AKU YANG DI SIMPAN

AKU YANG DI SIMPAN
BAB 315


__ADS_3

Deg...


Bisma mengerjap matanya beberapa kali. Ia akan bersama Aiko dan Papanya ke kantor.


Ingin rasanya ia segera tyrun dari mobil dan tidak jadi ikut ke kantor. Mungkin ini maksud Maid Bisma tadi, ia harus berhati hati.


"Haahhh.. Maaf ya lama tunggu ya..?" Aiko langsung masuk dan duduk tepat di samping Rafa. Sedangkan Bisma ia duduk di kursi penumpang, belakang.


"Oke semua sudah ada di sini.. Ayo kita jalan.."


Mesin mobil pun di nyalakan, dan berangkatlah mereka. Bisma menoleh ke belakang, ia melihat Maidnya berdiri di depan teras seorang diri. Sepertinya ia juga mengkhawatirkan Bisma.


"Maid.. Tolong aku.." jerit hati Bisma.


***


Sesampainya di kantor, Bisma seperti biasanya jalan di samping Rafa dan Aiko berjalan di belakang mereka.


Para pegawai menyambut tuan mereka dengan membungkukkan badannya. Tanpa Bisma sadari, Aiko sudah tak di balakang mereka.


Kini Rafa membawa Bisma ke ruang pertemuannya. Sesampainya di sana belum banyak tamu yang hadir dan teman yang di katakan sng Papa itu belum juga datang, hati Bisma tak karuan sekarang.

__ADS_1


Bisma menunggu seorang diri. Rafa asik bercekrama dengan tamu tamunya. Sampai acara pun di mulai. Bisma menyapu tempat itu. Aku tidak ada yang ia kenal di sana, temannya juga tidak hadir.


Bisma bisa saja mengajak atau berteman lagi dengan anak anak yang ada di sana. Tapi masalahnya ia tidak bisa menyapa mereka.


Rafa datang menemui Bisma, "Bisma, maaf ya sepertinya temanmu Damar gak jadi datang.. Katanya Daddynya ada halangan hari ini.. Kamu gak apa apa kan...?" Rafa mengelus puncak kepala Bisma.


"Eeeemmm" Bisma mengangguk tapi setelah itu, ia memberikan kode kalau ia ingin tiduran.


"Oohhh..? Boleh.. Eemmm sebentar.." Rafa mengeluarkan ponselnya dan menghubungi seseorang.


Dalam hati Bisma lagi ia berdoa, agar orang yang di telpon Rafa bukanlah Aiko.


"Tuam Rafa.. Anda sungguh hebat. Anda bisa Mengetahui keinginan anak anda dan menjaganya dengan baik.." Pria itu mengelus kepala Bisma.


"Sudah biasa untukku, anakku proiritasku.." Rafa mengangguk.


Tak lama kemudian, seorang laki laki datang. Ia memberi hormat pada Rafa dan Bisma.


"Bisma.. Ikut Pak Jerry ke kamar Papa.. Kamu bisa beristirahat di sana dengan tenang.. Kamu juga bawa beberap Mainan kamu kan.. Kamu bisa memainkannya di sana.. Dan ini.. Smartphone yang bisa kamu mainkan.. Banyak permainan di dalamnya.. Mainkanlah.."


Rafa sangat baik pada Bisma seperti biasanya. Entah karena di depan koleganya hingga ia seperti ini atau memang ia baik pada Bisma.

__ADS_1


Bisma dan laki laki tinggi itu berjalan ke ruangan pribadi Rafa. Bisma terkadang menoleh pada pria yang di panggil Jerry oleh Rafa tadi.


Saat tiba di kamar Bisma langsung duduk di sofa yang ada di sana. Jerry memberi hormat pada Bisma.


"Tuan kecil.. Kalau ada yang anda perlukan silahkan gunakan telpon yang ada di sana. Telpon itu akan langsung terhubung padaku.." Ucap Jerry ramah.


"Eeeemmm" Bisma mengangguk paham.


Jerry tersenyum dan setelahnya ia segera keluar dari kamar tuannya itu.


Bisma menyapu seluruh ruangan ini. Sepertinya Ia mengenali sesuatu di kamar ini.


"Kayaknya aku pernah ke kamar ini.. Tapi.." Bisma berpikir.


Bisma melihat lemari lagi di sana. Ia ingin memeriksanya lagi. Apa isinya sama seperti terakhir ia memeriksanya.


Bisma meneliti isi lemari itu. Rupanya isinya tetap sama. Bisma menghela nafasnya.


"Pasti ini punya Mama.. Makanya gak di keluarkan.." Bisma menutup lagi pintu lemari itu rapat rapat.


Ceklek..

__ADS_1


__ADS_2