AKU YANG DI SIMPAN

AKU YANG DI SIMPAN
BAB 100


__ADS_3

Hari ini hari yang sangat bahagia untuk Rena dan Hery. Hari ini pernikahan mereka akan di laksanakan. Rena sedang di percantik dengan tangan tangan profesional.


"Aaahh kalau pengantin wanitanya cantik gini mah, makan gaji buta kita... Gak perlu banyak tambah sana tambah sini, emang dari sananya udah cantik... Ck ck ck.. Tuh..." Sang MUA itu mengangkat wajah Rena untuk memandang wajahnya di cermin.


"Ini yang terakhir..." MUA itu menaruh mahkota putih yang di hiasi kelap kelip indah di kepala Rena, mahkota itu juga di pasangkan dengan kain tipis yang menutupi wajah Rena. Kain itu harus di anggkat Hery nanti jika sudah selesai pengucapan janji pernikahan dan sudah resmi menjadi suami istri.


"Jangan perlihatkan wajah cantik kamu ini sama Hery dulu ya.. Simpan dulu oke.." Rena mengangguk mendengar ucapan MUA itu yang tak lain adalah teman Hery juga, memang rada rada lembek gitu tapi di sudah terkenal kemana mana.


"Permisi Missus.. Ada tuan Hery yang mau ketemu Nona Rena.." Seorang anak buah Dari MUA atau yang akrab di sapa Missus itu datang memberitahukan kalau di luar ruangan itu ada Hery yang ingin bertemu dengan Rena telebih dahulu.


"Mana dia..?" Missus berkacak pinggangnya.


"Kamu tunggu di sini ya ratu.. Biar aku tangani calon suami kamu yang tinggal beberapa menit lagi jadi sah suami kamu, gak sabaran banget sih... Malam nanti juga bisa kok..." Missus berjalan ke luar dan membuka pintu tapi dengan cepat ia menutupnya lagi.


"Apa Bro..?" Missis seketika menjadi laki laki normal


"Mana calon istri aku.. Kamu gak sentuh dia kan..?" Hery menunjuk dan mencetak Missus dengan jarinya di kening.


"Eh aku kerjakan pekerjaan aku dengan benar ya. Kan aku juga sudah tanda tangan perjanjian yang kamu minta kemarin..." Yang di katakan Missus memang ada benarnya, Hery memberikan Missus perjanjian hitam di atas putih, yang menyangkut riasan dan larangan larangan yang harus harus Missus lakukan saat merias Rena.


"Ya udah tahu baguslah..." Hery ingin menerobos masuk.


"Eh apa sih.. Eeeh bisa gak sih tunggu, nanti.. Ini juga perminataannya Nona Rena. Kamu harus tunggu resmi jadi suami istri baru boleh liat Rena sepenuhnya..." Missus berkacak pinggang lagi.


"Rena itu gak bawel kayak gitu ya.." Hery masih ingin menerobos.


"Eeeyyy gak boleh..." Suara Missus langsung melengking seketika.


"Ya Ampun Miguel.. Suara kamu tu nah.. Oohhh" Hery mengucek ucek telinganya.


"Kenapa hah.. Takut..!" Itulah nama asli Missus yaitu Miguel.


"Rena aku sayang kamu.." Setelah mengucapkan itu Hery berlalu sambil memegangi telinganya.

__ADS_1


"Heeemmhh.. Kira aku gak pintar gitu.." Miguel masuk lagi dan melihat Rena tertawa mendengar Percakapan Hery dan Miguel di luar.


"Calon suami kamu ya ampun gak sabaran banget.." Rena teta tertawa melihat Miguel yang juga terus mengomel tentang Hery.


Rena juga senang mendengar teriakan Hery walaupun Dari luar ruangan tapi tetap saja Hery memanggil Rena dan mengatakan kalau ia menyayanginya. Memang tiada duanya Hery.


***


Mari kita ikuti prosesi pernikahan Rena dan Hery pada Hari ini.


Pendeta sudah membacakan beberapa doa untuk kelancaran pernikahan Rena dan Hery, berkhotbah dan memberikan saran menurut agama untuk kelangsungan pernikahan ini.


Sekarang yang di tunggu tunggu. Pengucapan janji suci pernikahan menurut agama Kristen, agama yang di anut Hery.


"Silahkan kedua mempelai untuk saling bertukar janji.. Saya persilahkan mempelai pria terlebih dahulu..." Ucap Sang pendeta.


"Saya mengambil engkau menjadi Istri saya, untuk saling memiliki dan menjaga, dari sekarang sampai selama lamanya; pada waktu susah maupun senang, pada waktu kelimpahan mauapun kekurangan, pada waktu sehat maupun sakit, untuk mengasihi dan menghargai sampai maut memisahkan kita, sesuai dengan hukum Allah yang Kudus, dan inilah janji setiaku yang tulus." itulah janji pernikahan yang di ucapkan Hery untuk Rena tercinta.


