AKU YANG DI SIMPAN

AKU YANG DI SIMPAN
BAB 59


__ADS_3

Heri mengantar Rena ke apartemennya. kini keduanya masih dalam perjalanan, Heri sudah lengkap dengan jas kerjanya tasnya, dan tentu saja gaya tampannya. Rena masih menggunakan sweater-nya semalam hanya bajunya saja yang sudah diganti karena tadi Heri membelikannya baju yang baru. sangat pengertian ya Heri.


Kini mereka sudah sampai di apartemen Rena,


"Aku antar sampai ke dalam ya... " tawar Heri kepada Rena. Dengan cepat Rena menggelengkan kepalanya.


"Tidak usah Heri aku bisa sendiri kok orang tinggal naik aja ke atas Makasih ya..." Rena segera melepas sabuk pengamannya yang tadi Heri pasangkan padanya dan hendak turun dari mobil Heri.


"Rena... " Hery memegangi tangan Rena Rina pun menoleh kearah Hery dan mengangkat alisnya siapa menanyakan Mengapa


"Kalau kamu perlu sesuatu Jangan takut untuk kabari aku oke..." tetapan Hery begitu mendalam masuk ke mata Rina.


Rina tersenyum melihat Betapa pedulinya pria ini kepadanya mungkin itu karena ia sedang mengandung anak Roy, anak sahabat temannya sendiri padahal ini langsung dari hati Heri Yang Terdalam.


"Iya Heri aku akan mengabarimu jika aku harus menginap lagi, takutnya pemadaman listrik lagi maka aku akan mengungsi ke rumahmu saja boleh kan..." Hery tersenyum mendengar ucapan Minal, ya Heri mengingatnya juga karena takut akan kegelapan apa saja Hery akan ada di sana untuknya.


"Kalau gitu aku pergi dulu ya Tenang saja jika aku perlu bantuanmu maka aku akan mengabarimu secepatnya. Kamu tenang saja ya.. dadah... " Rena Melambaikan tangannya dan keluar dari mobil layaknya seorang anak kecil Hery tersenyum manis melihat tingkah Rena yang sangat imut di matanya.

__ADS_1


Rena sudah masuk ke dalam apartemen, Heri dan mobilnya masih di depan Apartemen tersebut


"Tidak salahkan jika aku melindungimu..." Hery masih mengingat Siapa dirinya sebenarnya, tentu saja ini tidak baik untuk hubungan Roy dan Rena, tapi mau bagaimana lagi Hery takut Renalah yang akan paling terluka dari masalah ini. Tapi dia berjanji pada dirinya sendiri, Hery akan selalu ada untuk Rena dan Roy di saat yang bersamaan.


"Tak selamanya harus memiliki kan... " Hery pun memutar mobilnya dan keluar dari area apartemen dan menuju kantor tempat kerjanya karena hari ini pasti sudah banyak sekali pekerjaan menumpuk dan menunggu Hery cepat tiba di kantor.


Rena melihat jam di ponselnya, ini sudah menunjukkan pukul 10.15.


"Aku akan melakukan apa pagi ini hari ini, apa ya...? " Rena saat menaiki lift dan menuju lantai unitnya. saat pintu terbuka lift terbuka dan tiba di lantai yang dituju Rena, ada pria tinggi dan gagah juga di depan lift tersebut sepertinya hendak turun ke lobby apartemen.


"Rena... " ternyata itu adalah Dion yang semalam menginap di apartemennya karena mencari Rena. Rena pun sama terkejut melihat Dion di depannya


"Kamu mau kemana keluar kah? Semalam kamu di sini? Belakangan ini aku jarang melihatmu atau kamu pindah apartemen?" pertanyaan bertubi-tubi dari Rena kepada Dion. Dion pun sebenarnya sama banyak pertanyaannya ingin dilontarkan kepada Rena tapi dia malah mendengar Rena duluan yang bertanya bertubi-tubi padanya.


"Iya aku semalam menginap di sini, Ayahku sedang sakit jadi aku lelah pulang ke rumah. Rumahku cukup jauh dari rumah sakit Oleh sebab itu aku pulang kemari aku pulang kemari jam 3 subuh tadi sangat lelah, aku sampai kesiangan bangunnya ini tadi baru bangun jam 9 dan mau berangkat lagi ke rumah sakit ini melihat kondisi ayahku..." Rena mengangguk-anggukan kepalanya paham


"Tunggu? Kamu punya ayah? " karena mengingat kisah Sasa yang bekerja di tempat Nyonya Vallen Ibu dari Dion yang mengatakan jika anak-anak dari ibu Vallen tidak memiliki ayah, tapi mengapa dia mengatakan Dia sedang menjaga sang ayah.

