AKU YANG DI SIMPAN

AKU YANG DI SIMPAN
BAB 234


__ADS_3

"Aku... Aku mau ketemu sama Hery. Aku sudah lama gak ketemu sama Hery.. Aku tadi ke kantornya tapi gak ada Hery katanya kerja dari Rumah. Makanya aku ke sini.."


Wanita itu berpenampilan rapi dan juga terkesan manis dan anggun. Tapi gaya bicaranya sangat buruk dan hanya memikirkan yang ia inginkan.


"Maaf Herynya sangat sibuk.." Rena memeluk bakul berisikan sayur kacang panjang, tomat dan ada bayam juga.


"Bibi biasa antarkan aku sama Hery.. Aku.. Aku pengen banget ketemu sama dia.." Wanita ini mengira wanita dengan daster selutut ini adalah pembantu di rumah Hery.


"Oohhh ya..? Gitu kah..?" Rena berpikir sejenak.


"Oke.. Ayo silahkan masuk.." Rena mengisyaratkan pada sekuritinya untuk tenang saja.


"Ya.."


Rena yakin ini wanita yang beberapa hari lalu ia dan Hery bicarakan. Tak Rena sangka secepat ini wanita rubah itu akan mencari Hery.


"Tuan Hery lagi di ruang kerjanya.." Rena menaiki anak tangga bersama Wanita itu.


"Boleh tahu namanya..?" Rena merencanakan sesuatu.


"Oh ya lupa.. Nama aku Herlita, biasanya di panggil Lita."


Ting..


Seolah lampu di atas kepala Rena menyala dengan terang. Sesampainya di ruang kerja Hery, Rena mengetuk pintunya, padahal biasnya ia masuk tanpa mengetuk untuk menemui Hery.

__ADS_1


"Tuan.. Ada yang ingin bertemu.. Katanya dia mengenal tuan.." Ucap Rena.


"Bukan cuma itu.. Dia pasti senang liat ada aku di sini" bisik Lita pada Rena.


"Oh ya tuan dia bilang tuan akan senang ketemu sama dia" Rena langsung mengatakannya juga.


"Hah..?" Hery berpikir keras. "Biasanya dia gak gini.. Pasti ada yang gak beres ini.." Hery bangkit dari duduknya mengancing kemejanya dengan benar.


"Padahal baru tadi juga dia ke sini.. Pergi main..." Hery memperbaiki rambutnya juga dan memastikan celananya tertutup rapi.


Seperti yang di katakan Hery barusan, Ia dan Rena tadi sempat main manja manjaan sebelum Rena keluar dari kamar dan memilih untuk memetik sayur untuk di masaknya.


"Ya..?" Hery membuka pintu ruang kerjanya.


Senyum lebar yang ada di hadapan Hery. Lita berdiri tepat di depan pintu dan Rena di belakangnya melipat tangannya dan mengangkat satu alisnya.


"Hery ini aku Lita.. Ya ampun senangnya bisa liat kamu.." Lita sangat bersemangat dan seakan ingin memeluk Hery beberapa kali.


"Ohh.." Hery tidak terlalu fokus pada Lita melainkan pada Rena yang memberi kode dari belakang Lita.


"Kenapa.. Kamu gak suka ketemu aku.. Aku tadi susah banget masuk ke rumah kamu, tadi ada sekuriti yang larang untung ada pembantu kamu ini yang bawa aku masuk.." Lita menunjuk Rena. Rena seketika langsung tersenyum dan berlalu pergi.


Rena rasa ia tak perlu memberi kode lagi pada Hery karna ia yakin setelah mendengar ucapan Lita tadi, Hery sudah mengerti.


"Pem..Ban..Tu.." Hery menyipitkan sebelah matanya lalu menatap Rena yang berlalu dengan bakul sayurnya.

__ADS_1


"An**y wanita ini sebut istri aku pembantu.. Kamu gak tahu betapa cintanya aku sama yang kamu sebut pembantu itu.." gumam Hati Hery tak suka sang istri di kira pembantu karna penampilannya.


"Ayo kita bicara di bawah aja.." Ucap Hery ketus, sebenarnya ia ingin mencoba baik baik saja tapi ia sangat tak suka dengan ucapan Lita tadi tentang Rena.


Keduanya duduk di sofa. Lita tak bisa mengalihkan pandangannya pada Hery. Laki laki yang dulu ia anggap cinta padanya.


"Hery.. Gimana kabar kamu..?" Lita sebisa mungkin menunjukan perhatiannya pada Hery.


"Aku..? Aku baik baik aja.. Sehat.." jawab yang singkat saja sudah cukup menurut Hery. Hery memainkan ponselnya sambil menjawab pertanyaan Lita.


"Hery.. Maaf dulu aku resign dari perusahaan.." Lita memulai pembicaraan selanjutnya.


"Ya gak apa.. Banyak yang mau kerja sama aku juga kok.. Jadi kalau baru satu yang resign ya gak apa apa.." Hery menchat Rena menanyakan di mana keberadaanya.


"Hery aku.."


"Maaf, aku ada keperluan dulu.." Hery bangkit dari duduknya dan mencari Rena.


"Sayang..?" Hery menemukan Rena di dapur.


"Apa..?" Rena pura pura tak tahu.


"Kamu mau aku ngapain hah..? Kenapa bawa dia masuk..? Kenapa gak bilang kalau kamu istri aku..?" Hery kesal.


"Sayang dengar aku dulu.. Aku mau dia tahu betapa cinta kamu sama aku makanya aku bawa dia masuk. Jelas Rena.

__ADS_1


Hery..


__ADS_2