AKU YANG DI SIMPAN

AKU YANG DI SIMPAN
BAB 276


__ADS_3

Adel keluar dari ruang ganti dengan gaun yang Bisma ingin Adel coba.


"Gimana suamiku..?" Adel sangat ceria di hari berbelanjaannya ini.


"Eemmm bagus.. Tapi kayak ada yang kurang.." Cicit Bisma sambil mengusap bibirnya.


"Apa..?" Adel mengangkat kedua tangannya.


"Coba yang ini.. Ini cantik, cerah, ada hiasan hiasannya juga, eemm semoga aja cocok." Pinta Bisma lagi.


"Hmmm.. Untung sayang.." Cicit Adel tapi ia tetap menuruti apa yang Bisma pinta.


Berselang beberapa menit kemudian Adel kembali lagi dengan gaun yang baru. Gaun berwarna kuning muda, dengan ikat pinggang hitam dan hiasan brukat di lengannya dan punggungnya.


"Heeemm masih ada yang kirang sayang.." Bisma tak mengerti yang ia ingin sendiri.


"Permisi, apa model gaun ini ada yang lebih panjang..?" akhirnya Bisma berkonsultasi pada pekerja butik itu.


"Oohh ada.. Tunggu.." Bisma dan Adel menunggu dan akhirnya wanita itu datang lagi dengan gaun yang menawan.


"Uuhhhh.." Adel meringis melihat gaun itu.


"Kenapa sayang.. Kan cantik.." Bisma memilih beberapa gaun itu.


"Eemmm coba semuanya.." Titah Bisma.


"Coba kamu juga ikut coba.. Susah masuknya sayang.." Tolak Adel.


"Ya udah aku bantu kamu pakaikan.." Bisma mendorong Adel menuju ruang ganti.


"Gak gak.. Gak mau.. Aku bisa sendiri.. Aku bisa coba sendiri.." Adel mengambil semua gaun yang ada di tangan Bisma dan membawanya ke dalam ruang ganti.

__ADS_1


"Ck.. Awas aja kamu ya.. Nanti kamu.." Ancam Bisma.


.


.


.


.


"Heemm.. Gak sia sia kamu lembur Albert.. Aku suka hasil yang kamu dapat ini.. Dan ini sangat beguna.. Bisma pasti suka.." Stuart tersenyum penuh misteri.


"Jadi ka.. Kapan kamu keluarkan kartu As kamu itu..?" Meski dengan kondisi yang sangat lemas Albert berusaha bertanya.


Stuart membawa Albert ke klinik terdekat dan meminta untuk Albert di berikan infus dan juga yang dapat membantu pemulihan Albert.


"Secepat Al.. Secepatnya.. Aku juga gak tahan liat Adelku betah dan makin dekat sama Bisma.. Bisa bisa nanti mereka.." Stuart menaikkan satu alisnya.


"Ck.. Mereka kan suami istri.. Terserah merekalah.. Apalagi mereka satu kamar.. Hmmm bisa ngapain aja.." Cicit Albert dan menutup matanya hendak tidur.


"Maaf.." Setelah mengatakan itu Albert terpejam dan hanyut dalam tidurnya.


"Tidur..?" Stuart memperhatikan Albert.


"Aku sungguh beruntung punya Adik seperti kamu.. Al.. Kamu kasih aku ide bagus. Kalau aku gak bisa dapat Adel dengan cara baik baik maka dengan cara buruk pun akan aku lakukan.."


Stuart kembali fokus pada layar laptopnya yang berisikan video dan foto dari USB yang di bawa Albert. Foto wanita cantik, bermata sipit dan bola mata hitam pekat, dan seorang pria di sampingnya merangkulnya sangat intim.


"Bisma pasti suka.. Dan Adel akan suka aku.." Stuart menyimpan dan bahkan menggandakan file itu.


Senyum aneh dan penuh arti menghiasi bibir Stuart. Laki laki seribu cara ini memang tidak bisa diam. Mungkin ia diam, tapi bergerak digital.

__ADS_1


.


.


.


.


.


Entah ini sudah gaun keberapa yang di coba oleh Adel.


Rasanya Adel sudah sangat lelah mengenakan, membukanya lagi dan menggantinya dengan yang baru lagi.


"Sayang.." Panggil Adel sangat lembut pads Bisma. Adel cukup menyukai gaun yang satu ini. Abu abu tapi penuh dengan kemeriahan dari kelap kelip hiasan bajunya.


Bisma berbalik melihat Adel. Betapa terpananya Bisma melihat Adel. Rambut Adel yang di gulung cepol di atas kepalanya semakin menambah keimutannya.


Tapi Adel terlihat sedikit risih karena bagian dadanya agak terbuka. Kadang ia menutupinya dengan kedua tangannya.


"Waw.." Gumam Bisma tak bisa lepas dari Adel dan gaunnya.


"Kamu suka..?" Adel berjalan mendekati Bisma yang terpaku.


"Cantik.." Tanpa aba aba, Bisma menarik Adel dalam peluknya dan mengecupnya.


Adel membulatkan matanya. Padahal ada penjaga butik yang menunggu mereka memilih gaun.


"Hmmm" Adel mencubit dada Bisma.


Barulah Bisma sadar yang ia lakukan ini salah.

__ADS_1


"Ehem.. Maaf.. Aku kelepasan.." Bisma menyengir kuda.


Penjaga butik...


__ADS_2