang melihat keadaan Debora.


"Sayang.. Sayang kenapa? Kenapa?" Tanya John yang langsung masuk ke dalam kamar mandi.


"I.. Itu..." Debora menunjuk tes packnya yang tergeletak di lantai Kamar mandi.


"Sayang.. Kamu.." John mengambil tes pack itu dan melihat hasilnya yang sangat lama mereka tunggu tunggu selama 1 bulan lebih ini.


"John... Ini anak Roy ini akan menjadi Tuan Filip kecil..." Ucap Debora bahagia dengan kebohongan besarnya yang akan ia lakukan dan ini baru permulaannya.


"Iya sayang dia akan menjadi pewaris tunggal keluarga Filip." Ujar John juga senang dengan keberhasilannya.


"Aku akan segera pulang dan menyiapkan kejutan untuk Roy.. Roy pasti akan sangat senang John..." Debora tanpa permisi pergi dari apartemen yang Debora dan John tinggali baru baru ini.


"Debora Debora.. Nikmatilah dulu kesenanganmu, lahirkanlah anakmu itu. Dan semua kekuasaan Filip akan menjadi milikku." Seringai jahat John menghiasi wajahnya.


***


"Roy turunkan aku... Aku bisa sendiri.." Rena meronta ronta di dalam gendongan Roy menuju unit mereka.


"Sayang kamu itu gak boleh kecapean, makanya aku gendong." Ucap Roy dan meneruskan langkahnya.


"Eh Hery tidak lupakan apa saja yang harus ia beli Roy..." Ucap Rena mencari keberadaan jomblo satu itu.


"Ya tadi dia bawa catatannya kok aman saja sayang.." Roy memasang wajah sedih sambil menjawab pertanyaan Rena.

__ADS_1


"Kenapa kamu malah sedih gitu.." Rena sangat menegerti air muka Roy.


"Ya gimaana gak sedih, kamu malah pikir Hery, bukannya pikir aku dan anak aku Sekarang ini." Ucap Roy dan kini sampai di unit mereka kemudian menaruh Rena di sofa ruang tengahnya dengan perlahan.


"Lohh.. Bukannya kamu bilang aku ini adalah pacar Hery dan anak ini yang aku dengar dari Dokter Lina tadi saat kita pulang di bilang untuk menjaga The Next Hery ini. Bukankah itu kamu yang membuat semuanya seperti itu..?" ucap Rena memang benar. Karna tadi saat hendak keluar dari rumah sakit mereka berdua berpapasan dengn Lina lagi dan Lina berbicara pada Rena dan meninta untuk menjaga Tha Next Hery. Awalnya Rena bingung dan setelah di dalam mobil barulah Rena mengerti. Dokter Lina pasti benar benar mengira kalau anak yang Rena kandung adalah anaknya Hery.


"Sayang jangan bahas itu lagi.. Masa anakku di bilang anaknya Hery. Susah aku buatnya itu. Hery bisa kok buat sendiri sama ceweknya sana." Roy pun mendudukkan dirinya di samping Rena dan mengelus elus perut Rena.


Rena pun menyandarkan kepalanya di bahu Roy, "Iya ini anakmu... Memangnya anakku sendiri gitu, kayak apa aku bikinnya kalau sendiri." Ucap Rena Roy pun memeluk tubuh Rena


***


Debora menghiasi kamarnya dengan sangat meriah dan berwarna warni, untuk membuat Roy terkejut dan senang juga akan kehamilannya.


"Nak ini kamar mama dan papa... Besarkan.. Nanti kalau papamu pulang mama jamin, papamu akan sangat senang akan kehadiranmu... Heeemm... Mama tak sabar sayang... Kamu juga kan.." Debora membayangkan betapa senangnya Roy nanti jika tahu sekarang Debora hamil, tapi kenyataan bayi yang Debora kandung bukanlah anak Roy. Hanya karna obsesi untuk di cintai dan di sanjung oleh Roy dan orang orang penting lainnya, dengan Debora mengandung anak Roy maka Roy pasti akan memamerkannya dan Debora pasti akan menarik banyak perhatian satu penjuru negeri ini. Hanya itu yang Debora inginkan. Tapi dengan mengambil jalan yang salah dengan harus mengandung anak lelaki lain.