"Silahkan di jawab mempelai Wanita..." Kini gantian Rena lagi yang akan memperdengarkan janjinya.


Kini prosesi pernikahan masuk dalam proses pemasangan cincin. Pendeta pun memulainya.


"Cincin ini bulat, tanpa awal dan tanpa akhir, sebagai tanda kasih Kristus, yang tanpa awal dan tanpa akhir. Atas dasar itu, cincin ini menyatakan bagi saudara berdua, untuk meniru kasih Kristus dalam kehidupan rumah tangga; dengan mengasihi pasangan tanpa awal dan juga tanpa akhir." Pendeta itu selesai memberkati cincin itu dan menyerahkan sepasang cincin kepada Hery dan Rena.


Hery pun mengambil satu cincin yang akan ia sematkan di jari manis Rena.


"Rena Giren, cincin ini aku berikan kepadamu sebagai lambang cinta kasih dan kesetiaanku" Cincin itu di sematkan dengan cantik di jari Rena. Sangat pas di jari Rena.


Kini giliran Rena yang memasangkan cincin pada Jari Hery.


"Hery Krisnata, cincin ini aku berikan kepadamu sebagai lambang cinta kasih dan kesetiaanku" Rena juga menyematkan cincin itu di jari manis Hery. Senyum Rena tak pudar dari balik kerudung atau Veilnya.


Kemudian di lanjutkan dengan pemberkatan pernikahan, kedua mempelai berlutut, semua umat berdiri, pendeta akan melakuakan pemberkatan.

__ADS_1


"Hiduplah menurut janjimu, hayati tugas dan tanggung jawabmu dan terimalah berkat Tuhan:


Allah, Bapa Tuhan Yesus Kristus yang telah memanggil dan mempersatukan kamu dalam perkawinan ini, akan memberkati kamu dan memenuhi rumah tanggamu dengan kasih karunia Roh Kudus; supaya dalam iman pengharapan dan kasih, kamu hidup suci dan bahagia selama lamanya."


Pemberkatan pun selesi, "Saya menyatakan dengan ini, mereka berdua sudah sah menjadi suami istri di hadapan Allah dan di hadapan semua umat yang hadir pada hari ini. Silahkan mempelai pria membuka kerudung mempelai wanita, karna mulai dari sekarang ia resmi menjadi milik anda, jagalah dia, cintai dengan cinta kasih yang sempurna..." Pendeta pun menyerahkan Rena pada Hery.


"Terima kasih karna sudah menerima aku sebagai suamimu. Terimalah aku dan kekuranganku ini yang akan di lengkapi dengan cintamu..." Hery membuka kerudung Rena.


Hery mengangangkat wajah Rena dari dagunya dan mengecup sekilas bibir Rena. Dan setelah itu ia menyatukan kening mereka.


"Aku Cinta kamu.." Bisik Rena saat mereka menempelkan kening. Hery sangag bahagia mendengarnya, benar benar bahagia.


Sekarang Hery dan Rena sudah sah menjadi sepasang suami istri, tidak Ada yang bisa memisahkan mereka. Di tambah lagi cinta yang semakin hari semakin besar itu membuat keduanya menjadi pasangan yang serasi. Semua orang yang hadir di sana bertepuk tangan melihat betapa romantisnya keduanya.


Jajaran pekerja Hery juga di undang dalam pernikahanya ini, banyak yang iri pada Rena yang berhasil mendapatkan seorang Hery Krisnata. Banyak juga yang tabjuk dengan kecantikkan Rena, oleh karna itu di sangat cocok berdiri di samping Hery.


Hery mengambil tangan Rena yang a semati cincin itu tadi dan mengecupnya, tiada habisnya romantis mereka. Senyum gembira pun tak bisa di hentikan.


Off dulu kawan.. Like donk.. Seru kan.. Makanya di like dan di komen donk...


Maaf ya kalau ada salah kata atau salah pengetikan dalam janji pernikahan Rena dan Hery. Karna author juga baru belajar.. Kita belajar Sama sama ya..


Wah tapi yang gak bisa Author bohong itu ya, pas ngetik ini bab author gak berhenti senyum, senyum gitu.. Eh kalau ada yang liat di kira gila mungkin, tapi kan author senang akhirnya Rena bahagai, Rena menikah, sama Hery pula.


Author tahu mungkin ceritanya agak salah dari judul tapi ya Author harap pembaca semuanya suka.. Dan ini baru permulaan looo. Ini bukan akhirnya, ini baru permulaan awal banget... Masih ada beberapa yang belum terungkap kan,


Ini beberapa rahasia yang belum terungkap:


-Rahasia Roy sama Hery.


-Eyang yang belun tahu apa apa.


-Dion

__ADS_1


-Siapa jodoh Rena sebenarnya.


Pengen tahu kan.. Ikuti terus ya ceritanya...


__ADS_2