
Adel, Bisma dan Hery dalam perjalanan pulang. Hery mengantar Bisma dan Adel ke rumahnya, Bisma di nyatakan baik baik saja dan boleh pulang tapi dengan catatan Bisma harus terus memeriksa diri dengan Psikiater untuk mengetahui lebih lebih lanjut apa yang menjadi masalah utama Bisma.
Adel selalu ada di samping Bisma. Bisma selalu mencuri pandangan pada Adel. Bisma sangat ingin terus bersama Adel tak ingin terjadi sesuatu lagi pada Adel. Apalagi jika itu laki laki. Rasa yang Bisma tak tahu itu melandanya tiba tiba.
"Eemm Adel kamu hari ini mau ngapain..?" Bisma menoleh langsung pada Adel.
"Aku.. Di rumah aja. Kan dari kemarin aku tinggalkan rumah.. Pasti banyak yang harus aku kerjakan.." Adel seperti biasanya sangat ceria.
"Oke.. Aku juga di rumah aja. Besok aku mulai kerja ya Hel.." Hery melirik Bisma dari kaca di depannya.
"Ya.. Dan ingat cari psikiater juga, aku cari kan lagi kah..?" Tanya Hery.
"Eemm aku aja yang cari Hel.. Kamu sudah sering cari tapi gak ada yang cocokkan, jadi biar aku lagi yang coba. Nanti Adel juga bantu aku cari.. Aman.." Bisma memberikan jempolnya.
"Awas aja kamu.. Adel akan jadi mata mata aku.. Kalau kamu salah salah.. Jangankan keluar rumah, ke toilet juga aku kasih pengawal nanti.." Ancam Hery.
"Aiihh.. Kalau ikut aku ke toilet kan bau.." Sahut Bisma lagi.
"Masa bodoh.." Hery fokus lagi ke jalan.
***
Rena dan Debora saling melempar tatapan.
Rena menganggkat kedua alisnya pada Debora dan sebaliknya begitu pula Debora.
__ADS_1
"Jadi ini semua hasilnya..?" Mata Rena sampai menyipit melihat semuanya.
"Iya.. Aku harus minta bantuan Hery.. Aku kurang paham masalah ini.." Debora menggelengkan kepalanya.
"Ya.. Ayo kita kirim pada Hery.." Ajak Rena.
"Ayo.." Debora sangat setuju.
***
"Pyiuuuhhh.." Adel mengghela nafasnya.
"Apa berat..?" Bisma membantu Adel mengangkat baskom berisi air.
"Makasih.." Adel sangat terbantu.
"Bisma kamj baru aja baikkan.. Aku tinggal masak aja kok.. Kamu istirahat sana.. Ini jam yang tepat untuk tidur siang.." Saran Adel.
"Eemm kamu mau tidur siang..? Ini yang bagus untuk tidur siang.." Tanya balik Bisma.
"Yang sakit siapa yang tidur siapa..?" Adel tak peduli pada Bisma yang sejak pulang dari rumah sakit itu berubah sangat aneh.
"Ayolah Adel.. Kamu pasti ngantuk.. Sini aku aja yang masak. Aku jago looo.." Bisma ikut Adel mencuci sayuran dan juga udang udang.
"Bisma.." Adel jadinya tidak fokus karna ada Bisma yang malah mengganggunya.
__ADS_1
***
"Apa ini..?" Hery menaikkan satu alisnya.
"Astaga.." Hery memijit keningnya.
"Jadi kalian berdua perlu aku buat apa ini.." Hery menunjuk nunjuk laptopnya.
"Buat rekapan yang bagus.. Aku mau semuanya terlihat.." Pinta Debora.
"Bantu Debora ya sayang.." Pinta Rena juga.
"Ya.. Aku bantu.. Tapi hari ini aku sibuk, mungkin besok baru selesai.." Jelas Hery juga.
"Oke.." Rena dan Debora sangat senang.
"Kita tunggu besok.." Ucap Debora.
***
"Kamu yakin..?" Adel dan Bisma sedang mencari psikiater yang cocok untuk Bisma lewat internet. Ada beberapa psikiater yang di temukan dan dengan data yang bagus pula dan ada satu yang Bisma pilih.
"Ya.. Semoga saja cocok dan aku bisa sembuh dengan bantuannya.." Harapan Bisma.
"Ya.. Aku doakan yang terbaik buat kamu.." Adel memegangi bahu Bisma.
__ADS_1
"Makasih.." Bisma juga memegangi tangan Adel di bahunya.
Off dulu..