"Ooohh ya.. Aku belum hubungi Eyang. Asataga aku gak sadar ini sudah jam papamu pulang nak.." Baru saja Debora hendak menelpon dan mengabari sang Eyang tentang kehamilan asli tapi tipu itu barulah Debora melihat jam do ponselnya menunjukan pukul biasanya Roy pulang.


Sedangkan Roy kini sedang menyuapi Rena makan dan memanjakan Rena samaunya, Rena tak bisa menolak hanya bisa menuruti keinginan suaminya itu.


Bip bip..


Ponsel Roy berbunyi menandakan adanya pesan singkat masuk. Roy meraih ponselnya di meja dan membaca pesan tersebut, rupanya pesan dari Debora yang menanyakan kapan Roy akan pulang.


"Ck.." Roy berdecak kesal.


"Roy kenapa..?" Rena melihat tanda tanda kekesalan di wajah Roy.

__ADS_1


"Bagaimana aku gak kesal sayang.. Ini tumben tumbennya Debora tanya aku pulang, biasanya dia aja pulang gak. Aku gaknya tanyain.. Dasar aneh." Kesal Roy.


"Sabar sayang.. Pulanglah dulu.. Kamu juga udah lama kok di sini, satu bulan ini juga kamu hampir gak pulang ke rumah, pulang ya.. Nanti kalau kamu gak pulang, Debora curiga lagi..." Ucap Rena lebih baik ia mengalah dulu karna sudah sebulan ini Rena mendapatkan perhatian Roy, Rena tak boleh egois dan mementingkan dirinya sendiri karna Roy masih memiliki istrinya yang lain.


"Tapi sayang.. Kamu lagi hamil looo... Masa aku tinggalin kamu.." Ucap Roy sebenarnya tak ingin pulang. Ia masih ingin menghabiskan waktu dengan istri dan bayinya.


"Kan aku bisa jaga diri aku sendiri Roy kamu tenang aja... Mungkin ada sesuatu yang penting yang mau Debora sampaikan. Siapa tahu dia minta duluan di ceraikan.. ya kan?" Bujuk Rena lagi.


"Cih... Paling paling juga mau pamerin hasil kerjanya sama John... Tapi benaran ni...? Aku harus pulang?" Roy masih enggan pulang.


"Pulanglah Roy.. Aku baik baik aja." Mendengar ucapan Istrinya itu pun Roy hanya bisa menaatinya.


***


Debora dengan gelisah menunggu Roy pulang di ruang tengah rumah mewahnya itu.


"Mana sih Roy... Hampir sejam tapi masih belum pulang pulang juga.. Apa jangan jangan betul Roy punya cewek lain.. Makanya Roy jarang pulang selama ini.." Debora baru tahu dari asisten rumah tangganya kalau Debora tidak pulang ke rumah maka Roy juga tidak pulang ke rumah. Katanya sih kerumah Hery, alasannya ada Hery yang menemani dan bisa langsung kerja gitu. Itulah alasan yang sering Roy katakan pada Asisten rumah tangganya.


"Aaahh mana mungkin, Roy kan sayany banget sama aku. Dan sekarangkan aku sama Roy bakal jadi mama dan papa..." Debora mengelus elus perut ratanya.


Tak berselang lama terdengar deru mobil dan pastinya itu adalah mobil Roy yang baru sampao di pekarangan rumah, Roy menyerahkan mobilnya pada penjaga rumahnya dan penjaga itu yang membawa masuk bagasi mobil di rumah Roy, sedangkan Roy dengan santainya masuk dan mendapati Debora kini tengah menunggunya di ruang tengah.


"Debora.. Tumben pulang ke rumah.." Ucap Roy sombong dan memilih untuk mengendurkan dasinya, padahal dasi itu baru saja di pakai saat Roy berangkat dari apartemen Rena agar seolah Roy baru pulang kerja.


"Roy sayang.." Debora menempel di lengan kekar karen yang masih terbalut jas dan kemeja.


"Apa?" Tanya Roy acuh.

__ADS_1


"Aku ada sedikit kejutan...!" Ucap Debora antusias.


Roy...


__ADS_2