AKU YANG DI SIMPAN

AKU YANG DI SIMPAN
BAB 236


__ADS_3

Hery menganga tak percaya, biasanya Alf yang paling jarang memanggilnya dengan sebutan papa, tapi baru saja Hery mendengar Alf memanggilnya dengan sebutan papa yang lancar pula.


Rena menggigit jarinya melihat Alf di hadapan Lita dan Hery. Debora merasa senang membuat Lita kebingungan.


Ia menurunkan Baby Elf lagi untuk menyusul Alf. "Elf sayang. Itu papa mu.." Debora mengintruksikan Elf dan menunjuk arah Hery.


"Papa.. Papa.. Papa.." Ulang Elf berkali kali sambil merangkak menuju Alf.


"Yes.." Debora sangat senang. Rena tertawa juga melihat tingkah lucu kedua anaknya.


"Pa pa.. Papa papa.." Alf juga terus mengulangi kata yang sama.


"Hery mereka panggil kamu papa..?" Lita menunjuk kedua bayi itu.


Hery menahan tawanya dan hasratnya untuk memeluk, menggendong, menciumi anak anaknya yang manis itu.


"Mereka.."


"Papa... Amamamamama.." Oceh Baby Elf lagi.


"Hery mana tadi mamanya kayaknya mereka cari Mama dan papanya.." Ucap Lita yang tak tahu apa apa.


"Iya mungkin.." Hery melirik kedua anaknya.


"Papa.." Elf langsung menuju Hery.


"Astaga.. Anakku.." Rena memegangi kepalanya.


"Hery itu anak..?" Lita semakin bingung.

__ADS_1


"Mama... Papa.." Alf juga beroceh.


"Ck.." Hery sangat ingin menggendong anak anaknya.


"Aaarrrhhhh.. Sudah.. Sini Alf, Elf." cup cup cup cup.. Hery menggendong Alf dan Elf bergantian.


"Alf.. Kamu nakal banget sih.. Biasanya jual mahal sama papa.. Tapi barusan...? Eeemm nakalnya.." Hery terus menunjukkan rasa sayangnya pada bayi bayi itu di depan Lita.


"Mereka.. Anak..?"


"Ya mereka anak aku.." Hery menciumi lagi keduanya.


"Oohhh.." Lita mengerti.


"Apa kamu duda dua anak..?" Hery melotot pada Lita.


"Is.. Istri..?" Lita tak percaya.


"Sayang..?" Hery tak sanggup lagi berbohong.


"Ya..?" Rena memijit keningnya dan menjawab panggilan Hery.


Lita sangat penasaran siapa yang menjawab panggil sayang dari Hery.


"Sayang sini..!" Panggil Hery lagi.


"Ya ya.." Sahut Rena lagi. Sedangkan Debora tertawa bahagia.


Lita begitu terkejut melihat wanita yang ia temui di depan rumah tadi yang datang.

__ADS_1


"Dia..?" Wajah Lita mulai pucat.


"Iya dia istri aku.. Ini anak anak kami.. Dan satu lagi masih di dalam.." Hery menunjuk perut Rena dengan dagunya.


"Hah..?"


"Tapi.. Tapi aku kira kamu..?" Lita masih tak percaya yang ia lihat ini.


"Kenapa kamu gak cari informasi dulu tentang aku, keluarga aku..?" Hery merangkul Rena dan kedua anaknya. Rena menggendong Alf dan Elf masih di gendongan Hery.


"Aku gak tahu Hery." Lita merasa malu.


"Oke.. Karna kamu gak tahu, gak apa apa.. Aku kenalkan keluarga kecil aku. Ini istriku, Rena Giren.. Satu satunya wanita yang bisa ambil hati aku.. Satu satunya wanita yang aku cintai.. Ini.." Cup.. Hery mengecup pipi Elf.


"Ini kedua anakku.. IniĀ  Gabriela Elfira Gunha Krisnata dan si kakaknya Gabriel Alfaro Gunha Krisnata. Dan.. Masih sangat kecil." Hery mengelus perut Rena.


"Aahh gitu.." Lita merasa lemas seketika melihat keluarga ini.


"Kamu sebenarnya mau apa ke sini.. Kalau masalah pekerjaan, maaf gak ada lowongan lagi di perusahaan.." Hery menggelengkan kepalanya serius.


"Ya Maafkan aku.. Aku tadi gak tahu.." Lita benar benar malu.


"Kamu cuma beruntung, bisa ketemu aku, karna istri aku baik hati bolehkan kamu masuk rumah ini, aku juga masih maafkan kamu yang sebut istri aku sebagai pembantu karna dia juga gak masalah itu. Tapi aku mohon ambil ini sebagai pembelajaran. Lain kali jangan gitu lagi.." Tegas Hery.


"Maaf ya.. Aku kira tadi penting.." Ledek Rena.


"Aku yang minta maaf.. Maaf.. Maaf.. Permisi.." Lita pergi tanpa di usir.


Rena...

__ADS_1


__ADS_2