
Adel dan Bisma memulai hari yang cerah ini dengan senyum dan kebahagian yang cerah pula.
Bisma sedang memasak dan Adel sedang menontonya. Senyum di bibirnya tak pernah luntur sejak bangun tidur tadi.
Sejak bangun tidur tadi, Bisma memanjakannya dengan semua perhatiannya, cintanya dan kasih sayangnya.
Tak pernah Bisma membiarkan Adel melakukannya sendiri. Bahkan mandi pun Bisma yang memandikan Adel. Meski Adel tetap sedikit meringis karena perih di bagian vitalnya.
Oleh karena itu Bisma sedang melakukan yang terbaik untuk wanita yang melayaninya semalam dengan nikmat sebagai gantinya.
"Sayang.. Apa nanti malam kita tetap ke undangan itu..?" Bisma melirik Adel.
"Iya.. Tentulah.. Kenapa gak.. Kan kamu bilang kamu sudah janji sama orang yang punya pesta itu.. Masa kamu ingkar janji sama dia..?" Adel bertopang dagu di meja makan.
"Bukan gitu sayang. Tapi apa kamu yakin baik baik aja..?" Bisma masih mengkhawatirkan Adel.
"Udah gak sakit kok.. Ini aja gak sakit.. Kan kamu udah kasih obat pakai seleb tadi.." Pipi Adel tiba tiba merona. Adel mengingat saat Bisma mengobatinya, Bisma mengecupnya dan berterimakasih berkali kali di sana. Dan bukan hanya itu. Bisma juga menitipkan harapannya di sana.
"Ck.. Yakin..?" Bisma menoleh meyakinkan.
"Yakin sayangku.. Sangat yakin.." Adel bangkit dari kursi yang ia duduki. Berjalan ke arah Bisma.
"Tuh.. Gak sakit.." Adel bahkan berputar putar di depan Bisma.
__ADS_1
Setelah itu Bisma menarik pinggang Adel agar mendekat padanya.
"Maaf ya.. Aku gak bisa menahan diri.. Ck.. Terlalu nikmat." Bisik Bisma.
"Aku senang aja kok.. Aku senang banget liat wajah kamu semalam.. Uuuuu..." Adel menutup mulutnya sendiri.
"Jangan godain aku sayang.. Barang itu masih sakit..."
.
.
.
.
Adel dan Bisma sedang bersiap ke pesta yang akan mereka hadiri..
Adel tampil cantik dengan gaun yang ia kenakan. Tampak dewasa dan mempesona. Gaun dengan warna abu abu dan kelap kelipnya begitu indah.
Dan pasangannya tentu pada Bisma. Tuxedo senada dengan gaun Adel, rambut rapi dan aroma parfum yang sama seperti parfum yang Adel kenakan juga.
"Haaaahhh.. Aku harap.. Gak banyak cowok yang hadir di pesta.."gumam Bisma.
__ADS_1
"Kenapa..?" Adel menoleh.
"Kamu mau banyak ceweknya gitu.. Jadi kamu bisa liatin mereka satu persatu..?" Adel berkacak pinggang.
"Eeitttss.. Sayang, kok bilang gitu..?"
Bisma tak terima pikiran Adel.
"Iyalah.. Kan kalau gak banyak cowok ya banyak ceweknya.. Kalau banyak Cewekkan nanti kamu lirik lirik mereka.." Cicit Adel.
"Ck.. Sayang.. Kamu tahu.. Bertahun tahun aku gak suka perempuan, kamu tahu itu. Bahkan bersentuhan sama perempuan juga aku gak pernah.. Satu ciuman pun dengan perempuan gak pernah.. Apalagi sampai..." Bisma melirik celananya. Setelah itu ia melirik Adel lagi. Pipi Adel merona jadinya.
"Dan semalam.. Aku.. Tanam bibit.. Tanam masa depan aku di sini.." Bisma mengelus perut Adel.
"Dan cuma gadis ini.." Bisma mencolek hidung Adel. "Gadis yang buat aku normal, yang buat aku jatuh cinta sama seperti laki laki lainnya.. Sebagaimana laki laki Normal. Dan itu semua karena kamu sayang.. Aku harus cari apa lagi.. Aku sudah punya kamu.. Dan seperti yang aku bilang tadi, kamu gadis pertama yang aku sentuh.." Bisma memeluk Adel.
"Hmmmmmm.. Aku cinta kamu.." Gumam Adel di dada Bisma.
"Aku lebih cinta kamu.." Tegas Bisma.
Semua ini barulah permulaan dari kisah panjang. Bisma dan Adel hanya sedang merasa dunia milik mereka berdua saja. Tanpa memikirkan orang di luar sana yang mungkin saja mengharapkan hal lain.
Off dulu.... Ini up yang ketiga hari ini.. Semangat menunggu ya.. Dan ya.. Harapan author.. Bulan depan novel ini tamat.. Karena hampir semua tokohnya bahagia kan.. Jadi readers bersabar ya.. Eemm untuk ke depannya gak akan terlalu sulit untuk mereka. Cuma ada halangan dikit dikit aja.. Hehehehe..
__ADS_1