AKU YANG DI SIMPAN

AKU YANG DI SIMPAN
BAB 268


__ADS_3

Seperti biasa Bisma hanya nyengir kuda dan menggaruk tengkuknya.


"Pantas tadi Hery bipang kamu sama orang yang tepat.." Cicit Rena pagi.


"Hah.. Tepat apanya.. Rasanya aku kayak di culik.." Gerutu Debora.


"Iya.. Aku kabari Hery dulu kalau aku bawa Debora.. Aku mau kabar kamu Ren.. Tapi.." Dion langsung mendapat tatapan tajam dari Hery.


"Tapi apa..?" Rena ingin tahu.


"Tapi.. Hery gak bolehkan.. Dia bilang.. Bawa Aja Debora nya iya itu udah cukup buat aku.. Aku pikir nanti dia bakal bilang sama kamu kalau Debora sama aku.." Rena menatap Hery yang masih menatap tajam Dion.


"Oke.. Gak apa apa.. Maaf ya suami aku memang gitu.." Rena mengerti yang Hery inginkan dan langsung menggandeng Lengan Hery.


"Eemm aku angkut barang barang dulu.." Dion kembali lagi ke mobilnya dan mengambil barang barang belanjaannya dan Debora tadi.

__ADS_1


"Sayang bantu dia.." Pinta Rena pada Hery.


"Dia..?" Hery bergidik.


"Iya.. Dia.. Bantuin..!" titah Rena.


"Masa aku sama Debora yang bantu dia.." Cicit Rena lagi.


"Haaaaahhh.. Oke oke.." Hery membantu Dion mengeluarkan dan memasukkan barang barang belanjaan ke dalam rumah.


"Waaahhh banyaknya.." Rena dan Debora duduk di sofa dan melihat kegiatan kedua laki laki itu.


"Ck.. Udah.. Dion itu memang gitu. Tapi betulan deh.. Aku suka liat kalian berdua.. Cocok" Debora melotot pada Rena mendengar ucapan itu.


"Ini barang barang semua untuk Debora..?" Hery meyakinkan dirinya.

__ADS_1


"Iya.. Dari nol sampai 1 tahun.." Jawab Dion dan senyum lebar di bibirnya.


"Dengar.. Aku gak larang kamu sama Debora. Tapi..." Dion menoleh pada Hery.


"Aku gak masalah.. Aku tahu yang mau kamu katakan.. Debora sedang mengandung.. Kamu pasti takut aku gak sungguh sungguhkan sama Denora.? Maaf Her.. Aku gak gitu orangnya. Aku cuma punya keinginan untuk jaga Debora dan anaknya nanti.. Kalau Debora belum bisa terima aku, aku tetap akan coba.. Perlahan tapi pasti aku luluhkan hati dia.. Aku tahu.. Mungkin orang orang gak akan percaya dengan yang aku katakan ini tapi.. Itu keinginan aku.. Aku nyaman dengan dia.. Dan rasa itu.. Rasa ingin melindungi itu.. Gak bisa aku elakki.." Dion memainkan plastik belanjaannya.


"Aku mohon Her.. Bolehkan aku dekati Debora. Kamu kenal aku dengan baik.. Aku bisa bahagiakan Debora dan anaknya. Tadi aku senang banget... Debora senyum lebar.. Dia cantik banget.. Dan hatiku..." Dion memegangi dadanya.


"Getarannya.. Aku gak pernah rasa itu sebelumnya.. Desiran darahku saat Debora bersandar di sini.. Nikmat sekali.." Dion memejamkan matanya.


"Cuma Debora yang bisa buat aku begitu.. Hery.. Hary kamu tahu aku kan.. Aku gak pernah sakiti hati wanita.. Aku.. Aku akan tunjukkan kalau aku yang terbaik untuk Debora. Kamu liat aja nanti.. Debora sekarang mungkin gak akan bisa terima aku.. Selain itu juga luka dari Roy.. Luka itu akan aku obati.. Percaya sama aku Her.." Dion memegangi lengen Hery.


Tak ada yang mengetahui kalau Dion dan Hery memiliki hubunga pertemanan yang baik juga. Mereka pernah bekerjaa sama dalam sebuah proyek. Saat itu perusahaan Hery tidaklah sejaya sekarang. Dion membantu Hery sebisanya dan saat Dion juga baru memulai bisnis Ekspornya, Hery juga membantunya dan perusahaan jasanya yang sedang merangkak naik.


Dari situlah pertemanan keduanya terjalin. Dan saat Hery mendekati Rena, rupanya Dion juga ketahuan sedang mendekati Rena. Tapi untuk menjaga baik jalinan pertemanan mereka, Dion mundur pelan pelan.

__ADS_1


Hingga dapatlah Hery wanita pujaannya.


Hery..


__ADS_2