AKU YANG DI SIMPAN

AKU YANG DI SIMPAN
BAB 323


__ADS_3

Debora melotot sempurna pada Dion. Rupanya Dion tetap tersenyum dan membuat perawat itu semakin kesenanggan.


"Dion..!" Deboran ingin menghempas tangan Dion tapi tidak semudah itu di buat Dion.


"Apa sayang..?" Dion merasa tak bersalah.


"Kamu..!" pipi Debora merona di buatnya.


"Maaf.. Sayang..." Goda Dion lagi.


"Ck.." Debora benar benar melepas tangan Dion dari gandengannya.


"Ck.." Dion meraih lagi tangan Debora dan kali ini Dion yang menggenggam tangan Debora.


Bukan hanya itu, Dion juga menarik dagu Debora agar mata itu menatapny. "Aku cuma senyum untuk kamu.." Dion mencolek hidung Debora.


"Sini.." Dion menarik tubuh Debora dan memeluknya.


Semua yang ada di sana tentu bisa melihat kemesraan keduanya. Bahkan pasangan yang baru saja tiba di tempat praktek ini.


Roy da Nur baru tiba di tempat praktek yang sama pula dengan Dion dan Debora. Sepasang mata itu menuju pasangan yang tengah berpelukkan dan memancarkan kebahagiaan di sana.


Debora mengangkat wajahnya dan menatap Dion. Karena Debora hanya berada antara ceruk leher Dion, sangat mudah untuk Dion mengecup kening Debora.


Entah mengapa senyum Debora langsung mekar setelah mendapat kecupan dari Dion. Mungkin kecupan itu sangat di rindukan oleh Debora.


"Makasih.." Lirih Debora dan hanya keduanya yang mendengarnya.


"Untuk apa..?"


"Gak tahu juga untuk apa, tapi aku mau bilang makasih.." Debora menundukkan kepalanya lagi.


"Ya udah.." Dion mengangkat wajah itu lagi.

__ADS_1


"Aku kecup lagi mau?" Tawar Dion membut Debora mendelik terkejut.


"Ck.. Banyak orang di sini Dion.. Gak.." TolK Debora dengan alasan pasien lainnya.


"Berarti di mobil, di kamar, di mana aja boleh asal sepi..?" tawar Dion lagi.


"Boleh.." Jawab Polos Debora.


"Oke.. Siap aja nanti.."


"Hah..?" Debora baru sadar sepertinya ia salah menjawab pertanyaan Dion.


"Apa..?" Dion juga pura pura lupa.


"Tadi kamu bilang apa..?" Dion mengidikkan bahunya tak tahu.


"Ck."


"Ibu Debora.." Panggil perawat dari ruangan Dokter.


"Eeemmmm" Debora hanya mengangguk setuju.


Saat keduanya menuju ruangan barulah mereka melihat Roy dan Nur juga ada di sana. Debora hanya melirik Roy sekilas dan setelahnya ia memeluk erat lengan Dion bahkan mendekatkan dirinya pada Dion.


"Ayo..." Dion tersenyum bangga pada Debora.


.


.


.


.

__ADS_1


.


Adel sedang mengenakan baju tidurnya. Setelah makan malam tadi, Rena meminta Adel untuk beristirahat saja.


Padahal Adel masih ingin membantu Rena dan bibi di dapur. Tapi Rena melarang belum lagi Bisma yang tak ingin di tinggal sendiri di kamar.


Alasan yang tak logis memang di buat Bisma.


"Sayang... Kira kira kapan baiknya kita menngunjungi Mama..?" Bisma selesai membereskan tempat tidur.


"Eemmm bukannya dekat dekat ini aja.. Aku kira gitu.." ujar Adel sambil menyisir rambutnya.


"Apa kita langsung tinggal di sana atau kita pulang lagi..?" Pertanyaan kedua Bisma.


"Eeemmmm..." Adel berpikir sejenak.


"Aku pikir.. Akan lebih baik kalau kita tinggal di sana sayang.. Kamu kan tahu Mama gak muda lagi.. Setidaknya sekarang kamu bisa temani dia di masa tuanya.. Gak ada orang lain yang bisa menamani Mama kalau bukan kamu Sayang.." Saran Adel.


"Ada..!" Bisma meraih tangan Adel.


"Siapa..?" Adel mengerutkan keningnya.


"Anak Mama yang lainnya.." Sahut Bisma dengan senyum manis di bibirnya.


"Hery..?" Duga Adel.


Bisma menggelengkan kepalanya.


"Lalu siapa..?" Adel merasa Marry hanya memiliki 2 anak saja.


"Seorang gadis cantik.. Yang memiliki paras.. Mama sendiri.. Bahkan bisa di bilang.. Kembaran atau copypast Mama.." Bisma tersenyum yakin.


Mungkin inilah saatnya ia mempertemukan sang Adit ada Mamanya Marry. Selama ini sejak terakhir melahirkan anak itu, Marry tidak pernah melihat atau mengenali anaknya sendiri. Meski anak itu ada di dekatnya.

__ADS_1


Pembaca setia ku tersayang.. Makasih sudah mau tungguin Author up ya.. Author belakangan ini sibuk... Jadi upnya dikit.. Tapi selepas tanggal 8 nanti.. Author udah lowong lagi ya.. Siap dengan 4 bab untuk satu harinya. Biar pembaca semakin cinta dan suka novel author.


Penasarankan gimana nanti Colin di pertemukan sama Marry. Apa Marry bisa menerima Colin. Bagaimana sih Bisma cari adeknya kemarin itu.. Masih banyak kan yang belum keungkap. Tapi kita ungkap perlahan. Dan Stuart.. Aahh si nakal itu pasti muncul juga deh..


__ADS_2