__ADS_1


"Iya aku punya ayah, Sebenarnya ini adalah Ayah Diana dan Dario, tapi mereka berdua tidak menganggapnya sebagai ayah walaupun Ayah sudah berjuang semaksimal mungkin untuk merebut kedua hati anaknya, Ayah sangat menyesal meninggalkan mereka, dan berkali-kali sudah meminta maaf Tapi tetap saja ini kedua tidak memaafkan ayah. Sedangkan bila denganku Ayah Iban tidak memiliki hubungan apapun padaku dan ayahku yang sebenarnya aku juga tidak tahu siapa tapi dengan menganggap Ayah Iban adalah Ayahku itu sudah cukup senang rasanya memiliki seorang ayah... " terang Dion pada Rena didepannya. senyum dibibir.


Rena tiba-tiba menghilang mendengar ucapan sedih dari Dion. Bagaimana pilunya menjadi seorang anak yang lahir tanpa seorang ayah. Betapa bahagianya Dion saat mendapatkan seorang ayah bahkan yang berbeda darah dengannya, Apa itu nanti akan terjadi pada anaknya.


"Rena..." Dion memanggil Reina yang tiba-tiba melamun.


"pasti dia Banyak sekali pikirannya, Kenapa dia? aku hanya mengucapkan masalah ayah dan anak tapi dia... " Dion sepertinya paham apa yang terjadi pada Renal setelah meneliti raut wajah Rena setelah mendengar kisah nyata dan ayahnya, Pasti karena takut itu juga akan terjadi padanya.


"Rena..." dia memegangi bahu Rena seketika Rena juga terlonjak kaget dan kembali menatap Dion dengan tatapan Sendu. Rena kembali tersenyum dengan terpaksa,


"Rena apa kamu mu baik-baik saja? aku lihat Sepertinya kamu banyak sekali pikiran. Itu tidak baik untukmu Rena Kamu gadis baik Kamu harusnya Bahagia dong, kamu... " tidak sampai selesai ucapan Dion Rena malah menangis walaupun tanpa suara. Dion menarik Rena dalam pelukannya tanpa meminta izin


"Aku tahu ini pasti akan terjadi..." dia membawa Rena menuju unitnya sambil tetap memeluk pena dalam pelukannya Sesampainya di pintu Dian tidak tahu Apa kode apartemen tersebut


"Rena kodenya apa? " dari balik sesegukan tangisnya Rina menjawab "0011" Dion dengan cepat memencet angka-angka yang disebutkan oleh Rena, pintu pun terbuka dan dia membawa Rena masuk.


"Rina Katakan padaku apa yang terjadi aku tahu aku tidak bisa membantu banyak tapi dengan kamu menceritakannya padaku kamu akan merasa lebih baik... aku tahu rasanya nya, jadi berbagilah denganku... mau ya" Rena hanya bisa menatap Dion dengan matanya yang sudah basah dan berair tapi dengan cepat juga dia menghapus semua air mata itu dan menarik Rena agar masuk dalam pelukannya lagi saat ini Rena sangat rapuh, ditambah hormon kehamilannya, masalah-masalah yang dihadapinya, semua itu membuat dia tidak bisa berpikir dengan jernih tapi selalu ada saja orang-orang seperti Dion dan juga Hery disampingnya, mereka selalu meminta agar Rena membagi sakitnya dan pikirannya kau ingin berbagi pada Heri, tapi ia mengingat lagi Heri adalah sahabat dari Roy, karena takut Heri akan menyampaikan semuanya kepada Roy.

__ADS_1


Dan jika kena memberitahu Dion, karena malu memberitahukan keadaannya kepada Dion, memang Mungkin dia lebih paham akan hal ini karena ia hari-hari menemukannya nya Tapi tetap saja Rena tak percaya diri untuk menceritakan sakitnya kepada siapapun.


Off dulu ya kawan.. like ya.. biar tahu kelanjutan ceritanya...


__ADS_2